
" Mohon perhatiannya sebentar!"
Ucap seorang pemuda yang tengah berdiri di atas panggung dengan mengulang kembali kata-katanya
Netra Amilia terus saja tertuju pada sosok laki-laki tampan yang terlihat begitu berbeda berdiri di atas panggung
Bukan hanya Amilia, Chessy pun ikut terkesiap melihat penampilan pemuda tersebut yang ternyata menggunakan pakaian yang senada dengan Amilia
" Sayang udah dong jangan ngeliatin dia terus, suami kamu tuh disini loh yang, kamu hanya boleh melihat ke tampanan suamimu ini!" Amar menarik wajah Chessy yang sedang menoleh ke arah panggung dimana Alex pemuda yang menggunakan pakaian senada dengan Amilia berdiri dengan gagahnya
" Apaan sih kak, enggak usah diingatkan juga aku tahu kalau suami aku itu cuma kak Amar seorang, please deh enggak usah kekanakan gitu aku kan cuma kagum aja sama penampilan Alex yang jauh berbeda dari biasanya" jujur Chessy
" Apa kata kamu tadi kagum? jadi kamu suk_"
" Ishh,... " Chessy mendelik tajam
" Kagum itu belum tentu suka dan suka belum tentu cinta, udah deh kak jangan mikir yang aneh-aneh, lupa apa kalau perut aku aja udah melendung kayak gini masa masih aja curiga" potong Chessy nyerocos panjang lebar lupa dengan ngambeknya
Amar menghela napas panjang, ngomong sepatah di sahutinya panjang lebar oleh isteri kecilnya, ya begitulah wanita kalau sudah bicara pasti tidak mau kalah jadi cara aman lebih baik mengalah saja
Kembali ke atas panggung ya, dimana Alex sedang berdiri seorang diri dengan penampilan yang berbeda dari biasanya dan hal itu sungguh mampu menghipnotis para cewek-cewek yang berada di cafe KR bahkan Nila dan Dea pun nampak mengagumi sosok laki-laki tampan yang ada di depan matanya itu
" Itu Alex kan ya gue enggak salah lihat kan?" tanya Dea seraya mengguncang bahu Nila berkali-kali saking terpesonanya dengan Alex
" Iya itu Alex, sumpah ya tuh anak kok bisa ganteng banget kayak gitu ya!" sahut Nila ikut menimpali ucapan Dea
" Ini sebenarnya ada acara apaan sih? kenapa tiba-tiba Alex muncul dengan pakaian yang senada ya sama Amilia" sadar Nila setelah memperhatikan Amilia dan Alex yang menggunakan pakaian dengan warna senada
" Iya ya" sahut Dea
" Atau....jangan-jangan mereka mau tunangan?" tebak Dea dan Nila bersamaan dan heboh sendiri
Bukan hanya Nila dan Dea ternyata banyak juga para siswa dan siswi yang berada di cafe tersebut memiliki pemikiran yang sama dengan kedua gadis tersebut
Awalnya Alex ingin mengatakan sesuatu diatas panggung tapi setelah melihat Herry yang belum juga beranjak dan menjauh dari Amilia membuat pemuda itu akhirnya mengurungkan niatnya itu dan memilih untuk turun dari atas panggung tersebut
Para pengunjung cafe yang berada , dalam ruangan yang sama dibuat terkesima dengan penampilan Alex apalagi ketika mereka semua melihat Alex yang tiba-tiba melangkahkan kakinya turun dari atas panggung lalu berjalan ke arah Amilia dengan gagahnya
Herry yang masih diam ditempat, terkejut bukan main dengan aksi Alex yang tanpa mengatakan sekata pun langsung mengulurkan tangannya kepada Amilia
Amilia bergeming dan hanya menatap tangan kekar yang terulur di hadapannya dengan tatapan ragu dan juga bingung
Dan hal itu tentu saja membuat Herry tersenyum puas karena Amilia mengabaikan uluran tangan Alex
