
Sesampainya di rumah sakit di Jogja mereka berempat langsung menuju ruang ICU dimana Opa Bara tengah di rawat
" Mommy itu daddy!" tunjuk Amilia saat melihat keberadaan daddy-nya bersama Oma di depan pintu ruangan yang bertuliskan ruang ICU
" Daddy!" mommy memanggil suaminya setelah berada tidak jauh dari tempat daddy Mahendra duduk bersama Oma
Daddy Mahendra langsung menoleh saat mendengar suara isterinya
" Sayang!"
Oma pun menoleh ke arah mommy dan yang lainnya
Setelah berada di dekat dad Mahendra dan Oma mereka menyalami dengan takzim satu persatu bergantian
" Bagaimana keadaan Opa dad?" tanya Amar
" Opa kamu masih berada di dalam ruang ICU, jika kondisinya malam ini stabil maka Opa sudah bisa melewati masa kritisnya dan akan di pindahkan ke ruang perawatan" tutur dad Mahendra
" Semoga saja Opa bisa melewati masa kritisnya" Ucap Amilia penuh harap
" Oma, bagaimana keadaan Oma?" tanya Amilia memeluk Omanya yang terlihat sedikit pucat
" Oma baik-baik saja sayang " Sahut Oma setelah mengurai pelukannya dengan Amilia lalu netranya menangkap sosok seorang gadis yang berdiri di samping Amilia
" Dia siapa?" tanya Oma pada Amilia menatap pada Chessy yang tengah tersenyum ramah
" Oh ini Chessy Oma, dia ini sahabat baik Amilia"jawab Amilia memperkenalkan Chessy sahabatnya kepada Omanya
" Oma!" Sapa Chessy seraya menyalami punggung tangan wanita renta itu dengan takzim
" Kamu cantik sekali nak!" puji Oma pada Chessy
" Terima kasih Oma tapi jauh lebih cantik cucu Oma yang satu ini" puji Chessy dengan lembut dan sopan sambil merangkul tangan Amilia
" Kalian sama cantiknya" timpal Oma lagi
Amar tersenyum tipis melihat keakraban Oma dan Chessy yang baru pertama kali bertemu
"Sa.. emmm...." Amar hampir saja keceplosan memanggil Chessy sayang
" Emm... Amilia, Chessy sebaiknya kalian istirahat saja dulu di rumah Oma ikut bersama Oma dan mommy pulang, besok pagi kalian bisa kesini lagi " ucap Amar yang mengkhawatirkan keadaan Chessy jika berada lama-lama di rumah sakit
Mommy yang mengerti maksud dari ucapan Amar pun langsung mengajak Chessy dan Amilia pulang ke rumah Oma, dia sendiri pun khawatir dengan kandungan sang menantu jika terlalu kelelahan
Setelah kepergian Chessy, Amilia,Mommy dan Oma, dad Mahendra menghampiri Amar yang tengah berdiri menatap Opa Bara dari balik kaca
" Kenapa kamu mengajak Chessy ke sini Mar?" tanya dad Mahendra yang cukup kaget melihat keberadaan Chessy diantara anak dan isterinya pada saat baru datang
" Aku tidak bisa meninggalkan Chessy dalam keadaan seperti ini dad, apalagi dia sering mengalami morning sickness setiap kali bangun tidur jika tidak ada aku disampingnya" ungkap Amar dengan jujur pada daddy-nya
" Lalu bagaimana kalau besok pagi dia mengalaminya di rumah Oma, apa tidak membuat Oma sama adikmu curiga?" tanya dad Mahendra yang mengkhawatirkan keadaan di rumah orangtuanya jika menantunya mengalami morning sickness dipagi hari
" Besok pagi-pagi sebelum subuh aku pamit pulang dad sebelum isteriku bangun" jawab Amar
" Bagaimana kalau Chessy tidur bersama adikmu?" tanya dad Mahendra
" Aku sudah meminta mommy untuk menyuruh Chessy tidur di kamar tamu dad!" sahut Amar dan dad Mahendra menanggapi dengan anggukan kepala
Setelah jam menunjukkan pukul 10 malam ada notif pesan masuk ke ponsel Amar
Dilihatnya layar pada benda pipih yang baru saja dia ambil dari saku celananya dan tertera pesan dari mommy nya yang mengatakan kalau sesuai yang diinginkan sang putra saat ini Chessy tidur di kamar tamu
Tadinya Amilia mengajak Chessy untuk tidur satu kamar dengannya dikamar yang biasa ia tempati setiap kali menginap di rumah Oma dan Opa nya namun bunda menyuruh Chessy tidur di kamar tamu saja dengan alasan masih banyak kamar tamu yang kosong di rumah itu.
