
Bugh
Bugh
Bugh
" Cukup, aku mohon sudah cukup jangan pukul lagi!" teriak seorang wanita paruh baya sambil terisak
Wanita itu merentangkan kedua tangannya di hadapan sang suami yang saat ini tengah diliputi kemarahan yang sangat besar
" Dasar anak tidak tahu diri, apakah ini hasil dari kamu belajar diluar negeri, iya?" marahnya dengan berapi-api
" Kenapa kamu sampai berani mengecewakan kami, inikah balasan dari kepercayaan yang sudah kami berikan pada mu hah? ayo jawab jangan hanya diam saja!" geramnya
" Maafkan aku mom, dad.. sungguh aku tidak sengaja melakukannya, aku dijebak mom, dad sumpah aku tidak berbohong!" Amar yang wajahnya sudah babak belur akibat bogeman mentah dari daddy-nya berusaha untuk menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya terutama wajahnya yang sedikit sudah mengurangi kadar ketampanannya
" Siapa wanita itu nak?" mommy Naura bertanya dengan nada lemah, air mata di pipi wanita paruh baya itu masih terus mengalir
" Maafkan aku mom, ini sungguh di luar kuasa ku mom!" ucap Amar bersimpuh di bawah kaki sang mommy
" Bangunlah nak jangan seperti ini!" pinta mommy Naura menarik tubuh putranya untuk berdiri namun Amar menolaknya
" Cepat katakan siapa gadis itu?" Kali ini Daddy nya yang bertanya
"Di...dia....emmm.... dia Chessy mom, dad!"
Deg
Mommy Naura terhenyak mendengar nama Chessy, tubuhnya seketika oleng " Ches... Chessy?" Amar mengangguk pelan
" Chessy siapa?" Daddy yang juga sangat mengenal nama itu berharap besar bukan Chessy yang sama
" Chessy Fazila mom, pasti kalian sudah sangat mengenalnya bukan?"
" Dia sahabatnya Amilia mom, dad!" Mommy menganga dan menutup mulutnya saking terkejutnya karena apa yang dia takutnya ternyata itulah kenyataannya
" Kurang ajar!"
__ADS_1
Bugh
Seketika Daddy yang sudah tenang, kembali tersulut emosi saat mendengar Chessy yang sudah sangat di kenalnya, pria paruh baya itu pun kembali melayangkan bogeman mentahnya ke wajah putranya
Bibir Amar semakin robek dan mengeluarkan darah saking kuatnya pukulan yang dilayangkan sang daddy
" Daddy!" mommy terkejut dengan apa yang sudah di lakukan kembali oleh suaminya
Amar tersungkur di lantai sambil memegangi wajahnya yang semakin terasa sakit
" Cukup dad jika seperti ini Amar bisa mati!" marah mommy Naura
" Bagaimana pun dia putra kita dan dia juga sudah berani mengakui kesalahannya, jadi aku mohon cukup!" Mommy semakin terisak melihat tubuh lemah putranya
" Kamu tidak apa-apa Amar?" Amar menggeleng dan mommy membantu Amar untuk bangun
" Aku tahu aku salah dad, karena itulah aku ingin mempertanggung jawabkan perbuatan ku itu!" ucap Amar lirih
" Bagaimana dengan Amilia, adikmu?" tanya Daddy yang berusaha untuk meredam emosinya
Amar menggeleng lemah " Aku juga tidak tahu dad, Amilia pasti akan sangat marah dan membenciku karena selama ini dia sudah tahu apa yang telah menimpa sahabatnya itu bahkan dia juga meminta ku untuk mengusut kejadian yang menimpa sahabatnya itu!"
Semua Amar ceritakan tidak ada yang terlewat satu pun sampai keadaan Chessy yang sekarang yang tengah berada di rumah sakit
Mommy Naura tidak bisa berkata apa-apa lagi, wanita paruh baya itu langsung jatuh pingsan saat mendengar penderitaan yang dialami gadis malang yang sudah di anggapnya seperti putrinya sendiri
Beruntung Daddy dengan gerakan cepat langsung meraih tubuh lemah isterinya yang hampir menyentuh lantai
" Inilah akibat kecerobohan mu!" geram daddy lalu membawa isterinya masuk ke dalam kamar
Bi suroh yang sempat mendengar pertengkaran majikan dan putranya ikut terkejut, wanita tua itupun hanya bisa mengelus dada prihatin terhadap nasib yang menimpa Chessy gadis baik-baik yang juga cukup dikenalnya
Daddy lalu menghubungi dokter Aditya untuk memeriksa keadaan isterinya
Dokter Aditya adalah dokter keluarga, dia adalah kakak sepupunya Amar usianya hanya terpaut 2 tahun dari Amar
Setelah memeriksa keadaan Mommy Naura, yang sudah dalam keadaan membaik kini Aditya diminta mommy untuk mengobati luka-luka Amar
__ADS_1
Amar menolak saat ingin di obati oleh Aditya " Pergilah, aku tidak perlu di obati!" ucapnya dingin
Aditya mendengus kesal dengan sikap Amar yang semakin dingin " Kau ini masih saja tidak berubah, keras kepala!"
" Aku tidak butuh ocehan mu!" kesal Amar
" Ya, aku itu kau memang butuh bogeman mentah dari daddy mu biar otakmu sedikit waras" sahut Aditya
" Sialan kau dokter gadungan!" Amar melemparnya dengan bantal sofa yang dengan gerakan cepat Aditya langsung menghindar
" Obati luka mu sendiri, jangan biarkan mommy mengkhawatirkan keadaan mu terus menerus"
" Aku putranya, jadi wajar jika mommy mengkhawatirkan keadaan ku"
" Dasar kau ini, ahhh.... sudahlah percuma bicara padamu membuat ku kesal saja!"
" Aku tidak meminta mu berbicara dengan ku dokter gadungan!"
Aditya tidak menggubris ucapan Amar, pria tampan itu lebih memilih pergi dari pada bicara dengan adik sepupunya yang selalu membuatnya naik darah
" Bi obati luka cecunguk itu, jangan sampai lukanya infeksi nanti bibi Naura bisa marah padaku jika anaknya mati sebelum menikah!" ucap Aditya pada bi suroh yang jelas masih terdengar oleh Amar yang langsung melotot mendengar ocehannya itu
" Eh dokter gadungan, kau bicara apa barusan?" teriak Amar
Aditya tidak menjawab dia berlalu begitu saja seraya melambaikan tangannya pada Amar tanpa menoleh
" Dasar dokter sia*An!" kesalnya
Amar beranjak dari duduknya saat melihat mommy dan daddy-nya keluar dari dalam kamar
" Mommy!" pekik pemuda itu
" Duduklah!" pinta mommy yang tengah di papah oleh daddy
Mereka kini tengah duduk di ruang keluarga, Amar duduk berhadapan dengan mommy dan daddy nya
" Nikahi Chessy!"
__ADS_1
Deg
Amar yang tadinya menundukkan kepalanya seketika mendongak mendengar ucapan yang keluar dari sang mommy