
" Amilia!" Betapa terkejutnya Amilia saat sebuah tangan kekar menarik lengannya hingga tubuhnya terhenti dan berbalik ke arah pria tersebut
Deg
Jantung Amilia berdetak sangat cepat ketika kedua bola matanya bersirobok dengan pria tersebut
" Apa kita bisa bicara sebentar?" tanya pria yang kini berdiri di hadapan Amilia dengan tatapan memohon
Amilia melepaskan tangan pria itu yang masih bertengger di lengannya lalu melempar senyum tipisnya
" Maaf sebentar lagi bel masuk, gue harus segera kembali ke kelas" ucap Amilia datar
" Apa loe masih marah sama gue?" tanya pria itu
Amilia yang hendak melangkah pergi pun kembali menoleh lalu tersenyum getir
" Gue bukan tipe orang pendendam dan gue rasa sudah tidak ada hal yang perlu dibicarakan lagi" sahut Amilia dingin
" Gue minta maaf!" ucap pria itu membuat Amilia bergeming dengan tatapan mata yang sulit diartikan
" Maaf karena waktu itu gue_!"
" Sudahlah, tidak perlu dibahas lagi semua sudah berlalu dan gue sudah melupakannya" ucap Amilia lalu beranjak pergi tanpa menoleh lagi
Pria tersebut pun tersenyum getir seraya menatap punggung Amilia yang pergi begitu saja dari hadapannya
Tanpa mereka sadari ada beberapa pasang mata yang tengah memperhatikan mereka
Bahkan ada seseorang yang berdiri di balik tembok nampak mengepalkan tangannya ketika melihat interaksi keduanya
Kini Amilia sudah berada di dalam kelasnya, ia duduk termenung seorang diri dan tiba-tiba saja ingatannya kembali berputar ke malam pesta ulang tahun Claudia saat dimana ia bertemu dengan pria tadi yang baru saja berbicara dengannya yang tidak lain adalah kakak kelasnya yang bernama Denis, pemuda yang pernah mengisi hati Amilia
...Flashback on...
" Hai!" Sapa seseorang yang seketika membuat Amilia tercengang melihat sosok laki-laki yang ada di hadapannya itu
" Loe_?" Amilia mengerjapkan matanya berkali-kali memastikan sosok yang ada dihadapannya itu nyata
Laki-laki itu tersenyum membuat Amilia semakin terkesima dengan ketampanan wajahnya
" Mau berdansa sama gue?" tanyanya yang seketika senyum di wajah Amilia pun merekah
" Ma..mau!" jawab Amilia yang entah kenapa menjadi sedikit gugup
Laki-laki yang bernama Denis itupun mengulurkan tangannya dan langsung disambut hangat oleh Amilia
Keduanya pun berdansa bergerak mengikuti alunan musik yang menggema di lantai dansa
" Kita ke sana aja yuk!" Ajak Denis ketika sudah menghentikan gerakan dansanya
" Ma..maaf kak gue harus kembali ke meja teman gue deh kayaknya, teman gue kasihan sendirian!" ucap Amilia sambil menoleh ke arah Chessy berada yang terlihat sedang duduk sendirian
" Sebentar aja kok, nanti juga teman Loe pasti ada temannya, inikan pesta enggak mungkinlah dia sendirian terus ini bukan kuburan yang sepi tanpa ada orang lain " Seloroh Denis membuat Amilia terkekeh
" Kak Denis bisa aja, gue enggak nyangka loh kak Denis bisa ngelucu juga" ucapnya
Denis tersenyum membuat Amilia dibuat semakin terhipnotis dengan ketampanan pemuda tersebut
" Bagaimana, mau ya?" Ajak Denis lagi yang langsung membuat Amilia terkesiap dari lamunannya
" I...iya kak mau!" sahut Amilia yang menjadi salah tingkah karena Denis terus saja menatapnya
" Ayok!"
Amilia seketika deg-degan ketika tangan Denis menggandeng tangannya
Mata Amilia terbelalak menatap tangannya yang digandeng oleh Denis apalagi saat ia menoleh ke arah pemuda tersebut Denis kembali melemparkan senyumannya membuat Amilia semakin klepek-klepek di buatnya
Sesampainya di sebuah ruangan yang terbilang cukup sepi hanya ada beberapa orang saja dan mereka pun nampak berpasang-pasangan dan tentunya tidak mempedulikan keadaan sekeliling mereka sibuk dengan pasangan masing-masing
__ADS_1
Amilia nampak mengerutkan keningnya ketika melihat pemandangan yang cukup mengusik penglihatan matanya bahkan berkali-kali Amilia membuang pandangannya ketika tanpa sengaja ia melihat adegan-adegan yang tidak sepantasnya ia lihat
Didalam hati Amilia sudah merancau, ia semakin deg-degan takut Denis mengajaknya ke tempat yang tidak-tidak
" Kak !" lirih Amilia menghentikan langkahnya membuat Denis langsung menoleh ke arahnya
" Ada apa?" tanyanya
" Kita mau kemana?" tanya Amilia takut-takut
Denis tersenyum dan hal itu kembali membuat Amilia terkesima dengan senyum tampan seorang Denis
" Kita ketempat yang menyenangkan tentunya, disini terlalu ramai membuat waktu kita untuk berduaan terganggu, apa loe enggak mau berduaan dengan gue? kita cari tempat untuk mengobrol dan bercerita" bujuknya
" Hanya tempat mengobrol kan kak?" tanya Amilia yang terlihat begitu polos dimata Denis membuat pemuda itu begitu bersemangat untuk mendekatinya
" Tentu saja, memangnya loe mau kita melakukan hal yang lebih?" goda Denis
Amilia seketika menjadi gugup dan salah tingkah " Ten... tentu saja tidak kak" sahut Amilia
Denis semakin melebarkan senyumnya lalu menarik tangan Amilia kembali " Kalau gitu ayok ikut dengan ku!"
