
Amar menyuruh Roy untuk mengantarkan Amilia pulang sedangkan dirinya tidak membawa Chessy pulang ke rumah orangtuanya maupun ke mansion orang tuanya sendiri melainkan membawanya ke apartemen milik pribadinya
" Loh kak kenapa kita malah ke sini?" tanya Chessy yang nampak bingung setelah mobilnya terparkir di basmen apartemen Amar
" Malam ini kita menginap di sini aja ya sayang?"
Chessy mengerutkan keningnya menatap Amar dengan bingung
" Kita butuh privasi bukan?"tanyanya lagi
" Tapi kak_!"
" Kamu tenang aja, soal baju dan buku pelajaran, nanti kakak akan menyuruh orang untuk mengambilnya!" potong Amar
Chessy memasang wajah cemberut dan hal itu malah terlihat lucu dimata Amar
Mereka kini sudah berada di dalam apartemen milik Amar yang berada di lantai 20
" Kak!" panggil Chessy ketika Amar baru saja keluar dari dalam kamar mandi
" Ada apa?" Tanya Amar sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil
" Apa tidak sebaiknya kita pulang saja?" Chessy merasa kurang nyaman berada di dalam apartemen tersebut
" Kenapa memangnya?" tanya Amar menautkan kedua alisnya
" Emm... aku_" Chessy nampak ragu-ragu mengatakannya
" Ada apa? katakan saja?" bujuk Amar
" Aku takut kalau nanti tiba-tiba Opa datang ke sini dan melihat keberadaan ku kak!" ucap Chessy jujur karena sudah merasa sangat gelisah dan tidak tenang
Amar tersenyum lalu berjalan mendekati Chessy yang sedang duduk di tepi tempat tidur
" Kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu sayang, karena Opa tidak tahu apa-apa tentang apartemen ini" tutur Amar menenangkan sang isteri
" Sudahlah, sebaiknya kamu mandi dulu sana , bau hacem sekali isteri kecilku ini!" ledek Amar seraya menjepit hidungnya sendiri seolah mencium bau tak sedap
" Apa benar aku bau?" Chessy mencium badannya sendiri
Melihat tingkah Chessy yang sedang mencium aroma tubuhnya sendiri sontak saja hal itu membuat Amar tertawa geli
" Kakak kok malah ketawa sih!" kesal Chessy lalu mengerucutkan bibirnya
Bukannya berhenti tertawa Amar malah semakin tertawa membuat Chessy jengkel dan beranjak pergi
" Mau kemana?" Amar menarik tangannya hingga Chessy terjatuh ke pangkuannya
Deg
Netra keduanya pun bertemu dan entah siapa dulu yang memulainya keduanya pun saling bertukar Saliva
" Kamu itu tetap wangi meskipun belum mandi" bisik Amar berbisik di telinga Chessy sambil mengelus pipi Chessy yang sudah merah bak kepiting rebus
Sontak hal itu membuat bulu kuduk Chessy merinding dan menjalar getaran-getaran aneh yang berdesir keseluruh tubuhnya
" Kak!" desisnya
" Jangan pikirkan apapun termasuk Opa dan wanita itu, cukup pikirkan tentang perkembangan bayi kita saja hem!" Amar menarik Chessy kedalam pelukannya
" Jangan dengarkan apa pun yang dikatakan oleh mereka karena semuanya kita yang menjalaninya dan kita juga yang merasakannya, kita pikirkan saja kebahagiaan keluarga kecil kita ini terlebih dahulu terutama anak kita, baru setelah itu kita pikirkan mereka !" tutur Amar dan Chessy mengangguk
Keduanya pun mengurai pelukan masing-masing lalu Chessy beranjak dari pangkuan Amar
" Mandilah, aku tunggu di meja makan!" ucap Amar dan Chessy pun mengangguk
Setelah Chessy masuk ke dalam kamar mandi Amar keluar dari kamarnya dan menuju dapur
Amar membuka lemari pendinginnya dan melihat ada beberapa sisa bahan makanan yang masih tersedia
Akhirnya dari bahan yang ada Amar pun memutuskan untuk membuat nasi goreng
__ADS_1
Setelah selesai mandi Chessy menghampiri Amar yang sedang sibuk berkutat dengan wajan dan spatulanya memasak nasi goreng
" Kakak sedang apa?" tanya Chessy yang sudah berdiri di sampingnya seraya melirik wajan yang ada di hadapan Amar
Amar menoleh sekilas seraya tersenyum lalu kembali sibuk dengan spatulanya yang beradu dengan wajan
" Kakak sedang membuat nasi goreng, maaf ya cuma ada bahan seadanya" ucap Amar
