Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Chessy pulang ke rumah


__ADS_3

Chessy baru saja sampai di rumah sederhana milik keluarganya, ia pulang ditemani Amilia karena ia masih merasa takut menghadapi kedua orang tuanya sendirian


" Udah enggak usah gugup gitu, kalau sikap loe kayak gini justru malah bikin mereka curiga" ucap Amilia mengingatkan Chessy yang nampak gugup dan gelisah


" Iya, ini juga gue udah berusaha untuk bersikap tenang tapi tetap aja rasanya tuh gugup banget takut mereka curiga sama gue Mil" sahut Chessy yang memang tidak pernah berbohong kepada kedua orangtuanya


Amilia menggenggam tangan Chessy yang terasa sangat dingin dan berusaha untuk menenangkannya


" Loe harus bisa Chess, kecuali ya kalau loe memang sudah siap untuk mereka mengetahui semuanya" ucap Amilia yang membuat Chessy seketika membulatkan matanya


" Enggak... gue enggak mau mereka tahu, jika mereka tahu pasti mereka akan sangat sedih dan juga kecewa banget sama gue" ucap Chessy yang dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya


" Yaudah kalau gitu loe harus bisa bersikap tenang dan bersikaplah seperti biasanya !"


" Iya,akan gue usahakan"


Keduanya pun berjalan memasuki rumah tersebut dengan tangan yang masih berpegangan


" Assalamualaikum" ucap Chessy dan Amilia bersamaan saat memasuki rumah yang bercat warna putih itu


" Wa'alaikum salam!" jawab seseorang dari dalam rumah


Ceklek


" Sayang!" ucap bunda Dian


" Bunda!" Chessy tiba-tiba memeluk bundanya lalu menangis


Amilia hanya bisa menghela nafas panjang melihat reaksi Chessy saat bertemu dengan bundanya


" Loh putri bunda kok nangis sih?" ucap bunda Dian yang terkejut dengan tingkah putrinya itu lalu mengajaknya masuk ke dalam rumah


" Ayok masuk!" ucap bunda Dian pada Amilia


" Terima kasih tante" ucap Amilia seraya mengekor masuk ke dalam rumah


Sampainya di ruang tamu Chessy kembali memeluk bunda Dian


" Ih tumben banget anak bunda manja gini, enggak malu apa sama temannya?" Bunda Dian mengusap-usap punggung sang putri tersayang


Setelah merasa jauh lebih tenang Chessy pun mengurai pelukannya lalu cepat-cepat menghapus air matanya yang sempat menetes


" Kamu kenapa hem?" tanya bunda Dian dengan nada lembut pada sang putri


Chessy tersenyum lalu melingkarkan tangannya di pinggang sang bunda " Kangen!" ucapnya dengan manja


Bunda Dian yang mendengar jawaban putrinya sungguh dibuat gemas, ia pun mencubit hidung mancung putri kesayangannya itu


" Baru tiga hari menginap sudah kangen bagaimana kalau sudah menikah nanti" ucap bunda Dian yang seketika membuat Chessy terdiam


Jlep


Menikah? Chessy terus terngiang dengan satu kata itu, apakah ada laki-laki yang mau menikah dengannya? mau menerima keadaan dirinya apa adanya?

__ADS_1


Chessy menggelengkan kepalanya berkali-kali membuat bunda Dian dan Amilia memicingkan matanya menatap Chessy


" Sayang!" panggil bunda Dian meraih tangan putrinya lalu mengusap-usap punggung tangannya


" Bun, Chessy enggak mau menikah.. " Amilia membelalakkan matanya mendengar ucapan sahabatnya itu begitu juga dengan bunda Dian


" Loh kok putri bunda ngomongnya kayak gitu sih?" Bunda Dian mengusap lembut pipi bulat Chessy


" Chessy enggak mau menikah bun, Chessy mau sama bunda dan ayah aja, Chessy enggak mau pisah dengan kalian, Chessy mohon bun jangan usir Chessy dari rumah ini!" Ucap Chessy yang tiba-tiba saja sudah menitikkan air matanya karena merasa begitu takut kedua orang tuanya tidak bisa menerima pil pahit sebuah kenyataan yang sungguh sangat menyakitkan itu


Amilia yang melihat Chessy menangis sedikit merasa cemas, ia takut Chessy kembali teringat malam kelamnya itu dan membuatnya kembali histeris


" Chess!" panggil Amilia menatap Chessy lembut seraya menggelengkan kepalanya pelan berharap Chessy mengerti isyarat yang ia berikan


Chessy dengan cepat menghapus air matanya kembali dan memaksakan senyum diwajahnya


" Bunda jangan paksa Chessy untuk menikah ya, Chessy masih ingin meraih cita-cita Chessy dulu bun, Chessy juga belum siap untuk berpisah sama ayah... sama bunda" ucap Chessy yang terasa begitu getir dan menyayat hati


" Iya sayang, bunda sama ayah tidak akan memaksa kamu untuk menikah muda kok, ya kecuali_"


