
Ayah Chandra mengusap wajahnya kasar setelah mengetahui fakta yang sebenarnya tentang apa yang sudah di alami putrinya
" Aaakhhh...!" Teriak Ayah Chandra seraya melayangkan kepalan tangannya ke tembok
" Ayah sudah yah... jangan seperti ini!" pinta Bunda dengan tangis yang kian pecah
" Ayah sudah gagal bun, ayah gagal menjadi ayah yang baik untuk putri kita, ayah tidak becus menjaga dan melindungi putri kita satu-satunya bun!" lirih Ayah Chandra dengan air mata yang sudah membasahi pipinya
Chessy memberingsut dari tempat tidurnya dan bersimpuh di lantai sambil terisak, bunda seketika panik melihat keadaan putrinya dengan selang infus yang sudah terlepas dari tangannya dan darah sudah berceceran di lantai
"Astaghfirullah, Chessy!" Bunda yang tadinya tengah menenangkan sang suami dibuat terkejut dengan keadaan putrinya
Mendengar pekikan bunda, ayah pun langsung menoleh ke arah bunda yang kini tengah membantu Chessy untuk berdiri namun gadis itu malah menolaknya
" Maafin Chessy bunda... ayah.... !" Isak tangis Chessy semakin pecah
Bunda semakin teriris mendengar tangisan sang putri yang semakin tergugu
" Sudahlah sayang sebaiknya kamu berdiri dulu ya nak, kita bicarakan ini dengan baik-baik" tutur bunda yang tidak ingin kondisi putrinya semakin memburuk
" Ayah tolong yah, untuk saat ini tekan dulu emosi ayah walau bagaimanapun Chessy adalah putri kita satu-satunya darah daging kita yah!" ucap bunda dengan air mata yang masih mengalir deras di pipinya
__ADS_1
Ia tahu suaminya merasa sangat kecewa dan menyalahkan dirinya sendiri yang tidak becus menjadi seorang ayah karena tidak bisa menjaga kehormatan putrinya dengan baik, ia merasa sudah gagal dan terus merutuki kelalaiannya
" Uruslah putrimu itu!" ucap ayah Chandra dingin lalu melengos pergi
Tubuh Chessy semakin lunglai, bunda pun merasa kesulitan untuk membantu Chessy berdiri
" Sayang bunda mohon jangan seperti ini nak, ayo bangunlah!" pinta bunda sambil terisak
" Jika ayah sudah benci sama Chessy untuk apalagi bun Chessy hidup? ayah pasti akan mengusir Chessy kan? Chessy sudah melakukan kesalahan besar bun, ayah benci pada Chessy!" ucap lirih Chessy
" Maafin Chessy ya bun, maaf karena Chessy sudah mengecewakan bunda sama ayah!" lirihnya
Chessy terkulai lemas, walaupun sudah sekuat hati ia berusaha untuk menguatkan dirinya dalam menghadapi kemungkinan terpahit yang akan terjadi setelah mengungkapkan semuanya namun tetap saja ia tidak bisa sekuat itu nyatanya kini gadis itu kembali tumbang
" Sayang... bangun nak, jangan membuat bunda takut !" Bunda memeluk tubuh lemah Chessy sambil berderai air mata
Ceklek
" Assalamualaikum!" ucap Amalia, Nila dan Dea bersamaan
Detik berikutnya ketiga gadis itu dibuat tercengang melihat apa yang ada di hadapannya
__ADS_1
" Chessy!" Amilia langsung berlari menghampiri Chessy yang kini tengah berada dalam pelukan bundanya begitu juga dengan Nila dan Dea
" Tante apa yang terjadi pada Chessy?" tanya Amilia yang langsung membantu bunda menaikkan Chessy ke atas tempat tidur
" Tolong panggilkan dokter!" pinta bunda lirih tanpa menjawab pertanyaan Amilia
Amilia melirik Dea mengisyaratkan gadis itu memanggil dokter dengan ekor matanya
" Biar aku aja yang panggilkan dokter!" ucap Dea yang mengerti arti tatapan sahabatnya itu
Tidak berapa lama dokter pun datang, semua orang di suruh keluar dan Chessy kini berada dalam pemeriksaan dokter
" Tante apa yang sebenarnya terjadi pada Chessy?" tanya Amilia
Lagi-lagi bunda tidak menjawab pertanyaan Amilia, wanita paruh baya itu hanya diam dengan berbagai macam pertanyaan yang kini bersarang di dalam otaknya
Bunda tidak tahu harus bagaimana menghadapi putrinya dan juga suaminya, ini adalah hal yang paling terberat sepanjang hidupnya
Hanya air mata yang lagi-lagi meluncur dengan deras di pipinya walaupun tanpa harus di pinta.
Bunda memang merasa sangat kecewa seperti apa yang di rasakan suaminya namun Chessy tetaplah putrinya meskipun ia sudah membuat kesalahan besar tetap saja ikatan darah tidak akan bisa merubah apapun.
__ADS_1