
Herry mengulum senyumnya ketika dirinya dan ketiga temannya dipersilahkan duduk di tempat yang tidak terlalu jauh dari keluarga Mahendra
Hati pemuda itu tentu saja melambung tinggi apalagi dapat bergabung dengan orang-orang yang bisa dibilang orang-orang penting
Suasana di dalam cafe tersebut pun semakin ramai dan cukup meriah apalagi ketika beberapa penyanyi ternama ikut memeriahkan acara yang masih belum diketahui apa konsep acara yang tengah berlangsung tersebut, bahkan ke empat gadis yang duduk pada satu meja itupun masih bertanya-tanya ada acara apa sebenar di dalam cafe tersebut ?
Terlebih lagi Amilia, gadis itu semakin bertanya-tanya ketika ada keluarganya dan juga beberapa teman sekolahnya yang turut datang ke cafe KR
" Ini sebenarnya ada acara apaan sih?" tanya Dea yang semakin bingung apalagi saat melihat kedua orang tua Amilia yang nampak tengah berbicara serius dengan seseorang yang cukup asing namun paras wajahnya mengingatkan dirinya pada seseorang yang cukup familiar dimatanya
" Li, loe serius enggak tahu ini sebenarnya ada acara apa gitu?" tanya Dea
Amilia tidak menjawab pertanyaan Dea karena gadis itu masih berada dalam kebingungan pikirannya sendiri yang bertanya-tanya untuk apa daddy dan juga mommy nya ada di cafe tempatnya berada apalagi setahunya hari ini kedua orang tuanya masih berada di luar kota
" Mil, bukannya daddy sama mommy itu masih berada di luar kota ya, kapan mereka pulang?" tanya Chessy yang sama bingungnya dengan Amilia
" Entahlah, gue juga bingung kenapa mommy enggak kasih kabar ya kalau pulang hari ini dan tau-tau malah udah ada di sini" jawab Amilia
" Memangnya kak Amar enggak kasih tau loe gitu tentang kepulangan mereka?" Amilia balik bertanya pada Chessy
" Enggak" jawab Chessy menggelengkan kepalanya pelan " Tadi waktu nelpon pun kak Amar enggak ngomong apa-apa tuh kalau mommy dan daddy udah pulang" terang Chessy
" Kok gue merasa ada sesuatu ya?" Ungkap Amilia
"Apaan tuh?" tanya Nila yang langsung menyambar pembicaraan Chessy dan Amilia
" Kalau gue tahu gue enggak akan bingung sama seperti kalian!" terang Amilia yang dianggguki oleh ketiganya
Sementara Amar yang sejak tadi tidak berhenti memperhatikan sang isteri pun akhirnya tidak tahan untuk menghampirinya
" Sayang!" Chessy terkejut karena Amar yang tiba-tiba sudah muncul di sampingnya
" Kak Amar ngagetin aja sih" keluh Chessy lalu memasang wajah cemberut
" Maaf sayang" Ucap Amar seraya mengusap lembut punggung Chessy
" Sayang kita pindah ke sana aja yuk!" Ajak Amar seraya mengulurkan tangannya pada Chessy
Chessy tidak menyambut uluran tangan Amar akan tetapi menarik kursi kosong yang ada di sebelahnya dan menarik tangan Amar hingga membuat pria itupun terduduk di kursi tersebut
Wanita itu membutuhkan jawaban dari sang suami atas pertanyaan yang ada dibenaknya
" Kak ini sebenarnya ada apa sih? kenapa kakak dan juga yang lainnya bisa berada di cafe ini?" tanya Chessy menatap bingung
" Terus juga kapan mommy sama daddy pulang dari luar kota? kenapa tidak memberi kabar?" tanyanya lagi