Chessy yang sudah lebih dulu diberitahu oleh mommy kenapa mommy tidak membiarkan mereka tidur sekamar akhirnya membujuk Amilia untuk mengizinkannya tidur sendiri di kamar tamu saja yang terletak di lantai atas berseberangan dengan kamar yang Amilia tempati
Karena sudah merasa lelah Amilia pun mengiyakan saja kasihan juga dengan Chessy yang terlihat sudah sangat kelelahan jika ia terus memaksa
Tok tok tok
Chessy terkejut saat mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar
" Si... siapa ya?" tanya Chessy takut-takut apalagi rumah itu masih asing baginya
" Ini mommy sayang" sahut mommy Naura yang mengetuk pintu kamar Chessy
Ceklek
Pintu pun dibuka oleh Chessy
" Ini sayang, diminum dulu susunya" Chessy tercengang menatap gelas yang disodorkan oleh mommy kepadanya
" Amar tadi yang meminta mommy membuatkannya untuk mu, dan barang-barang kamu pun sudah ada di dalam lemari pakaian, Roy sudah menyuruh orang untuk mengantarkannya tadi saat kita masih berada di rumah sakit" tutur mommy menjelaskan kebingungan yang terpancar di wajah sang menantu
" Terima kasih mom!" Ucap Chessy lalu mengambil gelas susu yang di sodorkan oleh mommy
" Jangan lupa di minum ya!" pesan mommy sebelum beranjak pergi meninggalkan Chessy lalu menyempatkan sebentar mengelus lembut perut Chessy yang masih rata
" Sehat-sehat ya nak" ucapnya
" Amin, terima kasih mom" ucap Chessy dengan senyum yang terukir di wajahnya
__ADS_1
Setelah mengantarkan susu untuk menantu kesayangan mommy langsung pergi ke kamarnya untuk beristirahat
Pada saat jam menunjukkan pukul 4 pagi Chessy merasakan ada sentuhan lembut di area perutnya, sontak Chessy terkejut bukan main apalagi saat ia sadar saat ini berada di rumah yang masih cukup asing baginya.
Tiba-tiba saja tubuh Chessy menegang dan sedikit bergetar bahkan bulir bening pun menetes begitu saja tanpa di minta sampai seseorang yang berada di balik punggung Chessy pun tersentak kaget ketika merasakan tubuh Chessy yang bergetar seperti tengah ketakutan.
Tanpa pria itu sadari kalau Chessy sedang Dejavu teringat kembali pada tragedi malam kelam yang menyiksa batinnya
" Sayang kamu kenapa?" Amar yang tengah memeluk Chessy dari belakang pun langsung terduduk dan melihat keadaan Chessy dengan perasaan khawatir
" Sayang!" Amar membalikkan badan Chessy yang masih nampak bergetar
" Apa kakak mengejutkan mu?" tanya Amar sambil menyeka air mata Chessy yang masih merembes
Chessy masih sesenggukan, rasa takutnya begitu mendominasi karena bayang-bayang malam itu seakan kembali berputar di pikirannya
" Maafkan aku sayang!" ucap Amar menarik Chessy ke dalam pelukannya untuk menenangkannya
" Maaf" Amar mengecup lama kening Chessy berusaha memberikan rasa nyaman
Setelah berada dalam pelukan Amar lama-lama Chessy merasa kembali tenang, napasnya yang memburu pun sudah lebih teratur dan tubuhnya pun sudah tidak lagi bergetar
" Sudah merasa bisikkan?" tanya Amar dan Chessy mengangguk dengan pelan
" Maafkan kakak ya sudah membuat kamu terkejut, tadinya kakak tidak ingin mengganggu tidur kamu tapi malah membuat kamu ketakutan seperti itu, maaf ya!" ucap Amar yang masih merasa bersalah atas perbuatannya
Lagi-lagi Chessy hanya menjawab dengan anggukan kepala
" Tidur lagi ya!" Amar mengeratkan pelukannya dan Chessy merasa nyaman lalu dengan perlahan membalas pelukan Amar
Mereka pun akhirnya terlelap bersama sampai pagi menyapa
Chessy terjaga lebih dulu lalu netranya menangkap wajah tampan sang suami yang masih terlelap damai dalam mimpinya berada di hadapannya
Chessy tersenyum melihat garis wajah sang suami yang sangat tampan dan mempesona
" Jangan dilihat terus, suami mu ini memang tampan!" Ucap Amar dengan mata yang masih terpejam
Sontak Chessy dibuat terkejut dan menjadi salah tingkah
" Mau kemana?" Amar mencekal pergelangan tangan Chessy saat hendak turun dari tempat tidur karena ingin menutupi rasa malunya pada sang suami karena kepergok mencuri pandang
" Kak aku mau ke kamar mandi!" ucap Chessy beralasan
" Diamlah sebentar!" Amar menarik Chessy kembali rebahan di sampingnya
Amar membuka matanya lalu mendudukan dirinya, tangannya terulur mengusap lembut perut Chessy yang masih rata
Chessy dibuat menegang saat Amar mengecup perutnya
" Baik-baik ya anak papa, jangan rewel dan jangan membuat mama susah ya, mungkin untuk beberapa hari ini papa tidak bisa dekat-dekat dengan kamu dan juga mama kamu terus jadi jagain mama ya jangan bikin Mama mual dan merasa tidak nyaman ya anak papa yang hebat" ucap Amar seolah tengah berbicara dengan anaknya
" Kak!"
