
Usia kandungan Chessy kini nampak semakin membesar membuat gadis itu tidak mungkin lagi mengikuti kegiatan di sekolah apalagi ikut kegiatan olahraga
Banyak para siswa-siswi yang merasa iri dengan Chessy yang bisa dengan leluasa masuk ke sekolah seperti biasa dalam keadaan hamil
Awalnya Chessy sendiri pun merasa risih dan juga tidak enak dengan teman-temannya yang lain tapi mengingat masa ujian sekolah yang hanya tinggal seminggu lagi mau tidak mau Chessy tetap harus masuk sekolah walaupun pihak sekolah sempat mendapatkan teguran dari wali murid tapi karena sang mertua adalah pemilik yayasan sekolah tersebut maka tidak ada lagi yang berani banyak berkomentar apalagi attitude dan prestasi Chessy disekolah pun sangat baik jadi tidak ada alasan lagi untuk melarangnya tetap bersekolah
" Loe kenapa sih Mil perasaan gue perhatiin dari tadi loe murung terus?" tanya Chessy yang melihat raut wajah adik iparnya itu ditekuk
" Gue enggak kenapa-napa" jawab gadis itu datar
" Ah, enggak biasanya muka loe ditekuk gitu Li, loe itu ya udah kayak orang yang lagi patah hati aja!" ledek Nila
" Apaan sih loe!" Elak Amilia
" Tuh kan kayaknya beneran ini mah, fix lah ini sih Amilia lagi patah hati" sahut Nila
" Sok tau loe!" kesal Amilia lalu beranjak dari duduknya dan melengos pergi begitu aja
" Woy Mil, loe mau kemana?" teriak Dea
" Ke toilet, kenapa loe mau ikut?"
" Ogah!" sahut Dea
" Awas hati-hati Li jalannya jangan sampai salah masuk toilet ya!" ledek Nila lalu tertawa begitu juga dengan Dea dan Chessy yang ikut terkekeh mendengar ledekan Nila pada Amilia
" Sialan loe " Amilia mengepalkan tangannya ke udara
" Ha ..ha...!" bukannya takut Nila malah semakin tertawa
Amilia berjalan gontai ke arah toilet, rasa kesalnya pada seseorang membuat gadis itu menjadi tidak bersemangat menjalani hari-harinya
" Ishh ... apaan sih gue ini, ngapain juga gue mikirin tuh orang yang gak jelas banget!" kesal Amilia pada dirinya sendiri
Saat Amilia sudah hampir masuk ke salah satu kamar toilet tiba-tiba saja gadis itu mendengar suara seseorang yang tidak asing di telinganya
Rasa penasaran pun muncul dan membawa langkah Amilia menuju ke arah sumber suara tersebut
Dengan langkah perlahan Amilia menyusuri suara yang sepertinya sedang bertengkar, membuat Amilia semakin bertambah penasaran
" *Loe ini apa-apaan sih?" sentak seorang siswa pada gadis yang terus saja merangkul lengannya dengan posesif
..." Gue enggak mau putus Lex, loe tau kan gue itu cinta mati sama loe "...
" Loe udah enggak waras ya, kita itu enggak pernah ada hubungan apa-apa dan enggak akan pernah ada, camkan itu!" ucap siswa yang bernama Alex
" Enggak Lex, Loe tahu kan kedua orang tua kita udah menjodohkan kita sejak kecil" seru Jihan gadis yang begitu tergila-gila pada Alex
" Itu dulu dan sekarang orang tua gue udah enggak pernah membahas perjodohan itu lagi karena orang tua gue sekarang lebih nyerahin urusan jodoh pada anaknya sendiri, lagi pula gue enggak suka sama loe jadi enggak usah deh maksain diri banget!" sahut Alex tanpa perasaan
" Kenapa Lex? kenapa loe ngomong kayak gitu? apa karena loe masih cinta sama Chessy yang kini sudah menjadi isteri orang?" tanya Jihan penuh selidik
" Bukan urusan loe!"
" Sadar Lex, Chessy itu isteri orang apalagi sekarang dia itu sedang hamil loe harus move on Lex dan jadikan gue sebagai calon isteri loe Lex!"
