Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Pulang


__ADS_3

Dokter Ronal baru saja selesai memeriksa keadaan Amilia dan dia pun menyatakan kondisi Amilia kini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya


Karena tidak ingin membuat keluarganya khawatir Amilia pun memutuskan untuk pulang dan Alex tentu saja tidak akan membiarkan Amilia pulang sendirian


"Gue yang akan mengantar loe pulang" ucap Alex dengan datar


" Gue bisa pulang sendiri" tolak Amilia


" Jangan membantah, loe pulang gue yang antar atau gue enggak akan ngizinin loe keluar dari sini" ancam Alex membuat Amilia mendengus kesal


" Iya iya... loe boleh antar gue pulang dari pada Loe ngurung gue di sini karena gue bukan tahanan loe" Pasrah Amilia


" Tapi sebelum gue antar loe pulang loe harus ikut gue dulu ke suatu tempat" ucap Alex


Amilia mengerutkan keningnya " Kemana?" tanyanya penasaran


"Gue udah buat janji dengan dokter Loren, dia adalah seorang psikiater kenalan dokter Ronal" terang Alex yang langsung diangguki oleh dokter Ronal


" Gue rasa enggak perlu, gue baik-baik aja dan enggak butuh ke sana" tolak Amilia


" Saat ini kamu memang nampak baik-baik saja Amilia tapi untuk memastikan kondisi psikis kamu lebih lanjut sebaiknya ikuti saran Alex untuk berkonsultasi dokter Loren" tutur dokter Ronal menjelaskan


Mau tidak mau Amilia pun lagi-lagi cuma bisa pasrah mengikuti keinginan Alex


Amilia dan Alex kini tengah berada di dalam mobil menuju tempat praktek dokter Loren


Setelah menjalani pemeriksaan dan sedikit konsultasi, kondisi Amilia dinyatakan baik tapi tetap harus menjaga tingkat emosionalnya jika tiba-tiba saja kenangan buruk itu melintas lagi dalam ingatannya dan Amilia harus berusaha untuk mengendalikan dirinya dan berdamai dengan keadaan


Setelah menemui dokter Loren, dan berbicara dengannya Amilia merasa jauh lebih tenang dan diapun diberi sedikit vitamin dan juga obat penenang yang hanya boleh diminum jika merasa dalam keadaan tidak baik-baik saja


Dan kini keduanya pun sudah berada di dalam mobil kembali menuju mansion keluarga Mahendra


Amilia dan Alex duduk di jok belakang sedangkan Morgan yang menyetir mobil, dari kaca spion Morgan bisa melihat perubahan raut wajah bosnya itu yang tidak seperti biasanya bahkan Alex beberapa kali kepergok olehnya menahan senyumnya


" Kenapa?" tanya Alex yang memergoki Amilia yang sedang memperhatikan dirinya


" Eh? Enggak kenapa-napa" Amilia nampak gelagapan karena ketahuan mencuri pandang lalu membuang muka kesembarang arah

__ADS_1


" Gue tau gue ini tampan tapi enggak usah segitunya juga kali ngeliatinnya" Ucap Alex dengan tingkah kepercayaan dirinya yang begitu tinggi membuat Amilia memutar bola matanya malas


"Kepedean!" ketus Amilia lalu mencibikkan bibirnya


Alex malah terkekeh melihat wajah Amilia yang menurutnya sangat menggemaskan


Melihat Alex tertawa membuat Amilia sontak terperangah, gadis itu baru tahu kalau Alex tertawa seperti itu kadar ketampanannya ternyata bertambah kali-kali lipat


" Eh? dia malah ngelamun" Alex mengusap wajah Amilia dengan kasar


" Loe apa-apaan sih, nyebelin tau gak minggir sana!" Amilia mengusap-usap wajahnya sendiri lalu menggeser duduknya


" Ya elo malah ngelamun gitu, suka loe sama gue?" Goda Alex seraya menarik turunkan alisnya


Amilia menghela napas " Loe selain nyebelin ternyata tingkat kepercayaan diri loe udah overdosis ya" ucap Amilia mencibik


" Ya itu harus dong, selain gue tampan, kaya, pinter gue juga kan gampang buat bikin cewek mudah jatuh cinta sama gue ya salah satunya elo" Alex kembali menggoda Amilia