Amar mendongak dan kedua tatapan mereka pun bertemu
" Jika merasa tidak nyaman bilang ya sama kakak atau kalau tidak sama mommy!" pinta Amar
" Iya kak" ucap Chessy
" Dan kalau kamu menginginkan sesuatu bilang aja sama kakak jangan dipendam sendiri, kakak ingin yang terbaik untuk anak kita jangan merasa sungkan atau apalah itu, kakak adalah suami kamu apapun yang terjadi kakak pasti akan melakukan yang terbaik buat kamu" ucap Amar lagi meyakinkan Chessy yang harus belajar untuk menerima tanggung jawabnya sebagai seorang suami bukan lagi kepada ayah ataupun pada bunda
Chessy berkaca-kaca mendengar penuturan Amar
" Jangan menangis, kakak ini adalah suami kamu jadi kamu itu sudah menjadi tanggung jawab kakak baik di dunia maupun di akhirat kelak, udah jangan cengeng gitu nyonya Arman Alzena Mahendra!" goda Amar yang berhasil membuat Chessy tersenyum
" Kak bangun yuk, kita belum sholat subuh!" ucap Chessy
" Iya dek, kita sholat berjama'ah" Chessy mengangguk lalu keduanya bergantian masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu
Selesai sholat keduanya tengah duduk di tepi tempat tidur saling melempar senyum
" Dek!"
" Iya kak!"
" Apa pagi ini merasa mual?" tanya Amar sedikit cemas
Chessy menggeleng " Tidak kak" jawab Chessy dengan jujur
" Syukurlah kalau begitu" ucap Amar merasa lega
" Tapi bagaimana kakak bisa ada di sini, bukankah semalam kakak tidak ikut pulang dan menemani daddy di rumah sakit?" tanya Chessy yang cukup dibuat terkejut dengan keberadaan Amar di kamarnya
" Kakak sengaja pulang sebelum subuh, agar Oma tidak curiga dan kakak meminta mommy untuk menempatkan kamu di kamar tamu agar tidak satu kamar dengan Amilia, kakak tidak ingin kamu mengalami mual lagi di pagi hari jadi kakak buru-buru pulang sebelum kamu terbangun di pagi hari dengan keadaan muntah-muntah" terang Amar
Duh wanita mana yang tidak akan meleleh mendapatkan perhatian yang sangat berlebih dari sang suami, begitu juga dengan Chessy gadis itu merasa sangat terharu dan berbunga-bunga mendapatkan perhatian yang penuh dari Amar
" Terima kasih ya kak"
Amar menaikkan satu alisnya " Terima kasih untuk apa?"
