
Kasus tentang Jihan kini sudah terselesaikan secara kekeluargaan, Jihan pun telah bersedia meminta maaf kepada Chessy dan mengakui kesalahannya
Dengan tangan terbuka Chessy pun mau memaafkan Jihan dan berharap Jihan mau belajar dari kesalahannya itu dan tidak lagi mengulang kesalahan yang sama
Pak Rudi papa Jihan yang sombong dan angkuh itupun turut meminta maaf kepada tuan Mahendra, Amar dan juga kepada kedua orang tua Chessy
Dan apa yang ditakutkan pak Rudi tentang bisnisnya yang bisa saja di bekukan oleh dad Mahendra tidaklah terjadi membuat pria paruh baya itu bisa bernafas lega.
Dan mulai saat itu kedua orang tua Jihan pun berjanji untuk mengawasi putrinya dengan baik dan permasalahan perjodohan antara Jihan dan Alex pun pak Rudi sudah menerima keputusan Alex dengan lapang dada dia tidak akan memaksa orang tua Alex untuk terus melanjutkan perjodohan putra dan putri mereka apalagi dari tatapan mata Alex pria paruh baya itu jelas tahu kalau pemuda itu telah menaruh hati pada putri keluarga Mahendra yang tentu saja bukanlah tandingannya
" Pah, hiks.... hiks....!" Jihan menangis terisak ketika pak Rudi memperingatkan putrinya untuk tidak lagi mengejar-ngejar Alex
" Sudahlah Jihan kamu sebaiknya fokus saja dengan sekolah mu dan juga kuliahmu nanti, jangan pikirkan soal Alex terus, dia tidak mau menikah dengan mu jadi jangan berharap lagi, mungkin kalian memang tidak berjodoh!" tutur pak Rudi berusaha memberi pengertian kepada putri satu-satunya itu
" Tapi pah_!"
Ucapan Jihan langsung terpotong " Sayang apa yang dikatakan papamu itu benar, kamu jangan lagi memikirkan Alex yang sama sekali tidak pernah menginginkan mu, dan kamu juga harus ingat karena sikap keegoisan kamu itu hampir saja kamu membuat hidup kita menderita, perusahaan papamu bisa saja gulung tingkar dan kita bisa jadi gelandangan kalau sampai kamu membuat menantu dari keluarga Mahendra itu kenapa-napa" ucap Mamanya Jihan mengingatkan putrinya yang sempat membuat wanita paruh baya itu cukup syok setelah tahu siapa Chessy sebenarnya
Jihan bergeming, kata-kata kedua orang tuanya memang benar, jika sampai Chessy kenapa-napa sudah dipastikan nasibnya tidak akan jauh berbeda dengan Claudia yang sampai saat berada di tempat pembinaan
" Tapi aku sangat mencintai Alex pah, mah... hiks...hiks...!" ucap Jihan dengan sendu
" Mencintai seseorang itu tidak harus memiliki sayang, buat apa memaksakan cinta kalau pada akhirnya hanya akan melukai dirimu sendiri" tutur mamanya Jihan dengan bijak
" Masih banyak laki-laki yang jauh lebih tampan dari Alex, kau jangan bersedih seperti itu seperti laki-laki di dunia ini hanya ada Alex saja!" ucap pak Rudi
" Sudahlah, sebaiknya kau masuk ke kamar mu aja, beristirahatlah dan fokus saja dengan ujianmu jangan sampai gara-gara Alex nilaimu jelek dan kau gagal melanjutkan kuliah mu ke universitas ternama " sambung pak Rudi lagi
" Iya pah!" sahut Jihan sendu
Dengan langkah gontai gadis itu pun berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua
Sesampainya di dalam kamar Jihan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu detik berikutnya gadis itupun menangis sejadi-jadinya
Sudah lama Jihan menaruh hati kepada Alex sampai-sampai gadis itu meminta kepada sang papa untuk dijodohkan kepada Alex
Keinginan Jihan pun bersambut ketika papanya Alex menyetujui ide perjodohan yang di usung oleh papanya Jihan selain karena untuk kepentingan bisnisnya perjodohan itu pun memang atas keinginan putri pak Rudi yang sangat mencintai Alex
Awalnya Alex cuek atas perjodohan yang dilakukan para orangtuanya antara menerima dan tidak, namun setelah ia berusaha menyelamatkan Amilia benih cinta pemuda itu mulai tumbuh pada gadis yang selalu membuat keduanya selalu ribut setiap kali bertemu akhirnya dengan yakin Alex memohon kepada papanya untuk membatalkan rencana perjodohan tersebut bahkan dengan percaya dirinya dia mengatakan kalau saat itu dia sudah menjalin hubungan dengan Amilia putri dari keluarga ternama yaitu Mahendra
Setelah mendengar sosok yang Alex bicarakan papanya pun tanpa pikir panjang lagi langsung setuju dengan pilihan putranya itu.
