
Selesai Mengobrol dengan bunda, Amar pun langsung menyusul Chessy masuk ke dalam kamar
Ceklek
Amar tersenyum saat melihat Chessy yang kini tengah tertidur pulas sambil memeluk bantal guling
" Kamu gemesin banget sih isteri kecilku" guman Amar sambil melangkahkan kakinya mendekati ranjang
Karena merasa lelah Amar pun memberanikan diri naik ke atas tempat tidur lalu dengan gerakan perlahan ia merapatkan tubuhnya pada Chessy yang tidur memunggunginya
Amar melingkarkan tangannya di pinggang Chessy seraya mengusap lembut perut sang isteri
" Kak..." Chessy sedikit terusik tidurnya ketika merasa ada sentuhan di perutnya
" Biarkan seperti ini dek" Pinta Amar dengan suara yang sangat lembut
" Hem!" Chessy yang masih mengantuk pun hanya menjawab dengan deheman saja, tidak kuasa untuk protes
Rasanya sangat nyaman itulah yang dirasakan keduanya sampai akhirnya sepasang suami isteri itupun masuk lebih dalam lagi ke alam mimpi
" Euhhh..." Chessy menggeliat dan dengan perlahan matanya pun terbuka
" Eh?" Chessy terkejut saat baru menyadari ada sebuah tangan kekar yang masih setia memeluk tubuhnya, untungnya dia sudah sadar akan statusnya yang kini sudah bersuami jika tidak maka dia pasti sudah membuat heboh seisi rumah
Dengan gerakan perlahan Chessy mengurai pelukan suaminya yang memeluknya dengan prosesif
" Mau kemana dek?" tanya Amar saat merasakan ada pergerakan wanita yang sedang dipeluknya
" Mau bangun, ini udah sore kak hampir jam 5 loh kita belum sholat ashar" ucap Chessy membuat Amar yang tadinya matanya masih terpejam kini sudah langsung terbuka
Amar langsung mengedarkan pandangannya ke arah jam yang bertengger di dinding kamar dan benar saja jam sudah menunjukkan pukul 5 kurang 20 menit
" Iya dek, ayok kita sholat dulu" Amar langsung memberingsut turun dari tempat tidur
" Kak, kakak pakai kamar mandi disini aja biar aku dikamar mandi bawah sekalian mau sholat di kamar bunda aja" ucap Chessy seraya beranjak dari tempat duduknya
" Iya dek, hati-hati saat menuruni tangga" pesan Amar
" Iya kak" sahut Chessy lalu berjalan keluar
" Kamu sweet banget sih kak, bagaimana bisa aku membencimu kak yang ada aku akan mudah jatuh cinta sama kamu" batin Chessy
Setelah mandi dan melaksanakan ibadah lima waktu keduanya kini tengah berada di ruang keluarga
"Dek jalan yuk!" Ajak Amar setelah keduanya sedang menikmati nonton TV
" Jalan kemana kak, ini udah sore hampir Magrib loh" sahut Chessy
" Iya nak Amar mau jalan kemana memangnya? Ini udah hampir magrib loh enggak baik buat ibu hamil keluar rumah" Ucap bunda saat mendengar sekilas obrolan anak dan menantunya ketika hendak pergi ke dapur
" Eh bunda, iya bun maaf enggak jadi deh enggak tahu soalnya" Amar cengengesan seraya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal
" Iya enggak apa-apa nak Amar bunda maklum" Bunda tersenyum
" Kak Amar mau minum kopi?" Ragu-ragu Chessy menawarkan kopi pada Amar
" Boleh kalau tidak merepotkan" jawab Amar dengan senyum merekah