Alex bergeming pemuda itu enggan menimpali ucapan Jihan dan lebih memutuskan untuk pergi
" Jangan bodoh loe Lex, secinta apapun loe pada Chessy gue yakin Chessy enggak akan menerima loe!" teriak Jihan membuat langkah Alex berhenti sejenak
Tanpa berbalik badan Alex tersenyum miring ucapan Jihan membuat pemuda itu ingin tertawa saja mendengarnya, Alex pun kembali melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan Jihad yang kini tengah menangis sendirian
Sementara Amilia nampak meremas bajunya setelah mendengar semua percakapan keduanya, entah kenapa hatinya terasa begitu sakit mendengar Alex yang ternyata masih belum bisa melupakan Chessy
" Loe ternyata masih cinta sama Chessy Lex dan sikap perhatian loe selama ini ke gue itu apa Lex? kenapa loe tega banget sama gue!" lirih Amilia yang tanpa sadar menitikkan air matanya
Amilia buru-buru berlari ketika melihat Alex yang hendak pergi dari tempat itu
Alex seketika mengerutkan keningnya ketika melihat siluet Amilia yang menghilang dari balik tembok
__ADS_1
Pemuda itu dengan cepat berlari mengejar Amilia dan benar saja apa yang dilihatnya ternyata benar-benar Amilia
Grepp
Amilia tersentak ketika merasakan tangannya di tarik dari belakang dan membuat tubuh gadis itu terjadi henti seketika
" Lepasin tangan gue Lex!" pinta Amilia seraya memberontak
" Enggak!" tegas Alex
" Loe apa-apaan sih Lex, lepas enggak!" kesal Amilia
" Gue akan lepasin tangan loe tapi loe harus ikut gue!"
" Enggak, gue enggak mau!"
" Kalau loe enggak mau gue enggak akan lepasin tangan loe"
" Mau loe apa sih Lex? loe enggak bisa maksa gue gitu aja!"
" Loe pasti udah nguping pembicaraan gue sama Jihan kan?" tanya Alex menaikkan sudut alisnya
" Iya, emangnya kenapa? apa loe takut gue ngadu ke Chessy dan juga kak Amar, iya?"
" Loe takut kan gue cerita kalau loe itu ternyata masih cinta sama Chessy kakak ipar gue?" cecar Amilia membuat Alex malah tersenyum miring
Amilia yang melihat Alex malah tersenyum semakin di buat geram dan kembali memberontak ingin melepaskan tangannya yang dicekal oleh Alex
" Kenapa loe semarah itu?" tanya Alex tersenyum jahil membuat Amilia semakin bertambah marah padanya
" Loe tanya kenapa?" Alex mengangguk tanpa dosa
" Ya karena Chessy itu kakak ipar gue calon ibu dari keponakan gue, ngerti loe?" sewotnya lagi
Alex memiringkan kepalanya menatap Amilia dengan tatapan yang sulit diartikan
" Apa loe yakin hanya karena itu doang?" tanya Alex dengan mengedipkan sebelah matanya
" Ya cuma itu emangnya apalagi?"
" Yakin bukan karena hal lain?"
Amilia jadi gelagapan sendiri ditanya seperti itu oleh Alex apalagi tatapan Alex yang teduh membuatnya semakin bertanya-tanya ada apa dengan sikap pemuda itu yang tidak seperti biasanya
" Maksud loe apa sih Lex?udahlah minggir gue mau kembali ke kelas!"
Alex bukannya melepaskan tangan Amilia justru pemuda itu menarik Amilia dan membawanya ke suatu tempat
" Lex, loe mau bawa gue kemana? lepasin tangan gue Lex!" pinta Amilia
" Udah diam, nanti juga loe akan tau!"
Amilia mendengus kesal, menatap punggung Alex dengan wajah yang ditekuk
" Loe ngapain bawa gue kesini?" tanya Amilia seraya menatap ruangan kosong yang sepertinya sudah lama tidak terpakai dan hanya menjadi tempat menumpuk barang-barang yang sudah tidak terpakai
" Awas ya loe kalau berani macam-macam!" ucap Amilia dengan memasang kuda-kuda siap melawan jika Alex diam-diam menyerangnya
" Gue tahu kemampuan bela diri loe, gue enggak mungkin cari gara-gara sama loe karena gue masih sayang dengan tubuh gue sendiri apalagi sebentar lagi kita akan ujian!"
Amilia mengerutkan keningnya menatap Alex dalam-dalam
" Enggak usah menatap gue kayak gitu, gue akui gue ini tampan makanya banyak cewek yang naksir" ucap Alex jumawa membuat Amilia yang mendengar ucapannya ingin muntah saja
" Udah ah gue mau balik ke kelas!"
" Tunggu dulu!" cegah Alex kembali menarik tangannya dan kali ini menyuruhnya untuk duduk di salah satu bangku yang ada di ruangan tersebut
" Apaan sih Lex?" Amilia kembali kesal
__ADS_1
" Jihan itu bukan siapa-siapa gue, kami memang sempat dijodohkan tapi setelah kejadian gue menolong loe bokap gue tidak lagi membahas perjodohan gue sama dia!"
