Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Drama nasi pecel


__ADS_3

" Ekhem!" terdengar suara deheman membuat Amilia dan Alex pun menoleh ke arah sumber suara


Deg


Alex langsung menelan salivanya dengan susah payah sementara Amilia nampak salah tingkah karena ditatap dengan tatapan penuh selidik oleh orang tersebut


" Ngapain?" tanya Amar yang tiba-tiba muncul dan mengagetkan keduanya


" Selamat malam kak Amar, baru pulang?" sapa Alex membuat Amilia menaikkan sudut alisnya setelah mendengar sapaan Alex kepada sang kakak


" Menurutmu?" Bukan menjawab Amar malah balik bertanya dengan raut wajah datarnya


Alex jadi salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Sudah sana ih, tuh urus aja isteri kakak di kamar pasti si bumil sudah nungguin kak Amar dari tadi!" ucap Amilia melepas ketegangan antara kakak dan pria yang tiba-tiba saja mengatakan dirinya calon suami


" Iya bawel, awas ya kalau kalian berdua ini berbuat macam-macam, ingat ketika kalian sedang berduaan maka yang ketiganya adalah_!" Amar tidak melanjutkan kalimatnya


" Kenapa? yang ketiganya setan begitu maksud kakak?" Sambung Amilia dengan menaik turunkan alisnya dan tersenyum miring


" Kamu_!"


" Ha...ha... kakak yang bilang loh ya bukan aku, kalau ada orang sedang berduaan maka yang ketiganya adalah setan!" ucap Amilia sambil menatap Amar begitu juga dengan Alex yang ikut menatap Amar membuat Amar melotot dan memasang wajah marah


Bukannya takut Amilia malah semakin tergelak , sedangkan Alex berusaha untuk tidak tertawa walaupun sebenarnya pemuda itu ingin sekali mentertawakan Amar yang menurutnya lucu karena terjebak dengan ucapannya sendiri


Karena merasa kesal dengan pasangan muda mudi tersebut akhirnya Amar memilih pergi saja dan langkah kakinya menapaki anak tangga satu persatu menuju kamarnya dimana isterinya saat ini berada


Sementara Amilia dan Alex akhirnya melepas tawa mereka setelah Amar sudah beranjak pergi


" Jalan yuk!" ajak Alex


Amilia mengerutkan alisnya menatap Alex penuh tanya


" Jalan?"


" Iya, yuk mumpung besok libur!"


" Maksudnya apa nih Loe ngajak gue jalan? kita kencan gitu?"


Alex terkekeh " Kalau loe mau anggap begitu juga enggak apa-apa" sahut Alex dengan senyum tampannya


" Jangan senyum kayak gitu jelak " ucap Amilia sambil membuang pandangannya padahal pada kenyataannya senyuman Alex bikin hatinya kedat kedut


" Jelek? ah yang bener kalau jelek kenapa banyak cewek-cewek yang naksir gue ya?" ucap Alex jumawa


" Dih GeEr banget jadi cowok" ketus Amilia


" Bukan GeEr tapi itu kenyataan"


" Terserah lah"


" Jangan cemberut nanti cantiknya bertambah!" goda Alex yang seketika membuat pipi Amilia memerah


" Apaan sih garing banget" Amilia melengos menyembunyikan rona merah diwajahnya


" Udah cepat ih jalan yuk!" tidak sabar Alex yang ingin mengajak bidadari hatinya jalan keluar ya anggap saja kencan


" Dih maksa!"


" Cewek kayak loe itu enaknya dipaksa"


" Sembarangan, dikira gue mau gitu dipaksa-paksa"


" Ya harus mau, enggak boleh loh Yang nolak ajakan calon suami"


" Isshh ... apaan si loe Lex, bahasa loe terlalu jauh"


Alex tergelak sementara Amilia nampak mengerucutkan bibirnya


" Yaudah tunggu sebentar, gue izin dulu sama daddy dan mommy ya!"


