Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Bersama Dad Mahendra


__ADS_3

Amar meraup wajahnya kasar ketika melihat sang isteri bukannya masuk ke dalam mobil dan duduk di sampingnya tapi malah berjalan menuju mobil lain yang terparkir tidak berjauhan dengan mobil miliknya


Amilia yang melihat sang kakak ipar lebih memilih pergi dan menghampiri mobil sang daddy akhirnya ikut turun dari mobil Amar seraya menghela napas kasar menatap horor kakaknya sekilas


" Loh kok belum berangkat?" tanya dad Mahendra ketika melihat sang menantu kesayangan malah berjalan menghampirinya


"Maaf dad boleh enggak untuk hari ini aja Chessy berangkat ke sekolah bareng daddy, itu juga kalau tidak merepotkan daddy!" ucap Chessy lalu menunduk merasa malu karena sudah berani merepotkan sang mertua


Dad Mahendra tersenyum tipis begitu juga dengan mommy Naura yang berdiri di sampingnya


" Tentu saja daddy tidak merasa di repotkan sayang, buat menantu dan juga calon cucu daddy apapun itu selagi daddy bisa, daddy tidak akan pernah merasa direpotkan" tutur daddy Mahendra dengan lembut


" Apa yang daddy katakan benar sayang" Mommy Naura mendekati Chessy lalu memeluknya dari samping, sang ibu mertua tentu bisa melihat dengan jelas wajah sendu sang menantu


Oleh karena itu dad Mahendra dan Mommy Naura tidak mau banyak bertanya kenapa Chessy tidak mau berangkat ke sekolah di antar suaminya, mereka tahu menghadapi wanita hamil apalagi diusia yang terbilang masih terlalu dini memang harus memiliki kesabaran dan kepekaan yang lebih ekstra lagi, karena itulah mereka lebih memilih untuk diam dan tidak mau banyak bertanya


" Yaudah sekarang kita langsung masuk ke mobil aja ya, sudah siang nanti kamu telat!" ucap dad Mahendra merangkul bahu Chessy selepas mommy Naura melepaskan pelukannya


" Iya dad!" sahut Chessy malu-malu


" Amilia juga ikut dad!" ucap Amilia yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Cheesy sambil cengengesan


Beruntung Cheessy memiliki adik ipar yang sangat pengertian, melihat kedekatan sahabatnya dengan sang daddy tidak membuatnya iri atau pun cemburu justru gadis itu merasa senang karena Chessy diterima dengan baik oleh keluarganya


"Yaudah ayok masuk!" seru dad Mahendra seraya merentangkan tangannya mengajak Amilia masuk ke dalam mobilnya


Setelah berpamitan kepada mommy Naura mereka pun langsung berangkat ke sekolah


" Sayang!" panggil Amar namun tidak dihiraukan oleh sang isteri yang sudah masuk ke dalam mobil dad Mahendra


Amar menatap nanar mobil yang ditumpangi oleh Chessy, Amilia dan dad Mahendra hingga keluar dari gerbang utama


Mommy Naura menepuk bahu Amar seraya melemparkan senyum yang menghiasi wajah cantik dan ayunya, meskipun wanita itu sudah tidak muda lagi tapi masih terlihat cantik dan mempesona


" Kamu itu jauh lebih dewasa Amar, seharusnya kamu itu memiliki kepekaan dan kesabaran yang jauh lebih besar dari isterimu yang masih bau kencur"


Amar menunduk lesu sambil menghela napas


" Iya mom!"


" Tidak enakkan diabaikan? itulah yang Chessy rasakan ketika kamu mendiamkannya kemarin, bahkan kamu malah sok sibuk dengan berkutat dengan pekerjaan mu itu, sampai kamu lupa membuatkannya susu, padahal kamu tahu kalau isteri mu itu tidak bisa membuat susu untuk dirinya sendiri"


" Karena tidak mau mengganggu kamu dia berusaha membuatnya sendiri demi anak yang ada di dalam rahimnya namun sayangnya anak kamu menolaknya, Chessy hampir muntah-muntah" terang mommy Naura

__ADS_1


Lagi-lagi Amar merutuki kesalahannya sendiri, kebodohan dan cemburu butanya malah telah menyakiti hati Chessy dan juga mengabaikan calon anak mereka sendiri


" Maafkan Amar mom!" ucap Amar sendu


" Tidak perlu meminta maaf sama mommy, minta maaflah pada isterimu, bujuk dan rayu dia !" titah sang mommy


" Iya mom"


" Sudahlah, sebaiknya kamu pergi ke kantor sekarang, soal isterimu sudah ada daddymu yang akan mengantarkannya ke sekolah" seru mommy Naura sebelum berbalik badan untuk masuk ke dalam mansion


Sementara itu di dalam mobil dad Mahendra suasana nampak sepi, tidak ada percakapan sedikit pun, bahkan Amilia yang biasanya berisik kali ini lebih memilih diam dan mereka pun sibuk dan bergelut dengan pikiran mereka masing-masing