" Menolong gue?" Amilia menunjuk dirinya sendiri dan Alex mengangguk sebagai jawaban
" Menolong gue apa Chessy?" tanya Amilia memastikan
" Ya elo lah" jawabnya tegas
" Udah jangan cemburu lagi, gue sama Jihan ataupun dengan Chessy enggak ada hubungan apa-apa, dulu mungkin gue cuma penasaran aja sama Chessy karena teman loe itu berkali-kali menolak gue!"
Amilia menggeleng pelan " Cemburu? siapa yang cemburu? enggak ada hak gue untuk cemburu!" elak Amilia
" Kalau loe cuma sekedar penasaran dengan Chessy yang menolak loe berkali-kali mana mungkin loe sampai segitunya menolong dia ketika kejadian penculikan itu?"
Alex tersenyum lalu menyentil kening gadis itu
" Apaan sih Lex sakit tau!" Amilia mengerucutkan bibirnya
" Ya itu gue lakuin karena loe" sahut Alex membuat Amilia melotot dan merasa bingung dengan jawaban yang Alex berikan
" Maksudnya?"
"Gue tahu Chessy itu sahabat yang paling dekat sama loe dan kalau terjadi apa-apa sama dia pasti loe akan merasa bersalah dan juga sedih pastinya" tutur Alex menjelaskan
" Terus?"
" Ya enggak ada terusnya, gue cuma enggak mau kalau loe sedih apalagi jika sampai terjadi sesuatu dengan Chessy"
" Maksud loe apa sih? gue enggak ngerti"
Alex terkekeh lalu mengacak-acak rambut Amilia dengan gemas " Intinya loe enggak usah cemburu lagi karena gue enggak ada perasaan apa-apa sama Chessy maupun Jihan"
Amilia membulatkan matanya mendengar ucapan Alex yang seolah menegaskan perasaannya
Wajah Amilia seketika merah merona apalagi ditatap Alex dengan tatapan penuh cinta
" Gue baru sadar kalau selama ini perasaan gue sama Chessy itu hanya sebatas rasa penasaran aja karena sikap Chessy yang terus aja menolak gue tapi sama loe gue merasakan perasaan yang lain dan gue merasa nyaman setiap kali dekat sama loe, entah perasaan apa itu tapi yang jelas gue enggak mau loe sedih apalagi sampai menangis kayak tadi!" tutur Alex panjang lebar
Amilia semakin dibuat terkejut dengan ucapan Alex yang mengatakan dirinya menangis
" Loe_?"
Alex terkekeh " Mata loe tadi merah dan gue yakin loe tadi habis nangis kan?" goda Alex
Wajah Amilia bersemu merah mendengar ucapan Alex yang sengaja menggodanya
" Apaan sih, siapa juga yang nangis?" elak Amilia
" Udah enggak usah malu, gue malah senang melihat loe cemburu kayak tadi"
" Siapa yang cemburu, enggak ya gue enggak cemburu"
" Iya..iya yang enggak cemburu jadi boleh dong ya kalau gue nerusin perjodohan gue sama Jihan?"
Amilia membulatkan matanya menatap Alex dengan tatapan tajam " Yaudah sana balikkan aja lagi, sana ajak aja Jihan nikah sekalian!" ketus Amilia membuat Alex tidak mampu lagi menahan tawanya
" Ide yang bagus itu, chessy aja boleh menikah kenapa gue enggak ikut nikah aja sekalian ya!" ucap Alex yang sepertinya sangat senang dengan ucapan Amilia
" Tau ah!" ucap Amilia kesal sendiri lalu berjalan ke arah pintu keluar
" Tapi gue mau menikah asal pengantin ceweknya loe Amilia !" ucap Alex yang membuat langkah Amilia terhenti lalu membalikkan badannya menatap Alex dengan tatapan penuh tanya
Dengan langkah perlahan Alex berjalan ke arah Amilia lalu tersenyum lembut
" Cuma loe yang akan jadi calon isteri gue kelak karena cuma loe yang mempu membuat dunia gue jungkir balik!" tutur Alex
Amilia masih diam, ucapan Alex benar-benar membuatnya begitu syok dan tidak bisa berkata apa-apa lagi
" Gue cuma kagum sama Chessy sahabat loe itu tapi gue..... gue cinta sama loe Amilia!" ungkap Alex membuat Amilia membola seakan tidak percaya dengan ungkapan perasaan Alex kepadanya
__ADS_1
" Gue serius Amilia, gue sayang sama loe dan gue mau loe jadi calon isteri gue!"
Amilia hampir terhuyung ke belakang jika Alex tidak dengan cepat menarik pinggangnya hingga membuat gadis itu tertarik kedalam pelukannya