" Tidak merepotkan kak, sebentar ya aku buatin dulu" Chessy pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju dapur
Sesampainya di dapur Chessy bingung sendiri, kopi apa yang biasa suaminya itu minum karena mereka belum begitu dekat jadi tidak begitu paham apa yang disuka dan tidak disukai oleh suaminya sendiri
" Ini kopi yang biasa suami kamu minum" Bunda yang melihat raut kebingungan sang putri pun langsung menyodorkan kopi yang biasa Amar minum
" Kok bunda bisa tau?" Tanya Chessy dengan kening yang mengkerut
" Nak Amar waktu itu belanja bulanan buat stok kamu dan juga dirinya sendiri selama berada di sini, dia juga membeli banyak susu untuk kamu dengan berbagai macam rasa, katanya biar kamu enggak bosan, dan ada juga cemilan biskuit ibu hamil. biar kamu enggak penasaran mending itu kamu lihat aja sendiri di dalam lemari yang disana!" Bunda menunjuk salah satu lemari yang ada di dapur pada Chessy
" Didalamnya ada berbagai macam keperluan kamu sehari-hari " terang bunda
Chessy tercengang mendengar penuturan bunda, dia tidak menyangka kalau Amar bisa kepikiran sampai sejauh itu
" Nak Amar itu ternyata suami yang pengertian dan juga perhatian, ibu enggak menyesal udah merestui kalian semoga saja nak Amar bisa selamanya seperti itu perhatian dan sayang kepada kamu dan juga anak kalian dengan tulus "
" Amin" ucap Chessy
Karena merasa sudah terlalu lama meninggalkan Amar sendirian Chessy pun langsung membuatkan Amar kopi yang tadi diberikan oleh bunda
Setelah beberapa menit berada di dapur kini Chessy sudah kembali lagi dengan membawa secangkir kopi dan sepiring cemilan kue bolu pandan buatan bunda.
"Ini kak kopinya" Ucap Chessy saat meletakkan kopi yang dibawanya ke atas meja tepat dihadapan Amar
" Cobain juga kak kue bolu pandan buatan bunda" Chessy juga meletakkan sepiring kue bolu pandan disamping kopi
" Terima kasih ya isteriku" ucap Amar yang seketika membuat Chessy blushing dengan wajah yang sudah semerah tomat
Amar menyukai kopi dan juga kue bolu pandan buatan bunda, bahkan pria itu sudah menghabiskan dua potong kue bolu pandan yang disajikan oleh Chessy sebagai teman minum kopi
" Kuenya enak, bunda ternyata pandai membuat kue" puji Amar yang sangat menyukai kue buatan bunda
Chessy tersenyum merasa senang jika Amar menyukai kue buatan bundanya
" Syukurlah kalau kakak suka" ucapnya
" Iya, kakak sangat menyukainya, jujur saja ini baru pertama kalinya kakak makan kue bolu pandan, biasanya kakak tidak pernah suka yang namanya kue bolu" Ucap Amar jujur
" Benarkah?" Amar mengangguk
" Apa jangan-jangan kakak terpaksa memakan kue ini?" Tanya Chessy dengan tatapan curiga
" Enggak dek, kakak enggak merasa terpaksa, Kue buatan bunda memang sangat enak dan enggak tahu kenapa kakak begitu menyukai kue bolu ini" ucap Amar yang tidak ingin terjadi kesalahpahaman diantara keduanya
__ADS_1
" Mungkin bawaan bayi dek" ucapnya lagi
Deg
Deg
Deg
Jantung Chessy seakan berhenti berdetak setelah mendengar ucapan Amar.