Amilia pun tidak bisa menolak apalagi yang mengajaknya adalah pria yang selama beberapa tahun ia kagumi dan diam-diam ia sukai
Setelah sampai di sebuah ruangan Amilia pun dipersilahkan duduk oleh Denis, kemudian pria itu menyodorkan minuman kaleng pada Amilia
" Minumlah, sebelum kita ngobrol alangkah baiknya kita minum dulu!" ucap Denis sambil tersenyum
" I...iya kak!" sahut Amilia yang nampak ragu saat menatap kaleng minuman yang ada di tangannya namun melihat senyum diwajah pria yang sangat ia kagumi seakan gadis itu kembali terhipnotis oleh ketampanannya
Denis sendiri sudah meneguk minumannya hingga tersisa setengahnya sedangkan Amilia yang tiba-tiba kembali akal sehatnya dengan ragu-ragu pun memilih menyicip saja dan pura-pura meminumnya padahal ketika Denis lengah gadis itu buru-buru memuntahkannya menggunakan tisu
" Kenapa tidak dihabiskan?" tanya Denis menatap kaleng minuman Amilia yang diletakkan di atas meja
" Iya kak nanti di minum lagi, sekarang masih belum terlalu haus" jawab Amilia mencari alasan
" Baiklah terserah loe aja, tapi harus dihabiskan ya itu minuman mahal loh sayang kalau enggak di minum!" selorohnya
" Wah sayang dong ya kalau gue enggak habisin minuman mahal kayak gini" ucap Amilia membuat Denis tersenyum miring ketika melihat Amilia sudah memegang kembali kaleng minumannya
Denis tersenyum puas ketika melihat Amilia meneguk minumannya pemuda itu pun berdiri lalu melenggang pergi sebentar masuk ke dalam kamar mandi yang ada di ruangan tersebut
" Gue ke toilet dulu ya!" ucapnya sebelum pergi dan Amilia mengangguk saja sebagai jawaban
Setelah Denis menghilang dari balik pintu Amilia kembali memuntahkan minuman yang tadi sempat masuk ke dalam mulutnya namun belum sempat ia telan
Amilia bergegas mencari tong sampah dan beruntung dipojok ruangan ada tong sampah yang dicarinya, Amilia pun bergegas membuang isi minuman tersebut lalu berakting seolah ia sudah menghabiskan isi yang ada dikaleng minuman tersebut
" Apa loe baik-baik aja?" tanya Denis ketika melihat Amilia yang nampak diam saja
" Iya gue baik-baik aja kak cuma sedikit pusing aja" sahut Amilia sambil memegang kepalanya
" Bagaimana kalau loe Istirahat aja di kamar? ruangan ini kebetulan ada kamarnya loh!" ucap Denis menawarkan Amilia untuk beristirahat
" Tidak perlu kak, sebaiknya gue balik aja ke tempat tadi kasihan kalau teman gue Chessy kelamaan nungguin gue di sana" tolak Amilia secara halus
" Udah loe enggak usah mikirin orang lain dulu, loe pikirin aja nasib loe sekarang kalau teman loe itu pasti dia juga sedang bersenang-senang menikmati malam spesial ini dengan teman-teman yang lain, loe kan tadi bilang pusing mending istirahat aja dulu" bujuk Denis lagi
" Apa benar seperti itu kak, gue takut Chessy kenapa-napa kak sendirian di sana?" tanya Amilia membuat Denis tersenyum miring
" Tentu saja, teman loe pasti baik-baik aja kok bukankah Claudia mengundang semua teman kelasnya?" Amilia pun mengangguk
" Yaudah kalau gitu apa yang loe takuti semua teman kalian kan, teman loe juga kenal mereka "
Amilia mengangguk membenarkan ucapan Denis
" Udah loe enggak usah takut, mending loe nikmati malam ini seperti teman-teman loe yang lain!" jawab Denis yang terdengar ambigu di telinga Amilia
" Maksud kak Denis apa bicara seperti itu?" tanya Amilia yang entah kenapa perasaannya malah semakin mengkhawatirkan keadaan Chessy sahabatnya
__ADS_1
" Loe enggak usah munafik deh, gue tahu kok loe enggak polos-polos amat, pasti loe ngertilah maksud ucapan gue!" sahut Denis
" Dan teman loe yang bernama Chessy itu pun gue yakin pasti dia juga sedang bersenang-senang malam ini" tambahnya lagi
Jantung Amilia berpacu dengan cepat ketika mendengar ucapan Denis kecemasan tiba-tiba melanda hati dan pikirannya
