
Chessy sedikit panik ketika merasakan tubuhnya melayang di udara apalagi samar-samar gendang telinganya menangkap ada suara kegaduhan, Chessy yang matanya masih terpejam berusaha untuk membuka kelopak matanya yang terasa begitu berat, calon ibu muda itu sangat penasaran dengan apa sebenarnya yang tengah terjadi ataukah dirinya sudah mati pikirnya.
Perlahan kedua kelopak mata Chessy pun terbuka, pandangannya pun nampak sedikit buram. Chessy seketika meneguk salivanya kasar ketika netranya menangkap sosok laki-laki yang kini berada tepat di depan matanya, wajah tegas dan tampan yang terlihat begitu serius itu berusaha membawanya keluar dari ruangan yang menakutkan itu dengan sedikit berlari
Nampak segurat kecemasan yang terlihat dari wajah tampan pria yang tengah menggendongnya itu hingga membuat Chessy tersenyum getir merasa tidak nyaman berada di posisi yang membuatnya merasa bersalah
Di dalam hati kecilnya ingin rasanya Chessy turun dari tangan kekar laki-laki yang tengah menggendongnya namun apalah daya keadaan tubuhnya yang sangat lemah membuatnya tak bisa berbuat apa-apa.
" Isshhh!"
Tiba-tiba Chessy merasakan nyeri kembali di bagian perutnya, desisnya membuat sosok laki-laki yang tadinya melangkah dengan tergesa-gesa langsung menghentikan langkahnya dan menundukkan pandangannya
" Chessy!" laki-laki itu terhenyak ketika melihat Chessy meringis menahan sakitnya
" Pe..perut gue sa..sakit!" ucap Chessy sebelum gadis itu memejamkan matanya dan kembali tak sadarkan diri
" Chessy!" teriak laki-laki yang tidak lain tidak bukan adalah Alex
Alex begitu panik melihat keadaan Chessy yang mengeluhkan rasa sakitnya ditambah lagi calon ibu muda itu kembali tidak sadarkan diri
Dengan langkah lebar Alex kembali melanjutkan langkahnya berusaha menolong Chessy, wanita yang dulu pernah singgah dihatinya
" Chessy!" pekik seseorang yang melihat Chessy berada dalam gendongan Alex laki-laki yang beberapa hari ini telah berhasil memporak-porandakan benteng pertahanannya
Alex tak menggubris ucapan gadis yang kini berdiri dihadapannya, yang menatapnya dengan tatapan cemas dan khawatir, dengan gerakan cepat laki-laki itu pun langsung memasukkan Chessy kedalam sebuah helikopter yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya sebagai evakuasi darurat.
Nampak raut wajah yang cukup panik dan tegang di wajah Alex membuat gadis yang berdiri dibelakangnya tersenyum getir menyadarkan kebodohannya sendiri
" *Sebegitu cintanya loe Lex sama Chessy padahal loe tahu dia sudah menikah bahkan sekarang sedang mengandung keponakan gue!" batin Amilia yang sedang berusaha menahan sesak di dadanya yang tiba-tiba saja menghantamnya
" Bodoh loe Mil, sadar loe itu emang enggak ada apa-apanya dibandingkan dengan Chessy, jangan berharap lebih deh Loe!" Monolognya dengan dirinya sendiri*
" Kenapa masih diam disitu, loe mau gue tinggal hah?"
Amilia tersentak dari lamunannya setelah mendengar suara yang membuatnya terkejut
" Cepat naik kalau enggak gue tinggal!" sentaknya
Amilia yang tersadar atas kebodohannya pun langsung bergegas masuk ke dalam helikopter tersebut dan merutuki kebodohannya
Seketika hati Amilia terenyuh dan kekhawatiran pun merasuki pikirannya ketika melihat keadaan Chessy yang sudah berada dipangkuan Alex dalam keadaan tidak sadarkan diri
Amilia tidak lagi memikirkan tentang perasaannya yang ada saat ini hanyalah gurat kecemasan
" Cepat pak dan cari rumah sakit terdekat!" titah Alex pada salah satu anak buahnya yang menerbangkan helikopter tersebut
" Baik bos!" ucap anak buahnya itu
__ADS_1
" Apa yang terjadi dengan Chessy Lex?" tanya Amilia yang kini sangat mengkhawatirkan keadaan Chessy
" Gue juga enggak tahu, tadi gue melihat dia pingsan dan_!" Alex menggantungkan kalimatnya
" Dan apa?" Panik Amilia menunggu ucapan Alex selanjutnya
" Chessy hampir mendapatkan pelecehan!"
Deg
" Oh ya tuhan!" Amilia membungkam mulutnya saking terkejutnya dengan ucapan Alex
...Flashback on...
