Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Merasa diintai


__ADS_3

Seperti hari-hari sebelumnya Amar selalu mengantarkan Chessy ke sekolah dengan mengendarai mobil angkot yang disewanya


" Kak apa enggak terasa aneh ya kalau hampir setiap hari aku diantar angkot sampai ke sini?" tanya Chessy saat mobil mereka sudah terparkir di depan sekolah SMA Tunas Bangsa


Amar tersenyum lalu mengacak-acak rambut Chessy dengan gemas " Enggak akan ada yang aneh, paling-paling kamu disangka punya pacar supir angkot" gelak Amar


" Ishh, aku paling enggak suka kalau ada yang mengatakan hal aneh macam itu!" Chessy cemberut


" Enggak suka kenapa, apa kamu malu punya pacar supir angkot?" tanya Amar dengan kening yang mengkerut


Chessy dengan cepat menggeleng " Bukan soal supir angkotnya kak tapi aku enggak suka aja ada gosip yang mengatakan aku punya pacar, aku hanya ingin fokus sama pelajaran aja kak dan hal itu menurutku enggak penting buat bahan gosip, mau dia supir, tukang siomay atau pengangguran sekalipun aku sih enggak ada masalah yang penting orangnya baik, tulus dan bertanggung jawab" terang Chessy


" Jadi hubungan kita ini menurut kamu enggak penting, begitu kah, bahkan kita bukan lagi sekedar pacaran tapi kita sudah menikah?" tanya Amar yang seketika membuat Chessy tersentak


" Eh?" Chessy jadi salah tingkah " Bu .. bukan begitu maksudnya kak, aku tuh hanya enggak mau aja ada gosip apapun tentang aku dengan siapalah itu, aku hanya ingin fokus belajar dan belajar aja kak tidak mau terganggu dengan pembicaraan hal macam itu, terkecuali_" Chessy menjeda kata-katanya


" Terkecuali apa?" tanya Amar


" Terkecuali jika membicarakannya di rumah dan tidak untuk menjadi bahan gosipan" Terang Chessy


" Sudahlah sebaiknya kamu turun sana sebelum teman-teman mu melihat kamu pacaran dengan supir angkot dan menjadi bahan gosipan!" ledek Amar


" Ishh.... apaan sih kak!" Chessy memasang wajah cemberut


" Duh gemesin banget sih isteri kakak" Amar mencubit hidung Chessy " Mau belajar itu jangan ditekuk gitu wajahnya ,jelek !" Ucap Amar seraya mengusap lembut perut Chessy


" Jangan nakal ya sayang nanti pulang sekolah papa jemput" ucap Amar lalu mengecup perut Chessy penuh cinta


Ada desiran aneh yang langsung menjalar ke seluruh tubuh Chessy, kata-kata Amar membuat jantung Chessy kembali degdegan


" Duhhh... ini orang pagi-pagi udah bikin gue jantungan aja sih!" batin Chessy


" Dek, kok bengong? enggak mau turun?" Amar menepuk bahu Chessy


" Eh?" Chessy tersentak dari lamunannya dan saat netra keduanya bertemu wajah Chessy langsung bersemu merah bak kepiting rebus


" Dek wajah kamu kok merah gitu?"


Deg


" Duhh.. ini orang kenapa pakai ditanya sih, jadi bikin salting kan"


" Eh, eng.... enggak kenapa-napa kok kak, udah ya aku turun" Chessy bergegas meraih tangan Amar menyalami dengan takzim


" Eh dek tunggu dulu!" Cegah Amar saat Chessy hendak membuka pintu mobil


" Ada apa kak?"


