
Acara lamaran yang telah Alex rencanakan seminggu sebelumnya akhirnya berjalan dengan lancar, awalnya pria itu sedikit pesimis takut Amar kakak Amilia akan mempersulitnya tapi ternyata di tengah acara calon ayah itu memberikan apresiasi kepada Alex yang sudah berani terang-terangan langsung meminta restu kedua orangtuanya untuk melamar sang adik bahkan bukan hal itu saja ternyata diusianya yang terbilang masih sangat muda itu Alex sudah memiliki pemikiran yang jauh lebih matang dan serius dari orang-orang seusianya bahkan Amar juga tahu kalau keseriusan Alex terhadap adiknya sudah dibuktikan dengan kerja kerasnya selama ini yang selalu memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar berbisnis dan membuka usaha sendiri.
Dari mana Amar bisa tahu tentang Alex? ya tentu saja dari asisten pribadinya Roy yang kini sudah cukup dekat dengan pengawal pribadi Alex, siapa lagi kalau bukan Morgan
" Duh senangnya yang abis dilamar?" goda Chessy saat Amilia baru saja menuruni anak tangga lalu menghampiri kakak iparnya yang sedang duduk di ruang tv bersama mommy Naura
" Apaan sih, berisik!" segurat warna merah menghiasi pipi Amilia yang putih nan mulus
Mommy Naura tersenyum " Mommy enggak nyangka tuh anak berani juga ya, awalnya mommy ragu saat nak Alex datang menemui daddy mu tapi ternyata dia benar-benar menepati ucapannya !"
" Iya mommy benar, anaknya pantang menyerah kayaknya mom" timpal Chessy
" Untung aja kali ini dia enggak dapat penolakan coba kalau sampai hal itu terjadi pasti malu banget tuh anak,tapi salut tuh anak nekat dan berani " tutur Chessy kembali memuji
" Ish... udah punya kak Amar juga masih aja berani-beraninya memuji pria lain" sahut Amilia yang seketika membuat Chessy tertawa renyah
Chessy meraih gelas yang ada di atas meja lalu meminumnya karena tenggorokannya tiba-tiba terasa kering setelah mentertawakan Amilia
" Kayaknya udah tercium bau-bau bucinnya nih" ledek Chessy kembali tergelak
" Enggak kakaknya enggak adiknya sama-sama pencemburuan udah gitu cemburunya dengan orang yang sama pula, oh my God...!" Chessy menepuk keningnya sendiri lalu diakhiri dengan tawanya kembali
" Orang yang sama? siapa, Alex maksud kamu sayang?" Chessy dikejutkan dengan suara bariton milik sang suami yang ternyata baru pulang dari kantor
Ya selepas acara di cafe KR setelah mengantarkan Chessy pulang Amar harus kembali ke kantor untuk mengurus pekerjaannya yang sempat tertunda
Sementara dad Mahendra langsung pergi ke bandara menunju ke kota B untuk menemani Oma melihat keadaan Opa Bara yang menurut orang suruhannya pria tersebut sedang jatuh sakit
Mommy Naura tidak ikut karena masih merasa lelah setelah pulang dari luar kota beberapa jam yang lalu dan dia juga harus menemani menantunya di rumah
" Kak Amar sudah pulang!" Chessy mengulurkan tangannya untuk menyalami sang suami dengan takzim dan dibalas dengan kecupan manis di keningnya oleh Amar
" Mandi dulu sana baru dekat-dekat dengan isterimu!" tegur Mommy Naura saat Amar hendak mendaratkan bok*Ngnya diatas sofa samping Chessy
" Tuh dengar apa kata mommy!" timpal Amilia
" Sana kak jauh-jauh dari calon keponakan aku!" usirnya lagi
"Huuhhh!" Amar menghempaskan napasnya kasar
" Baiklah.. baiklah....!" pasrahnya
Amar menekuk wajahnya lalu berjalan dengan gontai menuju anak tangga
" Biasa aja kali kak, lebay banget sih!" ejek Amilia
" Biarin aja wleee!" Amar memeletkan lidahnya lalu menaiki anak tangga dengan berlari
Beberapa menit kemudian Amar sudah kembali menghampiri ketiga wanita yang sangat berarti dalam hidupnya.
Setelah mandi dan berganti dengan pakaian rumahan Amar terlihat lebih segar dan juga tampan tentunya
__ADS_1
Amar langsung menghempaskan tubuhnya diatas sofa samping sang isteri dan tanpa malu pria dewasa itupun merebahkan kepalanya di atas pangkuan sang isteri
" Kak ih... ngapain sih, jangan kayak gini dong enggak enak tahu sama mommy dan juga Amilia!" bisik Chessy protes dengan tingkah suaminya
Amar tidak peduli dengan protes sang isteri, dia malah mengusap lembut perut buncitnya lalu mendaratkan kecupan manis di sana
" Kak!" Chessy spontan memukul bahu Amar
" Awww.... apaan sih Yang kamu kok malah KDRT sih kakak kan cuma mau menyapa anak kita" Amar langsung terduduk sambil mengusap bahunya yang terkena pukulan tangan Chessy sebenarnya tidak sakit hanya Amarnya saja yang sedikit melebih-lebihkan
Chessy tidak menimpali hanya bibirnya saja yang manyun merasa kesal dengan tingkah suaminya yang enggak peka dengan situasi, bikin mood bumil jelek aja karena merasa malu dengan ibu mertua dan juga adik iparnya yang mentertawakannya
" Dih tuh bibir bikin gemas aja sih!" Amar mencomot bibir Chessy yang mengerucut membuat bumil langsung melotot kearahnya namun bukannya takut Amar malah tergelak renyah
" Kak Amar norak ih, gak jelas banget dari tadi sok pamer kemesraan!" ucap Amilia mencibik
" Diihh.... bilang aja iri!"
