Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Menghindar


__ADS_3

Sudah beberapa hari terakhir Chessy selalu menghindar ajakan dari Amilia, setiap diajak ke kantin dan keperpustakaan bareng gadis itu selalu saja menolak dengan alasan ingin tetap berada dikelas


Chessy masih begitu syok mendapati kenyataan yang begitu menyakitkan baginya, ada perasaan yang entah apalah itu setiap kali dia sedang bersama Amilia


Dia benar-benar tidak habis pikir orang yang selama ini sangat ingin dihindarinya ternyata malah ada berada di sekitarnya yang lebih mengejutkan lagi dia adalah kakak dari sahabat baiknya


Chessy belum sanggup menceritakan hal yang sebenarnya pada sahabatnya itu, karena tidak adanya bukti Chessy pun merasa takut jika Amilia menganggapnya berbohong dan berpikir hanya ingin memanfaatkan kedekatan mereka saja sama halnya seperti yang biasa di katakan oleh Claudia dan juga teman-teman mereka yang lain padahal kenyataannya belum tentu Amilia bersikap seperti itu


Chessy yang biasanya selalu pulang bersama Amilia kali ini gadis itu lebih memilih pulang sendiri


Menghindari Amilia adalah satu-satunya cara yang bisa Chessy lakukan saat ini, dia tidak ingin bertemu kembali dengan kakak dari sahabatnya itu


" Chess tunggu!" teriak Amilia saat Chessy sudah lebih dulu pergi meninggalkan kelas


" Ada apa sih Li, akhir-akhir ini Chessy sikapnya kok aneh gitu ya, dia lebih banyak diam dan selalu aja nolak kalau diajak ke kantin dan pulang juga keliatannya buru-buru terus" Ucap Nila


" Iya Li, apa kalian sedang bertengkar?" Dea pun ikut bicara


Mereka bertiga kini sedang berjalan di lorong sekolah


" Gue juga enggak tahu, sejak beberapa hari yang lalu yang waktu kita batal jalan-jalan karena Chessy pulang gitu aja padahal udah sampai rumah gue, sikap dia tuh jadi berubah banget" tutur Amilia


" Tumben bertiga, si Upik abu kemana tuh? apa udah sadar dengan statusnya ya ?" tiba-tiba muncul seorang gadis dengan gaya angkuhnya dengan tawa meremehkan


Amilia nampak menggertakkan giginya mendengar ocehan Claudia yang menurutnya tidak bermutu itu


" Jaga ya tuh mulut, mau gue robek-robek apa biar kata-kata yang keluar dari mulut loe itu hal yang berpaedah bukan sampah" ketus Amilia


" Loe_?" Marah Claudia


" Udahlah Clau, kita pergi aja yuk enggak usahlah mencari ribut!" Tangan Claudia di tarik oleh kedua temannya


Claudia ingin memberontak tapi tarikan tangannya kedua temannya sangatlah kuat


Amelia yang kini sudah berada di dalam mobil jemputannya semakin dibuat bingung dengan sikap Chessy apalagi setiap kali di hubungi sahabatnya itu selalu menolak panggilannya bahkan pesan pun hanya di jawab ala kadarnya


" Ches loe kenapa sih, sejak hari itu loe kok jadi aneh gini, apa jangan-jangan ada kaitannya dengan kak Amar ya, mereka kan hari itu sempat bertemu tapi kenapa? apa mungkin kak Amar mengatakan sesuatu yang melukai hatinya setelah kak Amar tahu tentang masa lalu Chessy?" gumam Amilia seraya menatap keluar jendela kaca mobil


Sekitar 30 menit perjalanan, akhirnya mobil yang menjemput Amilia sudah sampai di mansion


Amilia berjalan lesu pikirannya terus saja pada perubahan Chessy yang terjadi akhir-akhir ini, gadis itu pun langsung berjalan menuju kamarnya


" Kok masuk rumah enggak ngucapin salam?" tegur sang mommy yang kebetulan baru keluar dari arah dapur


Amilia yang baru saja ingin menaiki anak tangga berbalik badan lalu menghampiri mommy nya

__ADS_1


" Maaf mom, Assalamualaikum!" ucapnya dengan sendu


" Wa'alaikum salam, tapi kok kayak enggak semangat gitu, ada apa hem?" tanya mommy Naura


" Enggak ada apa-apa kok mom, lagi capek aja"


" Beneran?"


" Iya mom, Lia masuk ke kamar dulu ya mom!" pamit Amilia


" Iya sayang!"