" Iya!" Amilia beranjak dari duduknya lalu pergi ke kamar kedua orang tuanya


Amilia mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya tidak berapa lama mommy muncul membukakan pintu


" Ada apa sayang?" tanya mommy Naura ketika melihat sang putri yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya


" Emmm .. itu mom, Alex mau minta izin ngajakin Amilia keluar!" jawab Amilia


" Keluar kemana?" tanya daddy Mahendra yang ternyata sudah berdiri di belakang mommy Naura


" Ya jalan aja keluar dad" jawab Amilia asal karena dia sendiri juga tidak tau Alex akan mengajaknya pergi kemana


" Loh kok gitu, harus jelas dong sayang mau jalannya kemana masa enggak ada tujuannya kayak gitu" ucap mommy Naura panjang lebar


" Ya Amilia juga enggak tahu mom Alex mau ngajak jalannya kemana" jawab Amilia apa adanya


Karena khawatir dan masih belum sepenuhnya kedua orang tua Amilia percaya terhadap Alex akhirnya dad Mahendra dan mommy Naura pun keluar kamar dan menuju ruang tamu bersama Amilia


" Memangnya kamu mau mengajak Amilia kemana Lex?" tanya dad Mahendra ketika sudah berada di ruang tamu membuat Alex langsung tegang dan sedikit gugup


" Emmm... mau ngajak Amilia diner om" jawab Alex sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal


" Cie... cie... yang mau di ajak diner?" goda mommy Naura seraya menyenggol bahu Amilia


" Mommy..." Wajah Amilia langsung berubah merah seperti kepiting rebus


" Udah sana siap-siap, masa mau diajak diner dandanannya begitu" goda sang mommy kembali


" Seperti itu juga enggak apa-apa, Amilia tetap terlihat cantik kok tante" puji Alex membuat Amilia melambung dibuatnya


" Tuh dengar kan mom, Amilia itu udah cantik dari lahir jadi mau pakai apa aja juga tetap cantik" ucap Amilia dengan bangganya


" Kamu sih Lex pakai di puji segala, begitu deh jadinya narsis sendiri kan " kali ini dad Mahendra yang bicara sambil geleng-geleng kepala


" Daddy !" Amilia merajuk sambil mengerucutkan bibirnya


" Udah sana berangkat, tapi ingat ya pulangnya jangan terlalu larut !" Seru dad Mahendra


" Baik om!" jawab Alex


" Iya dad, sebentar aku mau ambil tas dulu!" ucap Amilia lalu berlari kecil menaiki anak tangga menuju kamarnya


Tidak berapa lama Amilia sudah kembali lagi sambil menyelempang tas di bahunya


Setelah berpamitan kepada dad Mahendra dan mommy Naura keduanya pun pergi bersama


Di sepanjang perjalanan keduanya nampak sama-sama diam sibuk dengan pikiran mereka masing-masing


" Ekhem...!" Amilia menoleh ketika mendengar suara deheman Alex


" Kira-kira kita enaknya makan dimana ya?" tanya Alex memecahkan kecanggungan pada keduanya


" Ya menurut loe enaknya dimana!" Bukan menjawab pertanyaan Alex, Amilia justru malah balik bertanya


Alex terkekeh " Loe tuh ya ditanya kok malah balik nanya sih"


" Ya kan loe yang ngajak gue jalan jadi terserah loe lah!" sahut Amilia

__ADS_1


Alex menoleh sekilas ke Amilia lalu tersenyum " Gue maunya si loe yang nentuin tempatnya terserah mau dimana aja asal loe ngerasa nyaman" terang Alex


Mendengar ucapan Alex tentu saja membuat Amilia merasa tersanjung


" Serius gue boleh nentuin nih tempatnya?"


Alex menoleh sekilas lalu menganggukkan kepalanya


" Iya" sahut Alex


" Oke, kalau gitu kita ke jalan xx ya sekarang disana ada tempat makan yang enak" tutur Amilia


Alex pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju jalan xx sesuai dengan arahan Amilia


Sekitar 20 menit mereka pun akhirnya sampai di tempat tujuan


Alex mengerutkan keningnya ketika melihat tempat makan yang Amilia maksud


" Ayok turun!" Seru Amilia sebelum membuka pintu mobil


" Tunggu dulu!" ucap Alex sambil mencekal pergelangan tangan Amilia


" Ada apa?" tanya Amilia tidak jadi membuka pintu mobil


" Loe yakin mau makan di tempat itu?" tanya Alex merasa enggak percaya dengan selera Amilia yang merupakan anak pengusaha sukses


" Yakin, kenapa emangnya loe enggak terbiasa ya makan di tempat kayak gini?" tanya Amilia yang tidak heran jika Alex bertanya seperti itu