Cup


Chessy membeku saat lagi-lagi Amar mendaratkan kecupan di keningnya


" Yang semangat ya belajarnya!" ucap Amar dengan seulas senyum diwajah tampannya

__ADS_1


" I..iya kak!" Chessy berusaha untuk terbiasa dengan serangan dadakan Amar yang selalu membuat jantungnya memompa dengan cepat


" Assalamualaikum" ucap Cheesy


" Wa'alaikum salam" Jawab Amar dan Chessy pun keluar dari dalam mobil


Tanpa Chessy sadari pergerakannya hari ini tidak lepas dari sepasang mata yang selalu saja mengintainya hingga jam istirahat tiba pun Chessy selalu berada dalam pantauannya


" Kok gue ngerasa ada yang aneh ya?" ungkap Amilia saat mereka tengah berada di kantin


" Aneh bagaimana Li?" tanya Dea


" Gue ngerasa kayak ada yang sedang ngawasin kita" Bisik Amilia


Mendengar ucapan Amilia Dea dan Nila malah tertawa berbeda dengan Chessy yang hanya diam saja karena ternyata gadis itupun merasakan hal yang sama dengan Amilia


" Loe ada-ada aja sih Li, siapa coba yang ngawasin kita kerajinan banget tuh orang?" tawa Dea


" Iya Li loe udah kayak detektif Conan aja si" Nila ikut mengomentari


" Sejak kejadian di villa, jujur aja gue merasa enggak tenang dan kayak ada sesuatu aja gitu terutama dengan Claudia!" terang Amilia


" Maksud loe dia terlibat gitu dengan kejadian itu?" tanya Chessy yang langsung menoleh ke Amilia


" Gue enggak tahu pasti sih ini baru dugaan gue aja ya, dia itukan enggak suka ya sama elo Chees tapi kenapa waktu dia ulang tahun dia pakai ngundang loe juga?" tutur Amilia


" Iya juga sih, apalagi sekarang-sekarang ini tuh anak semakin jelas menunjukkan rasa enggak sukanya sama loe Chess" Dea pun ikut menimpali


" Iya juga sih, dugaan loe sedikitnya bisa mengarah ke sana Li" ucap Nila


" Kenapa enggak bisa? dia itu kan dari dulu cinta banget sama si Alex tapi sayangnya Alex malah naksir loe Chess" ucap Nila


" Cih, laki-laki macam tuh orang di demenin enggak ada bagus-bagusnya mending juga cari yang lain" ucap Amilia yang merasa muak dengan cowok macam Alex yang hanya bisa mengandalkan kekayaan orang tuanya dan menyombongkan diri karena merasa anak seorang pejabat


" Awas hati-hati loe Li jangan terlalu benci sama tuh anak, nanti kebalikannya jadi tau rasa loe" ledek Dea


" Kebalikannya bagaimana?" tanya Chessy dengan polos


" Ya kebalikannya, dari benci jadi cinta" jawab Dea yang seketika membuat Amilia ingin muntah


" Huek... Huek..." Amilia muntah udara membuat Chessy, Dea dan Nila tertawa melihat tingkah sahabatnya itu


Selesai dari kantin mereka kembali ke kelas dan saat berjalan di koridor Amilia merasa ada yang tengah mengikuti mereka


" Ada apa Mil?" tanya Chessy saat Amilia menghentikan langkahnya dan mempertajam indra pendengarannya


" Loe kenapa lagi si Li?" tanya Dea yang ikut menghentikan langkahnya


" Enggak kenapa-napa cuma_"


" Cuma ngerasa ada yang ngikutin kita gitu?" ucap Chessy memotong ucapan Amilia


" Iya, tapi udahlah enggak usah dihirauin, kita cukup hati-hati aja dan tetap waspada terutama loe Chess" ucap Amilia

__ADS_1


" Kenapa harus gue?" tanya Chessy yang nampak bingung dengan ucapan Amilia


" Ya karena loe itu idola di sekolah, siapa tahu ada fens berat loe yang tergila-gila sama loe terus nekat gitu" tutur Amilia


" Duh Li omongan loe makin serem, semoga enggak gitu ah" Dea udah merinding disko duluan membayangkan para fens fanatik yang bisa aja melakukan apapun yang mereka inginkan


" Ya semoga aja" Ucap mereka bersamaan


Sesampainya di kelas mereka mengikuti mata pelajaran seperti biasa, Claudia diam-diam memperhatikan Chessy yang nampak tengah belajar sangat serius duduk disamping Amilia


