Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Ucapan terima kasih


__ADS_3

Sesuai dengan keinginan orangtuanya, Amar berserta keluarganya mendatangi rumah Herry putra Heryawan tak terkecuali Amilia yang sebenarnya sempat menolak untuk ikut namun sang mommy terus memaksanya dengan alasan untuk menemani Chessy


Dan disinilah mereka saat ini berada, di kediaman keluarga Heryawan


Papa Herry sungguh terkejut bukan main ketika kediamannya di datangi oleh keluarga Mahendra yang semua orang pun tahu siapa keluarga Mahendra yang merupakan orang yang cukup disegani di kalangan bisnis


" Sungguh ada angin apa sampai-sampai keluarga kami di datangi keluarga terhormat seperti tuan Mahendra?" ucap papa Herry yang cukup terkejut ketika melihat orang yang bertamu ke rumahnya adalah keluarga Mahendra


" Sebuah kehormatan yang luar biasa bagi kami tuan mau datang berkunjung" ucapnya lagi


Tuan Mahendra tersenyum " Tidak perlu merasa berlebihan seperti itu pak Heryawan" ucap dad Mahendra dengan ramah


" Dan kami berharap kedatangan kami ini tidak menggangu waktu pak Heryawan dan keluarga" lanjut dad Mahendra


" Tentu saja tidak tuan, kami justru merasa sangat senang tuan mau singgah ke kediaman, kami bukan begitu mah?" pak Heryawan menoleh ke arah sang isteri yang duduk di sampingnya


" Betul pah" jawab sang isteri


" Emm... maaf tuan sekiranya kalau boleh tahu ada gerangan apa tuan berserta keluarga datang berkunjung ke rumah kami, semoga saja bukan karena masalah yang diperbuat oleh putra kami?" tanya pak Heryawan yang sempat mendengar kabar angin kalau di sekolah putranya telah terjadi sesuatu yang cukup menyita perhatian para orang tua murid


Dad Mahendra tersenyum kembali lalu menatap Keluarganya satu persatu sebelum menjawab pertanyaan pak Heryawan


" Tentu saja bukan pak, justru kedatangan kami ke sini ingin mengucapkan terima kasih kepada putra pak Heryawan" jawab dad Mahendra yang tentu saja hal itu membuat pak Heryawan dan isterinya begitu terkejut


" Berterima kasih kepada putra kami?" tanya pak Heryawan dengan raut wajah tak percaya dan langsung di angguki oleh dad Mahendra


Apa sebenarnya yang sudah dilakukan sang putra sampai-sampai membuat keluarga terhormat seperti tuan Mahendra datang ke rumah mereka hanya untuk mengucapkan terimakasih. batin pak Heryawan


" Maaf pak Heryawan, kalau boleh tahu dimana putra anda Herry, apa nak Herry ada di rumah?" kali ini bukan dad Mahendra yang bertanya tapi mommy Naura


Mendengar pertanyaan dari mommy Naura pak Heryawan langsung menoleh pada isterinya sekilas


" Ada nyonya dikamarnya, sebentar saya panggilkan dulu!" sahut mama Herry lalu beranjak dari duduknya


Disaat mama Herry pamit pergi untuk memanggilkan sang putra dad Mahendra pun menjelaskan tentang kedatangannya yang ingin mengucapkan terimakasih kepada Herry karena Herry sudah menolong Chessy yang merupakan menantu dari keluarga Mahendra


Tentu saja penuturan dad Mahendra sangat mengejutkan bagi pak Heryawan yang tidak menyangka kalau ternyata keluarga Mahendra sudah memiliki seorang menantu apalagi setelah mengetahui kalau menantu keluarga Mahendra Chessy ternyata masih berstatus pelajar


Tidak berapa lama orang yang dicari pun muncul bersama sang mama


Herry cukup terkejut melihat kedatangan Orang-orang yang cukup dikenalnya itu


" Tuan... nyonya...!" sapa Herry sedikit membungkukkan badannya


" Sini duduk nak!" titah pak Heryawan


Herry pun duduk di samping papanya dengan mata yang sesekali melirik ke arah Chessy dan Amilia secara bergantian

__ADS_1


Amar mengepalkan tangannya saat melihat Herry yang terlihat tengah menatap ke arah Chessy


" Ekhemm...!" Amar berdehem membuat atensi semua orang beralih padanya termasuk Herry yang jadi salah tingkah karena Amar menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan


" Langsung saja, saya Amar mewakili keluarga Mahendra terutama ISTRI saya CHESSY ingin mengucapkan terima kasih kepada saudara Herry karena sudah menolong isteri saya beberapa hari yang lalu di sekolah" ucap Amar datar tanpa basa basi


Herry tersenyum canggung karena Amar masih saja menatapnya


" Sama-sama pak, saya menolong Chessy secara spontan saja seandainya waktu itu Amilia yang jatuh pun pasti saya pun akan menolongnya" ucap Herry lalu tatapannya beralih ke arah Amilia yang langsung memutar bola matanya malas saat tatapan keduanya bertemu


Chessy yang duduk di samping Amilia pun tersenyum tipis sambil melirik dan menyenggol bahu Amilia pelan


" Apaan sih, enggak usah deh pakai acara ngelirik-ngelirik enggak jelas gitu" gumam Amilia membuat Chessy yang mampu mendengarnya menahan sedikit tawanya


" Walaupun begitu kami tetap harus mengucapkan terima kasih kepada nak Herry dan sebagai tanda terima kasih saya harap nak Herry tidak menolak hadiah dari kami!" ucap dad Mahendra seraya meminta Roy untuk mengambilkan hadiah yang sudah mereka siapkan


" Roy!"


