Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Mengajak Chessy?


__ADS_3

" Aku tidak akan merestui kalian!" jawab Amilia dengan tegas


Deg


" Apa kamu serius dengan ucapan mu itu dek?" tanya Amar sedikit takut-takut


" Tentu saja a_"


" Maaf nyonya, a..ada telpon!" ucap bi Suroh dengan tergesa memotong ucapan Amilia


" Telpon dari siapa bi?" bukan mommy yang bertanya tapi justru Amilia yang kini beralih menatap pada bi Suroh


" Dari tuan besar non" jawab bi Suroh dengan sedikit deg-degan


" Ada apa ya daddy kalian nelpon?" gumam mommy Naura seraya berjalan ke ruang keluarga untuk menerima panggilan dari sang suami


Amilia yang penasaran pun mengekor di belakangnya, entah kenapa perasaannya menjadi sedikit tidak tenang


" Assalamualaikum dad!" ucap mommy setelah meletakkan gagang telepon ke telinganya


(....)


" Innalilahi wa innailaihi rojiun!" mommy yang terkejut pun seketika merasa lemas setelah menerima kabar dari suaminya di balik telpon


" Ada apa mom?" tanya Amilia namun mommy hanya diam saja


Amilia yang melihat sambungan telponnya masih terhubung itu pun langsung mengambil alih telpon tersebut


" Hallo...!" ucap Amilia


Dan seketika tubuh Amilia pun terasa lemas namun sebisa mungkin ia berusaha untuk tetap kuat mendengarkan berita yang sedang disampaikan di sambungan telepon tersebut


" Mom!" Amilia memeluk tubuh sang mommy yang tengah terisak


" Ada apa ini, kenapa kalian menangis?" tanya Amar yang baru menyusul keduanya dan langsung bergegas menghampiri mommy dan Amilia yang tengah menangis


" Amilia, katakan ada apa?" sentak Amar yang sudah diliputi oleh kepanikan


" Cepat katakan ada apa sebenarnya, kenapa kamu dan mommy menangis seperti ini? ada apa dengan daddy?" tanya Amar kembali dengan nada yang sedikit meninggi karena baik Amilia maupun mommy hanya bisa menangis


" Sabar kak, jangan membentak seperti itu!" tegur Chessy berusaha untuk menenangkan suaminya padahal di dalam hatinya pun Chessy sama penasaran dan khawatirnya seperti yang Amar rasakan saat ini apalagi melihat mommy dan Amilia yang tiba-tiba saja menangis


" Kak kita harus segera pergi ke Jogja sekarang!" ucap Amilia setelah merasa jauh lebih tenang namun kesedihan jelas terlihat dimatanya yang sedikit sembab


" Ke Jogja? Sekarang? ada apa ini sebenarnya dek, tolong ceritakan yang jelas, apa telah terjadi sesuatu?" tanya Amar dengan menurunkan sedikit nada bicaranya


" Daddy baik-baik aja kan dek?" tanya Amar khawatir


" Daddy....... daddy mengalami kecelakaan kak dan saat ini berada di rumah sakit, tapi_!" Amilia menjeda kata-katanya


Deg


" Tapi apa?" Cecar Amar tambah panik begitu juga dengan Chessy saat mendengar kabar kalau daddy nya mengalami kecelakaan


" Tapi opa_"


" Opa ?" Amar mengerutkan keningnya


" Ada apa dengan opa? apa hubungannya kecelakaan daddy di Jogja dengan opa? bukankah opa saat ini sedang berada di Malaysia?" tanya Amar yang nampak bingung dengan ucapan Amilia


" Opa,... opa saat ini dalam keadaan kritis kak di rumah sakit umum yang ada di Jogja" terang Amilia


Deg


Amar terduduk lemas, Chessy bergeming gadis itu bingung harus bersikap bagaimana menyikapi tentang berita opanya Amilia yang masuk rumah sakit bahkan dalam keadaan kritis


Chessy meminta tolong pada bi Suroh untuk mengambilkan air minum


" Mommy, Amilia ini minumlah dulu!" ucap Chessy menyodorkan air minum yang tadi sudah diambilkan oleh bi Suroh untuk Amilia lalu mengambil satu gelas lagi untuk ibu mertuanya