__ADS_1
" Terima kasih karena sudah begitu perhatian " ucapnya malu-malu
Amar terkekeh lalu mengacak-acak gemas rambut Chessy
" Untuk apa berterima kasih segala, itu semua sudah menjadi kewajiban kakak dan kamu begini juga karena perbuatan bej_" Belum selesai dengan kata-katanya Chessy langsung membungkam mulut Amar dengan menempelkan satu jarinya dibibir
" Jangan katakan itu lagi kak, aku sudah ikhlas berdamai dengan takdir walaupun terkadang bayang-bayang itu masih seringkali menghantui tapi anggaplah ini adalah takdir kita kak, seperti yang pernah kakak katakan jadi jangan mengatakan hal itu lagi kak, kita hanyalah korban dari kezoliman orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan tidak berakhlak" tutur Chessy
" Wahh.... isteri ku memang hebat, kamu adalah wanita yang luar biasa sayang, tetaplah seperti ini, jangan pernah menyerah dan goyah pada keadaan apapun yang terjadi teguhkan lah hatimu untuk sebuah kebenaran dan kebahagiaan" pesan Amar
" Iya kak" Chessy mengangguk mengerti
" Kak, aku mau keluar dulu ya kakak juga sebaiknya kembali ke kamar kakak sebelum ada yang melihat!" ucap Chessy pada Amar
" Kita ke dapur aja ya, tolong buatkan kakak kopi" ucap Amar yang langsung di angguki oleh Chessy
Setelah melihat keadaan yang masih sepi Chessy turun lebih dulu menuju dapur dan tidak berapa lama Amar menyusul
Saat Chessy sampai di dapur ternyata sudah ada art yang biasa bertugas untuk memasak
" Pagi bi!" sapa Chessy
" Selamat pagi non, emmm... maaf non ini siapa ya kok saya baru lihat ya?" tanya bibi yang bekerja di rumah besar tersebut
"Perkenalkan saya Chessy bi, temannya Amilia " sahut Chessy memperkenalkan diri
" Oh temannya non Amilia" Art tersebut mengaguk mengerti
" Iya bi" sahur Chessy dengan ramah
" Non Chessy membutuhkan sesuatu?" tanya bibi yang melihat Chessy seperti mencari sesuatu
" Emm... maaf bi kopinya dimana ya? tadi kak Amar minta tolong dibuatkan kopi" ucap Chessy membuat art tersebut tersenyum
" Den Amar sudah datang non?" tanya si bibi
" Sudah bi, tuh sedang duduk di meja makan" Sahut Chessy seraya menunjuk Amar dengan ekor matanya
" Biar nanti bibi yang buatkan aja non kopinya" ucap di bibi menawarkan
" Tidak usah bi, biar saya saja yang membuatnya, saya kan nganggur dan bibi kan sedang sibuk jadi cukup beritahu aja dimana letak kopinya bi!" tolak Chessy dengan sopan
" yaudah kalau begitu, Itu non kopinya ada di sana, gelas sama air panasnya juga ada di sana" ucap bibi art tersebut
Terima kasih bi" ucap Chessy kemudian berlalu untuk membuatkan kopi untuk sang suami
Setelah menyajikan kopi untuk Amar yang sudah duduk di meja makan Chessy kembali ke dapur berniat untuk membantu si bibi
" Bibi sedang masak apa? apa ada yang biasa aku bantu bi?" tanya Chessy menawarkan diri
" Tidak perlu, sebaiknya kamu duduk saja atau jalan-jalan di sekitar taman menghirup udara segar!"
Bukan bibi yang menjawab tapi justru Amar yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya
" Kak!" Chessy
" Eh den Amar, apa kabar den kapan datang?" tanya bibi
" Sebelum subuh bi tadi mang Dimang yang bukain pintu" sahut Amar
" Kamu sudah bangun Chess?" tanya Mommy yang baru saja ikut bergabung
" Eh, mommy sudah mom" jawab Chessy
Mommy melirik ke arah Amar yang sudah kembali duduk di kursi meja makan
" Kamu kapan datang dari rumah sakit Mar?" tanya Mommy yang beralih pada sang putra yang sedang menikmati kopi buatan sang isteri
" Sebelum subuh mom" jawabnya
" Chessy sebaiknya kamu duduk saja, biar memasak urusan bibi" ucap mommy
" Tapi mom_"
" Udah enggak usah membantah, sebaiknya kamu duduk aja di sana gih" ucap mommy
Tidak berapa lama mommy menghampiri Chessy dengan membawa segelas susu rasa coklat untuk Chessy dan secangkir teh untuk dirinya sendiri
" Minumlah selagi hangat!" ucap mommy
Chessy menatap mommy dan Amar secara bergantian
" Udah cepat diminum susunya!" titah Amar saat melihat Chessy masih bergeming
" Seharusnya kan Chessy yang membuatkan minum untuk mommy tapi kok malah sebaliknya mom!"ucap Chessy merasa tidak enak dengan Mommy
" Tidak apa-apa sayang, udah cepat diminmun!" ujar mommy
Chessy pun dengan segera meminum susu buatan mommy
Hati Chessy mencelos, perhatian dan sikap mommy terhadapnya sungguh membuatnya merasa sangat terharu dan bahagia
__ADS_1