Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
ucapan pedas Claudia


__ADS_3

Sesampainya di sekolah Chessy dan Amilia turun dari mobil Amar dan sebelum turun Chessy menyempatkan mencium punggung tangan Amar dengan takzim, Amilia yang melihat tingkah sang sahabat hanya geleng-geleng kepala namun detik berikutnya ia pun ikut menyalami punggung tangan sang kakak


Setelah mobil Amar sudah melaju meninggalkan area sekolah Chessy dan Amilia melangkah bersama menuju kelas mereka


" Duarrrrrr.....!" Keduanya dikejutkan dengan kehadiran dua orang sahabatnya yang tidak lain adalah Nila dan Dea


" Astagfirullah....Dea, kebiasaan tau enggak!" omel Amilia pada Dea yang nampak cengengesan


" Kalau jantung gue copot gimana, bisa emang loe masangnya lagi?" tambahnya


" Tenang aja nanti gue pasang lagi kalau jantung Loe copot kalau perlu gue kasih Lem Korea biar awet enggak copot-copot lagi" timpalnya


" Somplak" Amilia menoyor bahu Dea dan mereka berempat pun tertawa


Keempat gadis itupun berjalan menuju kelas mereka dan ketika sedang berjalan di lorong sekolah sambil mengobrol tiba-tiba langkah mereka dihadang oleh seseorang


Amilia memutar bola matanya malas, Dea dan Nila nampak sedikit menyunggingkan senyumnya sedangkan Chessy langsung membuang pandangannya ke arah lain


" Minggir!" ketus Amilia


Seseorang yang berdiri di hadapan mereka menyeringai


" Kalau loe mau lewat silahkan aja gue enggak ada urusan sama loe-loe pada, kecuali Loe, Chessy!" sungutnya


" Cih, siapa loe mau menghalangi Chessy jalan? berurusan dengan Chessy maka sama aja tuh orang berurusan dengan gue, jadi minggir loe" Sentak Amilia


" Eh cewek bar-bar bisa enggak si loe enggak menghalangi gue terus buat ngomong sama Chessy, udah mending sono gih loe pergi empet banget gue ngeliat loe mulu!" sarkasnya


" Wah benar-benar mau cari gara-gara loe ye, udah gue bilang dari tadi kalau loe ada urusan sama Chessy maka loe juga berurusan dengan gue jadi kalau loe mau ngomong ya udah silahkan ngomong aja, susah amat jadi orang!" ketus Amilia


" Ogah!" balasnya ketus lalu pergi begitu saja


Amilia dan kawan-kawan mengerutkan dahi melihat punggung Alex pria yang menghadang mereka pergi begitu saja setelah gagal berbicara berdua dengan Chessy


" Terima kasih ya Mil!" ucap Chessy seraya memeluk lengan sahabatnya itu


" Enggak usah berterima kasih itu sudah menjadi kewajiban gue sebagai calon adik ipar loe yang baik gue harus bisa menjaga dan melindungi loe dari cecunguk macam tuh anak!" cerocos Amilia yang langsung membuat Dea dan Nila dibuat tercengang

__ADS_1


" Maksud loe Li, loe mau ngejodohin kak Amar sama Chessy gitu?" tanya Dea antusias


" Serius Loe Li, kalau gitu gue juga mau dong Li daftar buat jadi Calon kakak ipar loe!" ucap Nila menimbrung


" Apaan si loe pada, loe kira kakak gue sedang mencari ajang pemilihan isteri gitu, ngaco?" sahut Amilia lalu menarik lengan Chessy kembali berjalan menuju kelas


Dea dan Nila yang ditinggal pun mendengus kesal seraya menghentak-hentakkan kakinya lalu setengah berlari mengejar Chessy dan Amilia


Setibanya di kelas, lagi-lagi mereka mendapati pemandangan yang kurang mengenakkan


" Udah enggak usah pedulikan, biarin aja tuh kecoa" ucap Amilia yang dengan santainya masuk ke dalam kelas


" Amilia tadi loe di antar siapa? bukannya itu mobil kakak loe ya?" tanya salah satu siswi yang memang suka sekali memperhatikan keseharian Amilia di sekolah


