Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Menjelang akad


__ADS_3

Pagi ini Chessy sudah di rias oleh seorang perias profesional yang sengaja di datangkan langsung oleh keluarga Mahendra, bahkan wajahnya yang masih terlihat pucatpun sudah hilang tak berbekas, paras gadis itu kini sudah menjelma bak bidadari, apalagi selama ini gadis itu tidak pernah bersolek sedikit pun jadi setelah di rias gadis itu benar-benar terlihat begitu pangling


" Masyaallah... putri bunda cantik banget, bunda sampai pangling" puji bunda Tia yang nampak terkesima dengan penampilan sang putri yang kini menjelma seperti bidadari


" Bundaaa..." Chessy tersipu malu wajahnya semakin merah menahan malu


" Melihat kamu secantik ini bunda yakin kalau nak Amar pasti langsung jatuh cinta sama putri bunda yang satu ini" ucap bunda seraya tersenyum merekah


Chessy semakin tersipu malu, bundanya terlalu berlebihan memuji menurutnya


" Chessy mah belum ada apa-apanya bun sama cewek-cewek kak Amar diluaran sana, Chessy mah bukan tipenya bun. dia kan menikahi Chessy hanya karena terpaksa oleh keadaan dan rasa tanggung jawabnya aja" tutur Chessy merasa insecure


" Jangan bicara seperti itu sayang, bunda yakin dengan seiring berjalannya waktu rasa itu pasti akan tumbuh dengan sendirinya" Ucap bunda


Chessy hanya diam mendengarkan ucapan bundanya, gadis itu tidak tahu harus berkata apa. Tidak ingin berharap lebih yang nantinya hanya akan membuatnya sakit hati sendiri.


Biarlah semua berjalan apa adanya, walaupun pernikahan terjadi tanpa adanya cinta diantara keduanya, semoga dengan adanya anak yang kini tengah tumbuh berkembang di rahimnya, kelak keduanya bisa menghargai ikatan suci pernikahan mereka dan tidak melakukan sesuatu yang bisa menyakiti diri mereka masing-masing terutama buah hati mereka nantinya


Chessy pun tidak dapat berbuat apa-apa lagi, selain menerima takdirnya menjadi isteri seorang Amar Alzena Mahendra di usianya yang terbilang masih sangat muda


" Sudah jangan pikirkan hal-hal yang hanya akan membuat kamu merasa terbebani, jalani saja dulu jika kelak kamu merasa capek dan lelah dalam mengarungi bahtera rumah tangga mu dengan nak Amar masih ada ayah dan bunda kamu yang siap menopang mu kembali dengan cinta dan kasih sayang kami yang tidak akan pernah pudar sedikit pun" ucap ayah Chandra menimpali pembicaraan ibu dan anaknya


" Ayah....!" Chessy langsung berhamburan memeluk ayahnya


Sungguh berat rasanya untuk Chessy melangkah mengingat setelah menikah ia harus tinggal bersama suaminya dan meninggalkan kedua orangtuanya


" Jangan menangis nanti makeup nya luntur, kasihan periasnya udah mendandani kamu sampai secantik ini masa harus luntur gara-gara menangis" tegur bunda sambil tertawa kecil melihat anak dan suaminya yang saling berpelukan


Chessy mengurai pelukannya lalu menghapus air matanya yang sempat menetes


" Ayah... bunda... maafin Chessy ya karena Chessy belum bisa menjadi putri kalian yang baik, Chessy belum bisa membahagiakan kalian, Chessy justru malah membuat ayah sama bunda kecewa" tutur Chessy merasa sudah sangat bersalah


" Kamu sudah menjadi putri kami yang baik sayang, jangan berpikir yang jelek-jelek tentang dirimu sendiri, berpikirlah positif karena apapun yang terjadi padamu itu bukanlah keinginan mu, itu semua adalah musibah" Tutur ayah Chandra

__ADS_1


" Bagaimana pun kita harus bisa menerimanya dengan ikhlas dan hati yang lapang" Lanjutnya lagi


