Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Sikap Mom & Daddy Amilia


__ADS_3

Sudah 2 hari Chessy tinggal di Mension keluarga Mahendra


Kedua orang tua Amilia pun tidak mempermasalahkan kehadiran Chessy dirumah mereka, bagi sepasang suami isteri itu kebahagiaan putrinya adalah yang utama apalagi Chessy adalah sosok gadis yang baik dan juga sopan


Chessy beralasan pada kedua orangtuanya menginap di rumah sahabatnya itu karena Amilia sendirian di rumah, dan orangtuanya sedang pergi keluar negeri


Tidak ada rasa curiga sedikitpun pada Chessy, kedua orang tuanya percaya pada putrinya begitu saja


" Loe jangan terus menerus bersedih kayak gini dong Ches, bagaimana orang tua loe enggak curiga nantinya kalau muka loe aja udah bikin orang yang melihatnya jadi khawatir kayak gitu" ucap Amilia yang melihat Chessy sedang murung di kamarnya


Chessy menarik nafas panjang dan membuangnya kasar


" Terus gue harus bagaimana Mil ?" tanya Chessy yang menoleh sekilas menatap sendu sahabat baiknya itu


" Ini bagaikan mimpi buruk tapi sayangnya ini nyata, hal yang tidak akan pernah bisa terhapus seumur hidup gue" Chessy menundukkan wajahnya dan menitikkan air mata


" Noda ini akan selamanya ada dan tidak akan pernah bisa hilang" lirihnya


Amilia terhenyak mendengar ucapan yang keluar dari bibir sahabatnya itu ia pun menepuk-nepuk bahu Chessy berusaha untuk memberinya kekuatan dan semangat


" Gue enggak tahu harus melakukan apa Chess buat ngebantu loe, gue juga ikut sakit melihat loe kayak gini, kalau seandainya gue bisa mengulang waktu, gue enggak akan pernah ngebiarin loe sendirian malam itu" Amilia merasa sangat menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan malam itu


"Ini semua juga salah gue Chess yang bisa-bisanya gue lupa sama loe hanya karena seorang Denis" Ungkap Amilia merasa begitu bersalah karena lebih memilih berdansa dengan Denis dan membiarkan sahabatnya sendirian dan berakhir petaka


Chessy menggeleng pelan " Ini bukan salah loe Mil, mungkin ini memang hukuman buat gue yang enggak nurut apa kata orang tua" ucap Chessy yang juga merasa menyesal karena membantah larangan ayah dan bundanya


" Ya gue juga kan ikut andil karena udah ngebujukin loe buat datang ke acara pestanya Claudia"


" Udahlah Mil jangan nyalahin diri loe terus, kalau enggak ada loe gue juga enggak tahu deh bagaimana nasib gue selanjutnya" Chessy merebahkan kepalanya di bahu sang sahabat


" Kita hadapi ini sama-sama ya Ches, apapun yang terjadi nanti loe harus cerita sama gue dan jangan pernah menutupi hal apapun dari gue, sekecil apapun itu" pinta Amilia dan Chessy mengangguk mengiyakan


Setelah banyak berbincang-bincang, saling curhat satu sama lain akhirnya keduanya pun memilih untuk tidur karena waktu juga sudah menunjukkan pukul 10 malam


Pagi harinya Chessy bangun lebih awal karena merasa tidak enak sudah menumpang tinggal di rumah Amilia, jadi pagi itu Chessy memilih untuk membantu bibi yang yang tengah sibuk di dapur


" Duh non Chessy sebaiknya non balik lagi aja ke kamar, saya takut tuan dan nyonya besar marah kalau melihat non Chessy bantu bibi di dapur apalagi non Amilia bisa marah besar nanti sama bibi" ucap bi Suroh art yang bekerja pada keluarga Mahendra


" Saya justru yang merasa enggak enak bi kalau cuma diam aja enggak bantu apa-apa" ucap Chessy yang kekeh ingin membantu bi Suroh memasak