Dari awal kedua orang tua Alex memang tidak ingin terlalu memaksakan kehendaknya karena menurut mereka kebahagiaan Alex adalah yang paling utama
Di dalam kamar Jihan yang lelah menangis pun akhirnya tertidur
Mama Jihan yang hendak masuk ke dalam kamar putrinya itupun langsung diurungkan, ia berbalik badan kembali dan membiarkan putrinya itu beristirahat
Sementara di kediaman Mahendra, Amilia dikejutkan dengan tamu yang tiba-tiba datang ke rumahnya dan mencari dirinya
" Siapa sih bi?" tanya Amilia kepada bi Suroh yang diminta oleh mommy Naura untuk memanggil putrinya
" Saya kurang tahu non tapi kalau bibi tidak salah dengar namanya tadi tuh Her ... Herry" sahur bi Suroh seraya mengingat-ingat
" Herry bi?" terkejut Amilia
" Iya non"
" Ih, mau ngapain sih tuh anak pakai acara datang kesini segala" kesal Amilia sambil menghentak-hentakkan kakinya
" Ya mau ngapelin non Lia kali" seloroh bi Suroh
" Idihhh... apaan sih bi, males banget" Amilia mendengus kesal
" Bilang aja deh bi aku udah tidur gitu bi!" Pinta Amilia
" Tapi non_!" Bi Suroh jadi serba salah
" Please ya bi, aku tuh males banget bi ketemu sama tuh orang, tolong ya bi" Rajuk Amilia
Bi Suroh mau tidak mau akhirnya terpaksa berbohong menuruti keinginan putri majikannya itu, lagi pula selama ini Amilia memang tidak pernah mempersulit dirinya selama bekerja di keluarga Mahendra jadi apa salahnya kali ini ia membantu Amilia yang mungkin memang benar-benar enggan untuk menemui tamunya
" Baiklah non" pasrah bi Suroh
" Terima kasih ya bi!" Amilia pun memeluk bi Suroh sekilas lalu buru-buru masuk kembali ke dalam kamarnya dan menutup pintu
Bi Suroh hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah putri majikannya itu, wanita paruh baya itupun bergegas turun dan menemui mommy Naura yang sedang berada di ruang tamu menemani Herry
" Amilia nya mana bi?" tanya Mommy Naura karena tidak melihat keberadaan putrinya bersama bi Suroh
" Maaf nyonya, non Amilia nya sudah tidur saya tidak tega membangunkannya apalagi terlihat tidurnya pulas banget nyoya" ucap bi Suroh yang terpaksa berbohong kepada majikannya
" Amilia sudah tidur bi, tumben banget jam segini tuh anak udah tidur!" ucap mommy Naura
" Mungkin kecapean kali nyonya" ucap bi Suroh meyakinkan
" Bisa jadi sih bi, yaudah kalau begitu terima kasih ya bi" ucap mommy Naura
"Sama-sama nyonya" sahut bi Suroh padahal di dalam hatinya ia merasa sangat bersalah karena sudah berbohong
Bi Suroh pun lalu pamit undur diri kembali ke dapur
" Maaf ya nak Herry kalau Amalia nya ternyata sudah tidur" tutur mommy Naura
" Iya tidak apa-apa tante, kalau begitu saya pamit pulang saja tante" Ucap Herry lalu beranjak dari tempat duduknya
__ADS_1
" Loh kenapa buru-buru tidak menunggu daddy nya Amilia dulu? sebentar lagi pasti pulang!"
