Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Cinta ataukah rasa tanggung jawab semata


__ADS_3

Chessy merasa sangat gugup saat Berada di dalam satu kamar dengan Amar, walaupun laki-laki itu berstatus suaminya tetap saja Chessy masih belum terbiasa dan begitu canggung


" Maaf kalau membuat kamu merasa enggak nyaman dek" ucap Amar yang melihat raut wajah tegang Chessy


" Tidak apa-apa kak, mungkin karena belum terbiasa aja" jawab Chessy dengan wajah yang tertunduk


" Kalau begitu kita harus membiasakannya dek, biar jadi terbiasa" ucap laki-laki itu seraya mengulum senyumnya


Ada rasa tidak tega melihat raut wajah tegang gadis yang berstatus isterinya itu tapi kapan lagi mereka bisa berada di dalam satu kamar yang sama jika tidak dibiasakan pikir Amar


" Iya kak!" Chessy merutuki dirinya sendiri yang entah kenapa dengan mudahnya mengatakan hal itu


Amar lagi-lagi mengulum senyumnya merasa sangat bahagia karena Chessy terlihat tengah berusaha tidak lagi menolak kehadirannya


" Yaudah sekarang tidur yuk dek ini udah malam loh besok kan kamu sudah masuk sekolah!" ucap Amar yang sontak saja membuat Chessy membulatkan matanya saat Amar mengajaknya tidur bersama


Amar sudah duduk di tepi tempat tidur tapi Chessy masih bergeming, gadis itu berdiri di dekat meja belajar dengan tatapan bingung.


Tidur? dimana mereka harus tidur, apakah mereka akan tidur di atas ranjang yang sama?


Chessy masih dilanda kebingungan, ada rasa takut jika tiba-tiba pria yang kini berstatus suaminya itu meminta hak nya


" Kenapa?" tanya Amar yang seketika membuyarkan lamunan Chessy


" Ya?" Entah apa yang merasuki gadis itu ekspresi gadis itu nampak begitu lucu di mata Amar


Amar beranjak dari duduknya dan perlahan melangkah menghampiri Chessy


" Kenapa berdiri terus, tidak baik untuk ibu hamil terlalu lama berdiri" Amar menggiring Chessy berjalan ke arah tempat tidur


" Ini sudah larut malam tidur ya, kalau kamu merasa kurang nyaman karena ada kakak, yaudah kakak tidur di luar aja ya, mungkin kamu juga belum siap untuk berbagai tempat tidur dengan kakak!" ucap Amar dengan lembut dan Chessy masih bergeming tidak tahu harus menanggapinya bagaimana


" Kakak keluar aja sekarang ya, kamu tidurlah!" pamit Amar dengan senyum yang tidak pernah luntur di wajah tampannya


" Kak! " Panggil Chessy membuat Amar yang baru saja berbalik badan hendak keluar dari kamar tersebut langsung terdiam dan menunggu kata-kata Chessy selanjutnya


" Tidurlah disini kak, maaf kalau aku masih terlihat canggung karena selain ayah, aku memang tidak pernah berdekatan dengan laki-laki lain" ucap Chessy dengan wajah yang sudah memerah menunduk malu


Amar seketika berbalik badan, hatinya bersorak gembira. Bukan hanya karena Chessy yang sudah memberi izin untuk tidur di kamarnya akan tetapi karena ia merasa sangat beruntung memiliki isteri seperti Chessy yang ternyata tidak pernah berdekatan dengan laki-laki lain dan itu artinya dialah laki-laki pertama yang ada di kehidupan Chessy selain ayahnya tentunya


" Terima kasih ya sayang!" ucap Amar tiba-tiba


Blushh


Chessy langsung mendongak saat mendengar kata sayang yang meluncur begitu saja dari bibir suaminya


Wajah gadis itu sudah merah bak kepiting rebus, meskipun kata sayang sering ia dengar dari ayah dan juga bundanya tapi entah kenapa ada rasa yang berbeda saat ia mendengar kata itu keluar dari bibir laki-laki yang berstatus suaminya


" Terima kasih karena kamu sudah mau menerima kakak, ya walaupun pernikahan ini diawali oleh sebuah kesalahan tapi semoga kedepannya akan menjadi sumber kebahagiaan untuk kita bersama ya dek, kakak sungguh merasa sangat beruntung dek, ya walaupun kakak adalah laki-laki kedua setelah ayah kamu yang bisa berdekatan dengan kamu, Semoga kakak menjadi laki-laki yang terakhir di hati kamu ya dek!" ucap Amar seraya menarik tangan Chessy lalu dikecupnya dengan tulus


