
Semenjak mengakui perasaannya terhadap Chessy pada Amilia, Amar kini sudah tidak sembunyi-sembunyi lagi ketika berdekatan dengan Chessy bahkan kebersamaan mereka terkadang membuat Amilia merasa terasingkan oleh sang kakak membuat gadis itu mengajukan protes dan bersikap lebih posesif terhadap Chessy
Hari ini mereka akan pulang ke Ibu kota sebelum pulang mereka sudah memberitahu mommy Naura dan dad Mahendra terlebih dahulu agar keduanya tidak terlalu mencemaskan keadaan mereka
Setelah sekian jam menempuh perjalanan menuju ibu kota akhirnya mereka kini sudah berada dihalaman mansion dad Mahendra
" Sudah sana cepat masuk, kakak mau mengantar Chessy pulang dan kemungkinan juga kakak tidak pulang ke rumah ini " ucap Amar setelah mereka berada di depan pintu rumah
" Ishhh.... kakak ini tega banget sih ninggalin adiknya di rumah sendirian!" Amilia memasang wajah cemberut
" Bukan begitu dek, kakak masih ada urusan lagi, nanti setelah mengantarkan Chessy, kakak akan pulang ke apartemen masih banyak pekerjaan yang menunggu kakak" tuturnya
" Lagi pula kamu kan enggak sendirian ada bi Suroh juga di dalam dan juga art yang lainnya" tambahnya lagi
Amilia mendengus kesal karena ia tahu kalau sang kakak memang orang yang pekerja keras dan lebih mengutamakan pekerjaannya
" Iya... iya... sana gih sana!" ucap Amilia mengusir sang kakak yang ditanggapi dengan kekehan oleh Amar
" Chess emangnya loe yakin mau gitu sama kak gue? hati-hati aja Loe Chess bakalan di duain loh nanti!" goda Amilia yang seketika langsung membuat Amar melotot
" Dek kok ngomongnya kayak gitu sih, emangnya sejak kapan kakak mendua satu aja belum pernah!" protes Amar
Chessy pura-pura memasang wajah sendu dan hal itu sontak membuat Amar sedikit panik takut ucapan Amilia ditelan mentah-mentah oleh Chessy
" Dek jangan dengarkan ucapan Amilia, kamu kan tau dia kalau bicara suka asal" ucap Amar
" Enak aja asal, aku emang ngomong sesuai fakta kali kak!" ucap Amilia yang tidak terima dibilang asal bicara
" Dek.....!" Amar melototin Amilia
" Ya aku emang benar, hati-hati aja loe bakalan di duain sama kak Amar dengan setumpuk pekerjaannya yang enggak pernah ada hentinya, kerja dan kerja terus!" tutur Amilia
Amar menghela napas lega " Kamu tuh bikin orang salah paham aja sih dek" Amar mengacak-acak rambut Amilia gemas
" Kak ih kebiasaan banget deh!" Amilia berdecak kesal karena rambutnya jadi berantakan
__ADS_1
" Rasain makanya jangan bikin orang kesal" sahut Amar sambil tertawa
" Tuh dengarkan dek, Amilia mah emang rese enggak mungkin lah kakak menduakan kamu!" ucap Amar lagi yang kini beralih bicara dengan Chessy
" Ya enggak ada yang enggak mungkin, siapa tahu apa yang diucapkan Amilia itu memang ada benarnya secara kakak itu kan bisa dibilang cowok yang sempurna lah, punya tampang yang oke, karir yang bagus dan juga body yang atletis cewek mana sih yang enggak naksir, saingan aku berat kak aku enggak sanggup, aku kayaknya enggak bisa deh kak menyeimbangkan seorang Amar Alzena Mahendra" tutur Chessy
" Diluar sana banyak cewek yang jauh lebih baik dan lebih sepadan dengan kakak dibandingkan dengan aku yang hanya gadis SMA tapi sudah ham_!"