Chessy hanya merespon ucapan Amar dengan anggukan kepala
Ketika keduanya tengah mengobrol terdengar suara adzan Magrib membuat keduanya harus beranjak dari ruang TV setelah mematikan benda persegi panjang tersebut
Amar dan Chessy kini sudah berada di dalam kamar, setelah mereka melaksanakan sholat magrib berjamaah Amar memilih duduk di atas tempat tidur seraya membuka laptopnya karena hari ini ia hanya bekerja separuh waktu saja dan selebihnya ia serahkan semuanya kepada Roy
Chessy sendiri sudah pamit turun untuk membantu bunda menyiapkan makan malam mereka
" Ini udah rapih semua, sebaiknya kamu panggil suami kamu gih, ibu juga mau memanggil ayah kamu dulu" ucap bunda setelah semua masakannya sudah tertata di atas meja makan
" Iya bun" Chessy pun beranjak naik ke lantai dua menuju kamarnya
Selesai makan malam bersama Amar kembali ke kamarnya untuk menyelesaikan pekerjaan kantornya sedangkan Chessy sibuk di depan meja belajarnya mengerjakan tugas yang gurunya berikan
" Dek!" panggil Amar setelah melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam tapi sang isteri masih belum beranjak dari meja belajarnya
" Iya kak" sahut Chessy menoleh ke belakang karena posisi Amar berada di belakangnya
" Udah malam, tidur yuk!" ucap Amar
Chessy bergeming ajakan Amar itu lagi-lagi membuat jantung Chessy olahraga maraton malam-malam
" Dek!" panggil Amar lagi karena bukan mendapat jawaban sang isteri malah terlihat melamun
Amar lalu turun dari tempat tidur dan menghampiri Chessy
" Dek, kok malah bengong?" Amar menepuk bahu Chessy membuat gadis itu terperanjat dari lamunannya
"Eh iya kak ada apa?" Chessy tergagap saat menyadari Amar kini sudah berada di sampingnya
" Kamu kenapa sih dek, kok tadi malah melamun gitu?" tanya Amar dengan tangan mengusap lembut surai panjang Chessy yang tergerai
Jedag ....jedug ... jedag... jedug....
Jangan ditanya bagaimana detak jantung Chessy saat tangan kekar Amar membelai dengan lembut surainya yang tergerai
" Duh jantung gue, please deh tenang jangan sampai kelihatan groginya" Chessy membatin
" Dia itu suami loe Chessy udah berdamai aja dengan kenyataan enggak usah takut udah sah juga buat apa takut toh suami Loe juga baik banget kan selama ini" Chessy bermonolog dengan dirinya sendiri
" Dek!" Amar kembali memanggil Chessy yang kembali termenung menatapnya
" Eh, apaan sih kak, siapa juga yang ngeliatin kakak ge'er banget sih!" Demi menyembunyikan rasa malunya dihadapan Amar calon ibu muda itu pun menutup buku yang tadi sedang dibacanya lalu beranjak menuju tempat tidur
Chessy langsung merangkak naik lalu membaringkan tubuhnya memunggungi Amar
Amar mengulum senyumnya melihat tingkah isterinya yang semakin hari membuatnya gemas saja
Kalau ditanya tentang cinta mungkin bisa dibilang Amar sudah jatuh cinta kepada Chessy pada pandangan pertama
Saat pertama kali keduanya bertemu, disitulah Amar sudah melabuhkan hati pada gadis itu dan pria itu pun berharap sang isteri mau membalas cintanya
Amar tanpa ragu ikut naik keatas tempat tidur dan menempati sisi kosong disamping Chessy berbaring memunggunginya
Dengan gerakan perlahan lagi-lagi Amar memberanikan diri untuk memeluk Chessy dari belakang
" Kak...! Chessy nampak protes saat merasakan tangan kekar Amar bertengger di pinggangnya
" Biarkan seperti ini dek, kakak tidak akan mengusik kamu kok, tidurlah kakak hanya ingin dekat dengan anak kita" ucap Amar dengan lembut seraya mengelus perut Chessy penuh cinta
Chessy tidak bisa menolak lagi karena jujur ia pun merasa nyaman dengan sikap lembut Amar memperlakukannya
Merasa tidak ada protesan lagi dari sang isteri Amar pun semakin merapatkan tubuhnya dan memeluk Chessy dengan posesif
Lama-lama merasakan perasaan yang begitu nyaman keduanya pun sudah masuk ke alam mimpi yang indah untuk keduanya
Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba keduanya sudah berubah posisi, Chessy berbalik badan tidur menghadap Amar dan kini mereka tidur dalam keadaan saling berpelukan dan tangan Amar yang menjadi bantalan Chessy saat tertidur