" Siapa yang iri, enggak yah aku juga bisa kok kayak kalian secara kan aku juga udah puny_" ucap Amilia sekenanya
" Eh awas aja ya dek kalau kamu berani mesra-mesraan sama Alex, ingat ya kalian baru calon belum jadi suami!" tegas Amar dengan cepat memotong ucapan adiknya
" Ishhh.... apaan sih kak, ya iyalah tunggu halal dulu lah, emangnya aku cewek apakah?" sahut Amilia mengerucutkan bibirnya
" Cewek apa dong?" Chessy ikut menimpali sambil tertawa
" Cewek jadi-jadian" celetuk Amar
" Amit-amit jabang bayi, kakak mulutnya ih" omel Chessy
" Eh?" Amar malah terkejut dengan respon Chessy yang sudah memasang wajah cemberut
Mommy Naura hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak dan menantunya
"Sudah-sudah kalian ini sudah seperti anak kecil saja!" mommy Naura menengahi
" Memang masih kecil mom" sahut Amilia
" Dih ngaku masih anak kecil tapi udah mau bikin anak kecil" ledek Amar
" Biarin aja wleeee.... suka-suka dong" balas Amilia
" Kalian ini ya, kalau udah ketemu tuh udah kayak tom and Jerry" ucap Chessy
Amar tertawa lalu meletakkan kepalanya di bahu sang isteri tapi detik berikutnya ia teringat dengan pembicaraan isteri dan adiknya sewaktu dia baru pulang
" Sayang!" Amar menegakkan badannya lalu menoleh pada sang isteri
" Apa?"
" Kamu belum jawab pertanyaan kakak yang tadi loh"
__ADS_1
Chessy mengernyitkan keningnya seraya menoleh kesamping " Pertanyaan yang mana kak?"
" Tadi kamu bilang enggak kakaknya enggak adiknya sama pencemburu dan cemburu sama orang yang sama, maksud kamu cemburu sama siapa, Alex ?"
" Menurut kakak?"
" Ishh.... ditanya kok malah nanya balik!"
Cheesy tertawa " Tuh Mil kak Amar kalau udah mendengar nama Alex langsung dah mulai muncul cemburuannya enggak nyadar apa kalau perut isterinya udah sebesar ini!" Ucap Chessy sambil mengelus perutnya yang buncit
Amilia tertawa " Itu berarti kak Amar terlalu bucin sama loe Chess!"
" Iya kayak loe ya yang mulai bucin sama Alex sampai-sampai gampang termakan gosip ya" ledek Chessy
" Cinta bilang bosss....!" ucap Cheesy kembali meledek
" Kayak sendirinya enggak bucin aja!" ucap Amilia balik
" Gue sih enggak bucin ya cuma buncit doang ini!" seloroh Chessy sambil terkekeh geli sendiri dengan ucapannya
Amilia pun ikut tergelak dengan ucapan sahabat merangkap kakak iparnya itu
" Sayang..!" Amar mencubit gemas pipi chubby sang isteri
Mommy Naura ikut terkekeh sambil geleng-geleng kepala
" Amar!"
" Iya mom" jawab Amar ketika mommy Naura memanggilnya dengan wajah serius
" Kamu ini sudah dewasa sebentar lagi akan menjadi seorang ayah, kurangi sedikit sifat cemburuan kamu itu, jangan sedikit-sedikit cemburu apalagi dengan alasan yang tidak jelas kasihan isteri kamu!" tutur mommy Naura mengingatkan
" Apa sih mom, cemburu itu kan tandasnya cinta mom!" sahut Amar
" Cemburu boleh asal pada tempatnya, ini bukan hanya buat kamu aja tapi buat kalian berdua juga!" mommy Naura melirik Amilia dan Chessy bergantian
" Jika sudah ada komitmen antara satu sama lain hal yang perlu diutamakan dalam menjalin sebuah hubungan, baik masih masa tunangan ataupun sudah menikah sekalipun tetap harus mengutamakan rasa saling percaya satu sama lain dan juga kejujuran" tutur mommy Naura seraya memberi petuah kepada anak dan menantunya
" Jangan karena sebuah hal kecil membuat masalah menjadi semakin besar karena adanya rasa saling curiga, cemburu yang berlebihan, ego yang tinggi dan juga rasa saling percaya yang kurang serta tidak adanya kejujuran" tambahnya lagi
" Ingat kunci keberhasilan dalam membina rumah tangga itu adalah adanya kejujuran dan rasa saling percaya antar pasangan"
Chessy dan Amar mengangguk mengerti begitu juga dengan Amilia meskipun dia dan Alex belum menikah tapi untuk menuju ke jenjang itu pun harus didasari kepercayaan dan kejujuran
" Terima kasih ya mom sudah mengingatkan dan memberikan kami ilmu yang sangat berharga ini, insyaallah kami akan selalu mengingatnya mom dan menjalankan sesuai dengan yang mommy ajarkan!" ucap Amar pada sang mommy
" Sama-sama sayang, kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan mommy juga!" ucap mommy
Naura beranjak dari duduknya lalu pindah ke sofa samping mommy Naura lalu memeluknya penuh kasih, Amar tersenyum melihat tingkah isterinya lalu beranjak berdiri ikut menghampiri mommy nya dan memeluknya dari belakang karena disamping kiri mommy Naura sudah ada Amilia yang tengah memeluk mommy Naura bersama Chessy yang memeluk mommy dari samping kanan
" Kami sayang mommy!" ucap mereka bertiga
__ADS_1
Mommy Naura pun terkekeh karena mendapat pelukan hangat dari anak-anak dan menantunya