Chessy tersenyum " Tidak apa-apa kak" sahut Chessy
Amar lalu menyuruh Chessy untuk duduk di kursi meja makan
" Tunggulah disini, sebentar lagi nasi gorengnya matang" ucap Amar sebelum menyelesaikan masaknya
Setelah nasi gorengnya matang Amar pun menyajikannya dua porsi untuk dirinya dan juga Chessy diatas meja
Chessy tersenyum sambil menikmati nasi goreng buatan Amar
" Kenapa? apa rasanya tidak enak ?" tanya Amar
Chessy menggeleng " Ini sangat enak kak rupanya masakan kakak melebihi koki di restoran bintang lima !" puji Chessy
Amar tersenyum mendapat pujian dari isteri kecilnya
Malam ini keduanya bermalam di apartemen, Chessy pun merasa jauh lebih baik saat Amar berada di dekatnya bahkan drama mual-mual di pagi hari pun tidak lagi ia rasakan jika bersama sang suami
Pagi ini pun Amar yang tidak ingin membuat isteri kecilnya kelelahan memilih untuk bangun lebih awal, ia akan membeli sarapan di luar sebelum Chessy terbangun
Tidak berapa lama Amar sudah kembali dengan menenteng kantong makanan ditangannya yang dia beli tidak jauh dari area apartemen
Amar membeli dua porsi bubur ayam lalu menyiapkan di atas meja makan setelah itu membuatkan susu ibu hamil untuk Chessy yang tadi sempat dibelinya
Ceklek
Amar masuk ke dalam kamar dan melihat Chessy yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi
" Kenapa kakak enggak bangunin aku?" Chessy berjalan ke arah lemari pakaian dan mengambil baju seragamnya yang tadi malam di antarkan oleh orang suruhan Amar
" Aku belum membuat sarapan untuk kakak" ucap Chessy lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti baju
" Mau kemana?" tanya Amar
" Pakai baju lah" sahut Chessy
" Kenapa harus ke kamar mandi, disini juga bisa" goda Amar
" Kakak mesum yang ada nanti otak kakak traveling kemana-mana dan bikin rusuh " sahut Chessy
Amar tergelak mendengar ucapan Chessy yang begitu blak-blakan
" Merusuh pada isteri sendiri apa salahnya, lagi pula anak kita sepertinya sangat menyukai papanya yang merusuh" goda Amar
Chessy mengerucutkan bibirnya " Sudah ah bicara sama kakak bisa-bisa bikin aku telat" Chessy hendak berbalik dan masuk ke dalam mandi
" Tapi kakak memang sudah berhasil membuat kamu telat sayang buktinya tuh di perut kamu" seloroh Amar yang seketika menghentikan gerakan Chessy yang baru saja memegang gagang pintu kamar mandi
Chessy berbalik dan melotot pada Amar " Kakak ih, ngeselin" Chessy langsung masuk ke dalam kamar mandi sedikit membanting pintu membuat Amar terjingkat kaget detik kemudian pria itu pun tertawa sambil menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup rapat
Setelah rapih dengan seragam sekolahnya dan Amar pun sudah siap dengan stelan jasnya keduanya pun berjalan menuju meja makan
" Kita sarapan dulu" ucap Amar
"Tapi aku kan belum membuat sarapan "
Amar tersenyum " Kakak udah beli bubur ayam tadi di dekat apartemen, enggak tahu kamu suka apa enggak"
" Lagi pula dikulkas sudah tidak ada bahan masakan yang bisa diolah" lanjutnya
" Kalau begitu nanti pulang sekolah aku akan pergi ke pasar, membeli isi kulkas" ucap Chessy
" Ke pasar?" Chessy mengangguk
__ADS_1
" Tidak sayang, nanti kita pergi sama-sama aja tapi tidak di pasar"
" Kenapa?" Chessy mengerutkan keningnya
" Karena pasar itu terlalu banyak orang dan juga sedikit kotor, kakak enggak mau kamu ke dorong-dorong orang bahaya untuk keselamatan kamu dan bayi kita sayang lagi pula bahan makanannya pun pasti sudah tidak segar lagi" tutur Amar
Chessy menghela nafas panjang " Iya juga sih karena sudah terlalu siang ya"
" Tuh kamu tahu"
" Yaudah terserah kakak aja deh"
Amar tersenyum " Gitu dong itu namanya isteri Sholehah yang nurut dengan suami" Amar membelai pipi Chessy
" Cepat habiskan buburnya setelah itu kita berangkat"
