Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Perhatian untuk Chessy


__ADS_3

Pagi ini Chessy bangun lebih awal apalagi setelah tahu kalau Oma menginap, calon ibu muda itupun sudah tidak sabar ingin menyapanya dan setelah tugasnya selesai membangunkan Amar dan menyiapkan pakaian kerjanya Chessy pun memutuskan untuk turun dan membantu bi Suroh yang pastinya sudah berada di dapur bersama mommy Naura membuat sarapan


" Selamat pagi mom, bi Suroh!" sapa Chessy setelah berada di dapur


Mommy Naura dan bi Suroh pun langsung menoleh setelah mendengar suara Chessy


" Ya ampun sayang, kenapa kamu kesini sudah sana kembali saja dulu ke kamar nanti kalau sarapannya sudah siap baru kamu boleh turun!" Ucap mommy Naura dengan posesifnya tidak mengizinkan sang menantu masuk ke dapur apalagi berniat untuk membantunya


" Mom, izinkan Chessy bantu membuat sarapan ya!" pinta bumil dengan melas


" No sayang, mommy tidak izinkan. Kamu itu tidak boleh kecapean ingat ya kamu itu sedang hamil harus banyak istirahat!" larang mommy Naura


Chessy mengerucutkan bibirnya nampak lucu, berharap pagi ini ia bisa membantu mommy Naura membuat sarapan tapi alhasil ia malah dilarang untuk masuk ke dapur


" Tapi Chessy sudah cukup banyak istirahatnya mom!"


" Tetap saja tidak boleh sayang, dapur itu tidak baik untuk kamu, mommy juga tidak mau kalau sampai membuat suami kamu dan juga Daddy marah sama mommy karena membiarkan kamu berada di dapur" terang mommy


" Tapi kan Chessy sudah baik-baik aja mom, tidak perlu cemas Chessy sudah sehat" Chessy masih membujuk sang mertua


" Sayang, sebaiknya kamu duduk saja ya disini, cukup melihat mommy dan bi Suroh saja bekerja di dapur dan jangan lagi membantah, oke!" kali ini mommy yang membujuk Chessy agar menurut


" Sebentar lagi Oma juga pasti kesini jadi jangan membuat Oma juga marah karena melihat cucu menantunya yang sedang hamil ini ikut sibuk di dapur!" ucap mommy kembali dengan bahasa yang sangat lembut


Chessy akhirnya mengalah, ia tidak ingin membuat mommy serba salah dan juga disalahkan nantinya


" Baiklah mommy!" sahut Chessy


" Anak pintar!" Mommy mengusap lembut pucuk kepala Chessy


" Yaudah mommy lanjutkan masak dulu ya, mommy akan meminta tolong bi Suroh untuk membuatkan kamu susu ya!" ucap mommy Naura sebelum beranjak pergi


" Terima kasih mom!"


" Sama-sama sayang!" Mommy Naura pun melangkah pergi menghampiri bi Suroh yang sedang sibuk di depan kompor


" Bi tolong buatkan Chessy susu ya bi!" titah mommy Naura yang segera di angguki oleh bi Suroh


" Baik nyonya!" Bi Suroh pun dengan cekatan membuatkan susu hamil untuk Chessy

__ADS_1


Selang beberapa menit bi Suroh menghampiri Chessy yang sedang duduk di salah satu kursi meja makan sambil membawa segelas susu hangat


" Ini non Chessy susunya, silahkan diminum selagi hangat!" ucap bi Suroh seraya meletakkan gelas berisi susu coklat kesukaan Chessy di atas meja tepat di hadapannya


" Terima kasih ya bi, maaf merepotkan bibi!" Ucap Chessy


" Jangan sungkan non, ini memang sudah menjadi tugas saya dan kalau non Chessy butuh apa-apa bilang aja ya sama bibi" Ujar bi Suroh dengan tulus


" Iya bi, sekali lagi terima kasih!" ucap Chessy seraya mengulas senyum ramahnya


" Iya sama-sama non" ucap bi Suroh lalu pamit undur diri untuk kembali membantu mommy Naura yang sedang sibuk di dapur


Chessy meneguk susu yang dibuatkan oleh bi Suroh hingga tandas, karena merasa bosan duduk sendirian Chessy pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya


" Mommy, Chessy kembali ke kamar ya!" pamit Chessy kepada ibu mertuanya yang sedang berkutat di dapur bersama bi Suroh


" Iya sayang, kamu siap-siap aja dulu ya nanti kalau sarapannya sudah siap mommy akan meminta bi Suroh untuk memanggil kalian!" Sahut mommy Naura


" Baiklah mom!"