Dad Mahendra menggeleng pelan ketika melirik sang menantu dan juga putri kesayangannya yang tengah duduk melamun menatap ke luar jendela, kalau Chessy nampak termenung mungkin karena gadis yang sudah sah menjadi isteri putranya itu sedang memikirkan masalahnya dengan sang suami tapi soal putrinya Amilia pria paruh baya itu benar-benar nampak heran dengan sikap Amilia yang tidak seperti biasanya, lebih banyak diam tidak cerewet padanya


" Sayang, kalian ini kenapa sih?" tanya dad Mahendra yang duduk di samping supir menoleh kebelakang menatap anak dan menantunya bergantian


Amilia dan Chessy tersentak dari lamunannya ketika mendengar suara dad Mahendra dan langsung menoleh ke arahnya


" Tidak kenapa-napa dad!" sahut Amilia dan Chessy bersamaan


" Kompak banget!" kekeh dad Mahendra


Amilia dan Chessy saling lempar pandang lalu terkekeh


Ketika Chessy keluar dari dalam mobil yang terbilang sangat mewah banyak pasang mata yang menatap tak berkedip ke arahnya


Namun sepersekian detik mereka langsung mengalihkan pandangannya pada gadis yang turun di belakangnya


" Oh pantes, bareng Amilia lagi kirain_!" ucap salah satu siswi yang menjeda ucapannya sendiri


" Kirain apa?" tanya temannya


" Ya kirain aja gitu dia jadi_!" ucapan teman siswi yang tengah memperhatikan tak berkedip kearah Chessy itupun langsung terpotong oleh ucapan temannya sendiri


" Jadi apa, sugar daddy gitu maksud loe?" celetuk temannya yang sejak tadi diam saja tapi sekalinya bicara langsung kena sasaran


" Nah itu loe tau!"


" Huss... jangan asal bicara kalian, kedengaran Amilia bisa habis kita semua!"


" Loh emangnya kenapa kalau sampai Amilia dengar? justru bagus dong !"


" Bagus apanya yang ada kita bisa dikeluarkan dari sekolah!"

__ADS_1


" Apa hubungannya emang dengan Amilia, yang kita omongin itukan Chessy!" tanya siswi yang cukup polos diantara teman-temannya


" Chessy itukan teman dekatnya Amilia gimana sih loh, dasar lemot!"


" He...iya ya"


" Bisa aja mereka kerja sama dan mobil yang tadi itu_?


" Udah ah enggak usah bahas kayak gitu, salah-salah jadi fitnah kalian juga yang rugi sendiri!" salah satu siswi yang takut berurusan dengan Amilia lebih memilih untuk pergi meninggalkan teman-temannya


Begitulah percakapan para siswi yang menatap ke arah Chessy dan Amilia yang sedang berjalan menuju kelas dengan tatapan kurang bersahabat, bahkan ada yang menatap dengan tatapan jijik, para siswi itu tidak tahu saja kalau yang baru saja mengantarkan Amilia dan Chessy adalah daddy-nya Amilia karena setahu mereka yang sering mengantar jemput Amilia itu Amar kalau tidak supir pribadinya


Jam sudah menunjukkan waktunya istirahat, Amilia, Chessy, Dea dan Nila sedang berada di kantin


Keberadaan kempat gadis itu selalu menjadi sorotan para siswa-siswi yang ada di kantin terutama Chessy dan juga Amilia


Claudia yang menatap ke arah mereka masih menyimpan dendam kepada keduanya, apalagi setelah keinginannya menjadikan Amar sebagai kakak iparnya gagal ditambah lagi Denis sepupunya sekaligus laki-laki yang merupakan ayah dari bayi yang dikandung oleh kakaknya Malika berada di dalam penjara dan hal itupun ada sangkut pautnya dengan Amilia


Gadis bermata coklat dan berambut pendek itu menatap penuh kebencian kepada Amilia dan juga Chessy apalagi ia pun tahu bagaimana hubungan Chessy dengan Amar laki-laki yang dia harapkan menjadi suami kakaknya


" Kenapa sih dari tadi perasaan gue perhatiin si Claudia ngeliatin kalian berdua udah kayak mau nelan kalian hidup-hidup ?" ucap Dea yang memang duduknya menghadap ke arah Claudia


" Udah enggak usah di liatin makin GeEr aja ntar tuh anak!" Seru Amilia dengan santainya


" Emang kalian ada masalah apa sih, kenapa tuh anak bersikap segitunya?" tanya Nila


" Apa loe animia sampai lupa kalau Claudia itu suka sama Alex?"


Plak


" Aww...!" pekik Dea ketika kepalanya di toyor oleh Nila


" Amnesia Markonah bukan Anemia loe kira kurang darah apa anemia !" omel Nila


" Oh udah ganti ya!" ucap Dea cengengesan


" Dari zaman batu juga Amnesia Munaroh!" timpal Nila


" Dih elo mah gitu Nila saudara kembarnya Ikan mujaer, ganti-ganti nama orang mulu kasian kan emak gue yang udah ngasih nama gue cakep-cakep Dea Anandita pake selametan bubur merah bubur putih lagi!" protes Dea seraya mengerucutkan bibirnya


Amilia dan Chessy hanya terkekeh mendengar ocehan kedua sahabatnya Nila dan Dea


Dan tanpa mereka sadari seseorang yang duduk di kursi paling pojok diam-diam tengah memperhatikannya

__ADS_1


__ADS_2