Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Kabur?


__ADS_3

Amar senyum-senyum sendiri setelah mengingat permainannya bersama sang isteri


Setelah acara ngambek-ngambekan keduanya malah berakhir di atas kasur


" Sayang!" goda Amar pada Chessy yang sedang duduk di depan cermin


Chessy mengerucutkan bibirnya karena kesal dengan Amar, yang tadinya ingin mengajaknya jalan-jalan malah tidak jadi berangkat karena ulah Amar yang meminta jatahnya


Senyum di wajah Amar pun seketika pudar ketika melihat wajah sang isteri tercinta memberengut


" Udah dong sayang, jangan ngambek terus, lagipula besok juga kamu udah libur kan kita bisa jalan-jalan paginya!" bujuk Amar agar isteri kecilnya itu tidak ngambek lagi


" Kak aku tuh maunya jalan-jalan malam, udah lama banget loh kita enggak jalan malam!" kekeh Chessy


" Tapi kan kamu sedang hamil sayang, angin malam itu tidak baik untuk kesehatan kamu dan juga calon bayi kita!" bujuk Amar berharap Chessy mau luluh


" Bilang aja kak Amar yang enggak mau ngajak aku jalan-jalan!" kesal Chessy dengan wajah cemberut


" Bukan begitu sayang" Amar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali bingung menghadapi isteri kecilnya kalau sudah mode ngambek


" Tau ah mending aku ajak Amilia aja, kak Amar enggak asik !" kesal Chessy lalu keluar dari kamarnya


Amar mendengus lalu mengusap wajahnya kasar, keinginan wanita hamil memang tak terbantahkan


Setelah keluar dari kamar, Chessy melihat Amilia sedang duduk di ruang keluarga sambil menerima panggilan telpon entah dari siapa tapi terlihat raut wajah Amilia sedikit panik


" *Apa k*abur?"


Chessy mengerutkan keningnya ketika mendengar kata kabur dari mulut Amilia yang sedang berbicara dengan seseorang diseberang telponnya


" Jadi wanita itu kabur dan dia juga yang sudah membuat Opa Bara masuk rumah sakit?"


Chessy membekap mulutnya ketika mendengar Opa Bara masuk rumah sakit


" Baiklah, terimakasih banyak ya. Iya aku akan lebih berhati-hati terutama Chessy aku akan meminta kak Amar untuk memperketat pengamanannya"


Deg


Apa sebenarnya yang terjadi, Chessy menjadi panik sendiri apalagi Amilia sempat menyebut namanya


" Iya iya aku tahu, kau juga harus hati-hati. sampaikan salam ku pada pakmor ya terimakasih sudah menolong Opa ku!"


" Aishhhh..... cemburu mu berlebihan, masa cemburu dengan pakMor tapi wajar sih karena kalau aku pikir-pikir sepertinya pakMor tidak kalah tampan, pria dewasa itu lebih menarik!"


" Ha...Ha...!" Amilia tertawa setelah mendengar rengekan Alex yang tidak terima dengan pujian Amilia terhadap pakMor


" Sudah-sudah perutku sakit mendengar ocehan mu, sebaiknya kau istirahat sekarang dan semoga cepat sembuh"


" Iya!"


" Terima kasih karena sudah menolong Opa sampai membuat mu terluka seperti ini, jika tidak ada kalian entah apa yang akan terjadi dengan Opa!" ucap Amilia terdengar sendu


" *Iya, besok pagi-pagi aku akan berangkat, ishhh... manja sekali!"


" iya...iya... sekarang sudah malam tidak mungkin mommy mengizinkan aku pergi ke kota B* !"


" Istirahatlah!"


" Wa'alaikum salam!"


Amilia menarik napas dalam-dalam lalu dihembuskannya perlahan


" Mil!" Amilia tersentak kaget ketika mendengar suara dari arah belakang tubuhnya


" Astaghfirullah, Chessy loe ngagetin gue aja !" keluh Amilia seraya memegang dadanya karena terkejut dengan kemunculan Chessy yang secara tiba-tiba


" Iya maaf!" ucap Chessy lalu mendudukkan dirinya di samping Chessy sambil memangku bantal sofa


" Mil!" panggil Chessy


" Hemmm....!" jawab Amilia sambil sibuk mengetik di layar ponselnya


" Amilia!" panggil Chessy lagi karena Amilia masih sibuk dengan layar ponselnya

__ADS_1


" Apaan si Chessy!"


" Loe lagi chattingan sama siapa sih, serius banget?"


Amilia menutup layar ponselnya lalu diletakkan di atas meja yang ada di depannya


" Elo sebenarnya mau ngomong apaan sih, Hem?" tanya Amilia yang sudah menggeser duduknya menghadap ke Chessy


Chessy memasang wajah sendu " Mil tadi gue enggak sengaja mendengar pembicaraan loe di telpon, emmm.... apa sebenarnya yang terjadi dengan Opa Mil? dan siapa tadi yang loe bilang kabur?" tanya Chessy penasaran dengan pembicaraan adik iparnya dengan Alex di telpon


Amilia menghela napas dalam-dalam baru setelannya ia menceritakan semuanya kepada Chessy


Chessy menutup mulutnya saking terkejutnya dengan apa yang Amilia ceritakan


" Ja... jadi kak Selena kabur dari penjara?" tanya Chessy yang langsung di angguki oleh Amilia


" Iya, kak Selena tidak mungkin bisa kabur dengan sendirinya tanpa ada bantuan orang lain" tutur Amilia


" Lalu siapa kira-kira yang sudah membatunya kabur?"