" Kecuali apa bun?" tanya Chessy penasaran


" Kecuali jika kamu berbuat nakal" seloroh bunda Dian seraya terkekeh


Deg


Wajah Chessy seketika berubah pias, ia begitu tertampar keras oleh ucapan bunda Dian


Nakal? dalam artian apa nih nakalnya? pikir Chessy dan juga Amilia


Glek


Chessy dan juga Amilia terasa sulit menelan salivanya yang tercekat di tenggorokan


Apakah kata NAKAL artian bunda itu adalah melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan dengan seseorang yang belum halal


Keduanya nampak melamun memikirkan nasib yang akan menimpa Chessy kedepannya jika sampai semua orang tahu apa yang sudah terjadi pada dirinya terlebih lagi kedua orangtuanya


" Kalian kenapa?" tanya bunda Dian yang melihat ketegangan di wajah Chessy dan juga Amilia


" Eh, enggak kenapa-napa kok bun cuma horor aja dengarnya kalau sampai di usir dari rumah" sahut Chessy seraya menggigit bibir bawahnya


" Ya makanya kamu jangan nakal biar enggak di usir!" ucap bunda Dian sambil terkekeh


" Udah ah enggak usah membicarakan sesuatu yang jelek kayak gitu, putri bunda mah enggak akan diusir dari rumah ini kan anak bunda mah anak baik iyakan Amilia?"


" Eh? emm...I..iya tante" jawab Amilia yang merasa sangat gugup


Amilia dan Chessy kini sudah berada di dalam kamar, sementara bunda Dian sedang memasak untuk makan siang


Selesai dengan kegiatan memasaknya bunda Dian langsung pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap


Hari ini bunda Dian mau mengantarkan bekal makan siang untuk ayah Harry yang berada di kantor tapi sebelum berangkat bunda Dian menghampiri putrinya terlebih dahulu yang tengah berada di dalam kamar

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Sesampainya di depan pintu kamar Chessy, Bunda Dian pun mengetuk pintu kamarnya


" Chessy sayang, buka pintunya nak!" panggil bunda Dian dari balik pintu memanggil nama putrinya


" Iya bun, sebentar!" teriak Chessy dari dalam kamarnya


Ceklek


Chessy membuka pintu kamarnya dan sudah ada bunda Dian yang berdiri di ambang pintu


" Iya ada apa bun?" tanya Chessy setelah membuka pintu kamarnya


" Bunda tadi sudah masak, kamu ajak Amilia makan siang bareng gih, bunda mau ke kantor ayah dulu mau antar bekal makan siangnya!" ucap bunda Dian pada sang putri


" Iya bun nanti Chessy ajak Amilia makan!" sahut Chessy


" Yaudah, kalau gitu bunda pergi dulu ya kamu hati-hati di rumah !" pesan bunda Dian sebelum berangkat


" Iya bun, bunda juga hati-hati ya di jalan!" ucap Chessy pada sang bunda


Chessy kembali masuk ke dalam kamarnya setelah bunda Dian pergi


" Ada apa?" tanya Amilia yang tengah duduk di atas tempat tidur sambil berbalas pesan


" Bunda menyuruh kita makan" Sahut Chessy


" Wah bunda loe pengertian banget ya Chess, tau aja kalau gue udah lapar" ucap Amilia lalu tergelak sendiri


" Iya dong bunda siapa dulu " ucap Chessy dengan bangga


" Iya...iya... bunda loe memang bunda siapa lagi" ucap Amilia dan membuat Chessy tertawa


" Yaudah kalau gitu kita makan sekarang aja yuk!" ajak Chessy


" Boleh lah, tapi tunggu sebentar ya gue mau membalas pesan dulu" ucap Amilia membuat Chessy mengerutkan keningnya merasa sedikit penasaran karena sedari tadi Amilia terlihat begitu serius berbalas pesan dengan seseorang


" Loe dari tadi serius banget Mil, berbalas pesan dengan siapa sih?" tanya Chessy yang memang sangat penasaran


" Oh, ini gue lagi berbalas pesan dengan kakak gue" jawab Amilia dengan jari yang masih berjoget dengan lincahnya di layar ponselnya


" Kakak loe?" tanya Chessy


Amilia menganggukkan kepalanya " Iya Chess, Kakak gue yang baru aja pulang dari Jerman " Sahut Amilia lagi


" Tapi dari kemarin kok kakak loe enggak ada di rumah?" tanya Chessy


" Ya karena kakak gue enggak mau pulang ke mansion Daddy, dia lebih betah tinggal di apartemennya" terang Amalia dan Chessy pun mengangguk pelan

__ADS_1


Setelah selesai berbalas pesan dengan Sang Kakak Amilia pun ikut turun ke bawah bersama Chessy


Keduanya lalu menikmati makan siang mereka bersama-sama, menikmati makanan yang sudah di hidangkan di atas meja makan


__ADS_2