
" Hati-hati kak, awas jatuh!" Teriak seorang gadis yang berada di bawah pohon sambil mengelus perutnya mendongak keatas melihat sang suami yang sedang memanjat pohon mangga
Gadis yang tidak lain adalah Chessy merasa khawatir ketika melihat sang suami berada di atas pohon mangga, padahal apa yang dilakukan Amar itukan tidak lepas atas permintaannya yang ingin makan buah mangga tapi harus suaminya sendiri yang memetiknya
Dengan susah payah akhirnya Amar berhasil memetik buah mangga permintaan sang isteri
" Ini benar-benar menyusahkan, untung cinta kalau tidak mana mungkin aku mau bersusah payah seperti ini" gumam Amar sambil berusaha turun dari pohon mangga yang cukup tinggi itu
" Hati-hati kak!" teriak Chessy lagi
" Iya" sahut Amar , tapi detik berikutnya
Brukk
" Aaaaww....ishh..!" desis Amar yang terjatuh saat hendak turun dari pohon
"Kakak!" teriak Chessy panik
Mommy, dad Mahendra dan Amilia yang tengah berada di taman tidak jauh dari pohon mangga yang Amar panjat mendengar suara teriakan Chessy pun langsung bergegas menghampiri
" Kamu jatuh Mar?" tanya dad Mahendra pada Amar yang masih terduduk di tanah
" Tidak, cuma main perosodan dad" jawab Amar dengan raut kesal karena pertanyaan daddy nya seakan mengejek
" Kakak tidak apa-apa?" tanya Chessy mengkhawatirkan keadaan suaminya berjongkok di hadapan Amar
Amar menggeleng sambil memperlihatkan senyumnya yang dipaksakan
" Kakak enggak apa-apa sayang, kamu enggak usah khawatir" jawab Amar berusaha untuk berdiri agar isteri kecilnya tidak terlalu khawatir
" Serius kak enggak apa-apa?" tanya Amilia dengan senyum mengejek
" Iya, udah sana gih pergi bantu bi Suroh tuh untuk mengupas mangga-mangganya dan buatin bumbu rujaknya sekalian!" seru Amar pada Amilia
Amilia mencibikkan bibirnya lalu mengambil kantong yang berisi mangga hasil petikan Amar dan membawanya pergi
Dad Mahendra dan mommy Naura hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat anak dan menantunya
" Ishh!" Amar mendesis ketika merasakan nyeri di pinggangnya
" Kenapa kak, mana yang sakit?" tanya Chessy terlihat begitu mengkhawatirkan suaminya
" Tidak ada sayang cuma sakit sedikit kok tapi enggak apa-apa" jawab Amar yang tidak ingin membuat isterinya cemas dengan keadaannya
" Kalau tau begini tadi biar saya saja tuan yang manjat!" ucap pak Ali si tukang kebun yang melihat Amar meringis menahan rasa sakit di pinggangnya
Amar menghela napasnya kasar " Mau saya juga begitu pak Ali tapi sayangnya calon anak saya maunya saya sendiri yang memetiknya" jawab Amar seraya mengelus perut Chessy membuat gadis itu tersipu malu di elus perutnya di hadapan pak Ali dan juga kedua mertuanya
Pak Ali pun tersenyum " Oh begitu ya tuan, berati anaknya ingin selalu dekat dengan papanya itu, jadi ingin mendapatkan perhatian lebih dari papanya" tutur pak Ali
" Tuh dengar Mar apa kata pak Ali, jadi kamu enggak boleh mengeluh atau menolak kalau isteri mu itu ngidam ini itu tandanya calon anak kalian sedang butuh perhatian" ucap Mommy Naura menimpali ucapan pak Ali
" Iya Mar, jangan mau enaknya aja kamu dulu daddy juga waktu mommy mu hamil kamu ya kayak kamu gini harus menuruti keinginan mommy kamu yang aneh-aneh dan enggak kenal waktu" curhat dad Mahendra seraya melirik mommy Naura
" Ya harus gitu dong dad, biar sama-sama enak menikmati masa-masa kehamilan sang isteri" sahut mommy Naura
