Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Chessy memilih pergi


__ADS_3

" Mau kemana kalian?"


Deg


Terdengar suara bariton yang sangat tegas menyambangi indra pendengaran mereka bertiga saat hendak melangkah keluar rumah


Sontak mereka bertiga yang tidak lain adalah Amar, Chessy dan Amilia menoleh ke sumber suara dan nampaklah sosok pria tua renta yang tengah duduk di kursi roda menatap mereka dengan tatapan tajam dan menusuk


" Apa begini cara kalian berprilaku tidak ada sopan santunnya, pulang di pagi buta tanpa berpamitan? sungguh tidak tau tata Krama apa karena gadis itu kau dan adik mu tertular tidak memiliki sopan santun?" sindir Opa begitu pedas dan menusuk hingga ke relung hati Chessy yang terdalam


Deg


Mata Chessy membulat sempurna menatap Opa dengan tatapan tak percaya, sebegitu buruk kah dirinya di mata Opa dari suaminya itu


" Cukup Opa? apa Opa tidak sadar apa yang aku dan Amilia lakukan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chessy jadi jangan terus melemparkan kesalahan yang Opa perbuat kepada orang lain!" tegas Amar


" Kamu sungguh keterlaluan Amar, bahkan disaat Opa masih dalam keadaan sakit pun kau masih berani menentang Opa mu ini!" marah Opa Bara


" Dan kamu!" Opa Bara menatap tajam kepada Chessy yang hanya berani menunduk


" Jika kamu ingin pergi dari rumah ini pergilah tapi jangan bawa cucu-cucu ku ikut dengan mu, aku akan menyuruh orang untuk mengantarkan mu pulang ke rumah mu dan jangan lagi kau dekati cucu-cucu ku terutama Amar!"


Jlep


Kata-kata Opa sungguh membuat Chessy merasa bagaikan terhempas ke dasar jurang, sakit sungguh sakit, bagaimana bisa ia menjauh dari pria yang merupakan ayah dari anak yang ada di dalam rahimnya


Sekuat hati Chessy berusaha untuk tidak menangis walaupun degup jantungnya tidak bisa ia kendalikan, sesak itulah yang kini Chessy rasakan, sikap Opa benar-benar menyadarkan dirinya yang hanya orang biasa dan tidak sebanding dengan Amar yang merupakan penerus keluarga Mahendra


" Tunggu apalagi, pergilah ikutlah dengan orang suruhan ku dan kau Amilia cepat masuk kembali ke kamar mu!" tegas Opa Bara


Chessy tidak berani membantah dan hanya bisa pasrah mengikuti keinginan Opa Bara, dia tidak ingin menimbulkan masalah yang menyebabkan keributan antara Opa dan Amar


" Tunggu Chessy, kamu datang bersama ku dan pulang pun tetap bersamaku!" Ucap Amar tegas membuat langkah Chessy akhirnya terhenti


" Opa tidak akan mengizinkan kamu pulang hari ini Amar, karena Opa sudah setuju untuk mengadakan pesta pertunangan mu dengan Selena malam ini jadi jika dia mau pulang biarkan saja dia pulang tapi kau tetap di sini!" ucap Opa penuh dengan penekanan


Amar tersenyum miring lalu menatap Opanya dengan tatapan yang sulit diartikan


" Jika Opa sudah setuju dan sudah menentukan hari pertunangan itu lakukan saja sesuai dengan keinginan Opa" ucap Amar dan seketika Opa menyunggingkan senyumnya


Chessy menatap Amar dengan tatapan tanda tanya namun Amar malah membalasnya dengan senyuman


" Ayok!" Ucap Amar seraya meraih tangan Chessy


" Kak!" ucap Chessy lirih


" Mau kemana kamu Amar!" teriak Opa saat Amar terus menarik pergelangan tangan Chessy


Amar menghentikan langkahnya lalu berbalik badan " Aku akan mengantarnya pulang!"


" Apa maksudmu?"