" Iya, gue emang di antar kakak gue terus kenapa memangnya, masalah gitu?" sahut Amilia lalu kembali mengayunkan langkahnya menuju tempat duduknya begitu juga dengan Chessy yang tidak mau ambil pusing dengan ocehan teman-temannya


" Aneh aja loe kok bisa sih duduk di belakang sedangkan tuh si Chessy yang duduk di depan sama kakak loe!" sahut siswi tersebut


" Emangnya kenapa? enggak ada yang aneh menurut gue biasa aja tuh"


" Emangnya loe enggak takut gitu kalau posisi loe perlan tapi pasti bisa aja tergantikan oleh teman loe sendiri" Ucap seseorang yang tidak lain adalah Claudia


Amilia dan Chessy langsung menoleh ke Claudia yang duduk barisan depan bersebelahan dengan barisannya


" Maksud loe apa ngomong kayak gitu?" Ketus Amilia sedangkan Chessy sudah menarik-narik baju Amilia agar tidak meladeninya


Claudia menyeringai sambil berdiri bersandar pada meja dan melipat tangannya di dada


" Seorang Amilia yang terkenal pintar dan tajir melintir gue yakin enggak mungkin bodoh dalam mengartikan ucapan gue tadi"


Amilia balas tersenyum " Sayangnya untuk menterjemahkan bahasa manusia macam loe otak gue enggak nyampe" sahutnya dengan ketus


" Cih" Claudia berdecak


" Loe ngerti hanya saja pura-pura enggak ngerti, iya kan? biar teman yang loe anggap baik itu enggak tersinggung kan?" sindir Claudia


Amilia tergelak mendengar ocehan Claudia " Tersinggung apa, enggak jelas loe jadi anak"

__ADS_1


Claudia mengepalkan tangannya lalu kembali menyeringai jahat


" Gue yakin loe udah tahu bagaimana pergaulan teman loe itu dan gue juga percaya kalau teman loe itu pasti udah enggak virgin dan Loe pasti tahu soal itu!"


Brakk


Amilia menggebrak meja sedangkan Chessy sendiri membelalakkan matanya mendengar ucapan Claudia bak sebuah tamparan keras di wajahnya


Chessy meremas tas ranselnya yang ada di atas meja sedangkan Amilia sudah menyorot tajam pada Claudia


" Jaga tuh mulut sebelum gue robek-robek!" marah Amilia


Beberapa siswa dan siswi yang berada di dalam kelas tersebut nampak tegang melihat Amilia yang nampak begitu marah dengan ucapan Claudia bahkan Dea dan Nila pun sampai menghampirinya


" Udah Li enggak usah di ladenin, mulut racun macam dia mah buang-buang tenaga nimpalin ke gilaannya mah" ucap Dea


" Iya Li yang waras ngalah gitu aja" ucap Nila ikut menimpali


" Sekali lagi gue denger kata-kata sampah loe keluar, jangan harap loe bisa berdiri di hadapan gue lagi" ancam Amilia


" Cih, masih aja loe belain teman loe itu, gue yakin suatu hari nanti loe itu merampas apa yang loe miliki termasuk kasih sayang kakak loe kak Amar!"


" Enggak tau aja loe kalau loe itu sedang dimanfaatin!" Lanjutnya


Amilia menoleh ke arah Chessy namun gadis itu nampak menundukkan kepalanya dengan sedikit bergetar dan Amilia tahu kalau gadis itu pasti sedang menangis


Amilia kembali mengarahkan pandangannya kepada Claudia


" Loe jangan sok tahu dan juga jangan menghakimi orang lain tanpa ada bukti, itu sama aja jatuhnya fitnah, loe itu emangnya siapa? kenapa bisa-bisanya Loe bicara hal sefulgar itu, atau jangan-jangan loe sendiri yang berada di posisi tersebut ya!" ucap Amilia membalikkan ucapan Claudia


Jlep


Claudia tercekat dengan omongan Amilia yang begitu tajam dan langsung menusuk


Amilia akhirnya duduk begitu juga dengan Claudia saat melihat guru mereka tiba-tiba sudah masuk kedalam kelas


Nila dan Dea pun sudah kembali ke bangku mereka masing-masing dan Chessy membenarkan posisinya berusaha untuk terlihat tenang dan baik-baik saja dihadapan teman-temannya dan juga guru yang saat ini mengajar

__ADS_1


__ADS_2