
Setelah pembicaraan keduanya selesai Amar pun pamit pulang apalagi kedua orangtua Chessy pun sudah kembali
" Om, tante aku pamit pulang dulu, besok pagi-pagi aku dan keluargaku akan datang ke sini untuk meminang putri om, Chessy" ucap Amar sebelum pulang
" Iya kami akan menunggu kedatangan kalian" ucap Ayah Chandra
Saat keduanya tengah berbicara pintu diketuk dari luar dan detik berikutnya pintu pun terbuka. seorang pria seumuran Amar masuk ke dalam dengan tangan yang menenteng beberapa paper bag
" Tuan muda ini!" Roy yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut memberikan beberapa paper bag pada Amar
" Terima kasih Roy!" ucap Amar
Amar lalu memberikan paper bag tersebut kepada bunda Tia
" Maaf tante, ini ada titipan dari mommy katanya untuk dipakai Chessy besok " ucap Amar seraya menyerahkan paper bag yang ada di tangannya kepada bunda Tia
" Kenapa harus merepotkan seperti ini nak Amar?" ucap bunda merasa sungkan
" Tidak merepotkan kok tante, memang sudah seharusnya" ucap Amar
" Kalau begitu sampaikan salam bunda untuk mommy kamu ya" ucap Bunda
" Iya tante"
"Panggil bunda saja, besok kan nak Amar akan menjadi anak bunda juga" ucap bunda Tia seraya tersenyum
__ADS_1
Mendengar ucapan bunda yang menyuruhnya memanggilnya dengan sebutan bunda membuat hati Amar seketika menghangat, sungguh dia tidak pernah menyangka kalau orang tua dari gadis yang sudah dia hancurkan masa mudanya begitu legowo menerima pendosa seperti dirinya dengan begitu lapang dada
Tes
Tanpa terasa Amar menitikkan air matanya, ia merasa sangat terharu dengan sikap bunda Tia yang begitu baik terhadapnya.
Bunda Tia dan ayah Chandra nampak terkejut dengan reaksi Amar yang terlihat menitikkan air mata
" Nak Amar ada apa ?" tanya Ayah Chandra dengan kening yang mengkerut melihat pemuda yang ada di hadapannya itu tiba-tiba saja menitikkan air mata
Amar cepat-cepat menyeka air matanya yang tidak tahu malunya meluncur begitu saja
" Tidak apa-apa om" sahut Amar seraya menyunggingkan senyumnya yang terasa canggung untuk menutupi rasa malunya
Sungguh Amar dibuat tidak berkutik, hatinya semakin merasa terharu dengan kebaikan sepasang suami-isteri yang ada di hadapannya saat ini
" Ayah ... bunda...!" Amar langsung bersimpuh di hadapan pasangan suami isteri paruh baya itu
Roy membelalakkan matanya melihat Amar sikap Amar yang tidak seperti biasanya, atasannya yang terlihat selalu dingin dan angkuh itu rupanya bisa bertekuk lutut di hadapan orang tua gadis yang akan menjadi isterinya besok
Bukan hanya Roy yang terkejut bunda dan ayah Chandra pun sama terkejutnya mereka tidak menyangka Amar akan berbuat seperti itu
Chessy yang sedari tadi hanya diam saja melihat percakapan kedua orang tuanya dengan Amar tidak kalah terkejut, gadis itu pun dibuat menganga dengan apa yang tengah Amar lakukan
" Nak Amar jangan seperti ini, bangunlah!" Bunda Tia dengan cepat langsung membantu Amar berdiri namun pria itu menolaknya
__ADS_1
" Bunda.. ayah... sungguh aku merasa sangat bersalah kepada kalian, dengan sikap kalian yang begitu baik padaku membuat hatiku terasa sakit karena sudah menorehkan luka yang begitu besar pada keluarga kalian, kenapa?" Amar menjeda ucapannya menarik napasnya dalam-dalam
" Kenapa kalian begitu baik? padahal aku sudah membuat putri kalian menderita selama ini" Amar tidak kuasa menahan air matanya agar tidak tumpah
" Aku .. aku sungguh minta maaf pada kalian, sungguh aku minta maaf" ucap Amar dengan perasaan sangat bersalah
"Walaupun kata maaf itu tidak akan pernah cukup untuk menebus semua kesalahanku" lanjutnya dengan sangat lirih
Ayah Chandra mengulum senyumnya begitu juga dengan bunda. melihat sikap Amar membuat sepasang suami isteri bertambah yakin untuk menikahkan putri mereka pada laki-laki tersebut
" Bangunlah nak Amar jangan bersikap seperti ini!" kali ini Ayah Chandra yang bersuara
" Bangunlah, kami percaya kamu bisa membahagiakan putri kami Chessy jadi jangan pernah mengecewakan kepercayaan kami!' ucap ayah Chandra
" Asisten Roy bantu atasan mu itu berdiri!" Karena melihat Amar yang belum juga beranjak berdiri ayah Chandra beralih pada Roy dan memintanya untuk membantu Amar berdiri
" Tuan muda!" Roy membantu Amar berdiri
Amar tidak peduli lagi dengan rasa malunya di hadapan bawahannya itu, Amar hanya ingin mengungkapkan rasa bersalahnya
Chessy merasa terharu melihat apa yang sudah Amar lakukan tapi gadis itu berusaha untuk membuat dinding yang kuat agar tidak mudah percaya begitu saja pada laki-laki itu dan apalagi sampai jatuh cinta duluan
Amar sudah pergi bersama asisten pribadinya setelah berpamitan dengan bunda dan ayah Chandra
Dan tidak lama dari kepergian dua pria tersebut Amilia datang bersama Nila dan juga Dea
__ADS_1