Brakk
Kedua pria bertubuh kekar itu seketika membulatkan matanya menatap ke arah pintu yang dibuka dengan paksa dari luar apalagi saat mereka melihat siapa yang tengah berdiri di ambang pintu menatapnya dengan tatapan yang sungguh mematikan
Mereka bergetar ketika melihat sosok Morgan yang mereka ketahui pria itu adalah salah satu mantan ketua mafia yang cukup terkenal di dunia kegelapan
walaupun pria itu sudah tidak lagi terjun di dunia hitam tapi namanya masih terkenal dan cukup membuat mereka bergetar
Sementara Alex tanpa banyak kata langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dan menarik tubuh laki-laki bertubuh kekar itu dengan kasar lalu mendaratkan bogeman mentah ke wajah para penjahat tersebut diikuti oleh Morgan yang sudah tidak dapat mengendalikan emosinya setelah melihat apa yang telah mereka lakukan pada Chessy
Bugh
Bugh
Bugh
Morgan mengambil alih perkelahian tersebut dan menyuruh Alex segera membawa Chessy ke rumah sakit
" Alex cepat bawa gadis itu ke rumah sakit, kondisinya sepertinya dalam keadaan tidak baik-baik saja!" teriak Morgan
Alex yang teringat dengan kondisi Chessy yang tengah berbadan dua pun langsung menghampiri Chessy dan betapa terkejutnya pemuda tersebut saat melihat keadaan Chessy yang berantakan dan ada noda merah di kakinya
Pikiran Alex pun sudah mengarah yang tidak-tidak, lalu dengan degup jantung yang berpacu sangat cepat pemuda itupun langsung merengkuh tubuh Chessy kedalam gendongannya
...Flashback off...
" Cepat pak!" teriak Alex beralih pada sopirnya yang dirasa sangat lamban membawa mobilnya.
Mereka kini sedang berada di dalam mobil karena untuk menuju rumah sakit mereka harus melalui jalur darat
" Chess, sadar dong Ches!" ucap Amilia menepuk-nepuk pipi kakak iparnya itu dengan perasaan khawatir
" Lex!" Amilia terkejut ketika melihat ada noda darah di kaki sahabat sekaligus kakak iparnya itu
__ADS_1
" Jangan berpikir yang bukan-bukan kita berdoa saja semoga Chessy dan bayinya baik-baik aja!" ucap Alex yang tahu kekhawatiran Amilia terhadap Chessy
Alex menatap lekat wajah sembab Amilia yang tidak berhenti menangis karena begitu mengkhawatirkan keadaan Chessy
" Dia pasti akan baik-baik saja!" ucap Alex menenangkan
Amilia mendongak dan entah kenapa seketika hatinya terasa nyeri ketika melihat Alex yang sedang menatap Chessy yang berada di pangkuannya tanpa ia tahu sebelum tatapan Alex ke arah Chessy pemuda itu lebih dulu menatap lekat wajah sembabnya
" Jangan menangis terus sebaiknya loe berdoa, muka loe tambah jelek dengan mata sembab kayak gitu!" ucap Alex meledek
Amilia melotot mendengar ucapan Alex " Loe_!" kesal Amilia yang dikatain jelek oleh Alex
" Jangan melotot kayak gitu sebaiknya loe telpon kakak loe bilang kita sedang menuju rumah sakit!"
Amilia seketika penepuk keningnya setelah teringat dengan kakaknya yang pasti sedang mencemaskan keadaan isterinya
Tanpa banyak kata lagi, Amilia pun langsung menghubungi kakaknya Amar
Sementara di tempat yang berbeda Amar yang baru saja tiba di pulau tempat Chessy di sekap melihat beberapa anak buah daddy nya dan juga Morgan sedang menggiring para penjahat yang sudah dalam keadaan babak belur masuk ke dalam mobil
" Dimana isteriku?" tanya Amar ketika sudah menghampiri anak buah daddy nya
" Isteri anda sudah dibawa ke rumah sakit tuan!" sahut Morgan cepat mewakili anak buah dad Mahendra
" Ke rumah sakit? apa sebenarnya yang terjadi dengan isteri ku?" tanya Amar dengan raut wajah khawatir
" Isteri anda _!" belum sempat Morgan menjawab terdengar ponsel Amar berdering
Amar langsung menerima panggilan tersebut apalagi tertera nama adiknya dilayar
" Hallo, Assalamualaikum!"
" Wa'alaikum salam, kak.... kak Amar dimana sekarang? cepat susul kami kak, aku dan Alex sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit Cahaya Medika di jalan xx?" tutur Amilia
" Baiklah kakak akan segera kesana!" sahut Amar dan langsung mematikan sambungan telponnya
Amar langsung meminta bantuan kepada anak buah daddy-nya untuk mengantarkannya ke rumah sakit yang telah diberitahukan oleh Amilia
" Biar saya saja tuan yang mengantar anda!" ucap Morgan menawarkan diri
Amar menoleh ke Morgan seraya mengerutkan keningnya karena tiba-tiba laki-laki menawarkan diri untuk mengantarnya
" Anda bisa pakai helikopter itu yang tadi mengantarkan isteri anda ke rumah sakit terdekat di wilayah ini" terang Morgan
Amar diam sejenak sebelum mengambil keputusan "Baiklah, antarkan aku bertemu dengan isteri ku sekarang juga!" sahut Amar
" Baik tuan, mari ikut saya!"
__ADS_1
Amar mengikuti langkah Morgan menuju helikopter yang tadi membawa Chessy menuju rumah sakit
Keduanya pun pergi bersama menyusul Chessy yang kini sudah berada di rumah sakit Cahaya Medika dan sedang dalam penanganan dokter setempat