" Tapi non Chessy ini kan tamu masa malah masak di dapur "


Chessy tersenyum " Bi justru saya tamu disini, saya harus tau diri bi" ucapnya


" Udahlah bi jangan protes terus yang ada nanti malah telat loh bikin sarapannya" tambahnya lagi


" Iya juga sih non tapi_"


" Enggak usah ada tapi-tapian bi, nanti saya yang akan tanggung jawab kalau dimarahi" ucap Chessy


Bi Suroh pun akhirnya pasrah apalagi jika dilihat dari gerakannya Chessy terlihat seperti sudah biasa dengan aktivitas di dapur

__ADS_1


Setelah hampir 2 jam berlalu Chessy dan bi Suroh pun telah selesai dengan kegiatan masak memasaknya


Chessy pun tidak lupa membantu bi Suroh menata masakannya di atas meja makan, setelah selesai Chessy berpamitan pada bi Suroh untuk membersihkan dirinya


Kini di ruang makan sudah ada tuan Mahendra dan Nyonya Naura


" Bi Amilia dan Chessy belum turun?" tanya Nyonya Naura pada bi Suroh


" Emmm se..!" Belum selesai dengan ucapannya kedua gadis tersebut sudah datang menghampiri


" Pagi mom...pagi dad!" sapa Amilia pada mommy dan Daddy nya


" Pagi sayang!" sapa balik sang mommy


" Pagi putri daddy!" tuan Mahendra pun balik menyapa putri kesayangannya


" Pagi om... tante...!" kini giliran Chessy yang menyapa


" Pagi sayang!" ucap nyonya Naura balik menyapa sahabat putrinya itu sedangkan tuan Mahendra hanya tersenyum


Seperti biasanya nyonya Naura selalu melayani sang suami terlebih dahulu, mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi dan lauk pauknya barulah setelah itu ia mengisi piringnya sendiri


" Masakan pagi ini rasanya kok berbeda dari biasanya ya mom, apa ini perasaan daddy aja ya?" ucap tuan Mahendra setelah menyuap satu suapan


Chessy nampak takut-takut jika masakannya tidak sesuai dengan selera di lidah tuan Mahendra dan juga nyonya Naura


" Duh.. apa mereka akan marah ya karena gue udah lancang membuatkan mereka sarapan tanpa izin lagi?" batin Chessy


Gadis itu menggigit bibir bawahnya dan merasa ketar-ketir melihat reaksi pasangan suami isteri yang ada di hadapannya


" Masa sih dad!" nyonya Naura yang merasa penasaran pun langsung memasukkan satu suapan kedalam mulutnya


" Iya dad, masakan Suroh pagi ini terasa jauh lebih enak dari biasanya ya" ucap nyonya Naura yang merasa makanan yang dia makan sangat enak


" Yang benar mom?" Amilia pun jadi penasaran dengan ucapan Daddy dan mommy nya


Amilia lalu mencicipi makanan yang sudah ada di atas piringnya dan seketika matanya pun berbinar


" Emm... iya mom, tumben masakan bi Suroh rasanya beda begini" puji Amilia


Sementara Chessy yang berada di sampingnya bisa bernapas lega


" Kalau masakan bi Suroh kayak gini setiap hari mommy bisa gendut ini" Seloroh wanita paru baya itu


" Chessy ayok dimakan sarapannya ini enak loh !" ucap Amilia


Chessy tersenyum kikuk lalu dengan gerakan pelan ia pun memasukkan makanannya ke dalam mulut


" Untung saja mereka suka!" batin Chessy


Bi Suroh yang merasa tidak enakpun mendapat pujian dari majikannya itu akhirnya memilih untuk menghampirinya

__ADS_1


" Wahhh... bi, sarapan pagi ini luar biasa loh bi rasanya enak banget, besok buatkan lagi ya bi buatkan yang banyak sekalian bi buat bawa bekal ke sekolah!" ucap Amilia dengan mulut yang masih mengunyah saat bi Suroh datang menghampiri