Chessy mengangguk dan setelah melahap habis bubur ayam yang dibeli Amar, Chessy pun meneguk susu buatan sang suami
" Susu ini_?" Chessy menantap gelas yang ada di tangannya
" Itu susu ibu hamil yang kakak beli di mini market " jawab Amar
Chessy tersenyum bangga, ternyata suaminya begitu perhatian padanya bahkan tidak merasa risih ketika membeli keperluan dirinya
Amar dan Chessy kini sudah berada di dalam mobil, sebelum berangkat ke kantor Amar terlebih dahulu mengantarkan Chessy ke sekolah
Dan sesampainya di sekolah Chessy langsung turun dari mobil Amar tapi sebelum itu Chessy sempat mencium punggung tangan Amar dengan takzim dan Amarpun mendaratkan kecupan singkat di keningnya
Beruntung kondisi sekolah masih sangat sepi dan Chessy keluar dari mobil Amar sambil melihat sekeliling
"Hati-hati, yang semangat belajarnya kalau ada apa-apa segera hubungi kakak!" pesan Amar sebelum melajukan mobilnya
Chessy kini sudah berada di dalam sekolah tepatnya tengah berjalan sendirian di lorong menuju kelasnya
" Dasar ja**Ng!" ucap seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Chessy
Chessy menghentikan langkahnya lalu menatap gadis yang tengah tersenyum sinis padanya
" Atas dasar apa loe ngatain gue ja**Ng!" sarkas Chessy
" Lalu sebutan apa yang cocok untuk cewek murahan yang udah menyerahkan dirinya kepada laki-laki?" ucap sinis gadis yang tidak lain adalah Claudia
Deg
Chessy melotot, gadis itu tidak menyangka jika teman sekelasnya itu bisa berbicara seperti itu kepadanya
" Apa maksud loe ngomong kayak gitu?" tanya Chessy dengan amarah yang tertahan
Claudia berjalan memutari Chessy seraya menatap gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kepala
" Loe sok naif pura-pura menolak Alex padahal gue yakin itu hanya cara licik loe untuk mendapatkan pria kaya, menggaet mereka dengan cara menyerahkan tubuh loe itu!" ketus Claudia
" Bahkan di acara pesta ulang tahun gue, loe juga menikmati malam itu dengan para pria iya kan?" tambahnya lagi
Chessy semakin membulatkan matanya, bagaimana mungkin Claudia berbicara seperti itu, apa mungkin gadis itu ada kaitannya dengan penjebakan malam itu
" Dan sekarang loe dengan sengaja mendekati dan menggoda kakaknya Amilia dengan memanfaatkan teman bodoh loe itukan? Loe benar-benar ja**Ng tidak tahu diri asal loe tahu kak Amar itu sudah punya kekasih dan mereka akan segera menikah" tutur Claudia dengan penuh percaya diri
" Kekasih ? menikah?" Chessy mengulang kata-kata Claudia
"Ya, kak Amar adalah kekasih kak Malika, kakak gue ngerti loe, dan sebaiknya loe buang jauh-jauh mimpi loe itu untuk mendapatkan kak Amar karena hanya kak Malika wanita yang pantas untuk kak Amar dan hanya kak Malika satu-satunya wanita yang dicintai kak Amar jadi jangan terlalu bermimpi deh loe untuk merebut kak Amar dari kak Malika"
Chessy memincingkan matanya menatap lekat Claudia " Gue sama sekali enggak minat menjadi perebut kekasih orang apalagi sampai melakukan hal licik, karena cinta itu bukan untuk dipaksakan, percuma saja meskipun loe berusaha sekuat tenaga untuk menggenggamnya jika memang bukan milik loe seberapa jauh pun loe membawanya pergi suatu hari nanti cinta itu pasti akan kembali kepemilik aslinya" tutur Chessy
" Dan satu lagi, gue enggak ngerti maksud dari kata-kata Loe tadi, tapi seandainya malam itu memang terjadi sesuatu dan loe tahu dengan pasti penyebab kejadian itu, gue saranin loe mengakui kesalahan Loe itu dari pada loe menyesal karena sudah berurusan dengan orang yang salah" tutur Chessy mengingatkan
" Cihh, emang loe siapa?" Claudia mencibik
" Gue memang bukan siapa-siapa tapi seandainya loe memang terlibat dengan kejadian malam itu , maka bersiap-siaplah untuk mendapatkan hukuman yang setimpal
Deg
__ADS_1
Claudia sebenarnya sedikit takut tapi apa boleh buat, gadis itu harus bisa memberanikan diri untuk tetap tenang