Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Bertemu dengan Amar


__ADS_3

Sejak pulang dari mansion keluarga Amilia, Chessy selalu dibayang-bayangi oleh foto wajah pria yang ada di kamar sahabatnya itu, padahal dia pernah beberapa hari yang lalu menginap di sana tapi baru kemarin dia melihat foto itu


" Kenapa wajah kakaknya Amilia terasa tidak asing ya, seperti pernah melihatnya tapi dimana?" Chessy yang kini tengah berada di dalam kamarnya mencoba mengingat-ingat wajah pria itu


Merasa lelah memikirkannya akhirnya Chessy pun tertidur


Pagi harinya Chessy seperti biasa selalu membantu bundanya menyiapkan sarapan


Setelah sarapan bersama bunda dan ayahnya Chessy pun meminta izin untuk pergi ke rumah Amilia kebetulan hari itu adalah hari libur jadi mereka janjian untuk jalan-jalan bersama Nila dan juga Dea


Setibanya di mansion keluarga Amilia, Chessy yang kebetulan baru akan masuk setelah dibukakan pintu oleh salah satu art yang bekerja di Mension itu dibuat terkejut saat berpapasan dengan seorang pria tampan yang kebetulan juga hendak pergi keluar dari rumah besar itu


Deg


Mata Chessy membelalak, degup jantungnya pun seketika berdetak sangat cepat bahkan keningnya pun sudah basah oleh peluh sebesar biji jagung


" Ka...kau!" Chessy tercekat, tiba-tiba kepingan demi kepingan peristiwa yang terjadi pada malam kelam itupun kembali berputar di memory otaknya, dadanya terasa sesak dan napasnya pun tidak beraturan


Chessy perlahan berjalan mundur, tubuhnya terasa begitu lemas bagaikan tidak bertulang bahkan tubuh kecilnya itu hampir saja terhuyung dan terjatuh jika dia tidak bisa mengendalikan dirinya


Amar bergeming menatap lekat wajah gadis yang kini ada di hadapannya, gadis yang menatapnya dengan raut wajah ketakutan dan juga nampak begitu syok dengan tubuhnya yang terlihat bergetar hebat


" Apa jangan-jangan dia adalah gadis itu?" batin Amar


" Ah s**emoga saja bukan" batinnya menolak


Chessy menggeleng-gelengkan kepalanya pelan berusaha untuk menolak kenyataan yang ada dihadapannya dan berharap ini adalah sebuah mimpi


" Aku tidak mau melihatnya, tidak...aku tidak mau....aku membencinya... sangat membencinya, tidak ini tidak mungkin, aku pasti sedang bermimpi, iya ini pasti mimpi tidak mungkin laki-laki itu ada di rumah Amilia, aku pasti salah lihat" gumam Chessy bermonolog pada dirinya sendiri


" Apa kau Chessy sahabatnya Amilia? perkenalkan aku Amar kakaknya" ucap Amar seraya mengulurkan tangannya pada Chessy dan bersikap setenang mungkin


Gadis itu terkesiap dari lamunannya dan mendongak menatap wajah pria yang ada di hadapannya saat itu dengan dada yang semakin bergemuruh hebat


Mata gadis itu menatap wajah dan tangan Amar bergantian tanpa berniat menyambut uluran tangan kekar itu


" Tidak, i...ini tidak mungkin, tidak...ini bukan mimpi tapi ini nyata, pria itu benar-benar ada dihadapan ku, dan wajah itu... ya wajah itu masih jelas aku ingat!" Chessy menggelengkan kepalanya berulang-ulang menepis kenyataan yang ada di hadapannya


"Wajah itu... ya wajah itu adalah wajah laki-laki ba****N yang sudah menghancurkan masa depan ku!"'


Chessy sudah tidak sanggup lagi melihat laki-laki yang sudah menghancurkan masa depannya itu, dengan langkah cepat gadis malang itu pun langsung berbalik badan dan berlari tanpa menoleh lagi sedikitpun, tujuannya hanya satu yaitu pergi sejauh mungkin dari hadapan laki-laki yang sangat di bencinya itu


" Apa dia mengenaliku? jika iya kenapa dia tidak meminta pertanggung jawaban dariku dan dia malah terlihat begitu ketakutan saat melihat ku, apa benar dia adalah gadis malam itu dan dia juga korban dari penjebakan orang-orang biadab yang tidak punya hati?"

__ADS_1


" Ya.. tuhan, bagaimana reaksi Amilia jika dia tahu kalau pria berengsek yang sudah menodai sahabatnya itu adalah kakaknya sendiri!"