Amilia menoleh ke arah sang kakak, pertanyaan yang ada di otaknya sudah tersampaikan oleh Chessy sang kakak ipar
" Kak?" panggil Amilia yang juga menunggu jawaban dari Amar yang malah bergeming
" Ih bukannya jawab malah bengong sih!" Chessy yang gemas menepuk bahu Amar membuat pria itu terkesiap
" Kakak juga enggak tahu sayang, tadi tiba-tiba mommy nelpon dan meminta kakak untuk datang ke cafe ini" jawab Amar membuat Amilia dan Chessy menghela napas panjang
" Kakak tidak bohong kan?" tanya Amilia penuh selidik
Amar menggelengkan kepalanya pelan " untuk apa kakak bohong" jawabnya
" Yaudah yuk dek pindah ke sana!" Amar beranjak berdiri lalu kembali mengajak Chessy untuk pindah ke tempat duduknya
Chessy ikut berdiri lalu menoleh ke arah teman-temannya termasuk Amilia
" Gaes, gue_!" belum selesai dengan ucapannya Dea sudah lebih dulu menyela
" Iya, udah sana enggak apa-apa. kita ngerti kok ya enggak Nil!" Nila mengangkat ibu jarinya seraya tersenyum
" Santai aja Chess!" seru gadis itu
Chessy dan Amar pun beranjak pergi namun baru beberapa langkah Amar kembali menoleh
" Oiya dek, kamu tadi disuruh mommy untuk menghampirinya!" Ucap Amar memberitahu sang adik
" Untuk apa?" tanya Amilia seraya menaikkan satu alisnya
" Kakak kurang tahu, tapi kamu temui saja gih sana!" Ujar Amar lalu merangkul pinggang Chessy dan berjalan menuju tempat duduknya
Amilia menghela napas panjang sebelum beranjak dari duduknya dan menghampiri sang mommy
" Gue tinggal dulu ya, enggak apa-apa kan?" pamit Amilia pada kedua sahabatnya
" Iya enggak apa-apa, udah sana pergi" jawab Dea dan diangguki oleh Nila
Amilia memutar bola matanya jengah ketika melewati meja yang ditempati oleh Herry dan ketiga temannya apalagi Amalia sadar sejak masuk ke dalam cafe mata laki-laki itu terus saja menatap ke arahnya membuat Amilia jengah dan muak
" Hai sayang!" sapa Herry yang langsung membuat Amilia ingin muntah mendengar ucapan laki-laki itu
Amilia tidak menghiraukan sapaan Herry dan terus melangkahkan kakinya menuju tempat duduk kedua orangtuanya
" Mom!" Amilia langsung mendudukan dirinya di samping mommy Naura ketika mommy Naura menepuk tempat kosong disisinya
" Duduk sayang!" ucapnya
" Ada apa sih ini sebenarnya mom?" tanya Amilia yang masih nampak jelas raut kebingungannya
" Bukannya mommy sama Daddy itu berada di luar kota ya kok tiba-tiba udah ada di sini aja sih, kapan pulangnya?" tanya Amilia lagi memberondong mommy dengan pertanyaannya
" Husss.... satu satu kalau bertanya !" protes mommy Naura dan Amilia langsung mengerucutkan bibirnya
Dad Mahendra menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang putri yang menurutnya lucu dan menggemaskan itu
__ADS_1
" Sebaiknya ajak putri kita ganti baju dulu sayang!" titah dad Mahendra membuat Amilia semakin mengerutkan keningnya menatap sang daddy
" Ganti baju? untuk apa pakai ganti baju segala ?" tanya Amilia
Mommy Naura tersenyum, ia tahu atas kebingungan yang tengah putrinya rasakan
" Bukan untuk apa-apa sayang, memangnya kamu tidak gerah apa memakai pakaian seragam sekolah terus kayak gini?"