Hingga pagi menyapa keduanya masih dalam keadaan posisi tidur yang sama, saling memeluk memberi rasa nyaman dan kehangatan masing-masing
Amar yang terjaga lebih dulu membiarkan posisinya begitu saja, ia malah asik menatap wajah sang isteri yang terlihat damai dalam tidurnya dan terasa enggan untuk beranjak dari tempatnya
Saat melihat ada pergerakan dari Chessy yang terlihat hendak membuka mata Amar langsung memejamkan matanya kembali berpura-pura tidur
Chessy terkejut bukan main saat membuka mata posisinya dalam keadaan memeluk sang suami
" Duh kok gue bisa-bisanya tidur meluk nih orang, untung aja dia belum bangun kalau udah sumpah malu banget gue" batin Chessy
Chessy menarik tangannya yang tengah memeluk Amar tapi netranya tiba-tiba ingin menatap lama-lama wajah tampan sang suami
" Kamu tampan banget sih kak, baik lagi tapi_" Chessy menjeda ucapannya
" Tapi kenapa kita harus dipertemukan dengan cara seperti ini sih, kalau ditanya masih marah dan benci jelas itu iya"
Deg
Amar merasa dadanya seketika sesak saat mendengar gumaman Chessy yang masih belum menyadari kalau suaminya itu sebenarnya sudah terjaga dari tidurnya
" Maafin kakak dek" batin Amar
Chessy mengerucutkan bibirnya " Kamu itu jahat tau kak, kenapa kamu tuh bersikap baik banget sih sama aku membuat aku merasa bersalah tau enggak, karena aku belum bisa menjadi isteri yang baik buat kamu kak, aku belum menjalankan kewajiban aku sebagai isteri, jujur aku takut kak setiap kali berduaan dengan kamu di kamar, takut kakak meminta hak kakak, aku sungguh belum siap untuk masalah yang satu itu kak, maaf ya kak"
__ADS_1
" Dan aku juga merasa bersalah kak sama adik kamu yang sama baiknya dengan kamu tuh, bagaimana ya reaksi tuh anak kalau tahu aku ini ternyata sudah menjadi kakak iparnya? apa dia akan membenciku kak" Tanpa terasa air mata Chessy pun mengalir dengan sendirinya.
Karena takut Amar terbangun dan memergokinya tengah menangis Chessy memilih untuk beranjak dari tempat tidurnya
Namun baru saja ia hendak turun dari tempat tidur lagi-lagi Chessy sudah dibuat sport jantung dengan tindakan Amar yang sudah melingkarkan tangan kekarnya di perut rata Chessy
" Kak!" Cicit Chessy menatap tangan Amar yang melingkar di perutnya
" Biarkan seperti ini sebentar dek!" Pinta Amar seraya menggeser posisinya hingga duduk di belakang Chessy dan memeluknya dengan sayang
" Maaf!" Ucap Amar membuat Chessy mengerutkan keningnya mendengar kata maaf dari suaminya
" Maaf untuk apa kak?" tanya Chessy menolehkan kepalanya kesamping
" Maaf untuk semuanya!" ucap Amar
Chessy bergeming dan membiarkan Amar memeluknya sambil menunggu kata-kata apa yang ingin suaminya itu sampaikan
" Maafkan kakak karena sudah membuat kamu jadi serba salah berada di posisi ini"
Deg
Jantung Chessy memompa sangat cepat setelah mendengar ucapan Amar
" Apa dia mendengar ucapan gue tadi? " gumam Chessy dalam hati
" Kakak janji nanti kakak akan jelasin semuanya pada Amilia dan kakak yakin dia pasti akan senang setelah tahu kamu sekarang sudah menjadi isteri kakak, anak itu pasti menerima kamu sebagai kakak iparnya" terang Amar
" *Udah j*elas ini sih dia mendengar semua ucapan gue tadi, jangan-jangan dia tadi udah bangun tapi pura-pura tidur duh malu banget dong gue, aaahhhh.... kalau ada pintu Doraemon gue pinjam dulu deh sumpah malu banget gue sekarang" Chessy menahan rasa malunya karena sudah tertangkap basah mencurahkan isi hatinya pada suaminya yang pura-pura tidur
" Dek, nanti pulang sekolah kita ke rumah mommy dan disana nanti kakak akan menjelaskan semuanya pada Amilia" ucap Amar lagi
Chessy hanya merespon dengan menganggukkan kepalanya dan Amar pun meletakkan kepalanya di bahu sang isteri seraya mengeratkan pelukannya
" Kak... lepasin aku mau sholat subuh dulu" ucap Chessy seraya melepaskan tangan Amar yang memeluknya dari belakang
" Iya dek, kita sholat berjamaah ya!"