Amilia masuk ke dalam kamarnya dan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur


Mata Amilia menatap ke langit-langit kamarnya, pikirannya begitu kacau memikirkan tentang Chessy


Sementara di sebuah gedung yang menjulang tinggi seorang pria tengah marah-marah pada karyawannya


Semua karyawan nampak begitu ketakutan apalagi atasan mereka tidak pandang bulu memarahi siapa saja baik karyawan wanita maupun pria


Roy nampak heran belakangan ini atasannya itu sering marah-marah hanya karena masalah sepele bahkan sikapnya pun semakin dingin


" Aaaa ..!" Amar meremat rambutnya merasa geram dengan kinerja para karyawannya yang menurutnya tidak berguna


" Tuan!"


" Seleksi kembali para karyawan yang bekerja di perusahaan ini, aku tidak mau ada karyawan yang bekerja tidak profesional. jika mereka masih mau bekerja di perusahaan ini bekerja dengan baik jangan banyak bersantai apalagi bergosip!" ucap Amar dengan tegas


" Baik tuan" jawab Roy


" Apa kau sudah mendapat informasi tentang wanita itu?" tanya Amar mengubah arah pembicaraannya


" Sepertinya gadis yang bersama dengan anda malam itu memang benar sahabat nona muda tuan" jawab Roy


" Jangan mengambil kesimpulan sendiri Roy!"


" Tidak tuan, karena anda dan nona muda waktu itu memang menghadiri pesta ulang tahun yang sama yaitu adik dari Malika yang bernama Claudia dan dia adalah teman sekolah nona muda"


Deg


" Berarti benar dia gadis yang sama?" batin Amar


" Pantas saja gadis itu nampak begitu ketakutan"


" Sepertinya gadis itu juga telah di jebak tuan dan yang saya curigai adalah temannya sendiri tuan"

__ADS_1


" Setelah saya mencari informasi tentang gadis yang bernama Chessy Fazila_"


" Tunggu dulu, siapa nama gadis itu ?"


" Chessy Fazila tuan" jawab Roy


" Chessy Fazila" Amar mengulang-ulang nama itu


Tinggg


Tiba-tiba Amar teringat dengan kalung yang ia temukan di dalam kamar di villa itu, Amar pun mengeluarkan sebuah kotak dari laci yang ada di meja kerjanya


Amar membuka kotak yang diambilnya dari dalam laci, dan kotak tersebut berisi kalung yang ia temukan di villa


" CF!" gumamnya


" Apa mungkin CF ini adalah singkatan dari nama Chessy Fazila, Roy?" Amar memperlihatkan pada Roy kalung yang berada di tangannya


" Bisa jadi tuan" jawab Roy


" Jadi benar Roy sahabat dari adikku itu adalah orang yang sudah aku renggut kesuciannya?" Amar mengusap wajahnya dengan kasar


"Apa yang harus aku katakan pada Amalia, Roy?"


" Bahkan Amilia meminta bantuan ku untuk mencari tahu siapa yang sudah menjebak Chessy " tutur Amar


" Memang sungguh kasihan nasib nona Chessy tuan, dia adalah anak satu-satunya dari pasangan suami isteri Tuan Chandra dan nyonya Tia mereka dari keluarga yang sederhana dan nona Chessy bisa masuk sekolah SMA Tunas Bangsa pun dari hasil beasiswa yang didapatnya" tutur Roy


Roy pun menceritakan beberapa prestasi yang didapat oleh Chessy di sekolah


Ada rasa bangga dan haru pada diri Amar terhadap Chessy begitu juga dengan rasa bersalahnya yang semakin menguat


" Tuan" panggil Roy setelah Amar nampak terdiam


" Ada apa!" tanya Amar


"Emmm... sepertinya saat ini nona Chessy sedang menghindari Nona muda"


" Apa? kenapa bisa begitu?"


" Entahlah tuan, tapi tadi pak Lukman bilang nona muda terlihat murung dan sudah beberapa hari ini juga nona Chessy tidak mau pulang bareng dengan nona muda"


" Apa dia sengaja menghindari Amalia?" batin Amar


Pikiran Amar pun melayang jauh, ia tidak tahu harus berbuat apa, menghindar terus pun bukanlah solusi yang baik

__ADS_1


Amar berusaha untuk berpikir bagaimana caranya untuk berbicara dengan Chessy dan menyelesaikan masalah mereka secara baik-baik


Bagaimana pun Chessy adalah korban dan dia bukanlah pria berengsek yang akan lari dari tanggung jawab begitu saja


__ADS_2