
" Ayo turun!" ucap Amar setelah menepikan mobilnya di pinggir jalan
Chessy menatap bingung, karena perjalanan menuju sekolahnya masih jauh tapi kenapa suaminya itu sudah menyuruhnya turun
" Tapi kak inikan masih jauh"
Amar tersenyum tipis lalu mengacak-acak gemas rambut Chessy
" Kita turun dulu pindah ke mobil yang ada di depan" jawab Amar memecahkan kebingungan gadis itu
Tapi sayangnya bukannya paham gadis itu malah semakin dibuat bingung
" Udah enggak usah bingung gitu, ayok turun!" Amar lebih dulu keluar dari dalam mobil setelah itu barulah Chessy ikut keluar dengan tatapan yang masih penuh tanda tanya
Chessy dibuat tercengang saat melihat seseorang yang baru saja keluar dari sebuah angkutan umum yang terparkir tepat di depan mobil suaminya
" Loh itukan om Roy!" gumam Chessy dengan kening yang berkerut
" Ini !" Roy menyerahkan kunci mobil kepada Amar begitu juga sebaliknya
" Tidak usah bingung gitu Nyonya muda, sebaiknya langsung naik saja takutnya telat" ujar Roy
" Ayok sayang!" Amar menarik tangan Chessy lalu menyuruhnya masuk ke dalam mobil angkutan umum yang tadi di bawa oleh Roy
Setelah Amar duduk di depan kemudi ia pun langsung tancap gas menuju sekolah Tunas Bangsa
" Kenapa kita pakai ganti mobil angkot kak?" tanya Chessy dengan polosnya
Amar bukannya langsung menjawab tapi malah mengulurkan tangan kirinya untuk mengacak-acak rambut Chessy dengan gemas
" Ishh... kak rambut aku jadi berantakan lagi nih" kesal Chessy
" Habisnya kamu itu gemesin banget sih" sahut Amar
" Kamu ini kemarin bilang kalau kakak yang antar kamu takut Amilia melihat kita dan inilah cara kakak agar Amilia dan juga teman-teman kamu yang lainnya tidak curiga kalau kamu naik angkutan umum seperti ini" tutur Amar menjelaskan
Chessy benar-benar dibuat tercengang dengan penjelasan Amar, sungguh dia tidak menyangka suaminya punya ide sampai sejauh itu, bahkan mau mengemudikan mobil yang terbilang jauh dari mobil mewahnya
" Kak!" Chessy mulai berkaca-kaca
Amar menoleh sekilas lalu tersenyum " Jika kakak mengantar kamu mengunakan mobil kakak sendiri yang ada tuh kamu pasti tidak akan mau kan kakak antar sampai depan gerbang sekolah, pasti minta di turunin di tengah jalan, iya kan?" tutur Amar memprediksi segala kemungkinan yang akan isterinya itu lakukan namun sebelum hal itu terjadi Amar sudah lebih dulu mengantisipasinya
Chessy bergeming, ucapan Amar memang sempat melintas dalam benaknya saat mobil sudah melaju meninggalkan pekarangan rumahnya
Chessy mengangguk pelan, membenarkan apa yang diucapkan Amar
__ADS_1
" Kakak tidak mungkin membiarkan kamu jalan sendirian apalagi dalam keadaan hamil seperti ini" Amar mengulurkan tangannya lalu menyentuh perut Chessy yang masih rata
" Baik-baik ya sayang jangan nakal dan jangan menyusahkan mama selama di sekolah" ucap Amar yang seakan tengah berbicara dengan anaknya
Chessy tertegun mendengar ucapan Amar yang seakan sedang berbicara dengan anak mereka yang kini masih berada di dalam kandungan
" Oiya dek, apa pagi ini kamu merasakan mual?" tanya Amar yang sontak saja hal itu membuat Chessy membulatkan matanya saat teringat kalau dirinya tidak merasakan mual seperti biasanya
" Tidak kak, pagi ini aku sama sekali tidak merasakan mual dan rasanya sungguh nyaman" jawab Chessy dengan jujur
Chessy juga merasa heran biasanya setiap bangun tidur gadis itu pasti langsung muntah-muntah napsu makan pun menurun dikala pagi tidak bisa sarapan dan tubuhnya pasti terasa lemas
" Mungkin karena aku sudah mulai masuk sekolah jadi baby merasa kasihan dan tidak ingin menyusahkan aku" tuturnya lagi
" Bisa jad tapi bisa juga karena anak kita berdekatan dengan papanya jadi kamu tidak merasakan mual?" seloroh Amar yang tentu saja ucapannya itu membuat Chessy melotot
" Hanya bercanda tapi kalau itu benar, kita bisa membuktikannya lagi" usul Amar yang tentu saja membuat Chessy mendelik tajam
" Ha ..Ha.... sudahlah dek, jangan menatap kakak horor begitu" goda Amar sambil terkekeh
Dan tanpa Chessy sadari mobil yang mereka tumpangi kini sudah berhenti di depan sekolah SMA Tunas Bangsa