" Entahlah, anak buah Alex dan juga anak buah daddy sedang mencari tahu tentang hal itu" jawab Amilia


" Lalu bagaimana keadaan Opa dan juga Alex tadi kalau gue enggak salah dengar mereka sedang berada di rumah sakit?"


Amilia menganggukkan kepalanya " Iya, karena menolong Opa, Alex saat ini juga dirawat di RS yang sama dengan Opa"


" Apa daddy dan Oma sekarang sedang berada di sana?"


Amilia menggeleng " Oma di rumah karena sedang tidak enak badan mungkin kelelahan hanya daddy yang menemani Opa di rumah sakit!" jawab Amilia


" Apa kak Amar sudah tahu hal ini?" tanya Chessy yang masih merasa penasaran


" Sepertinya belum, soalnya Alex bilang tadi ponsel kak Amar tidak bisa di hubungi!" jawab Amilia yang seketika membuat Chessy jadi teringat dengan apa yang sudah ia lakukan dengan Amar beberapa jam yang lalu


" Mungkin ponsel kak Amar lowbat" jawab Chessy beralasan


" Bisa jadi, karena itulah Alex menghubungi gue dan bilang kalau Opa dan dia sedang di rawat di RS Mutiara Medika" terang Amilia


" Siapa yang masuk rumah sakit sayang?" tanya mommy Naura yang baru saja ikut bergabung dengan anak dan menantunya membuat Amilia lagi-lagi dibuat terkejut dengan kemunculan mommy Naura yang juga tiba-tiba


" Kalau Opa mommy tau dari daddy kalian tapi kalau Alex mommy baru tau" tutur mommy Naura


" Memangnya Alex sakit apa sampai di rawat gitu?" tanya mommy Naura penasaran


" Alex di rawat karena Alex terluka saat nolongin Opa mom" terang Amilia membuat kening mommy Naura mengkerut


" Menolong Opa, kok bisa?"


Amilia pun kembali menjelaskan kronologi kejadian dimana Alex bisa terluka karena menolong Opa Bara saat ada beberapa Orang yang tiba-tiba datang menyerang mobil Opa Bara yang baru saja pulang dari rumah sakit usai melakukan cek kontrol kesehatannya.


Pada saat itu Alex yang sedang membantu papanya untuk mengurus kantor cabang di kota B tidak sengaja melihat Opa yang sedang di hadang oleh beberapa orang berbaju hitam di jalan raya yang cukup sepi


Morgan yang sangat hapal dengan pemilik mobil pun langsung meminta izin kepada Alex untuk membantu Opa Bara, Alex tentu saja setuju bahkan tanpa menunggu Morgan Alex langsung turun tangan duluan untuk menghajar para penjahat tersebut


Beruntung saat itu Alex dan Morgan dalam pengawalan ketat dari sang papa yang tidak mungkin melepas putranya begitu saja di dunia bisnis tanpa pengawalan yang ketat


Sayangnya Alex terluka karena saat itu ia sempat lengah ketika melihat salah satu penjahat mengeluarkan senjata tajam dan ingin melukai Opa Bara, Alex yang tanpa pikir panjang lagi langsung menghalangi penjahat tersebut namun naas senjata tajam tersebut justru melukai lengannya


_____


Setelah malamnya mendapat kabar dari Roy akhirnya pagi harinya Amar, Chessy, Amilia dan mommy Naura langsung bertolak ke kota B mereka pun berangkat dengan pengawalan yang cukup ketat dari para bodyguard yang dikirim dad Mahendra dan juga pengawalan dari para bodyguard yang dikirim oleh Alex untuk melindungi calon istrinya dan juga keluarganya


" Apa ini tidak terlalu berlebihan!" ucap Amilia yang merasa sangat risih apalagi untuk dirinya Alex sengaja memberikan bodyguard khusus yang selalu menemaninya dan sudah dipastikan bodyguard yang dikirim Alex adalah seorang wanita


" Alex sudah bucin abis berarti sama loe Mil!" goda Chessy sambil terkekeh karena dari berangkat sampai sekarang wajah Amilia nampak di tekuk terus


" Tapi ini sih terlalu berlebihan bikin enggak nyaman, risih tau!" ucap Amilia dengan mengerucutkan bibirnya


" Daddy aja enggak sampai segitunya" keluhnya lagi


" Itu tandanya Alex sangat cinta sama loe dan khawatir takut loe kenapa-napa" ucap Chessy


Amar yang mendengar ucapan Chessy yang menyebutkan nama Alex langsung mulai jiwa posesif dan juga cemburunya

__ADS_1


" Lalu bagaimana dengan kak Amar, dia emangnya enggak cinta gitu sama loe? kok enggak ada pengawalan khusus ya?" ledek Amilia membuat Amar yang sedang duduk di samping Roy yang sedang mengemudikan mobil pun langsung tersedak Salivanya sendiri


" Uhuk.... uhuk...!"


