
Chessy tidak bisa tidur, ia terus kepikiran dengan Amar yang tiba-tiba bersikap dingin kepadanya
Sudah bolak-balik ganti posisi tetap saja mata Chessy tidak dapat terpejam, Chessy lalu beranjak dari tempat tidurnya dan meraih benda pipih yang ada di atas nakas
Chessy membuka ponselnya dan mencari tahu apakah sang suami menghubunginya atau sekedar mengirimkan pesan
Lagi-lagi Chessy menelan kekecewaan karena tidak ada satupun notifikasi pesan yang masuk
Karena merasa kesal Chessy pun melempar ponselnya begitu saja keatas kasur setelah itu ia meluncur ke kamar mandi
Sementara di dalam apartemen Amar yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya berniat untuk tidur namun pria itu pun mengalami hal yang sama dengan Chessy, pria itupun tidak bisa memejamkan matanya walaupun rasa kantuk sudah sangat menyiksanya
Amar meraih ponselnya dan ingin menghubungi sang isteri namun saat ia teringat tentang kejadian di mansion ia mengurungkan niatnya
Amar meletakkan kembali ponselnya ke atas nakas dan berusaha untuk memejamkan mata namun lagi-lagi rasa kantuknya hilang begitu saja ketika bayangan wajah Chessy terus saja bermain dalam ingatannya
Amar mengusap wajahnya kasar, berusaha untuk menghilangkan pikirannya yang begitu mengkhawatirkan keadaan sang isteri namun hatinya tidak dapat dipungkiri rasa khawatir dan rindunya lebih besar dari egonya membuat pria itu akhirnya menyerah dan dengan tergesah ia mengambil kunci mobilnya dan meluncur menuju kediaman ayah dan bunda
Setibanya di rumah ayah dan bunda, Amar ragu-ragu mengetuk pintu rumah tersebut mengingat waktu yang sudah cukup larut malam
Amar akhirnya memutuskan untuk duduk di kursi yang ada di teras rumah sambil bersedekap tangan di dada lalu berusaha memejamkan mata
Chessy yang berada di dalam kamar tiba-tiba merasa sangat haus saat ingin mengambil air minum ternyata kosong, Chrissy pun akhirnya memutuskan untuk ke dapur mengambil air minum
Setelah meneguk air minum yang dia ambil dari dalam kulkas, langkah Chessy bukannya kembali ke kamar tapi malah menuju ruang tamu
Chessy merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan pikiran yang masih tertuju pada sangat suami yang belum juga memberinya kabar
" Apa dia benar-benar marah?" gumam Chessy
Plakkk
Chessy tersentak kaget saat mendengar ada suara dari arah luar
Plakk
Chessy kembali mendengar ada suara dari arah luar, seperti suara sebuah tepukan
" Apa ada orang ya di depan? jangan -jangan mau maling!" monolog Chesy pada dirinya sendiri
Chessy yang merasa penasaran pun akhirnya beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu dengan langkah pelan-pelan, setelah sampai di depan pintu Chessy menyingkap tirai jendela dan sedikit mengitip
Mata Chessy membulat sempurna saat melihat sosok yang ada di depan rumahnya
Deg
Degup jantung Chessy berdegup kencang melihat sosok pria yang sedari tadi mengusik hatinya sedang duduk sambil memejamkan mata di teras rumah
Chessy membuka pintu dan dengan langkah perlahan menghampiri Amar yang terlihat masih memejamkan mata sambil menepuk lengannya yang di gigit nyamuk lalu menggaruk yang gatal
__ADS_1
Ada senyum yang mengembang saat melihat sosok pria dewasa yang sejak tadi mengusik hatinya kini sudah ada di depan mata
Chessy menatap lekat wajah tampan sang suami, perlahan tangannya terulur dan jari lentiknya menyentuh rahang kokoh sang suami
" Kamu terlalu tampan dan mampan kak, aku sungguh merasa tidak pantas untuk berada di samping mu tapi aku juga sudah terlanjur nyaman bersama mu dan takut anak yang ku kandung tidak bisa memiliki sosok ayah sesempurna dirimu apa lagi ada kak Selena wanita pilihan Opa di antara kita yang jelas bebet dan bobotnya " Gumam Chessy dan tanpa terasa ia menitikkan air mata
Tes
Amar yang mendengar suara pintu dibuka dan melihat sosok sang isteri yang menyembul dari balik pintu memilih berpura-pura tidur
Mendengar curahan hati sang isteri hati Amar terasa sakit bak dihantam batu besar
Merasakan ada tetesan air bening yang mengenai tangannya Amar pun tak kuasa lagi berpura-pura tidur ia pun membuka matanya dan menangkap tangan Chessy yang hendak menjauh dari rahang kokohnya
" Maaf!" Hanya kata itu yang lolos dari bibirnya
Chessy membelalakkan matanya saat netranya bersirobok dengan Amar yang kini tengah menatapnya
" Kak...!" lirihnya