" Ya jujur aja sih iya" jawab Alex apa adanya


"Yaudah kalau loe merasa enggak nyaman di tempat ini kita cari tempat lain aja yang sesuai dengan selera loe" sahut Amilia dengan santainya


" Eh? enggak perlu, kita makan disini aja tadi kan gue udah bilang dimana aja asal loe yang pilih " timpal Alex dengan cepat


" Yakin?" Amilia memicingkan matanya


" Iya"


" Tapi kan loe enggak suka tempatnya"


" Ini pertama kali gue ke sini jadi wajar kan kalau gue merasa aneh dengan tempat makan kayak gini, tapi kalau loe sering-sering ngajak gue makan disini mungkin nanti gue juga akan terbiasa, asalkan gue makannya sama loe terus ya!" tutur Alex membuat Amilia lagi-lagi dibuat baper oleh Alex


" Loe kebanyakan makan gula ya Lex?" tanya Amilia tiba-tiba membuat Alex mengernyitkan dahi


" Makan gula? maksud loe?" tanya Alex


" Mulut Loe manis banget dari tadi" Alex seketika tertawa mendengar jawaban Amilia


" Loe gemesin banget sih gadis bar-bar!" Alex pun mengulurkan tangannya dan mengacak-acak gemas rambut Amilia


" Alex rambut gue!" kesal Amilia memasang wajah cemberut


" Ha...ha... iya iya maaf sini gue rapihin" ucap Alex lalu mengambil sesuatu dari dasbor mobilnya


" Sini!" Alex memutar tubuh Amilia hingga membelakanginya


Amilia yang tahu apa yang akan Alex lakukan padanya langsung kembali menggeser posisi duduknya


" Udah sini gue aja, gue bisa sendiri" ucap Amilia


Alex tidak menggubris ucapan Amilia dan kembali menggeser badannya " Udah diam aja bisa enggak sih!" tegas Alex


" Tapi gue_!"


" Udah diam!"


" Sudah!" ucap Alex


" Terima kasih" ucap Amilia dengan rona merah yang menghiasi wajahnya


" Udah yuk turun!" Ajak Alex seraya membuka pintu mobilnya dan kemudian disusul oleh Amilia


" Loe yakin mau tetap makan disini?" tanya Amilia kembali meyakinkan Alex ketika mereka telah sampai di depan kedai nasi pecel


" Iya" jawab Alex sambil matanya melihat-lihat kesekeliling kedai nasi pecel tersebut


" Yaudah ayok masuk!" ajak Amilia yang langsung masuk ke dalam kedai tersebut dan disusul oleh Alex di belakangnya


" Pak Selamet nasi pecelnya dua ya seperti biasa makan disini !" ucap Amilia memesan makanannya setelah mencari tempat duduk yang kosong


" Siap neng Lia" jawab pak Selamet " Wahh... sama siapa tuh neng ganteng banget?" lanjut pak Selamet


" Oh ini teman pak" jawab Amilia


" Teman hidup pak" celetuk Alex yang seketika membuat Amilia melotot ke arahnya


" Wah calonnya ya neng?" goda pak Selamet


" Bu..bukan pak" jawab Amilia jadi salah tingkah


" Iyain aja kenapa sih susah banget, lagipula di aminkan aja siapa tahu jodoh" sahut Alex dengan santainya


" Alex ih!" kesal Amilia


" Ha...ha...!" pak Selamet dan Alex pun tertawa melihat tingkah Amilia yang nampak menggemaskan


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya psk Selamet menghampiri Amilia dan Alex


" Ini neng pesanannya!" pak Selamet menyajikan dua porsi nasi, dua potong ayam goreng, dua Ekor ikan lele goreng, tahu dan tempe dan tidak ketinggalan dengan lalapan serta sambelnya


" Terima kasih pak!" Ucap Amilia dengan senyum yang tersungging di bibirnya


" Sama-sama neng cantik" balas pak Selamet


Amilia menikmati makanannya sedangkan Alex masih terpaku menatap sajian yang sudah ada di atas meja


" Kenapa tidak dimakan?" tanya Amilia


Mendengar pertanyaan Amilia sontak membuat Alex terkesiap dari lamunannya


" Emmm... bagaimana cara makannya? kenapa tidak ada sendoknya?" tanya Alex yang ternyata bingung cara makan nasi pecel berikut lalapannya itu yang menurutnya cukup aneh dimatanya