" Amin" Ucap Chessy dengan perasaan haru


" Jadi sekarang bolehkan kakak_?" belum selesai dengan kalimatnya Chessy sudah lebih dulu menjawab


" Boleh kak, tapi_!" Chessy menggantungkan kata-katanya

__ADS_1


" Tapi apa?" Amar menautkan kedua alisnya


" Kakak jangan berbuat macam-macam ya, kita hanya tidur dan tidak boleh dekat-dekat" ucap Chessy mewanti-wanti


Amar sontak tergelak mendengar ucapan Chessy


" Iya kamu tenang aja kakak enggak akan berani macam-macam sayang, kakak akan menunggu sampai kamu mengizinkannya dan sudah siap lahir batin" ucap Amar


Seketika membuat Chessy langsung bersemu merah mendengar kata-kata Amar, entah kenapa dia sendiri yang merasa malu saat membahas hal kearah hubungan suami isteri


" Tapi_" Amar lalu menjeda kata-katanya


" Tapi apa kak?" tanya Chessy


" Tapi kalau sekedar, peluk dan mengelus serta mengecup anak kita tidak apa-apakan sayang?" tanya Amar berharap Chessy tidak menolaknya


" Emmmm...." Chessy nampak bingung dan berpikir


" Ya udah kalau belum siap enggak apa-apa, udah yuk tidur aja, kakak janji enggak akan macam-macam" ucap Amar yang melihat raut kecemasan pada wajah isterinya


Keduanya kini sudah merebahkan tubuh lelah mereka diatas tempat tidur, Chessy berposisi membelakangi Amar yang kini tengah berbaring menatap langit-langit kamar


Jantung Chessy jangan ditanya lagi, sedari tadi sudah jedag-jedug tidak karuan, berdekatan dengan Amar sungguh meresahkan


Amar memiringkan posisinya menghadap ke Chessy yang tengah berbaring memunggunginya


Chessy yang merasa sudah sangat mengantuk pun akhirnya terlelap begitu saja masuk ke alam mimpi.


Amar yang mendengar suara dengkuran halus Chessy menyunggingkan senyumnya dan dengan gerakan perlahan laki-laki itu pun melingkarkan tangannya di pinggang Chessy lalu dengan gerakan lembut tangan kekar itu mengusap-usap perutnya


Merasa tidak ada pergerakan dari Chessy Amar pun semakin berani lebih merapatkan dirinya


Amar tentu menyunggingkan senyumnya karena tidak merasakan penolakan dari sang isteri, dan tubuhnya juga yang sudah merasa sangat lelah ditambah lagi dengan rasa ngantuk yang sudah menyerangnya Amar pun akhirnya menyusul Chessy masuk ke dalam alam mimpi


Keduanya sama-sama tertidur pulas merasakan kenyamanan satu sama lain hingga pagi menyapa posisi keduanya masih tetap sama


Chessy yang sudah terjaga lebih dulu sontak saja terkejut bukan main saat netranya menangkap sebuah tangan kekar yang melingkar di perutnya


Hampir saja gadis itu berteriak namun sesaat kemudian ia pun teringat dengan pemilik tangan yang tengah memeluk tubuhnya


" Kak Amar!" Cicitnya


Jantung Chessy sudah dibuat lari maraton pagi-pagi oleh perlakuan Amar terhadapnya, gadis itu sungguh tidak menyangka bisa senyaman itu berada di dalam pelukan laki-laki yang tidak lain adalah suaminya sendiri


Chessy bergeming, merasakan tubuhnya yang merespon berbeda dari biasanya, hari ini ia tidak merasakan hal yang biasa dipagi hari ia rasakan


Morning sickness yang biasanya Chessy alami setiap kali bangun tidur, pagi ini sama sekali tidak dirasakan oleh gadis itu, ia merasa baik-baik saja bahkan tubuhnya terasa lebih segar dari biasanya dan sama sekali tidak merasakan mual sedikit pun


Dengan gerakan perlahan gadis itu menggeser tangan Amar lalu ia pun turun dari tempat tidur dengan sangat hati-hati


Chessy berjalan perlahan menuju kamar mandi dan setelah Chessy melesat masuk ke dalam kamar mandi Amar pun membuka matanya


Pria itu bersyukur karena Chessy tidak marah padanya setelah tahu diam-diam ia memeluknya saat tertidur


Setelah 15 menit berada di dalam kamar, Chessy sudah keluar dengan wajah yang terlihat lebih segar