" Chessy!" gumamnya
" Kalau gitu gue pamit kak, gue mau memastikan keadaan teman gue dulu!" ucap Amilia
Saat Amilia hendak melangkah tiba-tiba tangannya ditarik oleh Denis
Amilia terkejut bukan main ketika ia terjatuh kedalam pelukan seorang Denis
" Untuk apa? dia juga pasti sedang bersenang-senang jadi lebih baik kita pun bersenang-senang malam ini,hem!" ucap Denis membuat akal sehat Amilia seketika terganggu dengan ucapan Denis yang terdengar begitu lembut apalagi melihat senyum tampan Denis yang Amilia kagumi
Denis lalu mengangkat tubuh Amilia ala bridal style dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan pelan
" Loe udah menenggak minuman itukan jadi sangat berbahaya jika loe berada di luaran sana sendirian" ucap Denis lembut dan menyentuh pipi Amilia membuat gadis itu bergeming menatap lekat manik mata Denis yang sudah berkabut
" Banyak para lelaki hidung belang yang siap memangsa loe dengan senang hati diluar sana dan gue enggak mau loe menjadi santapan mereka" lanjutnya lagi
" Daripada loe menjadi santapan mereka lebih baik malam ini loe bermalam di sini kita habiskan malam ini berdua, bukankah loe suka sama gue?" Denis menyentuh lembut dagu Amilia
Amilia bersemu merah mendapat pertanyaan Denis lalu menjawab dengan anggukan kepala
" Kalau begitu buat apa loe ragu lagi, loe suka sama gue dan gue juga sepertinya sudah mulai suka sama loe jadi bukankah itu hal yang jika malam ini kita bersenang-senang?"
Deg
Ucapa Denis seketika membuat akal sehat Amilia segera bergerak dengan cepat
" Bersenang-senang?" Amilia mengulang-ulang kalimat itu yang terdengar begitu ambigu
" Jadi dugaan gue benar kalau ada hal yang mencurigakan di dalam minuman tersebut dan kak Denis punya maksud lain" batin Amilia yang langsung berpura-pura lemas
" Kak gue tetap mengkhawatirkan keadaan teman gue Chessy jadi bisa kan kakak antarkan gue ketempat teman gue kak agar tidak ada yang mengganggu gue nantinya" pinta Amilia nampak memelas
Denis seketika tertawa terbahak-bahak membuat Amilia tersentak dengan reaksi Denis
" Mengantar loe?" Denis kembali tertawa
" Baiklah gue akan mengantar loe tapi setelah efek dari obat itu hilang, bagaimana?" tawar Denis
" Baiklah kak, gue setuju dan gue rasa efek obat itu sudah hilang!" ucap Amilia yang lagi-lagi membuat Denis kembali tertawa
" Tidak secepat itu manis, belum dimulai bagaimana bisa sudah hilang aja!"ucapnya lagi
Denis dengan berani menyentuh Amilia, sontak dengan gerakan replek tangan Amilia menepisnya kasar
" Loe?" Denis terkejut dengan reaksi Amilia
" Jangan macam-macam kak, gue akui memang gue suka sama loe tapi kalau loe berbuat kayak gini membuat gue ilfill sama loe!" ketusnya
Amilia hendak beranjak pergi namun lagi-lagi Denis mencekal pergelangan tangannya
" Loe enggak bisa pergi gitu aja!"
Amilia tersenyum miring " Enggak ada yang bisa menghalangi gue untuk pergi dari sini" sahut Amilia
Denis tertawa lalu berusaha menarik Amilia kedalam pelukannya tapi sayang pergerakan Denis sudah terbaca oleh Amilia sehingga dengan gerakan cepat Amilia justru memutar tubuhnya dan mengunci pergerakan Denis
Apa yang dilakukan Amilia sontak membuat Denis terbelalak " Aww..!" pekik Denis ketika tangannya dikunci kebelakang oleh Amilia
" Loe salah menilai gue kak, awalnya gue memang suka sama loe tapi sayang loe sendiri yang merusak simpatik gue sama loe, apa yang udah loe lakuin ini benar-benar kelewatan, gue enggak pernah nyangka kalau laki-laki yang selama ini gue kagumi ternyata tidak lebih hanyalah seorang banci!"
Denis terhenyak dengan ucapan Amilia dan dengan kasar gadis itupun mendorong tubuh Denis hingga tersungkur ke lantai
Amilia lalu pergi begitu saja meninggalkan Denis yang seketika mematung
__ADS_1
...Flashback off...