Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Pengakuan 2


__ADS_3

" Maksud kamu apa?" Ayah Chandra sudah mengepalkan tangannya kuat hingga buku-buku tangannya nampak memutih


" Akulah orang yang sudah merenggut kehormatan Chessy putri om !"


Bugh


Sebagai seorang ayah betapa hancur dan sakit hatinya saat mendengar pengakuan laki-laki yang ada di hadapannya kalau dialah orang yang sudah merenggut kehormatan anak gadisnya


Bugh


Bugh


Entah untuk keberapa kalinya pria paruh baya itu melayangkan pukulannya pada wajah dan tubuh Amar.


Luka akibat pukulan dari daddy nya sendiri saja masih terasa sakitnya kini luka-luka itu sudah bertambah lagi


Amar hanya bisa pasrah menerima pukulan demi pukulan dari ayah Chandra, dia sama sekali tidak menghindar, luka yang ia rasakan tidaklah sebanding dengan apa yang dialami Chessy.


" Pak Chandra tolong hentikan pak, hiks... hiks..." Mommy berjongkok memeluk tubuh putranya yang sudah tergolek lemah di lantai dengan wajah yang sudah babak belur dengan darah yang keluar dari hidung dan mulutnya


" Ayah sudah, jangan teruskan lagi dia bisa mati jika ayah terus menerus memukulinya" Bunda memegang tangan ayah Chandra yang hendak terangkat ke udara ingin menghajar kembali Amar yang sudah tidak berdaya itu


" Dia pantas mati!" sarkasnya


Bahkan ayah Chandra tidak peduli lagi saat ini ia sedang berhadapan dengan siapa


Rasa sakit hati dan kemarahannya tidak lagi memandang orang yang ada di hadapannya saat ini adalah orang yang memiliki kekuasaan besar yang bisa saja dengan mudah memenjarakan dirinya dan juga keluarganya karena sudah menganiaya penerus keluarga Mahendra


Pria paruh baya itu hanya ingin meluapkan kemarahannya dan rasa sakit hatinya pada orang yang sudah menghancurkan masa depan putrinya hingga membuat putri satu-satunya yang sangat ia sayangi mengalami tekanan batin dan juga mental


" Pak Chandra saya mohon hentikan, walau bagaimanapun Amar adalah putra saya." Daddy Mahendra yang sejak tadi diam saja menyaksikan putranya sendiri di hajar oleh ayah Chandra kini ikut bersuara


" Saya tahu kesalahan Amar sangatlah fatal, kata maaf saja memang tidaklah cukup untuk menebus semua kesalahan yang sudah ia perbuat tapi sebagai orang tua saya berharap pak Chandra mau memaafkan kesalahannya" Tutur Daddy Mahendra


Ayah Chandra mengusap wajahnya kasar lalu menatap tajam ke arah Amar


" Maaf kata anda?" Ayah Chandra tertawa getir

__ADS_1


" Apa jika saya memaafkan dia, kehormatan putri saya bisa kembali lagi? apa kondisi putri saya bisa normal seperti dulu lagi?" tekan Ayah Chandra membuat Daddy Mahendra diam


Daddy Mahendra menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan


" Saya tau ini sangat berat, jika saya di posisi pak Chandra pun saya pasti akan bersikap sama seperti yang pak Chandra lakukan bahkan lebih tapi bukan saya ingin membela atau membenarkan perbuatan anak saya karena di sini pun Amar juga korban dari jebakan orang-orang yang tidak bermoral dan keji" tutur Daddy Mahendra panjang lebar


" Di jebak?" Ayah Chandra tersenyum sinis


" Itu hanyalah alibinya saja"


" Maaf pak Chandra, saya tahu anda saat ini sangat marah dan membenci putra saya tapi apa yang saya katakan itu benar, saya tahu putra saya seperti apa bahkan pak Chandra bisa lihat sendiri kan saat kami datang ke sini wajah putra saya seperti apa?"


Ayah Chandra terdiam sejenak mengingat kembali saat mereka baru datang dan benar wajah Amar nampak lebam


" Itu karena saya juga sangat marah tidak terima saat putra saya mengakui kesalahannya yang sudah menodai seorang gadis" terang daddy Mahendra


Lalu daddy Mahendra pun menceritakan apa yang sudah di ceritakan Amar sebelumnya pada Daddy Chandra kalau putranya melakukan hal itu karena di pengaruhi obat laknat yang tanpa sepengetahuannya ada yang sudah mencampurkannya ke dalam minumannya, dan ia pun tidak tahu kalau wanita yang sudah dinodai nya adalah Chessy sahabat adiknya sendiri karena pada saat ia terbangun Chessy pun sudah tidak ada di kamarnya dan hanya menemukan sebuah kalung


Amar menunjukkan kalung tersebut, bunda yang sangat mengenali kalung itu pun langsung meraihnya dari tangan Amar