" Kenapa dia nampak baik-baik aja sih, bukankah rencana gue waktu itu berhasil ya atau jangan-jangan dia itu sudah terbiasa melakukan hal seperti itu ?" gumam Claudia melirik sinis ke arah Chessy


Jam pulang sekolah Chessy langsung keluar bersama ketiga sahabatnya


Lagi-lagi Amilia merasakan seperti ada yang mengintai mereka " Chess loe pulang bareng gue aja ya?" pinta Amilia yang entah kenapa merasa khawatir dengan sahabatnya yang satu itu


" Gue pulang sendiri aja Mil, gue udah dijemput sama orang suruhan ayah" tolak Chessy yang terpaksa berbohong


"Loe di jemput orang suruhan bokap loe Chess?" tanya Dea yang tahu akan kekhawatiran ayahnya Chessy terhadap putri semata wayangnya, jadi wajar menurutnya jika Ayah Chessy melakukan hal itu


" I...iya Dea" jawab Chessy sedikit gugup


" Udah ya gue pulang duluan" pamit Chessy yang langsung berjalan ke arah luar gerbang dan melihat mobil angkot yang sudah terparkir dipinggir jalan dengan seorang pria memakai masker dengan penampilan kaos oblong dan celana bahan dengan handuk yang melingkar di lehernya


Amilia terus memperhatikan Chessy yang berjalan ke arah angkot yang di sampingnya sudah ada seorang pria bertubuh tegap sedang menunggunya


" Kak Amar?" sapa Chessy yang nampak terkejut dengan penampilan Amar


" Bagaimana udah mirip belum dengan supir angkot?" tanya Amar memperlihatkan penampilannya


" Kak Amar kenapa berpenampilan kayak gini?" Chessy menahan tawanya melihat penampilan Amar yang sudah seperti supir angkot pada umumnya


" Ish, kamu ini durhaka loh mentertawakan sua_!"


" Kak_!" tegur Chessy yang takut ucapan mereka didengar oleh murid lainnya


" Udah yuk masuk, aku enggak mau ada yang mikir aneh-aneh ya" ucap Chessy yang langsung masuk ke dalam mobil angkot tersebut dan Amar pun langsung menyusulnya


Mobil angkot yang mereka tumpangi kini sudah meninggalkan area sekolah dan tanpa Chessy ketahui selain sepasang mata yang terus memperhatikan gerak-geriknya


Amilia yang mencemaskan keadaan Chessy pun terus memperhatikan sahabatnya itu sampai mobil yang digunakan oleh orang yang menjadi suruhan ayah Chessy membawanya pergi


" Li itu Chessy kan yang naik mobil angkot?" tanya salah satu siswi yang melihat Cheey naik ke dalam mobil angkot


" Memangnya kenapa kalau Chessy naik mobil angkot, udah biasa juga kan selama ini?" tanya Amilia


" Iya emang tapi enggak ada tuh supir angkot yang mau menunggu penumpangnya sampai keluar dari sekolah apalagi yang ditunggu cuma Chessy doang" sahutnya


" Ya mungkin aja dia itu pacarnya Chessy, bisa jadikan atau jangan-jangan sugar daddynya!" Celetuk seorang gadis seraya melenggang pergi begitu saja membuat Amilia yang mendengar ucapan sampah Claudia menurutnya sudah sangat keterlaluan


" Udah Li enggak usah di tanggapi omongan tuh anak enggak penting bikin energi terkuras sia-sia aja" ucap Nila yang ternyata sejak tadi pun ikut memperhatikan Chessy yang masuk ke dalam mobil angkot dengan seorang pria yang jika dilihat dari tubuhnya cukup keren menurutnya


Amilia menoleh ke arah Nila yang sudah berdiri di belakangnya

__ADS_1


Ucapan sahabatnya itu memang benar meladeni orang macam Claudia memang tidak ada gunanya


__ADS_2