__ADS_1


" Chessy datang bersamaku dan dia pun hanya akan pulang dengan ku, soal pertunangan yang sudah Opa tentukan itu lakukan saja sesuka hati Opa karena aku tidak berminat sama sekali" Sahut Amar


" Aku sama sekali tidak tertarik dengannya tapi kalau Opa tertarik dan menyukainya silahkan Opa saja yang bertunangan dengannya jika perlu menikahinya!" lanjutnya lagi


Sontak saja jawaban Amar membuat Opa begitu marah


" Keterlaluan kamu Amar, Opa tidak akan membiarkan kamu keluar dari rumah ini kamu harus tetap bertunangan dengan Selena jika perlu menikah hari ini juga!"


Deg


Tubuh Chessy terasa lemas, tulang-tulangnya seakan lepas beruntung dengan gerakan cepat Amar merengkuh tubuhnya yang hampir terjatuh


" Chessy!" Amilia yang sejak tadi diam saja mendengar perdebatan Opa dan Kakaknya akhirnya ikut berbicara setelah melihat keadaan Chessy yang hampir saja terjatuh


Amilia langsung menghampiri Chessy dan merangkulnya


" Opa sungguh keterlaluan" kali ini Amilia ikut memberontak karena Opanya sudah membuat sahabatnya nampak begitu tertekan


" Kamu jangan ikut campur Amilia, gara-gara temanmu itu Amar jadi sangat membangkang" marah Opa dengan sikap Amilia yang terkesan begitu membela Chessy


" Apa yang dilakukan oleh kak Amar tidak ada kaitannya dengan Chessy Opa, kenapa Opa selalu bersikap buruk terhadap Chessy, apa salah Chessy pada Opa?" Cerocos Amilia protes dengan apa yang sudah dilakukan Opanya


" Karena dia tidak sepadan dengan keluarga kita, dan sebaiknya kamu juga jangan lagi bergaul dengannya karena dia bisa membawa dampak buruk buat kamu!"


Jlep


Jantung Chessy bagai diremas-remas, sakit sangat sakit berkali-kali kata-kata yang Opa lontarkan begitu menyakitkan


" Opa rasa kalian pasti sudah tahu kalau dia adalah gadis yang tidak benar, dan Opa tidak mau gara-gara dia nama baik keluarga kita jadi tercoreng" terang Opa membuat Amar mengepalkan tangannya hingga buku-buku tangannya nampak memutih


" Gadis tidak benar bagaimana maksud Opa?" Kali ini Amar yang angkat bicara


" Dia adalah gadis yang tidak bisa menjaga kehormatannya, bergaul dengannya bisa-bisa kamu juga akan kehilangan kehormatan mu Amilia " sahut Opa Bara dengan sangat sadisnya


Chessy membelalakkan matanya mendengar ucapan Opa Bara yang begitu menyayat hati, kenangan pahit itupun kembali terlintas dalam ingatannya


Tubuh Chessy bergetar hebat, keringat dingin mulai membanjiri keningnya


Mata Amar menyalang merah, ia berusaha untuk tidak lepas emosi terhadap Opanya. Amar menatap Chessy yang sedang berusaha untuk tidak menitikkan air matanya


" Op_!"


" Kak sebaiknya aku pulang sendiri saja, jangan buat keributan lagi kak!" Ucap Chessy memotong ucapan Amar setelah mengusap air matanya dengan kasar


" Tidak akan kakak biarkan kamu pulang sendirian!" tegas Amar


Mendengar suara keributan di luar Dad Mahendra dan Mommy Naura akhirnya keluar dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Chessy dengan mata yang sembab berada di dalam rangkulan Amilia


" Kalian belum berangkat?" tanya dad Mahendra yang masih melihat keberadaan anak dan menantunya di rumah itu


" Jadi kalian berdua sudah tahu kalau mereka akan pergi?" tanya Opa

__ADS_1


" Iya, mereka sudah izin pada kami. Besok mereka sudah masuk sekolah dan tidak baik terlalu lama izin bolos sekolah pah!" Sahut Mommy Naura