" Begini loh cara makannya" Amilia mencomot nasi dengan ayam goreng dan lalapannya plus sambal lalu menyodorkannya ke hadapan Alex


" Ayok buka mulutnya!" titah Amilia


Dengan patuhnya pemuda itupun langsung membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan Amilia tanpa merasa jijik


" Bagaimana rasanya, enak?" tanya Amilia


Alex meresapi rasa makanan yang kini telah berada di dalam mulutnya


" Emmm.... lumayan" jawab Alex


" Yaudah lanjut makannya!" Seru Amilia namun dengan santainya Alex menggelengkan kepalanya


" Makan dari tangan loe membuat makanan ini terasa nikmat, jika gue makan sendiri belum tentu rasanya akan seenak tadi" tutur Alex


Amilia mendengus kesal, sikap Alex sungguh tidak seperti biasanya hari ini pemuda tersebut malah terlihat manis dan manja

__ADS_1


" Loe makan sendiri, enak saja minta suapi !" Tolak Amilia membuat Alex mengerucutkan bibirnya lucu


" Ya sudah kalau tidak mau" Alex melipat kedua tangannya di dada dengan wajah ditekuk


Amilia geleng-geleng kepala dengan sikap aneh Alex yang menurutnya ke kanak-kanak an dan sungguh bukan seperti Alex yang dikenalnya


" Loe itu kenapa sih, jadi aneh kayak gini?"


Alex tidak menggubris ucapan Amilia, pemuda itu sedang mode ngambek


" Oh ya ampun !" Amilia menepuk keningnya sendiri


Sungguh diluar dugaannya kalau pria yang selama ini dikenal dingin, arogan suka maunya sendiri pada malam ini malah berbanding terbalik dengan sikap kesehariannya


Sikap Alex malah menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di kedai tersebut


Amilia merasa risih karena saat ini beberapa pasang mata menatap ke arah mereka


" Udah dong Lex jangan bersikap kayak gitu, tuh lihat orang-orang jadi pada ngeliatin kita!" bisik Amilia


Alex menoleh ke sekeliling tapi detik berikutnya diapun tidak peduli dengan beberapa pasang mata yang memang tengah memperhatikan mereka


" Biarkan saja!" sahutnya datar


" Alex!" kesal Amilia yang juga tidak melanjutkan makannya


" Mau makan atau kita pulang sekarang?" marah Amilia


" Eh, kok gitu!" kaget Alex


Alex tadinya hanya pura-pura merajuk dan berharap Amilia mau menyuapinya tapi ternyata gadis itu malah balik marahnya padanya


" Aku pulang!" Amilia hendak beranjak dari tempat duduknya tapi dengan cepat Alex langsung menahan tangannya dan memintanya untuk duduk kembali


" Iya...Iya aku makan!" ucap Alex buru-buru yang takut Amilia semakin marah padanya


" Dari tadi ke gitu!" kesal Amilia


" Ya aku kan cuma minta disuapi sama calon isteri apa salahnya coba" keluh pemuda tersebut dengan memasang wajah sendu


" Oh astaga Alex, Loe ini tadi habis kebentur apaan sih sampai jadi rada eror gini!" ucap Amilia sambil geleng-geleng kepala


" Calon isteri apaan sih loe, ingat ya kita itu masih sekolah!" ucap Amilia mengingatkan


" Ya enggak masalah, toh sebentar lagi juga kita lulus kan, tuh teman kamu aja udah nikah bahkan sudah melendung pula" sahut Alex dengan santainya


" Alex_!" tegur Amilia dengan mata menatap tajam ke arahnya


" Iya maaf!" ucap Alex cepat sambil menutup mulutnya sendiri


" Udah jangan di bahas lagi cepat habiskan makan loe, setelah ini kita pulang!" ujar Amilia


Alex yang sedang makan pun langsung mendongak menatapnya " Kok pulang sih, kita belum jalan-jalan" protes Alex


" Memangnya mau jalan kemana? ini sudah malam apa loe lupa pesan bokap gue?"


Alex menghela nafas panjang " Iya ingat, tapi sebentar lagi aja mau ya kita jalan!" pinta Alex


" Yaudah iya, cepat makannya tapi ingat sebentar aja ya!"