" Minumlah dulu mom, agar mommy sedikit merasa lebih tenang!" ucap Chessy dengan nada lembut pada ibu mertuanya


" Terima kasih sayang!" ucap mommy mengambil gelas yang ada di tangan menantunya lalu meneguknya sedikit


" Kak!" Chessy pun tidak lupa memberikan air minum untuk sang suami


Amar menatap gelas yang ada di tangan isterinya, pria itu mengerutkan alisnya saat memperhatikan tangan Chessy yang nampak bergetar


" Duduklah!" ucap Amar setelah mengambil alih gelas yang ada di tangan Chessy seraya tangan kirinya Amar menepuk-nepuk sofa kosong di sampingnya menyuruh Chessy untuk duduk


Awalnya Chessy ragu tapi melihat kesedihan yang terpancar di wajah suaminya akhirnya Chessy pun menurut dan memberanikan diri untuk duduk di samping Amar


Amilia yang tengah bersedih pun tidak menyadari kedekatan dan kebersamaan sahabat baiknya dengan kakaknya Amar


Rasa cemas dan takut kehilangan membuat Amilia tidak memperhatikan keadaan sekitarnya


" Kenapa gemetar seperti ini?" tanya Amar setelah meraih tangan Chessy dalam genggamannya

__ADS_1


Chessy menggeleng pelan " Ti.. tidak kenapa-napa kok kak, aku baik-baik aja!" ucap Chessy sambil menarik tangannya yang di genggam Amar


Chessy takut Amilia melihat kedekatan mereka jadi dengan gerakan cepat gadis itupun memberi jarak


"Apa dia baik-baik saja?" tanya Amar khawatir menatap perut Chessy yang nampak masih rata


Chessy yang mengerti arah pertanyaan Amar pun mengangguk pelan


" Iya kak dia baik-baik saja kakak tidak usah khawatir" Sahut Chessy seraya menatap takut-takut kearah Amilia


" Amar apa bisa kita pergi ke Jogja sekarang? mommy ingin segera melihat keadaan opa kamu nak!" pandangan Amar pun langsung tertoleh pada mommynya


" Oma pasti saat ini sedih sekali kak, kita harus kesana sekarang kasihan Oma" ucap Amilia yang juga mengkhawatirkan keadaan Omanya


Amar terdiam sejenak lalu menatap mommy dan adiknya bergantian " Apa sebenarnya yang terjadi mom, bukannya Oma dan Opa sedang di Malaysia kenapa sudah pulang ke Jogja dan aku tidak tahu sama sekali tentang kepulangan mereka?" tanya Amar


Mommy pun akhirnya menceritakan tentang penyakit Opa yang cukup serius namun Opanya meminta untuk pulang saja tidak mau tinggal di Malaysia, Opa ingin berada dekat dengan keluarganya karena itulah suaminya pergi ke Jogja selama beberapa hari untuk menemani orang tuanya berobat


Amar yang sudah mendengar cerita dari mommy nya akhirnya memutuskan untuk segera menemani mommy dan adiknya ke Jogja


" Yaudah dek kamu bersiap-siaplah, kita berangkat sekarang!" ucap Amar


Amilia pun mengangguk lalu menoleh ke Chessy " Chess gue_!"


Chessy tersenyum " Iya enggak apa-apa, loe bersiap-siaplah sekarang, gue turut prihatin semoga Opa cepat pulih kembali ya Mil loe yang sabar!" ucap Chessy


" Tapi loe_?"


" Loe tenang aja gue bisa pulang sendiri naik taksi, udah cepat sana siap-siap!" ucap Chessy yang seketika membuat Amar mencelos mendengar isterinya akan pulang ke rumahnya sendiri naik taksi


" Gue tinggal ya!" pamit Amilia


" Iya" sahut Chessy


" Yaudah, mommy juga mau bersiap-siap dulu!" ucap Mommy beranjak pergi ke kamarnya


Setelah Amilia dan Mommy pergi ke kamar masing-masing di ruangan tersebut tinggallah Chessy dengan Amar


" Dek kamu ikut aja ya ke Jogja!" ucap Amar yang langsung membuat Chessy menatap ke arahnya