Mommy Naura yang duduk tepat disamping Amilia pun jadi geregetan dengan tingkah putrinya sendiri yang malah diam mematung dengan tatapan mata mengarah ke tangan Alex yang mungkin sudah merasa pegal karena Amilia belum juga menyambut uluran tangannya
" Sayang!" bisik Mommy Naura seraya menyenggol pelan bahu putrinya
Amilia terkesiap lalu menoleh ke arah mommy nya
" Hemm!" Mommy Naura menunjuk ke arah tangan Alex dengan ekor matanya
Amilia dengan perlahan menoleh ke arah Alex dan seketika degup jantungnya tiba-tiba kembali berdetak sangat cepat
Amilia kembali menoleh ke arah mommy Naura lalu beralih kepada dad Mahendra, setelah mendapat anggukan dari keduanya Amilia dengan malu-malu mengulurkan tangannya dan menyambut tangan Alex
Setelah kedua insan manusia yang berlainan jenis itu sudah menautkan jari-jarinya dengan cukup erat Alex pun dengan lembut menarik Amilia dan membawanya naik ke atas panggung
__ADS_1
Herry nampak geram tangannya terkepal kuat namun ketika ia hendak mencegah dan menghalangi langkah Alex dan Amilia yang akan berjalan menuju panggung tiba-tiba saja tubuh pemuda tersebut diseret paksa oleh dua orang berjas hitam yang memiliki badan tinggi besar
" Duduk dan diam!" tekan salah satu diantara kedua orang berjas hitam tersebut setelah mendudukkan Herry di tempat duduknya semula bersama ketiga temannya
Dodo, Ferry dan Dean hanya bisa menelan salivanya kasar setelah melihat Herry yang dipaksa duduk oleh dua orang yang penampilannya cukup membuat bulu kuduk mereka berdiri
Sementara Alex dan Amilia kini sudah berdiri di atas panggung dengan tatapan mata semua pengunjung cafe mengarah ke arah mereka berdua
Amilia masih bertanya-tanya dengan apa yang akan Alex lakukan di atas panggung tersebut dengannya
" Apa Alex akan melamar gue kayak yang Chessy bilang ya?" batin Amilia
" Ihhh.... GeEr banget sih gue!" Amilia dengan cepat menyanggah pikirannya sendiri
Suara riuh sorak dan teriakan para gadis-gadis yang mengangumi sosok tampan seorang Alex dan juga beberapa tamu undangan lainnya seperti para sahabat dan kerabat baik dari pihak Amilia maupun dari pihak Alex membuat Amilia tersadar dari lamunannya dan wajahnya seketika memerah
Alex tersenyum lalu menggenggam kedua tangan Amilia hingga keduanya kini terlihat sedang berhadap-hadapan
" Amilia!" Amilia mendongak ketika Alex menyerukan namanya dengan sangat lembut dan netra keduanya pun bertemu
Alex tersenyum tipis dan hal itu tentu saja membuat Amilia semakin terpanah dengan ketampanan pria yang ada di hadapannya
" Lex...!" lirih Amilia hatinya meleleh ditatap Alex
Alex kembali tersenyum
" Maaf, gue mungkin bukan tipe cowok yang romantis dan gampang nyatain perasaan suka seperti yang para cewek idam-idamkan, ya beginilah gue yang enggak bisa berbasa-basi apalagi merangkai kata-kata gombalan yang manis dan romantis....
" Gue hanya ingin membuktikan sama loe, seperti yang pernah Loe bilang ke gue kalau gue serius dengan ucapan gue, gue harus mengatakannya langsung kepada kedua orang tua loe kan?"
Amilia mengangguk pelan dengan netra keduanya yang masih saling bertautan
" Assalamualaikum... tuan dan nyonya Mahendra " sapa Alex yang langsung dijawab salamnya oleh mommy Naura dan dad Mahendra ketika mendengar salam yang diberikan oleh Alex
"Assalamualaikum... mamah... papah....!" ucap Alex beralih kepada kedua orangtuanya yang duduk satu meja dengan kedua orang tua Amilia
" Sebelumnya saya mohon maaf karena sudah mengganggu waktu kalian semua.
