Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Filling Amilia


__ADS_3

Pagi menyapa membuat Amilia yang baru saja tertidur hampir menjelang subuh dibuat terkejut dengan tangan kekar laki-laki yang melingkar di perutnya


" Aaaaaaa...... !" Saking terkejutnya Amilia sontak berteriak sangat kencang membuat pria yang berada di sampingnya terperanjat kaget dan langsung terbangun dari tidurnya


" Kau kenapa?" tanya Alex membuat Amilia yang belum hilang rasa keterkejutannya semakin terkejut


" A... Alex, loe_?" Amilia belum menyadari jika statusnya saat ini sudah berubah menjadi nyonya Alex


" Aku? aku kenapa memangnya?" pertanyaan Alex membuat Amilia ingin sekali meninju wajah tampannya


" Kenapa loe ada di sini?" tanya Amilia yang masih terlihat bingung dan juga terkejut dengan keberadaan Alex yang satu kamar dengannya


"Ishhh... kirain apa" dengus Alex lalu matanya menatap ponsel miliknya yang ada di atas nakas lalu meraihnya sekedar melihat jam


" Cepatlah bangun lalu mandi, kita masih ada agenda hari ini!" ucap Alex yang tanpa merasa bersalah langsung turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi


" Untuk mempersingkat waktu apa kau ingin mandi bersamaku?" tanya Alex sebelum menutup pintu kamar mandi


Amilia jelas melotot mendengar pertanyaan mesum dari Alex, dan refleks tangannya langsung melayangkan bantal ke arah Alex


Brukkkk


Alex yang sudah menduga hal itu akan terjadi dengan gerakan cepat pemuda itupun langsung menutup pintu kamar mandi


" Tuh orang bikin kesal aja sih, kemarin menghilang tanpa kabar terus sekarang tiba-tiba muncul dan bilang kalau gue sama dia udah nikah"


" Ishhh.... enggak asik banget sih masa gue sendiri enggak tahu tentang pernikahan gue sendiri, udah kayak cerita di novel-novel aja tahu-tahu nikah!" gumam Amilia sambil sesekali menatap ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat


Amilia mengamati dengan seksama kamar yang ia tempati saat ini, begitu banyak hiasan yang mendekorasi kamar tersebut


" Kamar yang bagus sih seperti kamar pengantin, tapi masa sih gue sama Alex udah nikah beneran gitu? terus cewek yang waktu itu_?" Amilia tiba-tiba teringat kembali dengan sosok wanita yang berjalan menghampiri Alex lalu memdudukan dirinya di sebelah Alex


" Jangan-jangan Alex bohongin gue!" curiga Amilia dan wajahnya seketika berubah mendung


" Alex pasti udah bohong sama gue dan agenda yang dia bilang tadi mungkin aja acara pernikahannya sama tuh cewek yang sempat tertunda gara-gara gue yang sempat pingsan" Amilia terus menduga-duga


" Loe jangan percaya gitu aja Amilia!" Ucapnya pada dirinya sendiri


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka dan netra Amilia langsung tertuju pada pintu kamar mandi yang sudah menampakkan sosok laki-laki yang hanya berbalut handuk di pinggangnya


" Alex, loe keterlaluan!" kesal Amilia


Pukkkk


Amilia kembali melayangkan bantal ke arah Alex yang malah senyam-senyum sengaja menggoda Amilia


" Keterlaluan kenapa memangnya?" goda Alex


" Oh ya ampun mata gue" Amilia menutup matanya dengan telapak tangan


Alex terkekeh melihat tingkah Amilia yang terlihat salah tingkah dan menggemaskan


" Mata gue udah enggak perawan lagi!" keluh Amilia yang sontak saja kata-katanya itu membuat Alex tak mampu lagi menahan tawanya


Amilia melirik tajam membuat tawa Alex seketika padam


" Sudahlah sayang jangan membuat ku semakin tertawa dengan sikap mu itu" ucap Alex sambil menahan tawanya


" Sebaiknya sekarang kau cepatlah mandi sebelum orang suruhan mommy mu datang ke sini!" ucap Alex lagi


Amilia mengerutkan keningnya mendengar ucapan Alex yang sempat menyebut mommynya


" Jangan banyak tanya dulu, simpan rasa penasaran mu itu, nanti akan aku jelaskan semuanya tapi sekarang cepatlah sana kamu mandi karena kita sudah tidak punya banyak waktu, mereka semua pasti sudah menunggu kita" tutur Alex yang dapat menebak rasa penasaran Amilia dan juga kebingungan gadis itu tentang statusnya saat ini