Chessy tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan


" Maaf kak aku tidak bisa ikut, bagaimana menjelaskan pada Amilia jika aku ikut dengan kakak ke Jogja!" ucap Chessy


" Kakak akan cari alasan untuk itu tapi kamu ikut ya, kakak tidak akan tenang jika jauh dari kamu dek"


Blush


" Tapi kak_!" Chessy tidak mungkin ikut begitu saja dengan Amar sementara dia saja belum tahu apa bunda dan ayahnya mengizinkan atau tidak walaupun dia pergi bersama suaminya sendiri tetap saja ia harus izin kepada kedua orangtuanya


" Ayah sama bunda?" tebak Amar yang mengerti arah pikiran isterinya


" Iya kak" jawab Chessy


" Biar nanti kakak yang meminta izin, dan soal pakaian kamu nanti biar Roy yang menyiapkan" tutur Amar


" Kak Roy?" Chessy terkejut


Aneh saja rasanya jika yang mempersiapkan segala keperluannya justru laki-laki lain ya walaupun asisten pribadi suaminya sendiri


" Kenapa?" tanya Amar yang melihat raut aneh pada wajah isteri kecilnya itu


" Apa tidak ada orang lain kak, rasanya gimana ya kalau yang menyiapkannya itu kak Roy" tutur Chessy dengan jujur merasa tidak nyaman


Amar tersenyum dia tahu maksud arah pemikiran sang isteri " Kamu tenang aja walaupun kakak menyuruh Roy mempersiapkannya tapi ya bukan dia juga yang harus menyiapkan emmm .... keperluan pribadi kamu juga, mana mungkin kakak membiarkan hal itu terjadi kakak sendiri saja belum pernah_!"


" Kak ih, sempat-sempatnya mikir yang aneh-aneh kayak gitu!" Wajah Chessy sudah semerah tomat


" Aneh apanya ya enggak aneh lah kamu tuh yang mikirnya sudah terlalu jauh sayang!"


Blush


Amar lagi-lagi membuat Chessy tersipu malu apalagi mendengar panggilan sayang


" Sudahlah, jangan banyak protes lagi semua keperluan kita nantinya biar Roy yang menyiapkan, tenang saja untuk keperluan pribadi kamu nanti sekretaris Ana yang menyiapkan dan tidak mungkinlah kakak menyuruh Roy " tutur Amar


" Loh Amar kamu belum bersiap-siap?" tanya mommy Naura yang sudah kembali dengan membawa satu koper yang cukup besar


" Amar sudah siap mommy, emmm... Chessy akan ikut ya mom ke Jogja bersama kita!" terang Amar


" Ikut?" Amar mengangguk sedangkan Chessy menundukkan kepalanya sambil meremas jemarinya


" Mommy sih senang aja kalau memang menantu mommy ikut menjenguk Opa dan Oma, tapi bagaimana dengan Amilia?"


Chessy nampak gelisah " Iya kak, bagaimana cara menjelaskan pada Amilia nanti kalau tiba-tiba aku ikut ke Jogja apalagi kakak belum mengatakan apa-apa pada Amilia" ucap Chessy


" Sudahlah kak, aku tidak usah ikut saja ya!"

__ADS_1


Amar menggeleng tidak setuju " Tidak, kamu tetap harus ikut karena kakak enggak akan bisa tenang jika meninggalkan kamu selama beberapa hari disana!" kekeh Amar


" Tapi kak_!"


" Biar kakak yang bicara pada Amilia, kamu tenang saja ya!"


Amar pun beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah kamar Amilia yang masih bersiap-siap


Tok tok tok


Amar mengetuk pintu kamar Amilia " Amilia!" panggil Amar disela ketukan pintu kamarnya


" Iya kak sebentar!" teriak Amilia dari dalam kamarnya


Ceklek


Tidak berapa lama Amilia membuka pintu kamarnya


" Ayok kak aku udah siap" ucap Amilia seraya menyeret satu kopernya


" Boleh Kakak bicara sebentar?"


Amilia mengerutkan keningnya apalagi terlihat raut wajah serius pada sang kakak


" Ada apa kak? apa Daddy menelpon lagi dan memberi kabar tentang Opa atau Oma?" tanya Amilia yang nampak begitu mengkhawatirkan keadaan Opa dan Omanya


" Tidak, daddy belum memberi kabar lagi"


" Terus?"