Amar mengusap wajahnya kasar, dan menatap nanar punggung Chessy yang berlari semakin menjauh


Setelah Chessy sudah tidak nampak lagi dari pandangannya, Amar pun berbalik badan dan mengurungkan niatnya yang ingin pergi keluar mansion


" Loh kak, Chessy nya mana? kata bibi tadi dia udah datang?" tanya Amilia yang berpapasan dengan Amar yang hendak menaiki anak tangga


" Sudah pulang" jawabnya datar


" Yaaaa, kok pulang sih enggak biasanya Chessy kayak gitu?" Amilia menjadi sedikit cemas dengan keadaan sahabatnya itu


Dan saat Amilia hendak bertanya lagi pada sang kakak rupanya Amar sudah melangkahkan kakinya kembali menaiki anak tangga menuju kamarnya


Pria itu melangkah dengan gontai, kini hati dan pikirannya hanya berpusat pada gadis yang baru beberapa menit lalu bertatap muka dengannya


" Ishh.... menyebalkan!" umpat Amilia mencibikkan bibirnya menatap punggung Amar


Amilia pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan sesampainya di dalam kamar Amilia meraih benda pipih yang ada di atas nakas lalu ia pun langsung mendial nomor ponsel Chessy


Sudah 3 kali melakukan panggilan Chessy tidak kunjung mengangkat telponnya


" Ini anak kenapa sih, main pulang gitu aja dan sekarang di telpon juga enggak aktif" kesal Amilia tapi di dalam hatinya sangat mencemaskan keadaan sahabatnya itu


namun baru saja hendak menaiki anak tangga tiba-tiba terdengar suara wanita paruh baya menyerukan namanya


" Loh kamu kok pulang lagi sayang?" tanya Bunda yang melihat Chessy sudah ada di rumah kembali


" Iya bun, Ches enggak jadi pergi jalan-jalan dengan Amilia, Nila dan juga Dea" Sahut Chessy


" Kenapa memangnya sayang, kamu sakit?"


Chessy menggeleng pelan " Enggak kok bun, Ches baik-baik aja, lagi malas aja jalan-jalan mau istirahat aja di rumah" jawabnya sedikit berbohong


Bunda hanya menanggapinya dengan mengangguk mengerti


" Yaudah kalau gitu kamu istirahat aja, kalau ada apa-apa bilang sama bunda ya!"


Chessy tersenyum padahal ingin sekali ia berlari ke pelukan bundanya dan mengatakan semua yang ia rasakan saat ini


Hatinya begitu sakit dan ingin dia menangis di dalam pelukan sang bunda


" Bun!" Chessy yang sudah menaiki anak tangga seketika berbalik badan

__ADS_1


Begitu juga bunda, wanita paruh baya itu menghentikan langkahnya dan memutar badan saat mendengar suara sang putri memanggilnya


Bunda seketika dibuat tercengang saat tubuhnya hampir saja terhuyung kebelakang ketika Chessy yang tiba-tiba berhambur ke dalam pelukannya


" Sayang!" bunda nampak khawatir dengan keadaan sang putri yang tiba-tiba saja memeluknya


" Ada apa?"


Chessy hanya menjawab dengan gelengan kepala, gadis itu semakin mengeratkan pelukannya pada sang bunda


Bunda yang menggunakan insting seorang ibu yakin kalau putrinya saat ini pasti sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja


" Apa ada sesuatu yang telah terjadi?" Tanya bunda seraya mengusap punggung putri kesayangannya itu


Chessy kembali menggelengkan kepalanya pelan " Biarkan Ches memeluk bunda seperti ini sebentar aja bun, Ches kangen bunda hiks...hiks..!"


Bunda nampak begitu terkejut saat mendengar suara tangis putrinya yang kini berada di pelukannya itu


" Kalau benar kamu baik-baik aja kenapa sekarang menangis?"


Bunda semakin mengkhawatirkan keadaan chessy


" Jangan bohongi bunda, ada apa katakan pada bunda?" Bunda mengurai pelukannya dan mengusap air mata yang ada di wajah Chessy menatap wajahnya lekat


" Ches enggak apa-apa kok bun beneran, Ches cuma lagi kangen aja sama bunda " elaknya


" Kangen? setiap hari kita ketemu sayang, jangan bohong sama bunda, ada apa sebenarnya?"


Chessy memaksakan senyumnya " Beneran bun enggak ada apa-apa, Ches hanya kangen aja berada di rumah sama bunda, biasanya kan Chess selalu pergi main sama teman-teman"


Bunda menghela nafas berat, di dalam hatinya wanita itu sangat mengkhawatirkan keadaan putrinya, sebagai seorang ibu instingnya sangat kuat kalau saat ini dia yakin putrinya pasti sedang menyembunyikan sesuatu darinya tapi dia juga tidak ingin memaksa sang putri untuk berbicara padanya tunggu sampai putrinya sendiri yang mengatakannya


" Yaudah, sekarang udahan dulu kangen-kangenannya bunda mau menyiram tanaman dulu di belakang apa kamu mau ikut?"


Chessy menggelengkan kepalanya pelan " Enggak deh bun, Ches mau ke kamar aja"


Bunda tersenyum lalu mengusap kepala chessy dengan penuh kasih sayang


" Iya sayang"


Chessy lalu menaiki anak tangga menuju kamarnya


Bunda menatap nanar punggung putrinya yang kini tengah melangkahkan kakinya menaiki anak tangga satu persatu

__ADS_1


" Semoga kamu tidak membohongi bunda ya sayang, walaupun insting seorang ibu mengatakan kalau kamu sebenarnya dalam keadaan tidak baik-baik aja"


__ADS_2