Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Keterkejutan Ayah dan Bunda


__ADS_3

Ayah dan bundanya Chessy begitu terkejut saat mengetahui putrinya berada di rumah sakit


Tanpa menunggu lama mereka pun langsung pergi menuju rumah sakit yang sudah di beritahu sebelumnya oleh Amilia


Sesampainya di rumah sakit sepasang suami isteri itu langsung menuju ruang IGD


" Bagaimana keadaan putriku?" tanya Ayah Chandra saat sudah berada di antara Amalia dan Amar


"Masih didalam om, sedang di tangani oleh dokter" jawab Amilia


" Apa sebenarnya yang terjadi dengan Chessy, kenapa dia bisa masuk ke rumah sakit seperti ini nak Amilia?" tanya bunda yang begitu mencemaskan keadaan sang putri


Amilia pun menjelaskan apa yang terjadi pada Chessy yang tiba-tiba pingsan saat tengah makan bersama di mall tadi


Amar hanya diam saja menyimak setiap ucapan sang adik yang tengah memberi penjelasan kepada kedua orang tua Chessy


" Dia siapa?" tanya Ayah Chandra saat netranya tertuju pada Amar yang memang sejak mereka datang hanya diam saja


Amar seketika gugup dan degup jantungnya pun berdegup sangat kencang namun sebisa mungkin pria itu berusaha mengendalikan sikapnya di depan kedua orang tua dari gadis yang sudah di rusaknya


Amilia lalu memperkenalkan Amar pada ayah dan bundanya Chessy


" Jadi kamu ini kakaknya Amilia?" tanya bunda memastikan pada Amar


" Emm... iya tante!" jawab Amar dengan menahan degup jantungnya yang semakin deg-degan saat berhadapan dengan kedua orang tua Chessy


Ceklek


Obrolan mereka pun terjeda saat pintu ruangan di buka dari dalam


Ayah dan bunda langsung menghampiri seorang dokter yang baru saja keluar dari ruangan tersebut

__ADS_1


" Dokter bagaimana keadaan putri saya?" tanya bunda pada dokter yang menangani Chessy


Dokter tersebut melihat ke bunda dan ayah Chandra secara bergantian lalu sedikit menghela napas sebelum menjawab pertanyaan dari keluarga pasiennya


" Apa putri anda pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya?" tanya dokter yang di bajunya terukir nama Dokter Rani


" Maksud dokter?" Bunda dan ayah Chandra nampak bingung dan saling melempar pandangan


Amilia sudah meremas tangannya sendiri takut rahasia Chessy akhirnya terkuak


" Tolong bisa jelaskan lebih detail lagi dokter, kami tidak mengerti dengan apa yang dokter katakan!" pinta ayah Chandra


Dokter pun lalu menjelaskan bagaimana kondisi Chessy saat ini dan fakta yang sangat mengejutkan lagi kalau ternyata Chessy mengalami trauma yang cukup besar akibat kejadian yang mungkin membuatnya begitu ketakutan dan syok berat hingga meninggalkan rasa ketakutan yang besar dan berakibat gadis itu menjadi mudah pingsan


" Maaf sebelumnya pak..bu, apa pasien pernah mengalami pelecehan atau sesuatu hal buruk yang membuat dia mengalami trauma seperti ini?" tanya dokter Rani


Ayah dan bunda saling melempar pandangan lalu menggelengkan kepalanya bersamaan


" Kami tidak tahu dokter, tapi selama ini putri kami terlihat baik-baik saja, kalau ditanya pun dia selalu bilang dia tidak apa-apa tidak ada hal yang janggal, hanya saja_!"


" Tapi apa bu?" tanya ayah yang juga jadi penasaran mendengar penuturan sang isteri


" Akhir-akhir ini putri saya itu jadi lebih pendiam dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar" lanjut bunda menjelaskan keadaan putrinya belakangan hari ini


" Mungkin sudah terjadi sesuatu pada putri anda, hanya saja putri anda berusaha untuk menutupinya dari bapak dan juga ibu, pasien lebih memilih memendamnya sendiri"


" Perasaan ketakutan dan trauma nya pada sesuatu yang dia pendam sendiri tanpa berbagai pada siapapun termasuk pada orangtuanya akan semakin membuatnya kian tertekan dan ketakutan tersendiri hingga berakhir seperti ini" tutur dokter Rani


" Sebaiknya bicara baik-baik pada putri bapak dan ibu, tapi jangan memaksanya. buat dia senyaman mungkin jangan sampai mengguncang batinnya apalagi sampai membuatnya semakin tertekan"


" Baik dokter!" jawab bunda dan ayah Chandra bersamaan

__ADS_1


Dokter Rani pun pamit undur diri dan sebelum pergi dia pun mengatakan akan ada pemeriksaan kelanjutan pada Chessy karena ia ingin memastikan sesuatu pada gadis yang masih berstatus pelajar itu


Ayah Chandra dan bunda Tia merasa bingung dan juga khawatir tapi mereka juga berharap semoga tidak ada hal yang serius dengan kondisi kesehatan putrinya


" Sebenarnya apa yang terjadi sama putri kita bun?" tanya Ayah pada bunda


" Bunda juga tidak tahu yah!" sahut bunda yang juga jadi kepikiran dengan keadaan putrinya


Pasalnya mereka sama sekali tidak tahu kalau putrinya mengalami suatu kejadian yang bisa membuatnya trauma yang cukup berat sampai seperti itu


Sementara Amilia dan Amar keduanya sibuk dengan pikiran dan perasaan mereka masing-masing


Amilia hanya bisa pasrah jika rahasia yang dia simpan bersama Chessy harus terkuak hari ini, meskipun nantinya dia juga akan dipersalahkan atas kejadian yang sudah menimpa sahabatnya itu


Sementara Amar merasa sangat bersalah pada Chessy dan juga pada kedua orangtuanya tapi untuk mengatakan hal yang sebenarnya sungguh pria itu masih begitu pengecut


" Nak Amilia bisa tolong jelaskan pada kami apa sebenarnya yang terjadi pada Chessy?" tanya bunda pada Amilia yang sejak tadi sudah merasa gelisah dan gugup


" Emmmm.....!" Amilia tidak tahu harus bicara dari mana gadis itu masih bergeming ada rasa takut dan rasa bersalah menjadi satu


" Maaf pak... Bu... pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan, silahkan di urus dulu di bagian administrasi!" ucap seorang suster yang tiba-tiba muncul


Amilia seketika menarik napas lega, sungguh jantungnya hampir copot tadi saat bunda bertanya tentang Chessy padanya


Ayah Chandra lalu pergi ke bagian administrasi dan bunda menemani Chessy yang kini tengah dipindahkan ke ruang perawatan


Bunda menatap putrinya dengan perasaan khawatir, pasalnya Chessy hanya diam saja tanpa bicara sekata patah pun


" Sayang sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu nak, kenapa kamu sampai bisa seperti ini?" tanya bunda dengan penuh kelembutan takut putrinya semakin tertekan


Chessy hanya diam saja, pandangannya lurus ke depan dengan tatapan kosong

__ADS_1


Amar dan Chessy saling melirik setelah itu memilih untuk pamit pulang


Sebenarnya bunda masih berat membiarkan Amilia pulang malam ini tapi mau bagaimana lagi dia juga tidak ingin membuat kedua orang tua gadis itu khawatir karena sudah larut malam putrinya belum juga pulang


__ADS_2