Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Bertemu Claudia


__ADS_3

" Chessy....!" Teriak seseorang yang baru saja turun dari sebuah mobil sport mewah berwarna hitam


Chessy yang merasa namanya dipanggil pun langsung menoleh ke arah sumber suara


" Amilia" beo nya


Amilia berlari kecil menghampiri Chessy yang kini tengah berdiri tidak jauh dari gerbang sekolah


" Hoss... Hoss..!" Amilia nampak ngos-ngosan setelah sampai di dekat Chessy padahal dia tidak perlu berlari menghampiri sahabatnya itu karena sudah pasti Chessy akan menunggunya


" Capek juga ya!" ucapnya sambil mengatur napasnya yang sedikit tersengal


" Baru lari segitu aja udah kecapean, ketauan ya loe enggak pernah olahraga" ucap Chessy dan Amilia hanya cengengesan


" Itu loe tahu, gue paling malas berolahraga" keluhnya


" Jangan begitu, olahraga itu penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita ya setidaknya lakukanlah olahraga ringan walaupun cuma sebentar!" Chessy mengingatkan


Amilia memutar bola matanya malas pagi-pagi sudah mendapat celotehan dari sahabatnya yang satu ini ya walaupun dia tahu niat sahabatnya itu baik


" Iya... iya .. nanti gue akan olahraga, asal Loe yang temani ya!" Amilia menaik turunkan alisnya


" Loh kok gue? kenapa enggak sama ayang Denis aja, sekalian ajak kencan!" goda Chessy


" Sama kak Denis?" Chessy mengangguk


" Males!" ucap Amilia yang jadi berubah sedikit murung lalu berjalan meninggalkan Chessy begitu saja


" Dia kenapa?" Chessy nampak heran dengan perubahan sikap Amilia yang tiba-tiba berubah murung


" Amilia... tunggu!" Chessy berlari menyusul Amilia


Sementara di luar pintu gerbang ada seseorang yang sedari tadi diam-diam tengah memperhatikan Chessy


Amilia masuk ke dalam kelasnya lalu duduk di kursinya setelah meletakkan asal tas punggungnya di atas meja

__ADS_1


Nila dan Dea menatap heran pada sahabatnya itu yang pagi-pagi sudah terlihat lesu


" Amilia!" Panggil Chessy yang sudah ngos-ngosan mengejar Amilia yang jalannya sudah seperti orang dikejar-kejar hantu


Chessy meletakkan kasar tasnya diatas meja sebelah Amilia


" Loe itu jalan apa lari sih Mil? bilangnya enggak pernah olahraga tapi jalannya aja udah kayak orang lari maraton" ucap Chessy sambil mengatur napasnya


" Ah lebay loe baru jalan segitu" sahut Amilia


" Makanya olahraga!" Sindirnya


" Ha...Ha... nyindir dia!" Chessy tertawa dan Amilia hanya geleng-geleng kepala


" Loe kenapa sih Mil tiba-tiba melow gitu, apa gue salah ngomong ya tadi? sorry deh gue enggak sengaja, gue kan cuma bercanda" ucap Chessy merasa bersalah pada Amilia


" Gue enggak kenapa-kenapa kok, udah ah enggak usah di bahas, enggak penting itu mah" ucap Amilia seraya memasang wajah cerianya kembali


" Amilia!" Panggil Claudia yang kini tengah berjalan menghampiri meja Amalia dan Chessy


" Ada apa?" tanya Amilia


" Gue dengar-dengar kakak loe yang tinggal di Jerman udah balik ya?" tanyanya membuat Amilia mengerutkan keningnya


" Kenapa memangnya?" bukan menjawab Amilia justru malah balik bertanya


" Emmm.... enggak kenapa-napa sih, cuma Yaaa... mau nanya aja" Jawab Claudia dengan pandangan mata melirik sinis pada Chessy


" Loe kenapa ngeliatin Chessy nya kayak gitu banget?" tanya Amilia yang tidak suka dengan cara Claudia menatap sahabatnya


" Emm... enggak ada apa-apa sih, gue cuma mau mastiin aja kalau keadaan teman loe yang satu ini baik-baik aja kan?" ucap Claudia membuat Amilia memicingkan matanya