" Amar kamu kenapa nak?" tanya mommy Naura karena melihat Amar yang tiba-tiba terbatuk


" Enggak.... enggak ada apa-apa mom!" sahut Amar dengan wajah yang sudah memerah karena rasa pedih di tenggorokannya


Chessy yang peka pun langsung menyodorkan botol minum untuk Amar


" Minum dulu kak, biar enakkan!" ucap Chessy


Amar meraih botol yang diberikan Chessy lalu membuka tutupnya dan menenggak isi air dalam kemasan botol tersebut hingga habis setengahnya


" Terima kasih ya sayang!" ucap Amar lalu meletakkan botol minum yang masih tersisa setengahnya ke tengah-tengah kursi yang ia duduki dan Chessy hanya menjawab dengan senyuman


Saat ini mereka semua sedang berada di dalam mobil menunju rumah sakit tempat dimana Opa Bara dan Alex tengah di rawat tentunya setelah mereka melewati penerbangan yang cukup memakan waktu dan juga melelahkan


" Sayang, sebaiknya kamu istirahat saja dulu ya di rumah Oma!" Seru Amar yang mengkhawatirkan keadaan istri dan juga calon bayinya


" Aku ikut aja ya kak, sekalian mau cek kandungan aku!" ucap Chessy


" Cek kandungan? memangnya apa yang kamu rasakan sayang?" Amar memiringkan duduknya menghadap ke belakang untuk melihat keadaan isterinya


" Apa ada keluhan sayang?" kali ini mommy Naura yang bertanya, wanita paruh baya itupun sama khawatirnya dengan Chessy


" Emmm.... sedikit terasa kram mom" jawab Chessy sambil mengusap-usap perutnya


" Oh ya ampun sayang, kenapa kamu enggak bilang dari tadi!" cemas Amar


" Biasanya juga hilang sendiri kak tapi mungkin karena faktor cape karamnya dari tadi belum juga reda!" jawab Chessy


" Huhhh.... " Amar menghembuskan nafasnya kasar


" Roy, bisa berhenti sebentar!" titah mommy Naura pada Roy yang sedang mengemudikan mobilnya


" Baik nyonya!" Roy pun membanting stir ke kiri memberhentikan laju mobilnya


Mommy Naura tiba-tiba turun dari dalam mobil lalu mengetuk kaca bagian kursi depan


" Ada apa mom?" Tanya Amar ketika sudah menurunkan kaca mobilnya


" Turunlah!"


Amar mengerutkan keningnya tapi tetap menurut membuka pintu mobil lalu keluar


" Kamu pindah duduk di belakang, isterimu jauh lebih membutuhkan mu saat ini biar mommy pindah ke depan" jawab mommy Naura lalu masuk ke dalam mobil kembali duduk di samping Roy yang mengemudikan mobil


Amar pun masuk ke mobil dan duduk di kursi belakang di samping isterinya yang duduk di tengah-tengah Amar dan Amilia


Setelah mommy Naura dan Amar sudah masuk kembali ke dalam mobil, Roy pun kembali melajukan mobilnya


Tangan Amar terulur untuk mengusap-usap perut Chessy yang merasakan kram perut


" Kenapa enggak dari tadi aja ya kak!" ucap Chessy merasakan rileks karena sentuhan lembut tangan sang suami diatas perutnya


Amar menautkan kedua alisnya " Dari tadi apanya?"


" Dari tadi aja kak Amar elus-elus perut aku, rasanya nyaman kramnya juga sedikit berkurang" sahut Chessy dengan polosnya


Mommy yang duduk di kursi depan pun hanya tersenyum menanggapi ucapan menantu kecilnya


" Di saat isteri yang sedang hamil mengalami kram perut biasanya sebagian dari mereka ada yang merasa nyaman setelah mendapatkan sentuhan dari tangan suaminya" tutur mommy Naura


" Tuh dengar apa kata mommy, emangnya salah siapa yang enggak ngomong dari tadi!" sindir Amar membuat chessy mengerucutkan bibirnya


" Lain kali jika kamu merasakan sesuatu sama perut kamu alangkah baiknya kamu bicara sama suami kamu ya sayang kalau enggak sama mommy juga enggak apa-apa, jangan hanya diam dan merasakan sendiri" tutur mommy Naura mengingatkan Chessy


" Tuh dengar!" ucap Amar


" Iya, maaf ya mom!"


" Enggak apa-apa sayang, ini kan pengalaman baru kamu tapi lain kali bilang ya!"

__ADS_1


" Iya mom!"


Amilia hanya menyimak pembicaraan ketiganya karena sejak tadi gadis itu sibuk sendiri dengan layar ponselnya


__ADS_2