" Iya benar, yakin saja dibalik kejadian ini pasti ada hikmahnya" Timpal bunda Tia


Tiba-tiba terdengar suara pintu yang diketuk dari luar


Ceklek


" Assalamualaikum!" ucap seorang pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan Chessy


" Wa'alaikum salam" jawab Chessy bersamaan dengan kedua orangtuanya seraya menoleh ke arah pintu


" Maaf sebelumnya, kalau boleh tahu bagaimana kondisi kesehatan nona Chessy hari ini ?" tanya Pria yang tidak lain adalah asisten Amar


" Alhamdulillah, putriku dalam keadaan sehat" jawab ayah Chandra


" Ada apa memangnya?" kali ini bunda yang bertanya


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan bundanya hati Chessy mencelos, benarkah ia di campakkan oleh laki-laki yang katanya ingin bertanggung jawab atas perbuatan kejinya


Chessy meremat jari jemarinya, rasanya begitu menyakitkan


" Bukan seperti itu, tuan besar meminta saya datang kesini hanya untuk memastikan kondisi kesehatan nona Chessy, jika kondisi kesehatannya dalam keadaan baik maka acara pernikahan tuan muda dan nona Chessy akan di selenggarakan di rooftop RS ini tapi jika masih kurang sehat dan masih ada keluhan maka prosesi akad nikahnya akan tetap di laksanakan di ruangan ini" terang Roy menjelaskan


Ayah, bunda dan juga Chessy bernapas lega karena apa yang mereka takutkan tidak seperti itu kenyataannya


" Bagaimana nak, kamu ingin prosesi akad nikahnya di mana di ruangan ini atau di rooftop seperti keinginan keluarga calon suami kamu?" tanya ayah Chandra


Chessy terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan ayahnya


" Chessy terserah saja" jawab Chessy


Roy menoleh kearah Chessy, seketika mata Roy hampir keluar saking terkesimanya melihat wanita yang akan menjadi isteri bosnya

__ADS_1


" Cantik, sungguh beruntung tuan muda mendapatkan isteri yang kecantikannya bak bidadari" batin Roy menatap takjub pada gadis yang akan dipersunting oleh atasannya


" Emmm.... bagaimana nona Chessy apa kondisi kesehatan anda memungkinkan untuk pergi ke rooftop RS ini?" tanya Roy memastikan kondisi kesehatan Chessy


" Iya, aku bisa" jawab Chessy dengan wajah yang menunduk


" Baiklah kalau begitu mari ikut saya!" ucap Roy


Chessy di dampingi bunda berjalan dibelakang Roy dan ayah Chandra mengekor di belakangnya


Di rooftop RS tersebut sudah di sulap menjadi tempat prosesi akad nikah yang cukup indah


Di tempat itu kini sudah berkumpul, keluarga besar Mahendra, direktur rumah sakit, beberapa dokter lainnya salah satunya dokter Dinda, Kepala sekolah yang sengaja di undang oleh dad Mahendra sebagai saksi dan juga ketua RT di lingkungan tempat tinggal Chessy


Bahkan selain mereka pak penghulu yang bertugas menikahkan Chessy dan Amar pun sudah siap dan hanya tinggal menunggu calon mempelai wanitanya datang


Mata Amar langsung menyorot ke arah seorang gadis yang berjalan di apit oleh kedua orangtuanya


Mata Amar sampai tidak berkedip melihat Chessy yang masih berstatus seorang pelajar itu kini menjelma menjadi bidadari cantik dan mempesona


Deg


Deg


Deg


Degup jantung Amar berpacu sangat kencang ketika Chessy berjalan semakin mendekat ke arahnya


Begitu juga sebaliknya, Chessy pun merasakan hal yang sama dengan apa yang saat ini Amar rasakan, jantungnya berdetak sangat cepat rasanya sangat gugup mendapati semua sorot mata yang tertuju ke arahnya


Jlep


Mata Chessy hampir melompat saat netranya menangkap sosok pria yang tidak asing di matanya tengah duduk di antara tamu yang ada

__ADS_1


__ADS_2