Chessy pamit turun tapi sebelum itu iapun tidak lupa menyalami punggung tangan suaminya dengan takzim
Amar pun tidak mau kalah dengan gerakan cepat laki-laki itu menarik Chessy lalu mendaratkan satu kecupan di keningnya
" Kak!" kesal Chessy dengan sikap ceroboh Amar menurutnya
" Kenapa kak Amar mencium kening ku, bagaimana kalau ada yang lihat!" tegurnya dengan bibir yang mengerucut lancip
Amar bukannya merasa bersalah tapi malah tertawa melihat bibir Chessy yang manyun dan begitu menggemaskan dimatanya
" Dek jangan di gituin bibirnya kakak takut khilaf" goda Amar yang langsung mendapat pelototan tajam dari Chessy
" Udah sana masuk ke kelas, jangan ditekuk gitu mukanya masih pagi, nanti kadar kecantikannya berkurang loh"
" Dasar ya kakak nyebelin" Chessy semakin mengumpat kesal tapi justru membuat Amar semakin menyukainya
" Jangan kesal gitu dek, kasihan loh dedeknya di dalam kebingungan" Amar mengelus perut Chessy dengan lembut dan penuh kasih sayang
" Ikut mama sekolah ya sayang, ingat pesan papa jangan buat mama susah ya anak pintar, I love you baby!" ucap Amar lagi-lagi membuat Chessy nampak syok dibuatnya dengan perlakuan lembut Amar, jantung Chessy pun pagi ini sedang tidak baik-baik saja detak jantungnya berpacu sangat cepat setiap kali mendapatkan sentuhan tangan kekar pria tampan yang sudah sah menjadi suaminya
" Jangan tegang gitu dek, ini harus dibiasakan agar jadi terbiasa" ujarnya
Chessy hanya diam tidak tahu harus menanggapi apa, rasa kesalnya pun kini sudah menguap begitu saja saat mendapatkan sikap manis dari sang suami
__ADS_1
" Sudah cepat sana turun, nanti pulangnya kalau kakak sempat akan kakak jemput!" ucap Amar
" Biar aku pulang sendiri aja kak" sahut Chessy
" Lihat saja nanti, bisa atau tidaknya kakak jemput kamu nanti kakak kabari"
Chessy mengangguk, ia tidak bisa menolak karena pria yang berstatus suaminya itu suka sekali memaksa
" Isteri pintar!"
Deg
Chessy lagi-lagi dibuat tersentuh dengan ucapan Amar rasanya sungguh masih sulit untuk di percaya karena statusnya kini sudah berubah menjadi isteri orang bahkan akan segera menjadi ibu.
Amar yang bisa melihat perubahan raut wajah Chessy, mengulurkan tangannya kembali untuk meraih tangannya yang kini sudah terasa dingin
" Jangan tegang gitu sayang, belajar yang benar ya tidak usah memikirkan hal yang aneh-aneh, cukup pikirkan kesehatan kamu dan juga calon anak kita, untuk urusan yang lain biar kakak yang hendle" ujar Amar dan Chessy pun mengangguk pelan
" Kalau ada apa-apa langsung hubungi kakak !" pesannya terdengar sangat tegas
" Iya kak"
Setelah itu Chessy pun pamit
" Assalamualaikum!"
" Wa'alaikum salam" jawab Amar dengan mengulas senyum tipis
Setelah Chessy turun dan memastikan gadis itu sudah masuk ke dalam gedung sekolah Amar pun langsung menjalankan mobil angkot yang disewanya menuju tempat tadi ia bertukar mobil dengan Roy
Chessy sendiri sudah masuk ke dalam kelas, dan kehadirannya sontak saja membuat Nila, Dea dan tentunya Amilia nampak terkejut melihat sahabatnya yang ternyata sudah masuk ke sekolah
" Chessy.....loe udah masuk, Alhamdulillah akhirnya loe masuk juga, gue seneng banget liatnya!" Dea, Nila dan Amilia langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Chessy
" Loe sakit lama bener sih Chessy" ucap Dea
" Kenapa loe kangen ya sama gue?"
" Iyalah, enggak ada loe tuh berasa ada yang kurang dalam hidup gue, sepi dan hampa" bukan Dea yang menjawab tapi Amilia
" Gaya loe Mil, untung gue cewek kalau cowok udah kelepek-kelepek kali mendengar gombalan receh loe" ucap Chessy yang langsung mengundang gelak tawa mereka berempat
" Loe beneran udah sehat Chess?"tanya Amilia
" Iya, Alhamdulillah udah kalau belum mana mungkin gue udah di izinin masuk" sahut Chessy
__ADS_1
Mereka pun saling bercerita dan melepaskan kerinduan mereka yang tidak bertemu selama beberapa hari sementara di sudut bangku yang lain seorang gadis menatap tidak suka kearah mereka terutama kepada Chessy
Matanya mendelik tajam, seakan tidak rela melihat Chessy yang kini sudah kembali masuk ke sekolah