" Tapi kenapa kalian tidak membicarakan ini dulu padaku padahal aku sudah sepakat dengan Hermawan akan melaksanakan acara pertunangan antara Amar dan Selena malam ini" marah Opa


Dad Mahendra mendengus kesal " Opa sendiri pun tidak meminta pendapat kami terlebih dahulu dan mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya kepada kami terlebih dahulu setuju atau tidak Amar dijodohkan dengan Selena" sarkas Dad Mahendra yang akhirnya tahu penyebab menantunya sampai sembab seperti itu matanya


" Amar adalah putra kami, jadi soal jodohnya kami pun berhak tahu dan berhak mengambil keputusan untuknya!" ucap mommy Naura yang tidak terima dengan sikap mertuanya yang sudah bertindak seenaknya


" Aku Opanya, aku juga berhak menentukan kebahagiaan cucu-cucu ku terutama Amar" Ucap Opa yang begitu keras kepala dan tidak mau mengalah


" Aku ibunya yang melahirkan dia dengan bertaruh nyawa, jadi aku yang berhak menentukan baik atau tidak pilihan putra ku sendiri untuk kebahagiaannya" tegas Mommy Naura


Opa mengernyitkan keningnya merasa aneh dengan sikap dad Mahendra dan Mommy Naura yang tidak biasanya mereka berani menentang keinginannya


" Kamu sudah berani membantah rupanya Naura!"


Deg


Mommy Naura sedikit tersentil dengan ucapan Opa


" Maaf Opa, tapi aku hanya ingin putraku mendapatkan kebahagiaannya sendiri" terang mommy


" Sudahlah, pokoknya aku tidak mau tahu malam ini Amar harus bertunangan dengan Selena jika perlu langsung menikah saja!" tegas Opa tidak ingin di bantah


" Dan kau pergilah sekarang jangan membuat rumah ini menjadi kacau gara-gara kehadiran mu!" ucap pedas opa Bara


Chessy hanya bisa menitikkan air matanya sedangkan Amilia berusaha untuk memberinya kekuatan dengan mengelus lembut punggungnya yang nampak bergetar


Chessy yang sudah tidak kuat lagi berada di tempat itu akhirnya memilih untuk pergi, Amar yang melihat Cheesy berlari dengan paniknya langsung mengejar begitu juga dengan Amilia


" Berhenti Amar, jika kamu tetap mengejarnya maka jangan anggap Opa ini Opamu lagi!" ancam Opa Bara


Amar menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Opa Bara


" Pergilah Amar, kejar dia! jangan hiraukan ucapan Opa mu!" seru seorang wanita yang sejak tadi hanya diam saja mendengarkan perdebatan suami dan cucunya itu yang nampak semakin tidak terkendali


" Sayang, apa maksudmu? kenapa kamu_?"


" Cepat Amar pergilah susul dia , jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan!" tegas Oma yang sejak tadi menunggu kesempatan untuk bicara


" Oma?" Beo Amar


" Pergilah!"


Amar mengangguk lalu berlari mengejar Chessy yang sudah terlihat cukup jauh keluar dari gerbang rumah Opa Bara dengan Amilia yang juga tengah mengejarnya


" Jangan karena keegoisan mu yang lebih mementingkan sahabatmu itu, kamu akan menyesali keputusan mu setelah kamu merasakan kehilangan keluarga mu sendiri terutama cucu-cucumu!" tutur Oma yang memang tidak menyetujui keputusan suaminya yang menginginkan Amar menikah dengan Selena wanita yang tidak di sukai oleh cucunya


Opa terdiam sejenak lalu pergi begitu saja tanpa bicara sepatah kata pun


Mommy dan dad Mahendra nampak cemas karena mengkhawatirkan keadaan menantunya dan juga calon cucunya yang berada di dalam kandungan

__ADS_1


__ADS_2