" Tapi gue_!" belum selesai dengan ucapannya Alex sudah menyelak


" Udah cepat sana mandi!" Alex menarik tangan Amilia yang masih terduduk di tepi tempat tidur

__ADS_1


" Cepat sana!" Alex mendorong pelan punggung Amilia dan menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam kamar mandi


" Tapi gue kan enggak ada baju ganti Lex" Ucap Amilia


" Kamu tenang aja sebentar lagi akan ada orang yang datang dan membawakan mu baju ganti" tutur Alex


" Udah cepat sana masuk!" Alex menggerakkan tangannya di udara menyuruh Amilia untuk segera masuk ke dalam kamar mandi


" Iya...Iya...!" meskipun masih merasa penasaran tetapi gadis itu menurut dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri


Setelah hampir memakan waktu 30 menit Amilia masih belum juga keluar dari dalam kamar mandi dan hal itu tentu saja membuat Alex khawatir pada gadis belia yang kini sudah berubah status menjadi isterinya


Tok


Tok


Tok


Alex mengetuk pintu kamar mandi berkali-kali tapi Amilia belum juga membuka pintunya


" Sayang, udah selesai belum mandinya cepatlah keluar jangan membuatku khawatir!" teriak Alex dari luar


" Kau itu mandi atau pingsan sih?" teriaknya lagi namun belum mendapat respon apa-apa dari dalam


" Sayang, kalau kamu masih belum membuka pintunya jangan salahkan aku jika aku mendobrak pintunya!" ancam Alex


" Aku hitung sampai hitungan ke tiga kalau kamu masih belum mau membuka pintu kamar mandinya aku akan mendobraknya, satu.... dua... ti_...!"


Ceklek


Pintu pun terbuka tapi yang menyembul dari balik pintu tersebut hanya kepala Amilia saja membuat Alex mengerutkan keningnya


" Kau kenapa?" tanya Alex melihat tingkah aneh sang isteri


" Emmm... mana baju ganti buat gue Lex?" tanya Amilia seraya menjulurkan tangannya meminta baju ganti untuknya


" Sebentar lagi mungkin datang" jawab Alex dengan santainya apalagi dia juga seperti Amilia hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya


Benar saja baru juga dibicarakan sudah terdengar suara bel berbunyi


" Itu mungkin orang yang mengantarkan baju" ucap Alex seraya menoleh ke arah pintu


" Aku lihat dulu !" Alex pun melangkah ke arah pintu kamar hotel tempatnya menginap


Ceklek


Benar saja didepan pintu sudah ada dua orang yang membawa baju ganti untuk Amilia dan juga Alex dan dua orang lagi merupakan MUA yang diutus oleh mommy Naura untuk make over Amilia


" Masuklah!" ucap Alex yang tanpa rasa malu memperlihatkan roti sobek miliknya yang tentu saja membuat para cewek-cewek tentunya kelepek-kelepek jika melihatnya


Alex meraih baju miliknya lalu mengetuk pintu kamar mandi dan meminta Amilia segera membuka pintunya karena dia ingin segera memakai pakaiannya.


" Apa?" tanya Kinan setelah membuka pintu kamar mandi namun lagi-lagi hanya kepalanya saja yang menyembul dari balik pintu


" Cepatlah keluar!" pinta Alex


" Tidak mau!" tolak Amilia dan hendak menutup pintu kamar mandi kembali


" Hisss.... utusan mommy mu sudah datang, dan semuanya perempuan, memangnya kamu rela gitu mereka melihat tubuh suamimu ini!" ucap Alex yang seketika membuat Amilia bungkam tapi otaknya sedang berpikir


" Sudah jangan kebanyakan mikir, kamu perempuan dan mereka juga perempuan jadi tidak masalah bukan?"