__ADS_1


" Sudah bangun kak?" tanya Chessy berbasa-basi menyapa suaminya yang sedang duduk di atas tempat tidur


" Mau sholat?" tanya Amar


Chessy menganggukkan kepalanya " Iya kak!" jawab Chessy seraya menggelar sejadahnya


" Tunggu kakak ya, kita sholat sama-sama !" Amar langsung beringsut turun dari kasur dan melesat dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi


Selesai melaksanakan sholat dua rakaat keduanya kini tengah bersiap-siap untuk keluar dari kamar setelah keduanya sudah rapih menggunakan seragam dan baju masing-masing


Kalau mau ditanya dari mana baju Amar jawabannya tentu saja Amar sudah menaruh bajunya di rumah Chessy sebagai jaga-jaga jika suatu hari pria itu menginap di rumah mertuanya itu seperti saat ini tentunya


Keduanya menuruni anak tangga dan menuju meja makan


" Kamu sudah mulai masuk sekolah sayang?" tanya ayah Rama yang melihat Chessy sudah rapih dengan seragam sekolahnya


" Sebentar ya!" Amar pergi kedapur setelah mengatakan itu pada Chessy


Jangan ditanya bagaimana reaksi Chessy gadis itu menatap bingung saat Amar masuk ke dapur dan nampak sedang sibuk sendiri


" Ini!" Amar menyodorkan susu hamil yang baru saja dibuatnya pada Chessy


Chessy menaikkan sudut alisnya menatap Amar dan susu coklat yang sudah ada di depannya secara bergantian


" Ini susu buat kamu sayang, semoga kamu suka ya dengan rasanya" ucap Amar


Lagi-lagi perlakuan Amar membuat Chessy semakin merasa bersalah


Gadis itu sungguh tidak menyangka kalau Amar sampai mau membuatkannya susu ibu hamil untuk dirinya, bahkan dirinya sendiri pun tidak pernah kepikiran ke arah sana


Ayah dan bunda cukup terharu dengan sikap Amar yang begitu perhatian kepada putri dan calon cucu mereka


" Banyakin makan sayur dan buah kalau merasa mual makan buah aja setidaknya jangan sampai perut mu kosong " ucap Amar yang kini sudah duduk di samping Chessy


" Iya kak tapi ini terlalu berlebihan" protes Chessy


" Makan saja selama itu tidak membuatmu mual" seru Amar yang diangguki oleh Ayah Chandra


" Apa yang dikatakan suami kamu itu benar sayang" ucap Ayah Rama


Sebelum berangkat ke sekolah lagi-lagi Chessy dibuat spicles oleh sikap Amar


" Ini !" Amar menyodorkan sebuah kotak makan pada Chessy


" Ini apa kak?" tanya Chessy dengan raut wajah bingung tapi tangannya sudah meraih kotak bekal yang Amar berikan kepadanya


" Kotak makan, disitu banyak cemilan dan juga susu, kalau merasa lapar kamu bisa memakannya, kemarin kata bunda kamu itu sering merasa lapar jadi aku tidak mau melihat isteri dan juga anakku merasa kelaparan" Jawab Amar


" Kak, kenapa kakak begitu perhatian padaku?" tanya Chessy dengan mata yang sudah berkaca-kaca


" Kamu bertanya kenapa?" Amar geleng-geleng kepala seraya terkekeh


" Ya karena kamu itu sekarang sudah sah menjadi isteri kakak, kamu itu sudah menjadi tanggung jawab kakak terutama memperhatikan kamu. kakak juga bertanggung jawab untuk membahagiakan kamu dan juga calon anak kita" jawab Amar yang kini sudah melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Chessy


" Tapi kak_!" Ucapan Chessy terpotong

__ADS_1


" Sudahlah sayang, jangan pikirkan apapun yang membuat mu berat, kita sudah janji bukan untuk menghadapi ini semua bersama-sama jadi susah senang ya harus kita hadapi berdua" ucap Amar membuat Chessy lagi-lagi dibuat tidak percaya dengan kebaikan suaminya itu


Chessy tidak tahu bagaimana caranya membalas sikap Amar terhadapnya, haruskah ia membuka hatinya? apakah itu tidak terlalu. cepat lalu bagaimana dengan Amar sendiri,sudahkah laki-laki itu mencintai dirinya? ya walaupun laki-laki itu selalu bersikap baik kepadanya tapi belum tentu ia mencintainya dan bisa jadi itu hanyalah bentuk rasa tanggung jawabnya saja


__ADS_2