Terima kasih juga karena sudah bersedia hadir memenuhi undangan saya yang bukanlah siapa-siapa ini"
" Dalam kesempatan ini saya mohon izin kepada tuan dan nyonya Mahendra, sebagaimana janji saya terhadap Amilia maka pada hari ini saya Alex putra Alexander ingin meminta restu kepada tuan Mahendra dan juga nyonya Naura untuk menjadikan Amilia sebagai calon bidadari surga saya"
Mata Amilia seketika terbelalak begitu juga semua yang ada di tempat itu, mereka semua tidak ada yang menyangka jika Alex berani mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan Amilia sebagai calon isterinya di depan umum terutama di hadapan kedua orang tua mereka
Terkejut ? tentu saja. belum sempat mengungkapkan isi hatinya kepada Amilia ternyata gadis itu sudah lebih dulu di lamar oleh pria lain padahal Herry yang berniat ingin mendekati Amilia baru saja merasa lega karena beberapa hari belakangan Amilia dan Alex tidak pernah terlihat jalan bersama, karena hal itulah yang membuat Herry semakin yakin dan gencar untuk mendekati Amilia
Belum hilang keterkejutan dengan ungkapan hati Alex mereka kembali dikejutkan dengan pergerakan Alex, yang tadinya pemuda itu berdiri menghadap ke arah para penonton kini Alex malah menekuk lututnya dihadapan Amilia lalu tiba-tiba ia mengeluarkan kotak beludru dari saku celananya membuat teriakan para siswi SMA Tunas Bangsa yang tahu siapa Alex semakin teriak histeris
Bahkan Amilia sampai membekap mulutnya sendiri saking syoknya
" A...Alex loe_?" Amilia tidak bisa berkata-kata lagi ketika Alex sudah berlutut di hadapan Amilia sambil menyodorkan sebuah cincin yang sangat indah
" Amilia dihadapan kedua orang tua kita dan juga semua orang yang ada di sini, mau kah kamu menerima lamaran ku untuk menjadikan mu sebagai kekasih halalku? menerima dengan ikhlas segala kekurangan ku dan saling melengkapi kekurangan masing-masing ?"
Jlep
Amilia membeku di tempat, matanya sudah berkaca-kaca sungguh ia tidak pernah menyangka sebelumnya kalau Alex akan melakukan hal ini, ia hanya mengira ucapan Alex hanyalah lelucon semata tapi hari ini di hari terakhir ujiannya Alex membuktikan semua kata-katanya
__ADS_1
Amilia menoleh ke arah kedua orangtuanya, mommy Naura yang turut terharu dan juga bangga akan keberanian Alex nampak menyunggingkan senyumnya begitu juga dengan dad Mahendra, pria paruh baya itupun menghargai usaha dan keberanian Alex, masih muda tapi sudah berani mengambil sikap
Awalnya dad Mahendra pun meragukan keberanian dan kesungguhan Alex ketika beberapa hari lalu mendatanginya dan meminta restu untuk menghalalkan Amilia
Syok tentu saja lulus sekolah saja belum tapi sudah berani melamar anak gadis orang yang tentu saja membuat dad Mahend marah besar jika tidak di tenangkan oleh mommy Naura
Dad Mahendra sempat berburuk sangka, niat baik Alex itu di duga karena mereka sudah berpacaran dengan gaya pacaran yang diluar batas tapi dengan cepat Alex menjelaskan kesalahpahaman itu, karena pemuda itu benar-benar tulus ingin menjadikan Amilia sebagai kekasih halalnya dengan alasan pertama takut Amilia di ambil orang dan yang kedua karena tidak ingin menambah dosa takut khilaf