" Iya ini benar kalung milik Chessy!" ucap bunda


Ayah Chandra bergeming, pikirannya kini kalut. Dia akui Amar mungkin sudah berkata jujur dan dia pun sudah berani mengakui kesalahannya tapi tidak mudah begitu saja ayah Chandra mengampuni kesalahan yang sudah Amar lakukan walaupun itu tanpa kesengajaan


" Walaupun kamu melakukan hal ini dalam keadaan tidak sadar dan dipengaruhi oleh obat tetap saja perbuatan itu tidak bisa dibenarkan dan dimaafkan begitu saja proses hukum harus tetap dijalankan" tegas ayah Chandra


Deg


Mommy, daddy dan juga Amar terjingkak kaget mendengar kata-kata ayah Chandra bahkan mommy pun semakin terisak


" Pak Chandra tidak bisakah kita bicarakan ini secara kekeluargaan?"


Ayah Chandra menatap tajam ke arah Daddy Mahendra, walaupun tahu orang yang ada di hadapannya itu memiliki kekuasaan besar dan bisa saja dengan mudahnya hukum ia beli tapi ayah Chandra nampak tidak sedikitpun gentar ingin tetap memenjarakan Amar


Daddy Mahendra lalu menuturkan dampak yang akan terjadi jika kasus itu dibawa ke rana hukum, bukan hanya keluarga Mahendra yang terkena imbasnya dan menanggung malu jika sampai kasus itu tersebar ke publik tapi dampak yang buruk juga untuk Chessy dimata masyarakat terutama di lingkungan sekolah nya dan berpengaruh juga untuk masa depannya kelak


Ayah Chandra nampak kembali berpikir tentang penuturan daddy Mahendra

__ADS_1


" Lalu kami harus bagaimana, apakah kami harus diam saja dan menganggap ini semua seolah tidak pernah terjadi begitu?" ayah Chandra tersenyum sinis


" Aku akan bertanggung jawab!" tegas Amar dengan lugas


Ayah Chandra yang tadinya menatap daddy Mahendra kini langsung beralih pada Amar


" Bertanggung jawab?" Ayah Chandra mengerutkan keningnya


" Iya, aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan pada Chessy" sahut Amar


" Bertanggung jawab bagaimana maksudnya?" Ayah Chandra mencari kejelasan pada Amar


" Aku akan menikahi Chessy"


Deg


Semua cukup terkejut dengan ucapan Amar tapi ada rasa bangga tersendiri yang di rasakan oleh daddy Mahendra begitu juga dengan mommy Naura, mereka bangga pada putranya yang sudah berani mengakui kesalahannya dan kini mau bertanggung jawab untuk menikahi gadis tersebut


Ayah Chandra dan bunda nampak berpikir, keduanya pun sempat berbicara empat mata dan setelah keduanya berembug akhirnya mereka pun memutuskan untuk menerima pertanggungjawaban Amar yang ingin menikahi putrinya


Walaupun tidak tahu bagaimana reaksi Chessy sendiri nantinya yang entah bisa menerima Amar atau tidak, tapi harapan mereka adalah semoga Chessy bisa menerimanya dan bisa sembuh dari trauma yang dideritanya


Setelah kesepakatan di dapat, Amar dan Chessy akan menikah dua hari lagi, Amar dan keluarganya pun undur diri dan urusan Chessy biar nanti Ayah Chandra dan bundanya sendiri yang berbicara


Sebelum pulang mommy Naura yang sangat mengkhawatirkan keadaan putranya yang cukup memperihatinkan dengan tubuh dan wajahnya yang banyak luka lebam dengan dibantu oleh daddy-nya, mommy memaksa Amar untuk di obati terlebih dahulu


Awalnya Amar menolak tapi karena memang dia merasakan tubuhnya yang terasa sakit semua mau tidak mau Amar pun terpaksa mengiyakan keinginan mommy nya yang sedari sudah terlalu banyak menangis membuat Amar merasa sangat bersalah


" Sudahlah mom, jangan menangis lagi. luka ini tidaklah seberapa mom, Chessy jauh lebih menderita dari aku mom!" ucap Amar lirih saat tengah berjalan di papah oleh kedua orangtuanya menuju pintu keluar ruangan


Ayah day bunda yang masih dapat mendengar pembicaraan ibu dan anak itu saling melempar pandangan


" Semoga keputusan yang ayah ambil adalah keputusan yang tepat ya bun!" ucap ayah Chandra seraya menatap punggung Amar dan keluarganya yang kini telah menghilang di balik pintu


" Amin" Bunda mengaminkan ucapan Ayah Chandra


" Iya ayah, semoga nak Amar adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan bisa membahagiakan putri kita" ucap bunda menimpali ucapan suaminya

__ADS_1


Pasangan suami isteri itupun memilih untuk beristirahat dan berharap besok Chessy bisa menerima pertanggungjawaban Amar yang berniat ingin menikahinya


__ADS_2