" Baik tuan!" Roy pun langsung mengambil barang-barang hadiah tersebut


" Ini tuan!" Roy pun meletakkan beberapa barang-barang yang mereka bawa sebagai hadiah untuk Herry diatas meja


Pak Heryawan dan sang isteri cukup terkejut melihat barang-barang yang sudah di letakkan di atas meja, begitu juga dengan Herry yang sama terkejutnya


" Ini apa tuan, kami tidak pantas menerima hadiah sebanyak ini" ucap pak Heryawan merasa tidak enak hati untuk menerimanya


Dad Mahendra tersenyum sopan " Ini semua tidak ada apa-apanya pak Heryawan jika dibandingkan dengan keselamatan putri kami, jadi kami harap pak Heryawan dan keluarga mau menerimanya sebagai ucapan terima kasih kami" tutur dad Mahendra


Herry yang mendengar penuturan papanya pun merasa senang di dalam hatinya pemuda itupun bersorak kegirangan dan berharap gadis yang ada dihadapannya itu kagum dengan kebaikannya


Amilia yang merasa ditatap oleh Herry pun lagi-lagi mendengus kesal dan berharap pertemuan ini segera usai


" Terima kasih banyak tuan atas kebaikan tuan dan keluarga tapi maaf tuan kami tidak bisa menerima hadiah ini, saya tulus menolong Chessy tanpa mengharapkan imbalan apapun, sekali lagi maaf tuan!" ucap Herry


" Sebaiknya kamu terima saja, aku akan merasa tidak enak hati jika sampai kau menolaknya, , niat baik kamu menolong isteriku itu aku sangat menghormatinya tapi aku juga tidak ingin memiliki hutang balas budi" ucap Amar datar


Herry terhenyak mendengar ucapan Amar, dia pun tidak bisa menolak kali ini apalagi Amar terlihat tidak ingin ada penolakan dan Herry pun menghela napas berat karena merasa gagal mencari simpatik dari Amilia karena jika masih berharap pada Chessy itu sudah tidak mungkin lagi


" Baiklah tuan , saya terima hadiahnya. terima kasih banyak" ucap Herry


Setelah dirasa cukup Amar dan keluarganya pun pamit undur diri pada keluarga pak Heryawan


Amilia yang merasa jenuh pun memilih berjalan lebih dulu dan masuk ke dalam mobil


Herry yang sejak tadi tengah memperhatikan Amilia pun menyunggingkan senyumnya


Amilia yang tanpa sengaja menoleh ke arah Herry yang masih memperhatikan dirinya pun langsung membuang pandangannya dan menggeser duduknya agar tidak terlihat oleh Herry

__ADS_1


Setelah berpamitan kepada pak Hermawan dad Mahendra dan yang lainnya pun menyusul Amilia yang sudah lebih dulu masuk kedalam mobil bersama Chessy yang sudah mengeluh capek


Disepanjang perjalanan pulang Amilia nampak diam saja membuat Chessy yang duduk di sampingnya nampak cemas


" Loe kenapa Mil?" tanya Chessy


Pertanyaan Chessy pada Amilia sontak saja membuat yang lainnya langsung menoleh ke arahnya


" Iya sayang, kamu itu kenapa kok dari tadi diam terus?" kali ini mommy Naura yang bertanya


" Enggak apa-apa cuma sedikit capek" jawab Amilia


Tidak ada obrolan lagi setelah itu mereka semua diam dengan pikiran mereka masing-masing hingga tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi pun telah sampai di mansion


Ceklek


Amilia membuka pintu kamar kakaknya untuk mempermudah sang kakak yang sedang menggendong tubuh Chessy yang rupanya tertidur masuk ke dalam kamar mereka


Karena merasa tidak tega untuk membangunkan sang isteri Amar lebih memilih untuk menggendongnya


Amar meletakkan Chessy di kasur dengan sangat hati-hati


" Amilia!" panggil Amar saat Amilia hendak keluar dari kamar sang kakak


Amilia menoleh " Iya ada apa kak?" tanya Amilia mengerutkan keningnya


" Sepertinya Herry menyukai mu" ucap Amar


Deg


Amilia menarik napas dalam-dalam lalu menghempaskan dengan kasar


" Itu bukan urusan ku kak, hak dia untuk menyukai siapapun termasuk Chessy mungkin" ucap Amilia tersenyum miring


" Milia.....!" kesal Amar karena adiknya itu membawa-bawa nama isterinya


" Ha...ha... sudahlah kak, aku tahu kak Amar itu tadi cemburu kan dengan Heryy yang sempat menatap Chessy?" goda Amilia


" Mau dia suka sama siapapun itu haknya kak, selama dia tidak melakukan hal yang diluar batas buat aku itu tidak masalah jadi jangan terlalu cemburu kak apalagi sampai membuat Chessy merasa sedih dengan rasa cemburu buta kak Amar " lanjutnya lagi


Amar langsung bungkam, dia akui memang sempat cemburu dan tidak rela saat Herry menatap Chessy dengan tatapan memuja rasanya saat itu ia ingin sekali mencolok mata Herry agar tidak terus-menerus menatap isteri kecilnya


" Sudahlah sana pergi, kakak mau istirahat!" usir Amar dan hal itu tentu saja membuat Amilia mencibikkan bibirnya sambil menggerutu saat keluar dari kamar Amar


" Dasar orang aneh, tadi dia yang manggil eh sekarang dengan entengnya main usir gitu aja dasar kakak enggak ada akhlak!" umpat Amilia seraya berjalan ke arah kamarnya


Sesampainya di dalam kamar Amilia langsung masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih setelah selesai gadis itupun merebahkan tubuhnya di atas kasur king size nya sambil membuka ponselnya

__ADS_1


Deg


Seketika Amilia membulatkan matanya ketika membaca salah satu pesan yang masuk ke ponselnya


__ADS_2