Spontan Amilia memukul lengan Alex " Pede banget si loe jadi orang, siapa juga yang suka sama cowok macam loe, ih... udah nyebelin kepedean pula!" oceh Amilia


" Nyebelin kata loe? ha...ha..." Alex semakin tertawa keras


" Hati-hati loe sama orang yang loe bilang nyebelin, bisa jadi bikin ngangenin dan parahnya membuat loe bucin" Alex kembali menggoda Amilia lalu terkekeh melihat wajah gadis itu yang seperti ingin meledak karena kesal dengan sikap Alex yang terlampau percaya diri dan ngeselin persi Amilia


" Auah ... !" Amilia yang sudah terlanjur kesal memilih diam lalu membuang pandangannya ke samping dan menatap jalanan dan hal itu tentu saja semakin membuat Alex melebarkan tawanya


Morgan yang duduk di kursi kemudi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya yang nampak lucu dan konyol menurutnya


Amilia merasa kesal karena Alex suka sekali menggodanya, Amilia pun jadi merasa aneh dengan sikap Alex yang tidak seperti biasanya, selama ini setiap kali bertemu dengannya yang ada mereka selalu adu mulut bahkan pernah sampai adu jotos, tapi hari ini Amilia melihat sisi lain dari Alex yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya


Ternyata selain suka membuat onar dan bertindak sesuka hati di sekolah Alex masih memiliki sisi lain yang tidak banyak diketahui oleh banyak orang, karena selama ini Alex selalu memasang wajah datarnya dan tidak pernah terlihat tersenyum apalagi tertawa seperti hari ini


" Alex!" panggil Amilia ketika Alex sibuk dengan ponselnya


" Apa?" tanya Alex tanpa menoleh karena masih sibuk menatap layar ponsel ditangannya


" Kenapa loe mau nolongin gue bahkan mau repot-repot nganterin gue ke psikiater segala dan sekarang malah nganterin gue pulang ke rumah padahal gue kan bisa pulang sendiri?" tanya Amilia

__ADS_1


Alex terdiam sejenak lalu memasukkan ponselnya kedalam saku bajunya sebelum menoleh ke Amilia


" Gue cuma kasihan aja sama cewek bar-bar yang pandai bela diri tapi dengan mudahnya diculik, nanti kalau belum sampai rumah loe diculik lagi gimana" ledek Alex membuat Amilia mengerucutkan bibirnya


" Enggak akan, gue bisa lebih hati-hati lagi sekarang, lagi pula bukannya Denis itu udah ditangkap polisi seperti yang loe bilang kemarin" ucap Amilia


" Baji**An itu emang udah ditangkap tapi tidak ngejamin enggak akan baji**An yang lain" terang Alex


"Salah satunya elo ya!" Kali ini Amilia yang balas meledek Alex


"Cih, kalau gue sama kayak mereka ngapain juga gue nolongin loe sampai mau repot-repot nganterin loe pulang sekarang" Alex tidak suka disamakan oleh Denis dan baji**An lainnya


" Jadi nyesel gitu udah nolongin gue dan nganterin gue pulang?" Amilia melipat kedua tangannya didada dengan memasang wajah kesal


" Eh?" Alex terkejut dengan reaksi Amilia


" Ya bukan gitu maksud gue" Alex jadi bingung sendiri dan entah kenapa berada di dekat Amilia dia merasa jadi sedikit salah tingkah


" Lalu apa? kalau loe emang merasa di repot kan ya udah gue turun disini aja!" marah Amilia


" Pak Morgan tolong hentikan mobilnya!" teriak Amilia


" Baik neng!" Morgan pun menepikan mobilnya


" Morgan siapa yang mengizinkan kamu berhenti?" marah Alex membuat Morgan jadi bingung


"Kamu itu bekerja dengan ku bukan dengannya" marahnya lagi


" Gue mau turun disini, pak tolong buka pintunya!" titah Amilia


" Jangan dibuka cepat jalan lagi!" cegah Alex


" Gue bilang buka ya buka, gue mau turun" Amilia kembali berteriak tapi kali ini dia berteriak tepat di depan wajah Alex


" Enggak!" Alex pun ikut berteriak dan hal itu semakin membuat Morgan kebingungan


Morgan hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar pertengkaran kedua insan manusia yang sama-sama keras kepala

__ADS_1


__ADS_2