" Iya, Amar akan berusaha menjadi suami siaga dan juga suami yang bisa membahagiakan isteri dan anak Amar kelak" ucap Amar lalu menarik pinggang Chessy agar merapat kepadanya
Chessy kembali tersipu perlakuan Amar yang lembut membuat gadis itu merasa begitu bahagia
Mommy dan dad Mahendra tersenyum melihat rona bahagia yang terpancar wajah anak dan menantunya l
__ADS_1
🤎
Selesai mengupas mangga bersama bi Suroh yang sudah membantunya membuatkan bumbu rujaknya, Amilia dan bi suroh kini tengah berjalan menuju taman belakang dengan tangan membawa rujak dan juga minumannya
" Taraaaa.... sudah jadi rujaknya!" seru Amilia sambil meletakkan nampan berisi rujak beserta bumbunya
" Wahhh ... kelihatannya sangat enak!" ucap Chessy yang sedang bersama Amar, mommy dan juga dad Mahendra di gazebo yang ada di taman belakang Mension, matanya berbinar ketika melihat rujak buah mangga yang sudah tersaji di atas nampan lengkap dengan bumbunya, calon ibu muda itu sudah tidak sabar ingin melahap irisan buah mangga tersebut dengan cara di cocol sambal
" Makanlah sayang!" Seru mommy Naura mempersilahkan menantunya untuk menikmati rujak mangga tersebut
Amar mengernyitkan mata melihat irisan buah mangga yang terlihat sangat asam
" Apa kamu yakin sayang mau makan rujak mangga itu?" tanya Amar
Chessy mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Amar, tidak yakin kenapa coba terlihat enak dan menyegarkan seperti itu jelas yakin Chessy ingin segera menyantapnya
" Tidak yakin kenapa memangnya kak, ini enak banget loh" Jawab Chessy sambil mengunyah irisan buah mangga muda yang nampak begitu asam di mata yang lain tapi tidak dengan Chessy baginya ini sangat enak dan nikmat
" Ayo mom, dad dimakan!" seru Chessy
" Amilia, ini enak loh!" Chessy beralih pada Amilia yang terlihat meringis keasaman melihatnya makan
" Tidak terima kasih, gue makan yang ini aja!" sahut Amilia mengambil potongan mangga yang sudah matang yang tadi dia ambil dari dalam kulkas
Mommy pun melirik potongan buah mangga yang sudah matang dan memilih memakan itu
" Mommy juga pilih yang ini aja" ucap mommy mengambil potongan buah mangga tersebut dan memakannya
" Kak!" Chessy melirik Amar
Dad Mahendra memilih ikut memakan buah mangga yang sudah matang tentunya sebelum sang menantu mempunyai permintaan yang aneh-aneh tentunya
Amar membulatkan matanya atas permintaan isterinya yang terdengar horor di indra pendengarannya
" Yang, aku pilih mangga yang ini aja ya? yang itu asam loh Yang, aku enggak sanggup makannya kita makan yang ini aja ya sayang, biar mangga yang itu enggak usah di makan aja!" Amar berusaha merayu isteri kecilnya agar mangga yang masih muda itu di buang saja karena pasti tidak enak dan rasanya asam
Chessy terlihat sendu, wajahnya yang tadi berseri kini nampak murung setelah mendengar ucapan suaminya yang tidak menginginkan buah mangga yang kini sudah berada di hadapannya
Chessy tidak menanggapi ucapan Amar dengan wajah yang terlihat sendu Chessy memakan dengan lahap irisan buah mangga muda tersebut dengan sesekali ia cocol ke sambal
Mommy dan dad Mahendra melirik Amar dan menyuruhnya untuk menuruti permintaan isterinya dengan ekor mata mereka
" Kak!" Amilia yang duduknya dekat dengan Amar menyenggol bahunya membuat Amar langsung menoleh ke arah gadis tersebut
" Apa?"