" Cukup dek Jangan bicara seperti itu lagi!" wajah Amar berubah datar
Rasanya sakit setiap kali Chessy menyinggung tentang kesalahan yang pernah ia perbuat, Amar mengutuk dirinya sendiri karena sudah menghancurkan masa depan seorang gadis yang tidak tahu apa-apa, bahkan kenal pun tidak
Amar tahu bagaimana beratnya menjadi seorang Chessy tapi mau bagaimana lagi ia sudah berusaha untuk menebus kesalahannya itu
" Ayok pulang!" serunya lagi lalu masuk ke dalam mobil
Amilia garuk-garuk kepala melihat perubahan sikap kakaknya yang seketika berubah dingin, dalam hati Amilia jadi merasa bersalah dengan kakaknya dan juga Chessy
" Sorry Chess, gue enggak ada maksud membuat loe_!" kata-kata Amilia langsung terpotong
" Tapi_"
" Udah sana gih cepat masuk gue pamit pulang ya, terima kasih udah ngajak gue jalan-jalan ke Jogja!" ucap Chessy sebelum masuk ke dalam mobil
" Chess....!"
" Gue pamit ya, Assalamualaikum!"
" Wa'alaikum salam" sahut Amilia
" Chessy gue minta maaf ya" ucapnya lagi ketika Chessy hendak masuk ke dalam mobil
Chessy membalikkan badannya dan menoleh ke arah Amilia sambil melemparkan senyuman
" Iya enggak apa-apa gue ngerti kok, santai aja kali kayak enggak tau gue aja loe" tutur Chessy lalu keduanya sama-sama tersenyum
__ADS_1
Chessy masuk ke dalam mobil dan sepanjang perjalanan menuju rumah orang tua Chessy tidak ada obrolan sedikitpun diantara keduanya mereka sama-sama diam tidak ada yang mau bicara
Setelah tiba di rumah ayah dan bunda pun Amar masih tetap diam tidak bersikap seperti biasanya yang selalu banyak bicara dan begitu perhatian
Chessy menghela napas panjang seraya menatap punggung Amar yang sudah jalan lebih dulu
" Apa dia masih marah? tapi kan itu memang kenyataannya!" batin Chessy
Sebelum masuk ke dalam rumah Amar mengucapkan salam terlebih dahulu dan diikuti oleh Chessy yang berjalan di belakangnya, bunda yang mendengar suara salam Amar dan Chessy pun segera menghampiri seraya menjawab salam
Usai menyalami kedua tangan mertuanya Amar pun langsung pamit pulang ke apartemennya karena masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan
Chessy mengantarkan Amar sampai di depan rumah tapi tidak seperti biasanya kali ini Amar bersikap dingin dan cuek
Biasanya Amar sebelum pergi menyempatkan diri untuk mengelus perut Chessy tapi kali ini ia langsung melesat masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja tanpa berpamitan kepada Chessy
Chessy yang merasa di abaikan merasa mencelos hatinya, Amar benar-benar marah bahkan sampai mengacuhkan dirinya begitu saja
Sekuat mungkin Chessy berusaha untuk tidak menangis, tidak mungkin ia menunjukkan apa yang tengah terjadi di dalam masalah rumah tangganya kepada ayah dan bundanya.
" Kamu kenapa Chessy kok lemes gitu?" tanya ayah
Chessy menggeleng lalu tersenyum " Enggak apa-apa yah cuma capek banget aja!" sahut Chessy memberi alasan
" Yakin?" tanya Ayah penuh selidik
" Iya ayah!" sahutnya
" Apa kamu sedang ada masalah dengan suamimu nak?" kali ini bunda yang bertanya kepada Chessy
" Tidak ada bun!" lagi-lagi Chessy berkilah
Chessy tidak ingin kedua orang tuanya tahu tentang permasalahannya dengan Amar, ia sadar sudah melakukan kesalahan terhadap suaminya karena lagi-lagi telah mengungkit kesalahan yang pernah suaminya lakukan
Chessy lalu segera pamit masuk kedalam kamarnya sebelum ayah dan bundanya semakin mencecar dirinya dengan berbagai pertanyaan yang lainnya
__ADS_1