" Ya gerah sih" sahut Amilia
" Nah itu, mending ganti baju dulu biar enggak bau acem!" goda Mommy Naura seraya menutup hidungnya membuat Amilia spontan mencium tubuhnya sendiri
" Mommy ihhh....!" Amilia merajuk manja membuat mommy Naura terkekeh
" Yaudah kalau begitu kamu ikut sama mommy sekarang ya dan ajak juga kakak ipar kamu, dia juga harus berganti baju pasti tidak nyaman memakai pakaian seragam sekolah dengan perut yang sudah membuncit seperti itu" terang mommy Naura menunjuk ke arah Chessy dengan ekor matanya
Keduanya kini sudah beranjak berdiri dan berjalan menghampiri meja dimana Chessy sedang duduk bersama Amar
" Sayang, ikut mommy dulu yuk sebentar!" ucap mommy Naura pada Chessy
Chessy mengerutkan keningnya lalu menoleh ke arah Amar
" Mau diajak kemana memangnya mom?" bukannya Chessy yang bertanya tapi Amar yang mewakili kebingungan sang isteri
Mommy Naura tersenyum seraya geleng-geleng kepala, ia paham dengan sikap sang putra yang begitu posesif terhadap isterinya
" Mommy cuma mau mengajak Chessy dan Amilia untuk berganti pakaian " jawab mommy Naura
" Ganti pakaian? untuk apa ganti pakaian mom?" mommy tersenyum lagi-lagi ia mendapatkan pertanyaan yang sama dengan putrinya dari sang menantu
" Biar kamu lebih nyaman sayang, pasti gerah kan pakai seragam sekolah terus?" jawan mommy Naura dengan lembut
Chessy menoleh ke arah Amar sebelum menjawab pertanyaan mommy Naura
" Iya mom, tapi Chessy tidak membawa pakaian ganti" jawab Chessy dengan jujur
Mommy Naura tersenyum " Soal itu sudah kamu tidak perlu khawatir mommy sudah menyiapkannya untuk kalian" tutur mommy Naura
" Benarkah?"
" Tentu saja sayang" mommy Naura kembali tersenyum
" Ya udah ikut saja ayok kakak temani!" Ucap Amar lalu beranjak berdiri
" Untuk apa kamu ikut Mar, biar isteri mu sama mommy saja!" protes mommy Naura ketika Amar hendak ikut
" No mom, aku harus ikut" ucap Amar tidak ingin di bantah
Mommy Naura hanya geleng-geleng kepala, sikap putranya memang sudah bucin habis dan super posesif kalau mengenai isterinya Chessy, wanita paruh baya itupun pasrah dan tidak bisa mencegah putranya yang ingin menemani Chessy
Setelah beberapa menit, Chessy dan Amilia pun sudah berganti pakaian
Amilia yang biasanya selalu menggunakan kaos dan celana jins hari ini mommy memaksanya menggunakan sebuah gaun yang terlihat sedikit tertutup tapi terkesan faminim
Chessy pun menggunakan baju yang hampir sama dengan yang digunakan Amilia hanya saja ukurannya lebih besar karena dengan menyesuaikan bentuk tubuh Chessy dengan perutnya yang sudah terlihat membesar
" Mom apa ini tidak terlalu berlebihan? ini sebenarnya ada acara apa sih jangan membuat ku bingung seperti ini mom!" protes Amilia yang masih merajuk di ruang ganti
" Pakaian ini juga sangat tidak nyaman, lebih baik aku pakai seragam ku saja" Amilia hendak membuka pakaiannya kembali namun dengan cepat di cegah oleh Mommy Naura
" Jangan dong sayang, udah cantik gini jangan di ganti!" bujuk mommy Naura
" Iya dek, kamu dan Chessy terlihat cantik dengan pakaian itu udah jangan kebanyakan protes lihat isteri kakak tambah cantik dan seksi berpakaian seperti ini" ucap Amar membuat Chessy seketika tersipu malu
" Tapi aku tuh enggak biasa kak pakai pakaian seperti ini" protes Amilia dengan wajah cemberut
" Hanya untuk hari ini saja kok sayang" mommy Naura kembali membujuk Amilia
" Iya udahlah Mil, enggak apa-apa kali loe tuh sekali-kali pakai baju kayak gini, loe terlihat cantik setidaknya enggak malu-malu in amat lah" seloroh Chessy
" Wah.... kakak ipar durhakim nih anak" timpal Amilia