Chessy mengangguk pelan lalu berjalan ke arah kamar mandi
Selesai berwudhu Chessy keluar dari kamar mandi lalu mengambil mukena, baju Koko milik sang suami tidak lupa dengan kain sarungnya
Chessy pun sudah menggelar sajadah sambil menunggu sang suami
Usai mengerjakan sholat dua rokaat Chessy langsung turun ke bawah menyiapkan sarapan bersama sang bunda
" Hari ini enggak mual kan?" tanya bunda saat Chessy tengah menata masakan diatas meja makan
Chessy bergeming sesaat " Enggak bun" jawab Chessy
" Itu berarti benar apa yang dikatakan suami kamu kalau anak kalian itu ingin dekat-dekat dengan papanya" ucap bunda
" Iya juga kali ya, toh nyatanya pagi ini gue enggak ada drama mual sama sekali" batin Chessy
" Udah jangan ngelamun, pagi-pagi bumil malah ngelamun, pamali kata orang tua dulu mah, panggil sana suami kamu untuk sarapan!" Ucap bunda membuyarkan lamunan Chessy
" Iya bun" sahut Chessy lalu beranjak pergi memanggil suaminya untuk sarapan bersama
Usai sarapan keduanya pun berpamitan dengan ayah dan bunda
Seperti biasa Chessy diantar Amar menggunakan mobil angkot yang pagi-pagi sudah diantarkan oleh Roy kekediaman orang tua Chessy
" Bagaimana hari anak papa, tidak rewel kan?" tanya Amar seraya mengelus lembut perut Chessy
" Alhamdulillah enggak kak" jawab Chessy
Amar tersenyum menatap Chessy dengan tatapan yang sulit diartikan
" Kenapa menatapku seperti itu?" Chessy membuang pandangannya ke samping karena merasa risih di pandang oleh Amar
Saat ini keduanya masih berada di dalam mobil angkot di depan rumah bunda, entah kenapa Amar masih betah berduaan dengan sang isteri pagi ini
" Kakak senang karena anak kita tidak rewel, dan intinya setiap hari kita akan tidur bersama lagi dan tidak ada alasan lagi kamu untuk menolak kakak" ucapnya
" Kalau soal hak dan kewajiban, itu kita bicarakan lain waktu aja, tapi yang jelas kamu tidak usah khawatir kakak tidak akan meminta hak kakak sebagai suami kalau kamu memang benar-benar belum siap, karena kakak tidak akan memaksa kamu dek"
Chessy dibikin mati gaya dengan ucapan Amar yang sudah dipastikan semua ucapan pagi tadi didengar semuanya oleh suaminya sendiri
Sebelum melajukkan mobilnya Amar menyempatkan menundukkan kepalanya mencium perut Chessy yang masih rata seraya mengajak anaknya berbicara
" Anak papa nanti disekolah jangan rewel ya, bantu papa jagain mama ya, I love you... Emwahh!"
Blush
Wajah Chessy langsung merah seketika bak kepiting rebus perlakuan Amar sungguh meresahkan hatinya
Ini sih sudah dipastikan membuat hati Chessy langsung tertambat pada pria yang berstatus suaminya itu
Sesampainya di sekolah, tentu saja Chessy dibuat terkejut dengan keberadaan ketiga sahabatnya yang ternyata sudah menunggunya di depan pintu gerbang
Beruntunya tidak banyak drama didalam mobil angkot yang dikendarai suaminya itu, Amar yang sudah melihat keberadaan Amilia dan kedua temannya memilih membiarkan Chessy turun begitu saja
" Kak aku langsung turun ya!" Pamit Chessy
" Iya" jawab Amar yang wajahnya tertutup dengan masker
Chessy pun turun dari mobil setelah mengucapkan salam terlebih dahulu pada sang suami
Setelah berada di depan ketiga sahabatnya Chessy dibuat tegang oleh tatapan ketiga sahabatnya yang seolah ingin menelanjanginya
Deg
__ADS_1