Amilia mendengus kesal tapi gadis itu tetap menurut karena memang yang dikatakan Alex itu ada benarnya, jika para perempuan itu melihat tubuh kekar Alex yang rugi tentu saja Amilia karena sudah mengizinkan wanita lain melihat keindahan tubuh pemuda yang mengaku sudah sah menjadi kekasih halalnya


Setelah Amilia keluar Alex pun dengan cepat langsung masuk ke dalam untuk berganti pakaian


Amilia sedikit bingung dengan kehadiran keempat wanita yang katanya adalah utusan dari mommy Naura


Entah kenapa perasaan Amilia tiba-tiba saja terasa tidak enak

__ADS_1


" Nona!" sapa salah satu dari ke empat wanita itu dengan sopan


" Apa kalian orang-orang yang diutus oleh mommy ku?" tanya Amilia dan mereka berempat mengangguk


" Benar Nona dan ini silahkan anda berganti pakaian terlebih dahulu!" ucap salah satu wanita yang lebih dominan banyak bicara


Amilia mengambil baju dari tangan wanita itu dengan sedikit ragu, entah kenapa perasaan gadis itu semakin tidak enak dan fillingnya mengatakan kalau akan terjadi sesuatu


Amilia memperhatikan dengan seksama keempat wanita yang kini berdiri tepat dihadapannya


" Apa kalian orang-orang yang bekerja di butik mommy?" tanya Amilia yang cukup penasaran dengan orang-orang tersebut


" Emm.... iya nona!" jawab wanita itu yang sedikit menimbulkan rasa curiga di mata Amilia tapi segera ia tepis


Amilia akhirnya memilih untuk menggunakan pakaiannya terlebih dahulu dan usai memakai pakaiannya tiba-tiba salah satu wanita menghampiri Amilia


" Biar saya bantu nona!" ucapnya menawarkan diri untuk membantu Amilia


" Terima kasih!" ucap Amilia


Namun tiba-tiba mata Amilia memincing ketika melihat wanita yang kini sedang membantunya menggunakan gaun pesta yang dikirim oleh mommy Naura merogoh saku celananya dan menggenggam sesuatu yang tidak dia ketahui apa itu


Entah kenapa perasaan Amilia semakin tidak enak apalagi ketika wanita itu hendak mengangkat tangannya seperti ingin melakukan sesuatu padanya


Pirasat gadis itu semakin kuat dan dengan gerakan cepat ia pun menepis tangan wanita itu yang hendak melakukan sesuatu padanya


Prak


Sebuah botol plastik kecil terjatuh kelantai, Amalia bukanlah gadis bodoh ia tentu tahu benda apa yang kini sudah tergeletak tepat di bawah kakinya


Dua orang wanita lainnya dengan panik ingin meraih benda tersebut namun gerakan mereka kalah cepat dengan Amilia


" Benda apa ini?" tanya Amilia yang seketika memasang wajah polosnya


Salah satu dari mereka pun menjawab " I...itu untuk menyemprotkan wajah agar lebih fresh nona" jawabnya sedikit terbata


" Oh ya?" Respon Amilia dengan senyum menyeringai


Ke empat wanita itupun terlihat sedikit cemas apalagi tatapan Amilia sungguh membuat mereka jadi salah tingkah dan gugup


" Berarti jika aku semprotkan ke wajah maka wajahku akan lebih fresh begitu? wajah kantuk ku tidak akan terlihat begitu?" tanya Amilia seraya menaikkan satu sudut alisnya


" Tentu saja nona"


" Benar sekali nona!"


" Iya nona!"


" Benar nona!"


Ke empat wanita itu dengan semangat menjawab pertanyaan Amilia secara bersamaan


" Baiklah kalau begitu akan aku coba ya!" ucap Amilia


Dan terlihat sekali wajah ke empat wanita yang ada di hadapan Amilia berbinar seraya menunggu Amilia menyemprotkan cairan yang ada di dalam botol kecil yang kini berada di tangan Amilia


" Gadis bodoh, dengan begitu kami tidak perlu susah-susah lagi mencari cara untuk menyemprotkan cairan itu kewajahnya dia sendiri yang akan menggunakan cairan itu sendiri!" gumam dalam hati salah satu dari wanita itu


Amilia mengarahkan botol kecil tersebut ke arah wajahnya


" Bagaimana cara menyemprotkannya, apa disemprot seperti ini?" Amilia menggerakkan botol tersebut ke depan wajahnya


" Benar nona, apa perlu saya bantu nona?" tawar salah satu wanita itu seraya berjalan mendekati Amilia dan hendak mengambil botol tersebut dari tangan Amilia namun dengan cepat Amilia menjauhkan tangannya


" Tidak perlu, saya bisa sendiri kok!" tolak Amilia sambil tersenyum


Detik berikutnya


Protttt...... Prottt.... Prottt....

__ADS_1


" Aaaaaaa....., wajahku!"


__ADS_2