Ceklek


Chessy membuka pintu kamarnya dan mendapati suaminya sudah rapih dengan stelan baju kerjanya


Amar menoleh ke arah isterinya yang berdiri di ambang pintu sambil tersenyum " Kamu juga bersiap-siaplah sayang, bukankah hari ini kamu akan berangkat ke sekolah?"


" Iya kak!"


" Ya sudah sana siap-siap dulu!"


Chessy pun menganggukkan kepalanya lalu masuk ke ruang ganti baju


Setelah keduanya sudah siap mereka pun sambil bergandengan tangan keluar dari dalam kamar


" Selamat pagi semuanya!" sapa Amar kepada semua penghuni rumah yang sudah berkumpul di meja makan


" Selamat pagi sayang!" sahut mommy Naura


" Pagi!" jawab singkat dad Mahendra

__ADS_1


" Selamat pagi Oma!" Kali ini Chessy yang menyapa Oma sambil menghampirinya lalu mencium punggung tangannya


" Selamat pagi sayang, bagaimana kabarmu dan juga calon cicit Oma?" tanya Oma seraya mengulurkan tangannya untuk mengelus perut Chessy yang sudah membuncit


" Alhamdulillah baik Oma" jawab Chessy


" Syukurlah kalau begitu, ayo cepat duduk kamu harus sarapan yang banyak karena bukan hanya kamu yang harus makan calon cicit Oma juga harus banyak makan biar cepat besar dan sehat!" Seru Oma penuh perhatian


" Iya Oma" jawab Chessy


Amar menarik kursi untuk Chessy, setelah sang isteri sudah duduk barulah Amar menarik satu kursi di sebelahnya untuk dirinya sendiri


Dengan penuh perhatian Amar membantu mengisi piring milik Chessy


" Biar aku aja kak!" pinta Chessy namun di tolak oleh Amar


" Tidak sayang, biar kakak aja yang ambilkan kamu duduk yang manis saja, biar kakak yang melayani kamu hem" ucap Amar dengan penuh kelembutan


" Tapi kak_!" Chessy hendak protes


" Tidak ada penolakan sayang" tegas Amar


Chessy mengerucutkan bibirnya merasa kalau sikap suaminya itu terlalu berlebihan


Amilia hanya tersenyum senang melihat tingkah kakak dan sahabat baiknya yang nampak menggemaskan itu


" Sudahlah Chessy biarkan saja Amar yang melayanimu, dia memang sudah seharusnya seperti itu kamu kan sudah cukup lelah kesana kemari membawa calon anaknya diperutmu jadi sudah sewajarnya dia harus lebih perhatian terhadap mu!" ucap dad Mahendra


" Betul itu kakak ipar, tidak usah merasa malu dan sungkan karena itu memang sudah menjadi kewajiban kak Amar " Ucap Amilia menimpali ucapan daddy nya


" Huuuu.... sok tau kamu dek" seru Amar pada adik perempuannya itu


" Ya tau dong, emang harus begitu. kalau bukan kak Amar yang perhatian kepada Chessy lalu siapa dong? ya kali cowok lain" ledek Amilia yang langsung mendapat tatapan tajam dari sang kakak


" Huss... sudah jangan diperpanjang!" cegah dad Mahendra saat Amar hendak menimpali ucapan adiknya


" Sebaiknya cepat habiskan sarapan kalian, nanti kalian bisa terlambat ke sekolah!" lanjut dad Mahendra


Mereka pun lalu menikmati sarapan paginya dengan damai dan tenang setelah menghabiskan sarapannya mereka pun beranjak menjalani aktivitas masing-masing

__ADS_1


Dad Mahendra pamit berangkat ke kantor, sedangkan Amar pamit mengantarkan adik dan isterinya ke sekolah sebelum berangkat ke kantornya


Sementara mommy Naura hari ini memilih libur tidak pergi ke butik karena ingin menemani Oma di rumah


__ADS_2