" Iya bidadari surga ku!" jawab Alex dengan wajah berbinar


Amilia hanya geleng-geleng kepala sambil memalingkan wajahnya menutupi senyum yang terukir di wajah cantiknya


Usai drama makan di kedai nasi pecel pak Selamet keduanya pun kini sudah berada di dalam mobil kembali


" Mau jalan ke mana si Lex?" tanya Amilia seraya menoleh ke arah pemuda tampan yang duduk di balik kemudi


" Bagaimana kalau kita ke taman kota, yang aku dengar disana sedang ada pasar malam" sahut Alex


" Pasar malam?"


" Hemm...!" Alex menjawab dengan anggukan kepala


" Boleh tuh, udah lama banget gue enggak pernah ke pasar malam lagi!" ucap Amilia yang nampak berbinar


" Loe suka juga ke tempat kayak begitu?" tanya Alex yang lagi-lagi tidak pernah menduga gadis cantik yang ia kenal sebagai gadis bar-bar yang sombong dan angkuh itu ternyata selain suka makanan kaki lima tenyata Amilia juga suka pergi ke pasar malam


" Tempat begitu bagaimana maksud loe?" tanya Amilia menatap Alex bingung


" Ya secara loe itu kan anak orang kaya, siapa sih yang enggak kenal sama bokap loe pengusaha hebat yang sangat terkenal " Terang Alex


" Ya terus apa hubungannya dengan makan di kaki lima dan pergi ke pasar malam?" tanya Amilia


" Ya biasanya kan kalau orang kaya itu paling anti banget datang ke tempat kayak gitu"


Amilia tersenyum miring " Termasuk loe?"


Glek


Alex tercekat, apa yang dikatakan Amilia tidak bisa dipungkiri


" Ya bisa dibilang begitu" jawab Alex


Amilia terkekeh " Loe salah besar Lex kalau punya pemikiran seperti itu karena sejak kecil orang tua gue selalu mengajarkan anak-anaknya untuk tetap hidup sederhana dan tidak berlebihan, kalau soal jajan di pedagang kaki lima keluarga gue sudah lebih dulu melakukannya dan mereka lah yang mengajarkan gue untuk tidak pilih-pilih makanan, asalkan itu makanan sehat dan halal buat keluarga gue itu enggak jadi masalah" ungkap Amilia yang seketika mampu membuat Alex tertegun


" Serius loe?"


" Ngapain juga gue bohong, kedai yang tadi kita datangi itu merupakan tempat makan favorit bokap gue kalau loe mau tau"


Alex benar-benar dibuat terkejut dengan kenyataan yang baru saja ia ketahui, ternyata keluarga dari gadis yang kini sudah mengisi hatinya itu sungguh keluarga yang luar biasa


" Udah yuk ah turun!" Ajak Amilia karena melihat Alex yang nampak terbengong-bengong setelah mendengar penuturan Amilia tentang keluarganya yang lebih suka dengan hidup sederhana


" Gue memang enggak salah pilih" gumamnya tapi samar-samar masih dapat di dengar oleh Amilia


" Loe ngomong apa barusan?" Amilia yang baru saja hendak turun dari mobil menoleh kembali ke belakang


" Eh, enggak. Udah yuk turun!" Alex pun bergegas turun dari dalam mobilnya


Setelah keduanya turun dari mobil mereka pun langsung berjalan menuju tempat keramaian di pasar malam tersebut


" Naik itu yuk!" ajak Amilia dengan antusias


Alex bergeming sambil mendongakkan kepalanya menatap permainan yang ditunjuk oleh Amilia


" Naik itu?" tanya Alex memicingkan matanya


" Iya" sahut Amilia dengan mengangguk cepat


" Loe enggak takut?" tanya Alex


Amilia terkekeh " Kayaknya bukan gue deh yang takut tapi loe?" ejek Amilia


" Si... siapa takut" tantang Alex saat Amilia mengajaknya naik permainan kora-kora


Amilia menarik sudut alisnya keatas " Yakin?" tanya Amilia sedikit meremehkan


Alex yang tidak mau diremehkan oleh Amilia pun mengangguk cepat " Iya, ayok cepat kita beli tiketnya!" ucap Alex seraya menarik tangan Amilia berjalan menuju loket pembelian tiket dan tanpa Alex sadari tatapan Amilia terus tertuju pada tangan mereka yang masih bertautan dengan degup jantung yang bikin deg-deg serrrr

__ADS_1


__ADS_2