Herry tersenyum kikuk " Emmm.... tidak usah tante, saya pulang sekarang saja, permisi tante!" Ucap Herry lalu bergegas pulang
Tidak berapa lama setelah Herry pulang datang seorang pemuda yang ternyata mencari Amilia juga
" Assalamualaikum!" ucapnya
" Wa'alaikum salam" jawab bi Suroh yang tergopoh-gopoh membukakan pintu
Ceklek
" Maaf mau cari siapa ya?" tanya bi suroh sopan
" Emmm.... Amilia nya ada bi?" tanya orang tersebut
Bi Suroh nampak bergeming, ia bingung harus mengatakan apa kepada pemuda yang ada dihadapannya saat ini
" Bi!" panggil pemuda tersebut karena bi Suroh terlihat melamun
" Eh iya maaf den" Bi Suroh terkesiap dari lamunannya
"Emm... tunggu sebentar ya den!" ucap Bi Suroh lalu beranjak masuk kembali kedalam rumah
" Sepertinya ada tamu ya bi?" tanya Mommy Naura yang baru saja beranjak dari tempat duduknya
Bi Suroh yang mengira majikannya itu sudah masuk ke dalam kamar pun nampak terkejut ketika dirinya hendak ke kamar Amilia dan mendapati majikannya itu masih berada di ruang TV
" I...iya nyonya, itu diluar ada den Alex mencari non Amilia" jawab bi Suroh takut-takut
" Alex? mencari Amilia?" tanya mommy Naura memastikan
" Iya nyonya" sahut Bi Suroh
" Yaudah kamu bilang aja Amilia nya sedang tidur" tutur mommy Naura
" Tapi Nyonya_" Bi Suroh jadi bingung sendiri
" Tapi kenapa bi?" tanya mommy Naura seraya memincingkan matanya
" Emm...."
" Bi, mana Amalia nya cepat panggilkan kasihan loh nak Alex sudah nunggu dari tadi di luar, kenapa enggak di suruh masuk aja sih!" Ucap seseorang yang baru saja datang
Mommy Naura langsung menoleh ke arah sumber suara lalu menghampirinya dan mencium punggung tangannya
" Tadi kata bi Suroh Amilia sudah tidur mas sewaktu nak Herry datang kesini dan ingin bertemu dengannya" sahut mommy Naura
" Sudah tidur?"
" Iya mas" jawab mommy Naura meyakinkan
" Emmm... itu tuan, sebenarnya...!" bi Suroh jadi salah tingkah sendiri
" Amilia belum tidurkan?" tanya dad Mahendra menebak
" I...iya tuan" jawab bi Suroh menundukkan kepalanya merasa bersalah karena sudah berani berbohong
" Bi!" Kaget mommy Naura dengan jawaban yang diberikan bi Suroh
" Maafkan saya nyonya" sahut bi Suroh
" Sudahlah bi, panggilkan Amilia sekarang!" ucap dad Mahendra membuat mommy Naura yang hendak berbicara langsung bungkam
" Baik tuan, kalau begitu saya permisi!" pamit bi Suroh lalu segera pergi untuk memanggil Amilia
Tok Tok Tok
Bi Suroh mengetuk pintu kamar Amilia sambil memanggil namanya
" Non... non Amilia!" panggilnya
Amilia yang baru saja selesai mandi langsung membukakan pintu
Ceklek
" Iya bi ada apa?" tanya Amilia
" Itu non, dipanggil tuan besar. Emm...itu di bawah ada den Alex katanya mau bertemu dengan non Amilia" tuturnya menjelaskan
" Alex?"
" Iya non, apa non Amilia akan meminta bibi mengatakan kalau non sudah tidur lagi?" tanya bi Suroh
Amilia cengar-cengir sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal " Tidak perlu bi, bilang saja sebentar lagi aku akan turun aku mau ganti baju dulu bi" jawab Amilia
"Baik lah kalau begitu non, setidaknya bibi tidak perlu berbohong lagi karena tuan besar sudah tahu kalau non belum tidur" ucap bi Suroh yang seketika membuat Amilia mengerutkan keningnya
" Maksudnya bi?"
"Emmm.... itu non tadi nyonya besar sudah cerita tentang kedatangan teman non yang bernama Herry pada tuan"
Amilia menepuk keningnya sendiri " Pasti panjang ini urusannya" gumam Amilia
" Panjang apanya non?" tanya bi Suroh yang samar-samar mendengar gumaman Amilia
__ADS_1
" Tidak ada bi, udah sana bibi turun dulu aku mau ganti baju"
" Iya non" Bi Suroh pun melenggang pergi setelah pintu kamar Amilia kembali tertutup
Setelah berganti pakaian Amilia pun bergegas turun untuk menemui Alex yang sedang berada di ruang tamu bersama dan daddy-nya
" Akhirnya turun juga, apa kamu baru bangun tidur sayang?" goda mommy Naura pada sang putri
" Momm...." Keluh Amilia yang tahu kalau mommy nya itu sedang menyindirnya
" Duduklah!" titah sang daddy
" Apa benar kamu sudah tidur dan bi suroh yang sudah membangunkan mu?" tanya dad Mahendra yang ternyata tidak jauh beda dengan mommy yang ikut-ikutan menyindirnya
" Tanpa aku jawab pun dad dan mommy juga pasti sudah tahu jawabannya" jawab Amilia dengan mencibikkan bibirnya lucu
Mommy dan daddy pun tergelak setelah mendengar jawaban putri mereka
" Sudahlah mom, sebaiknya kita masuk saja ke kamar, biarkan mereka bicara berdua!" ucap dad Mahendra
" Alex kami tinggal dulu ya, ingat jangan berbuat yang macam-macam, kalian itu bukan muhrim jadi harus jaga jarak dan jaga pandangan!" ucap dad Mahendra beralih kepada Alex yang sedang duduk bersebelahan dengan mereka
" Daddy apaan sih, siapa juga yang mau berbuat macam-macam, palingan juga cuma satu macam kok dad "
" Amilia!" tegur daddy-nya
Amilia tergelak " Daddy meragukan ku?"
