
Amar menghembuskan nafasnya kasar saat melihat orang yang sudah membuatnya khawatir setengah mati ternyata sedang asik berbincang-bincang dengan Pak Imam satpam penjaga mansion di pos jaga
" Selamat sore tuan Amar!" sapa pak Imam yang melihat kedatangan Amar menghampiri Chessy yang sedang duduk membelakanginya
" Sore pak!" Amar balas menyapa, lalu beralih pada sosok wanita cantik yang sedang duduk di salah satu kursi yang ada di pos jaga tersebut
" Kamu tuh ya Yang, bisa-bisanya duduk dan ngobrol disini enggak bilang-bilang sama kakak, bikin orang khawatir aja tau enggak" cerocos Amar langsung duduk di samping Chessy sementara pak Imam pamit masuk ke dalam pos jaganya karena merasa tidak enak dengan majikannya yang seperti sedang perang dingin dilihat dari sikap Chessy yang acuh pada suaminya
" Pak Imam terima kasih ya sudah menemani saya mengobrol" ucap Chessy yang malah mengabaikan ucapan Amar dan pamit pergi pada Pak Imam
" Iya nyonya muda sama-sama" sahut pak Imam yang merasa tidak enak hati dengan tuan mudanya
Chessy beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Amar begitu saja, Amar yang di acuhkan oleh Chessy pun mengusap wajahnya kasar lalu pamit pergi dengan pak Imam
" Harap dimaklum tuan muda, ibu hamil memang seperti itu hormon kehamilannya susah ditebak suka berubah-ubah, bersabar aja tuan sewaktu isteri saya hamil juga sama seperti nyonya muda gampang ambekan" Tutur pak Imam berpesan pada Amar sebelum Amar pergi meninggalkannya
" Iya pak, terima kasih sudah mengingatkan" ucap Amar
" Sama-sama tuan muda, semoga kehamilan nyonya muda lancar dan selalu diberi kesehatan ibu dan bayinya" doa pak Imam
" Amin"
Amar pun langsung menyusul isterinya yang sudah masuk ke dalam mansion
Sesampainya di dalam mansion Amar melihat Chessy sedang duduk di ruang TV bersama dad Mahendra
" Yang kita istirahat aja yuk dikamar!" Ajak Amar yang ingin membujuk isterinya agar tidak marah lagi padanya
Dad Mahendra yang melihat sikap cuek Chessy sudah dapat menebak kalau saat ini menantu kesayangannya itu pasti sedang merajuk
" Chessy sebaiknya kamu istirahat aja gih, ingat kamu itu lagi hamil jadi enggak boleh capek-capek harus bisa jaga kesehatan kamu dan juga cucu daddy ya " ucap dad Mahendra pada Chessy dengan lembut
" Iya dad, kalau gitu Chessy pamit ke kamar dulu ya dad" Chessy yang sebenarnya sedang merajuk dengan suaminya pun dengan terpaksa akhirnya menurut dan pamit pada dad Mahendra
" Iya sayang, hati-hati naik tangganya ya!" pesan dad Mahendra perhatian
" Iya dad!" Chessy tersenyum di dalam hati gadis itu bersyukur memiliki mertua yang sangat perhatian dan sayang dengannya
Chessy beranjak dari duduknya dan berjalan melewati Amar yang sedang berdiri di samping sofa yang ia duduki
Dad Mahendra geleng-geleng kepala melihat tingkah anak dan menantunya
" Udah rayu sana, ingat isteri kamu itu sedang hamil jadi jangan sekali-kali kamu ikutan marah atau terpancing emosi dengan sikap isteri mu yang saat ini gampang berubah-ubah dan bikin suami naik darah itu semua terjadi karena hormon kehamilannya yang tidak bisa dia sendiri kendalikan !" pesan dad Mahendra pada Amar yang hendak menyusul isterinya yang untuk kesekian kalinya mengabaikan dirinya
" Isteri ketika sedang hamil itu sangat sensitif, jadi kamu harus belajar lebih sabar dan juga lebih peka jadi suami, wanita hamil itu butuh perhatian, pinginnya di manja, dan permintaannya maunya tuh di membuatnya sedih karena hal itu bisa menggangu perkembangan janinnya" ucap dad Mahendra lagi
Amar mengangguk pelan " Iya dad, Amar akan belajar lebih sabar dan lebih memahami Chessy, tolong ingatkan Amar jika Amar berbuat salah dan tanpa sadar membuatnya sedih" ucap Amar
" Iya, udah sana susul istrimu, ingat rayu dan bujuk dia ya!"
" Beres dad"
Amar pun langsung bergegas pergi menuju kamarnya dan saat membuka pintu ia melihat sang isteri sedang duduk di depan cermin sambil menyisir rambutnya
__ADS_1
Rupanya setelah masuk ke dalam kamar Chessy yang merasa gerah dan tubuhnya terasa lengket memilih untuk mandi
" Sayang jangan diamkan kakak seperti ini dong, maafin kakak ya kalau kakak punya salah" Amar merangkul Chessy dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu Chessy
" Minggir kak aku sedang menyisir" tangan Chessy menyingkirkan tangan Amar yang bertengger di bahunya
" Galak banget sih sayang, kan kakak udah minta maaf, kakak janji deh lain kali kakak lebih peka dan akan berusaha untuk memenuhi semua keinginan kamu " rayu Amar
Chessy langsung membalikkan badannya dan menatap Amar
" Janji ya lain kali kakak harus penuhi semua keinginan aku!"