Mommy dan Amar hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya
" Mom, ayolah katakan pada kami ini sebenarnya ada acara apaan sih?" Amilia kembali bertanya kepada mommy Naura membuat mommy Naura kembali tersenyum
" Bukankah hari ini kamu dan Chessy baru saja selesai ujian?" bukan menjawab mommy Naura malah balik bertanya dan diangguki oleh Amilia
" Ya lantas apa hubungannya mom?" tanya Amilia yang sungguh tidak mengerti dengan suasana yang terjadi
Mommy Naura tersenyum lembut lalu merangkul bahu putri cantiknya itu
"Mommy sama Daddy hanya mendapat undangan untuk datang ke cafe ini setelah ujian kalian selesai " Ungkap Mommy Naura yang sebenarnya tidak ingin membuat putrinya bingung
" Undangan apa mom? lalu siapa yang mengundang?" tanya Amilia nampak begitu penasaran
" Kita kembali sekarang ya, nanti juga kamu akan tahu jawabannya!" jawab mommy Naura membuat Amilia kembali mendengus kesal tapi tetap melangkah bersama sang mommy
Sementara Chessy dan Amar hanya menyimak pembicaraan Ibu dan anak tersebut
" Kak, sebenarnya kakak tahu enggak sih ?" Tanya Chessy kepada Amar seraya berjalan dibelakang mommy dan Amilia
Amar tersenyum lalu mencubit hidung Chessy dengan gemas
" Nanti juga kita akan tahu jawabannya sayang, udah jangan terlalu dipikirkan hem!" ucap Amar dengan lembut
Chessy mengerucutkan bibirnya menatap kesal ke arah sang suami
" Jangan cemberut gitu, jelek!" goda Amar
__ADS_1
" Jelek? mentang-mentang aku sekarang gendut kakak bilang aku jelek, dasar nyebelin" Kesal Chessy mood bumilnya muncul apalagi setelah gadis itu teringat kembali dengan pembicaraannya disekolah dengan Amilia tentang keinginan gadis itu yang ingin kuliah ke Korea dan Amar tidak memberitahu dirinya
" Loh kok marah si sayang!" Amar nampak panik ketika Chessy sudah jalan mendahuluinya lalu menggandeng tangan mommy Naura dan mengabaikan dirinya
" Yahhh.... kok ditinggal sih" keluh Amar dengan lesu dan berjalan gontai di belakang tiga wanita cantik yang spesial dihatinya
Setelah sampai di tempat acara, Amilia pun duduk bersebelahan dengan mommy Naura dan Chessy kembali duduk bersama sang suami
Banyak pasang mata yang menatap kagum kepada kecantikan keduanya termasuk kedua sahabatnya Dea dan Nila yang cukup tercengang dengan perubahan Amilia dan Chessy
" Itu Amilia kan? ya ampun tuh anak kenapa jadi berubah cakep amat?"puji Dea
" Iya, Amilia sama Chessy keduanya cantik-cantik banget" timpal Nila
Bukan hanya mereka berdua ternyata Herry dan ketiga temannya pun terlihat terpesona dengan perubahan pada Amilia yang nampak anggun dan cantik
" Bidadari gue!" gumam Herry
" Bujug dah tuh Amilia gadis jutek dan tomboy ternyata bisa cakep kayak gitu ya!" puji Dean yang sama terpesonanya dengan yang lain
" Awas loe ya pada nikung, Amilia itu cuma milik gue!" ancam Herry membuat Dean memutar bola matanya malas begitu juga dengan Dodo dan Ferry
Di tempat lain Amar tengah tersenyum ketika Chessy sudah duduk di sampingnya namun seketika senyum itupun pudar ketika Chessy melayangkan tatapan tajam kepadanya
" Duhh... Yang kok kamu marah sih, kakak salah ngomong ya, maaf ya yang " ungkap Amar dengan memasang wajah sendu
" Bilang kakak salahnya apa, biar kakak perbaiki ya yang" bujuk Amar
" Banyak!" jawab Chessy dengan ketus
Amar seketika diam takut sang isteri semakin marah apalagi sudah terdengar suara MC yang berbicara di atas panggung tempat biasa para penyanyi cafe bernyanyi kini sudah disulap menjadi panggung yang cukup memanjakan mata bagi yang melihatnya
Satu persatu rangkaian acara pun dimulai, Amilia mulai sedikit jenuh dengan acara yang menurut gadis itu cukup membosankan apalagi ada acara dansa berpasangan segala