Amilia mendengus kesal karena kakaknya tidak peka kalau isterinya itu sedang sedih karena keinginannya di tolak
" Itu!" Amilia menunjuk dengan ekor matanya ke arah Chessy yang dalam diamnya menikmati rujak yang dia dan bi Suroh bulatkan
Amar menghela nafasnya berat " Iya...iya...!" Amar pasrah
" Baiklah, aku akan membantumu menghabiskannya ya!" ucap Amar dengan lembut lalu mengambil irisan buah mangga asam tersebut dan mencocolnya kesambal baru dimasukkan ke dalam mulutnya
Seketika Amar meringis, rasa asam dimulutnya sungguh tidak enak sekali
Chessy yang melihat ekspresi wajah Amar yang nampak keasaman langsung mengambil sisa gigitan buah mangga yang masih ada ditangan Amar lalu membuangnya begitu saja membuat Amar melongo melihat tingkah isteri kecilnya yang tidak biasanya bisa semarah itu
" Kalau enggak suka ya enggak usah di paksakan memakannya!" marah Chessy
" Aku juga sudah tidak berminat untuk memakannya lagi"
__ADS_1
" Mommy.. dad... Chessy ke kamar dulu ya!" Pamit Chessy beranjak dari duduknya
Sikap Chessy sungguh tidak biasanya dan hal itu membuat Amar dan Amilia tercengang tapi tidak dengan mommy Naura dan dad Mahendra, pasangan suami isteri itu sudah hatam bagaimana kondisi wanita hamil yang moodnya mudah berubah-ubah dan terkadang bersikap tidak biasa
" Luar biasa ya pengaruh bumil ternyata, enggak nyangka Chessy bisa segalak itu" ucap Amilia
Mommy tersenyum mendengar ucapan Amilia
" Ayam yang lucu dan penurut aja bisa berubah galak kalau sedang mengerami telurnya!" tutur mommy Naura sambil terkekeh
" Iihhh... mommy jahat banget nyamain Isteri Amar dengan ayam!" protes Amar dengan mencibikkan bibirnya
Melihat wajah Amar yang lucu membuat Mommy, daddy dan juga Amilia seketika tergelak
" Ha...Ha.... wajah kakak lucu, enggak ada pantas-pantasnya kakak memasang wajah seperti itu!" ledek Amilia
" Kamu tuh ya!" Amar langsung melingkarkan tangannya di leher sang adik
" Ha...Ha ...!" tawa Amilia semakin pecah
" Sudah... sudah ... kalian ini masih saja seperti anak kecil!" tegur mommy Naura mengingatkan kedua anaknya
" Iya, sudah... sudah, Amar!" tegur dad Mahendra yang seketika membuat Kakak beradik itu terdiam
" Amar, sebaiknya kamu susul isterimu sekarang, kasihan pasti dia sedang sedih saat ini!" ucap dad Mahendra mengingatkan putranya
" Iya dad!" Amar pun menarik tangannya yang berada di leher adiknya
" Aku susul Chessy dulu mom, dad!"
" Hem!" jawab dad Mahendra
" Iya sayang" sahut mommy Naura
" Hati-hati disuruh tidur di luar kak!" ledek Amilia lalu tertawa
Amar tidak menghiraukan ledekan sang adik, ia terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang ada di lantai dua mencari keberadaan Chessy
Sesampainya di kamar pandangan Amar menatap ke sekeliling namun tidak melihat keberadaan Chessy " Kemana dia?" gumamnya
Amar berjalan ke kamar mandi menduga Chessy ada didalamnya namun sayang kamar mandi tersebut nampak kosong, lalu Amar berjalan menuju balkon tapi hasilnya tetap sama Chessy tidak berada di dalam kamar tersebut
" Kenapa dia tidak ada di dalam kamar? kemana dia ?" Amar mengusap wajahnya kasar merasa cemas karena tidak melihat keberadaan isteri kecilnya itu
Amar lalu menuruni anak tangga dan mencari keberadaan Chessy ke dapur " Bi lihat Chessy enggak?" tanya Amar pada bi Suroh yang sedang sibuk di dapur
Bi Suroh menoleh " Tidak tuan, bukannya tadi nyonya muda sedang bersama tuan"
"Iya bi tapi tadi dia pamit ke kamar "
" Ya mungkin sekarang sedang di kamar tuan!"
" Tidak ada bi, saya baru saja dari kamar"
Amar lalu beranjak pergi mencari keberadaan Chessy ke ruang keluarga, ke ruang tamu dan juga keluar rumah, tapi hasilnya masih nihil Chessy tidak nampak dimana-mana
" Kemana kamu sih yang, bikin khawatir aja sih!" kesal Amar atas sikap Chessy yang kekanak-kanakan menurutnya
" Ada apa Mar?" tanya dad Mahendra yang melihat raut kebingungan di wajah sang putra
Dad Mahendra yang hendak masuk ke ruang kerjanya melihat Amar yang berjalan keluar rumah dengan wajah cemas mengundang rasa penasarannya sementara mommy dan Amilia lebih memilih untuk masuk ke dalam kamarnya masing-masing
__ADS_1