Amar tersenyum dan tangannya terulur membelai pipi Chessy dengan lembut " Iya sayang, tapi kamu juga jangan ngambek lagi ya dan kalau ada apa-apa langsung ngomong ya ke kakak "
Chessy pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum
" Yaudah sekarang kita istirahat dulu ya sayang!" Amar mengajak Chessy untuk beristirahat
Sebenarnya Amar menahan rasa sakit di pinggang dan bokongnya akibat terjatuh dari pohon tapi karena tidak ingin membuat isteri kecilnya khawatir, Amar memilih untuk menahan rasa sakitnya itu
Kini keduanya pun sudah terlelap dibawah selimut yang sama
🤎
" Selamat malam semuanya, maaf ya mom, dad, Amilia kami sudah membuat kalian menunggu!" ucap Chessy ketika baru saja ikut bergabung dengan keluarga suaminya
Amar menarik satu kursi untuk Chessy, setelah sang isteri tercinta duduk barulah ia duduk di kursinya
" Tenang aja Chess, kita bakalan sabar kok nungguin ibu hamil" ucap Amilia
" Terima kasih Mil"
Mereka sekeluarga pun menikmati makan malam mereka dengan penuh kehangatan
___
Keesokan paginya selesai sarapan Chessy dan Amilia pamit untuk berangkat ke sekolah, Amar tentu saja yang akan mengantarkan keduanya
Sesampainya di sekolah Amilia lebih memilih untuk turun duluan " Enggak usah lama-lama acara pamitannya, ingat ini di sekolah banyak pasang mata yang mengintai!" Pesan Amilia sebelum keluar dari dalam mobil kakaknya
" Aku turun dulu ya kak!" pamit Chessy meraih tangan Amar sebagai salam takzim
" Iya, yang semangat ya sayang belajarnya. kalau ada apa-apa langsung telpon kakak aja ya" ucap Amar
" Iya kak" Chessy tersenyum
Amar lalu mendekatkan dirinya dan mengecup kening sang isteri
" Assalamualaikum!" ucap Chessy
" Wa'alaikum salam!" jawab Amar
Chessy lalu menghampiri Amilia yang sedang bersama Dea dan Nila
__ADS_1
" Udah pamitannya!" ledek Amilia
" Apa sih Mil... biasa aja kali!" Chessy mencubit pipi Amilia
" Aww... sakit Chess" Amilia mengusap pipinya bekas cubitan Chessy
Chessy tertawa lalu menggandeng lengan adik ipar sekaligus sahabat baiknya
" Udah ah yuk masuk!" ajak Nila
" Yuk cabut!" Dea menimpali
Keempatnya pun berjalan beriringan menuju kelas mereka sambil mengobrol rendom dan mereka pun sesekali nampak tertawa
Entah kenapa tiba-tiba perasaan Amilia tidak enak, matanya mengedar kesekeliling tapi nampak tidak ada yang mencurigakan, Amilia hanya menanggapi ucapan ketiga sahabatnya dengan senyuman saja, pikirannya sedikit tidak tenang
" Loe kenapa Mil?" tanya Chessy yang melihat raut kecemasan di wajah adik iparnya itu
"Gue emangnya kenapa? gue enggak kenapa-kenapa!" elak Amilia menutupi kecemasannya
" Yakin?"
Amilia pun mengangguk, memang dia tahu Chessy pasti tidak akan mudah percaya begitu saja dengan jawabannya
" Udah yuk ah!" Amilia pun berjalan lebih dulu sambil melihat keadaan sekitar
Sesampainya di kelas mereka seperti biasa duduk di kursi masing-masing
Chessy dan Amilia melirik sekilas kursi Claudia yang nampaknya kosong
" Kenapa tuh anak enggak masuk hari ini?" Gumam Amilia dalam hati
Tidak berapa lama guru yang mengajar di kelas mereka pun masuk, sambutan selamat pagi pun menggema di kelas tersebut
Kegiatan belajar mengajar pun usai dan waktunya jam istirahat
Chessy dan Amilia pun memutuskan untuk pergi ke kantin bersama Dea dan juga Nila
" Hai, apa boleh gue ikut gabung di sini" ucap seseorang yang membuat Chessy dan Amilia terbelalak melihatnya
" Tentu saja boleh, silahkan kak duduk!" sahut Dea dengan cepat tanpa meminta persetujuan dari ke tiga sahabatnya
" Terima kasih!" Tanpa sungkan orang itupun duduk tepat di samping Amilia sambil membawa semangkuk soto dan jus jeruk di tangan kanan dan kirinya
" Hai Amilia!" sapa seseorang yang kini sudah duduk tepat di samping Amilia
" Maaf ya gue cabut duluan!" Amilia pun beranjak dari tempat duduknya
" Loh Li loe mau kemana?" tanya Dea
Amilia tidak menggubris pertanyaan Dea, gadis itu lebih memilih pergi
Melihat Amilia yang lebih memilih pergi membuat seseorang yang diam-diam tengah menatapnya pun menyunggingkan senyumnya
__ADS_1