" Apa maksud loe ngomong kayak gitu?" tanya Amilia menatap tajam


Claudia tertawa mengejek " Ya kali aja setelah dia menghadiri pesta ulang tahun gue kemarin yang spektakuler itu, teman loe yang ini merasa terguncang pikirannya, ya secara dia itu kan belum pernah pastinya datang ke acara pesta ulang tahun yang diadakan sebegitu megah dan meriahnya , benarkan ucapan gue Chessy Fazila?" ucap Claudia menatapnya dengan tatapan permusuhan kepada Chrssy

__ADS_1


" Menurut gue sih biasa aja, ya walaupun gue memang belum pernah datang ke acara pesta ulang tahun yang loe bilang meriah itu tapi ya lumayanlah buat pengalaman gue jadi next kalau ada yang ngadain pesta seperti itu lagi gue enggak bikin loe khawatir dan capek-capek mikirin gue terguncang apa enggak!" sahut Chessy dengan santai yang seketika membuat darah Claudia memanas dan tangannya mengepal kuat


" Udah sana balik gih ke tempat loe, Clau !" usir Amilia dengan berani


Di kelas itu hanya Amilia dan Chessy yang berani pada Claudia, kalau teman-teman yang lainnya mungkin mereka akan berpikir ulang jika menghadapi gadis sombong itu, karena Claudia selalu membawa kekuasaan orang tuanya sebagai ancaman


Claudia adalah adiknya Malika teman kakaknya Amilia, kedua orang tua mereka berteman baik dengan mommy dan daddy Mahendra, mereka adalah pengusaha sukses dan termasuk salah satu donatur di sekolah SMA Tunas Bangsa


Kedua orang tua mereka bahkan pernah sempat berniat menjodohkan Malika dengan Amar, namun sayang dengan tegas laki-laki itu menolaknya, karena Amar hanya menganggap Malika sebatas teman saja tidak lebih dari itu


Kedua orang tua Malika tentu merasa kecewa dengan penolakan Amar namun apa boleh buat karena mommy dan daddy Mahendra tidak bisa memaksa putra mereka untuk menerima perjodohan itu tentu saja semua itupun atas perintah Mommy Naura karena bagi mommy Naura kebahagiaan anak-anaknya adalah yang paling utama


Walaupun Amar sempat menolaknya, Malika yang memang menaruh hati pada pria dingin itu tidak pernah mau menyerah begitu saja, dia selalu berusaha untuk mendekatinya dan sering mencari perhatian Amar.


Claudia dengan kesal sudah kembali ke tempat duduknya dan tidak berapa lama seorang guru pun masuk ke dalam kelas mereka


Kegiatan belajar mengajar pun dimulai, Amilia bisa bernapas lega melirik gadis yang duduk di sampingnya


" *Syukurlah loe bisa melewatinya Chess, sempat gue takut loe enggak bisa menghadapi ini semua apalagi tadi Claudia sempat membahas pesta itu, pesta dimana membuat loe harus membayar mahal karena sudah menghadiri pesta lakn*t itu*" batin Amilia


" Maafin gue Chess karena udah maksa loe untuk ikut!"


" Mil... Amilia loe kenapa?" Tanya Chessy sedikit berbisik


Chessy jadi merasa risih dengan tatapan mata Amilia yang menatapnya dengan intens


" Eh? Iya kenapa Chess?" Amilia sedikit gelagapan saat terkesiap dari lamunannya


" Loe yang kenapa, ngeliatin gue kayak gitu banget, merinding gue jadinya!" Ucap Chessy masih berbisik dan pura-pura bergidik ngeri pada Amilia


" Ah, sialan loe!" Amilia pun ikut berbisik lalu memukul lengan Chessy dengan pulpen yang di pegangnya


" Fokus belajar!" ucap Chessy mengingatkan


" Iya!"

__ADS_1


Kedua sahabat itupun kembali fokus pada pelajaran yang diberikan gurunya, hingga akhirnya terdengar bunyi bel tanda masuk jam istirahat


__ADS_2