" Ya...ya... Daddy percaya dengan putri daddy" sahut Dad Mahendra yang langsung melirik ke arah sang isteri lalu mengajaknya ke kamar
" Kenapa tadi harus berpura-pura tidur sampai membuat bi Suroh berbohong tapi sekarang lihat tuh kelakuan putrimu nampak senang sekali dia dengan kedatangan nak Alex!" gumam mommy Naura seraya berjalan ke arah kamarnya
Dad Mahendra yang merangkul bahu sang isteri pun terkekeh " Kamu ini seperti tidak pernah merasakan muda saja sayang, masa seperti itu saja kamu tidak mengerti sih"
Ceklek
Dad Mahendra membuka pintu kamarnya lalu keduanya pun masuk
Mommy Naura menoleh ke arah dad Mahendra setelah berada di tepi tempat tidur " Maksud Daddy apa sih?"
Dad Mahendra terkekeh " Kalau tadi jelas putri kita memang sengaja menghindari nak Herry sayang makanya dia menyuruh bi Suroh untuk berbohong" Terang dad Mahendra
" Loh kenapa harus pakai menghindar segala dan menyuruh bi Suroh berbohong?"
" Ya masa segitu aja kamu enggak tahu sayang?" dad Mahendra geleng-geleng kepala
" Apa?"
" Ya karena putrimu itu tidak suka dengan Herry" terang dad Mahendra membuat mommy akhirnya mengangguk mengerti
" Jadi maksud daddy putri kita sukanya sama nak Alex begitu?" tanya mommy Naura
" Kalau soal itu mommy tidak perlu bertanya lagi, mommy sudah tahu jawabannya sendiri"
Disaat mommy dan daddy-nya membicarakan dirinya yang jadi bahan pembicaraan saat ini malah terlihat diam-diaman sampai akhirnya atensi keduanya terpecah ketika bi Suroh datang sambil membawa minuman untuk Alex
" Silahkan di minum den Alex" ucap bi Suroh sebelum pergi kembali ke belakang
" Terima kasih ya bi"
" Sama-sama den"
Setelah kepergian bi Suroh Amilia memberanikan diri untuk menatap Alex yang ternyata juga tengah menatapnya
" Ada perlu apa datang kemari?" tanya Amilia langsung tanpa basa-basi
" Gue cuma mau melihat keadaan loe" jawab Alex dengan santainya
" Oh gitu, sekarang loe udah lihat kan kalau gue baik-baik aja" ucap Amilia sedikit ketus
Alex mengangguk pelan sambil menyunggingkan senyum diwajah tampannya
" Gue denger tadi dari nyokap loe si Herry datang ke sini"
Amilia menghela napas panjang lalu menatap Alex dengan tatapan datar
" Iya" jawab Amilia singkat
" Mau ngapain tuh anak ke sini?" tanya Alex yang sedikit merasa panas sendiri
" Mana gue tahu, mau ngajak gue kencan kali" jawab Amilia asal
Alex menautkan kedua alisnya " Kencan?" tanya Alex memicingkan matanya membuat Amilia jadi salah tingkah karena Alex terus menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan
" Ya mana gue tahu, mungkin aja!" sahut Amilia seraya mengangkat kedua bahunya
" Bisa jadi sih tapi untungnya yang diajak kencan udah tidur" Goda Alex lalu mengulum senyum
Amilia mendengus kesal gara-gara mommynya Alex jadi menggodanya
" Apaan sih!" rajuk Amilia
" Udah ah jangan ketus-ketus gitu sama calon suami enggak baik mending yang manis-manis aja!" godanya lagi yang langsung membuat Amilia seketika melototkan matanya
Alex langsung tergelak melihat raut wajah Amilia yang terlihat tegang dan juga merona merah namun detik berikutnya tawa itupun luntur ketika mendengar suara deheman seseorang
__ADS_1
" Ekhem....!"
Deg