" Loe mau kemana?" tanya Dodo ketika Herry hendak berdiri dari kursinya
Herry hanya tersenyum lalu merapihkan pakaiannya yang sedikit berantakan
" Ini waktunya gaes" ucap Herry membuat ketiga temannya saling melempar pandangan
" Waktunya ngapain?" tanya Dean
" Waktunya gue beraksi untuk mengajak ratu gue Amilia berdansa" sahut Herry membuat Dodo melotot
" Jangan nekat deh loe Her, jangan mempermalukan diri loe sendiri" ucap Dodo memperingati
" Apaan sih loe, udah deh loe enggak usah banyak komentar liat dan perhatikan aja dengan baik saat gue dan Amilia menjadi pasangan yang paling serasi di sini" ucap Herry dengan percaya dirinya
" Pede banget sih loe Her kayak Amilia nya bakalan mau aja sama loe!" ungkap Dean
" Iya Her, mending enggak usah deh daripada loe malu dimuka umum begini" Ferry ikut mengingatkan
" Ah pada berisik loe" kesal Herry
" Ya loe liat aja tuh penampilan loe sekarang, kalau loe nekat juga yang ada loe akan dianggap seperti beauty and the beast ( si cantik dan si buruk rupa) !" ledek Dean
" Ah sialan loe gue tampan kayak gini dibilang si buruk rupa!" marah Herry
Dodo terkekeh begitu juga dengan Ferry, mereka sependapat dengan ucapan Dean
" Ya bukan apa-apa penampilan loe justru jomplang banget sama tuh cewek" ungkap Dean
" Betul apa yang dikatakan Dean, udah jangan nekat deh loe!" timpal Dodo
Herry tidak menggubris ucapan ketiga temannya itu, pemuda itu lantas beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar membuat Dodo mengernyit bingung lalu menoleh ke arah Dean dan Ferry
" Tuh anak mau kemana ?" tanya Dodo
" Enggak tau" jawab Ferry dan Dean seraya mengangkat kedua bahunya
Tidak berapa lama Herry datang kembali dan sudah berganti pakaian
"Lah itu anak pakai baju siapa?" tanya Dodo yang nampak bingung sama halnya dengan Dean dan Ferry
Herry dengan percaya dirinya melangkahkan kakinya menuju tempat dimana Amilia berada
Degup jantung Herry berpacu dengan cepat ketika langkah kakinya terhenti tepat di dekat meja tempat dimana Amilia sedang duduk bersama kedua orangtuanya dan juga kedua orang tua Chessy yang baru saja tiba bahkan Amar, Chessy dan entah siapa lagi pasangan paruh baya yang sudah bergabung duduk di meja yang sama
Amilia mengerutkan keningnya ketika melihat Herry sudah berdiri di hadapannya bahkan bukan hanya Amilia semua mata yang berada di dekat Amilia pun turut memandang ke arah Herry
" Nak Herry?" Sapa dad Mahendra yang cukup terkejut dengan penampilan pemuda tersebut yang sudah berganti pakaian sementara Amar nampak mengulum senyumnya hendak tertawa namun urung karena mendapat pelototan dari Chessy
" Emmm.... maaf tuan" ucap Herry dengan sangat gugup
" Ada apa?" tanya dad Mahendra
Herry berusaha mengatur napasnya dan juga degup jantungnya yang deg-degan
" Emmm ... kalau boleh saya mau mengajak Amilia untuk berdan_!" ucapan Herry terpotong ketika terdengar suara dari arah panggung
" Mohon perhatiannya!"
Acara dansa pun berakhir ketika seseorang sudah berdiri dengan gagahnya diatas panggung
Amilia yang awalnya membuang pandangannya ke sembarang arah saat Herry datang menghampirinya seketika langsung menoleh ke sumber suara yang rasanya begitu familiar di telinganya bahkan suara itu yang sudah berhari-hari mengganggu pikirannya
Deg
Mata Amilia terbelalak ketika netranya menangkap sosok seorang pemuda yang kini tengah berdiri di atas panggung sambil melempar senyum tampan ke arahnya
__ADS_1
Amilia semakin terperangah saat menyadari pakaian yang dikenakan pemuda tersebut ternyata berwarna senada dengannya