Mommy Naura mengerti akan niat baik Alex apalagi Alex pun sudah berjanji akan belajar menjadi imam yang baik untuk Amilia, apalagi di usianya yang terbilang masih sangat muda itu ternyata diam-diam Alex sudah membekali dirinya dengan menggeluti beberapa usaha yang tetap dalam pengawasan kedua orangtuanya
Papa Alex tentu mendukung keputusan putranya itu karena sejak ia dekat dengan Amilia dan berniat menjadikan Amilia sebagai kekasih halalnya pemuda itu lebih sering di rumah dan tidak pernah lagi nongkrong enggak jelas bersama teman-temannya, bahkan Alex juga meminta bantuan sang papa untuk membantunya membuka usaha
Mama Alex pun tidak tinggal diam, melihat perubahan yang terjadi pada putranya tentu saja ia pun merasa sangat senang dan berjanji akan mendukung apapun keinginan putranya asalkan itu positif, bahkan penolakan perjodohan yang sempat disepakati kedua orangtuanya pun tidak membuat mereka marah dan terus memaksakan kehendak mereka, justru mereka menyerahkan semua keputusan kepada Alex
Dad Mahendra beranjak dari tempat duduknya lalu tersenyum
" Semua keputusan ada di tangan mu sayang, daddy tidak akan melarang jika memang itu yang terbaik untuk mu" ucap dad Mahendra dengan lembut
" Mommy juga sependapat dengan daddymu sayang, keputusan ada di tanganmu mommy akan mendukung apapun keputusan yang akan kau pilih" ucap mommy Naura yang juga sudah berdiri di samping dad Mahendra
" Kami juga tidak akan memaksa, kalian bebas memilih karena sebagai orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya" kali ini papa Alex yang juga ikut bersuara
Amilia tentu saja terharu dengan sikap orang tua mereka yang ternyata sungguh bijak dalam menanggapi urusan para anak-anaknya
" Amilia buruan jawab, kasihan itu Alex dari tadi berlutut kayak gitu!" Chessy yang gemas dengan Amilia yang belum menjawab ungkapan hati Alex
Tatapan mata Amilia langsung terarah ke Chessy
" Tanya hati kecil loe untuk mendapatkan jawabannya!" lanjut Chessy
Amilia lalu menarik napas dalam-dalam sebelum mengambil keputusan
" Gue minta maaf Lex... Gue sudah berencana setelah lulus sekolah gue akan melanjutkan pendidikan gue ke Korea" jujur Amilia
Jlep
Sontak Alex membulatkan matanya setelah mendengar jawaban Amilia, tubuhnya seketika lesu seakan tenaga yang dimilikinya hilang tak tersisa
Herry yang mendengar jawaban Amilia tertawa dalam hati merasa masih memiliki kesempatan untuk mendekati Amilia, dia akan meminta kepada papanya agar mau menguliahkan dirinya di Korea sama seperti Amilia
" Gue akan melanjutkan pendidikan gue ke Korea Lex meskipun berat tapi_" Amilia menjeda kata-katanya
" Kalau loe enggak ngizinin ya gue bisa apa?" jawab Amilia sambil menyunggingkan senyumnya
Alex yang tadinya menunduk lemas seketika mendongakkan kepalanya menatap Amilia
" Maksud loe?" Alex nampak tercengang dan matanya pun sudah berkaca-kaca
Amilia mengangguk pelan dengan senyum tipisnya
" Iya, gue terima" Jawab Amilia lalu tersenyum lebar
Jawaban Amilia benar-benar membuat Alex kegirangan
Entah kapan datangnya tiba-tiba saja orang tua Amilia dan orang tua Alex sudah berdiri dibelakang keduanya
Alex dengan cepat memasangkan cincin permata ke jari Amilia setelah itu keduanya menoleh ke belakang dan langsung mendekati para orang tua mereka meminta restu
__ADS_1
" Alhamdulillah!" ucap semuanya serempak