Glek


Bi Suroh menelan salivanya kasar lalu melirik sekilas ke arah Chessy


" Emmm... maaf non bibi kayaknya enggak bisa membuatkan sarapan yang seperti ini buat non Amilia!" jawabannya takut-takut


" Loh kenapa memangnya bi?" tanya mommy Naura seraya menautkan alisnya


" Maafkan saya nyonya...tuan, emmm... itu anu.. sebenarnya yang membuat sarapan pagi ini bukan bibi tapi non Chessy bibi cuma bantu-bantu aja tadi di dapur!" ucap bi Suroh yang sebenarnya takut dimarahi karena sudah membiarkan Chessy yang merupakan tamu di rumah itu membantunya memasak di dapur


Chessy pun merasa bersalah karena sudah berbuat lancang


Amilia menatap ke arah sahabatnya ada senyum yang tersungging di bibirnya sementara kedua orangtuanya masih bergeming membuat bi Suroh dan Chessy nampak ketar-ketir


" Ma... maafkan Chessy om..tante, maaf karena Chessy sudah berbuat lancang!" ucap gadis itu menundukkan wajahnya merasa bersalah


Mommy Naura dan Daddy Mahendra melirik satu sama lain dan detik berikutnya keduanya pun tersenyum


" Ya ampun Chessy ini justru menjadi sarapan yang luar biasa loh menurut tante, ternyata kamu itu pandai memasak ya? tante suka sekali dengan masakan kamu ini, sangat enak!" puji mommy Naura


" Benar, om juga suka. kapan-kapan kamu ajari tuh Amilia memasak biar bisa masak seperti kamu jangan cuma pintar main game aja!" Daddy Mahendra pun ikut menimpali


" Daddy apa sih, aku kan enggak suka di dapur takut terkena minyak" protes Amilia


" Kalau sudah biasa juga tidak akan takut, ingat kamu itu calon ibu rumah tangga setidaknya bisa memasak walaupun sekedar masakan sederhana" Ucap Daddy Mahendra membuat Amilia mengerucutkan bibirnya


Setelah selesai sarapan Daddy dan mommy Naura berpamitan pada Amilia dan Chessy, keduanya akan sama-sama berangkat ke kantor pagi itu


Dan sebelum mereka pergi Amilia pun meminta izin kepada keduanya untuk mengantarkan Chessy pulang


Chessy pun mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua Amilia karena sudah mengizinkannya untuk menginap


" Jangan merasa sungkan sayang, kalau kamu mau menginap lagi di sini juga tidak apa-apa, tante justru senang karena Amilia jadi ada temannya" ucap Mommy Naura seraya mengusap pipi Chessy dengan lembut


" Terima kasih tante" ucap Chessy


" Lain waktu buatkan om sarapan seperti pagi ini ya!" ucap Daddy Mahendra yang langsung membuat gadis itu menoleh ke arahnya


" Tentu saja om, lain waktu Chessy akan membuatkan om dan tante sarapan yang enak" ucap Chessy dengan wajah berseri


Amilia yang berada di sampingnya pun tersenyum, ia merasa sangat senang karena sejak kejadian itu Chessy seperti kehilangan senyumnya dan pagi ini dia bisa melihat ada binar ketenangan di hati sahabatnya itu


" Janji ya?" ucap Daddy Mahendra


" Chessy janji om!"


" Oke, om tunggu loh janjinya!"


" Siap om!"

__ADS_1


Mereka pun tertawa bersama, pagi itu terasa begitu hangat, Chessy tidak menyangka kedua orang tua Amilia begitu menerima kehadirannya dengan sangat baik, membuatnya seketika jadi merindukan ayah dan bundanya yang sudah hampir 3 hari tidak bertemu sejak ia pamit pergi ke pesta ulang tahun temannya


__ADS_2