" Kakak mohon jangan pernah membandingkan diri mu lagi dengan wanita mana pun, sepandai, secantik dan semenarik apapun wanita diluaran sana bagi kakak hanya ada satu wanita yang telah mengisi seluruh ruang di hati ini" Amar meletakkan tangan Chessy di dadanya membuat jatung Chessy berpacu sangat cepat dengan wajah yang bersemu merah
" Kakak mencintaimu dengan tulus apalagi sebentar lagi kita akan mempunyai buah hati yang pastinya akan lucu dan menggemaskan seperti mamanya ini" Amar menarik Chessy sampai terduduk di pangkuannya
" Kak jangan seperti ini malu kalau sampai dilihat orang nanti di sangka ngapa-ngapain lagi" ucap Chessy yang hendak beranjak dari pangkuan Amar
" Baiklah kalau begitu kita masuk saja, kita lanjutkan di dalam kamar!" ucap Amar yang langsung beranjak dari duduknya
Amar menggendong Chessy ala bridal style masuk ke dalam rumah
Chessy mengunci pintu rumah masih dalam gendongan Amar, keduanya sama-sama terkekeh merasa gemas satu sama lain
" Kak turunkan aku!" pinta Chessy
" Tidak akan " ucap Amar kembali melangkahkan kakinya menaiki anak tangga
Sesampainya di kamar Amar menurunkan Chessy di atas tempat tidur
Chessy lalu mendudukkan dirinya sambil menatap sang suami yang masih menyunggingkan senyumnya
" Dengarkan kakak baik-baik, apapun yang orang katakan diluar sana, termasuk sekeras apapun usaha Opa memaksa kakak untuk menikah dengan Selena kakak harap kamu tetap percaya sama kakak, tidak lagi pesimis dan membandingkan kamu dengan wanita manapun karena di mata Kakak dan dihati kakak hanya ada kamu isteri kecil kakak yang sangat kakak cintai"
Seketika mata Chessy berkaca-kaca ada rasa yang membuncah begitu senangnya merasa di cintai dan diinginkan
" Loh kok nangis!" Amar nampak terkejut melihat Chessy yang menitikkan air mata
Chessy menggeleng " Ini tangisan bahagia kak, aku merasa sangat bahagia dan aku harap perasaan kakak tidak akan berubah" sahut Chessy dengan air mata yang sudah kembali menetes
Amar mengusap air mata di pipi Chessy " Hanya air mata kebahagiaan yang boleh menetes selain itu tidak boleh" ucapnya dan Chessy pun tersenyum
__ADS_1
" Apa artinya kakak sudah tidak marah lagi?" tanya Chessy yang kini posisinya sudah berubah berada diatas pangkuan Amar dengan tangan yang sudah melingkar di lehernya
" Marah?" Amar memincingkan matanya
" Siapa yang marah?" tanyanya
" Ya tentu saja kakak, bahkan pergi pun tanpa berpamitan kepada anak kita!" ucak Chessy dengan wajah yang mengerucut
Amar merasa gemas dengan tingkah Chessu yang kini sudah tidak kaku dan nampak lebih santai saat bersama dengannya
" Kakak tidak marah hanya butuh waktu untuk menenangkan diri itu saja lagipula hari ini pekerjaan kakak memang sangat menumpuk, dan kamu malah mengganggu kakak bekerja!" tutur Amar
Chessy menaikkan sudut alisnya
" Mengganggu kakak bekerja, siapa?aku? kapan? jangan menuduhku yang tidak aku lakukan, enak saja!" Chessy memasang wajah cemberut
Amar tergelak mendengar ocehan Chessy apalagi dengan pipi chubby nya ia memasang wajah cemberut sungguh membuatnya semakin gemas saja
" Kakak ihhh....!" Chessy hendak turun dari pangkuan Amar namun sia-sia karena Amar semakin mengeratkan pelukannya
" Diam jangan banyak bergerak nanti kamu bisa membangunkan sesuatu yang masih tertidur" ucapnya yang seketika membuat Chessy tidak lagi berkutik
" Kamu itu sudah mengganggu kakak bekerja karena wajah mu berkali-kali muncul di ingatan kakak, membuat kakak tidak konsentrasi bekerja" tuturnya
" Makanya sebelum kakak dibuat stres karena terlalu merindukan mu kakak memutuskan untuk datang menemui mu namun kakak tidak tega rasanya membangunkan mu tengah malam!" terang Amar lagi seraya menyelipkan anak rambut Chessy ke telinganya
Chessy mengerucutkan bibirnya dan Amar semakin erat memeluknya
Keduanya pun saling berpelukan dan mencurahkan rasa rindu yang tertahan,
berada dalam satu selimut saling memberi kehangatan satu sama lain.
Awalnya Chessy ragu dan takut-takut namun Amar meyakinkannya dengan melakukannya secara lembut dan berjanji tidak akan menyakitinya
Chessy pun akhirnya pasrah dan belajar menerima perannya sebagai seorang isteri
dan apa yang harus terjadi maka terjadilah, ia tidak mungkin terus menolak ketika sang suami meminta haknya, karena tidak mau menjadi isteri yang durhaka Chessy pun ikhlas memberi malam pertama mereka yang tertunda.
****
Yuk ah yang suka dengan ceritanya Amar dan Chessy beri..
Like
Vote
dan
Komentarnya ya.....!🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
Simak kelanjutannya ya....🥰