" Kita duduk dulu!" Amar merangkul adiknya lalu menggiringnya ke arah tempat tidur


Dan keduanya kini tengah duduk di tepi tempat tidur


" Kakak mau bicara apa?" tanya Amilia


" Begini, kamu tahu sendiri kan setiap kali kakak bertemu dengan Opa ataupun Oma mereka selalu saja bertanya tentang kapan kakak menikah? dan kapan kakak akan membawa calon menantu untuk keluarga Mahendra" tutur Amar dan Amilia mengangguk membenarkan


" Tapi saat ini keadaan Opa kan tidak seperti biasanya kak, jadi tidak mungkinlah mereka mempertanyakan hal macam itu kak" ucap Amilia


Amar membenarkan ucapan sang adik tapi dia harus bisa meyakinkan adiknya untuk mencari alasan agar bisa membawa Chessy pergi bersama mereka


" Iya kakak juga tahu hal itu tapi bagaimana jika tiba-tiba hal itu justru yang bisa membuat keadaan Opa menjadi jauh lebih baik setelah mendengar kakak membawa calon menantu Mahendra?"


" Maksudnya?"


" Sebenarnya kakak tidak enak mengatakan hal ini tapi semoga saja ini menjadi penyemangat Opa agar bisa cepat sembuh"


Amilia semakin mengerutkan keningnya tidak mengerti arah pembicaraan sang kakak yang menurutnya terlalu bertele-tele


" Kak bicara yang jelas aja, aku benar-benar kurang paham" jujur Amilia


Amar pun menjelaskan pada Amilia tentang dirinya yang akan mengajak Chessy ikut dengan mereka ke Jogja


Amilia jelas tidak setuju, dia tidak mau kakaknya memanfaatkan Chessy menurutnya


" Tidak kak aku enggak setuju"


" Tapi Milia kakak butuh Chessy"


" Kak cukup, aku enggak mau kakak memanfaatkan sahabat aku demi kepentingan kakak" tolak Chessy


" Kakak sudah bicara dengan Chessy dan dia pun tidak keberatan"


" Tapi aku yang keberatan kak, aku tahu bagaimana dia melewati hari-harinya yang berat dan aku enggak mau kalau sampai dia bersedih ataupun terluka karena perbuatan kakakku sendiri"


" Kakak janji, kakak tidak akan menyakitinya kakak akan menjaga hatinya seperti apa yang kamu lakukan untuknya"


" Tapi kak_!"


" Kita tidak punya banyak waktu untuk berdebat soal ini, kita harus segera berangkat ke Jogja" tegas Amar


" Setuju tidak setuju kakak akan meminta tolong pada Chessy untuk ikut dengan kita" lanjutnya lagi seraya beranjak berdiri


" Ayok kita keluar sekarang, mommy dan Chessy sudah menunggu kita!"


Amar berjalan keluar kamar meninggalkan Amilia yang tengah mengumpat dalam hati karena kesal dengan keputusan kakaknya yang menurutnya sangat egois


" Kak bagaimana dengan izin dari orang tuanya? tidak mungkinkan kita pergi membawa putri mereka begitu saja" tanya Amilia yang seketika membuat langkah Amar terhenti


" Itu akan menjadi urusan kakak, kamu tenang aja!" ucap Amar tanpa berbalik badan lalu kembali melangkahkan kakinya


Setelah mereka berada di ruang keluarga dimana Chessy dan mommy tengah menunggu mereka, Amilia pun langsung menghampiri Chessy


Amilia sangat menyayangkan dengan keputusan Chessy yang tidak menolak permintaan kakaknya tanpa Amilia ketahui kalau alasan Amar itu sebenarnya memang ingin memperkenalkan Chessy kepada Oma dan Opanya jika mereka kembali mempertanyakan tentang pernikahan lagi yang sangat membosankan menurut Amar


Setelah ada perdebatan kecil antara Amilia dengan Chessy akhirnya mereka pun kini tengah berada di perjalanan menuju Jogja.

__ADS_1


__ADS_2