
Ceklek
Terdengar suara pintu dibuka dari luar, Amar yang mendengar suara decit pintu itupun langsung mengalihkan pandangannya dari layar ponsel yang berada di genggamannya
" Kak bagaimana keadaan Chessy? apa sekarang dia sudah tidur?" tanya Amilia yang melihat Chessy tidur miring hingga terlihat punggungnya saja
" Sepertinya" jawab Amar asal
Amilia yang hendak duduk di sofa samping kakaknya pun mengernyitkan keningnya ketika mendengar jawaban Amar yang terkesan datar
" Kok sepertinya? apa kakak tidak memperhatikan Chessy dari tadi?" tanya Amilia yang sedang memperhatikan kakaknya yang malah sibuk dengan benda pipih yang masih berada di tangannya
" Kakak sibuk" jawabnya asal
Amilia semakin mengerutkan keningnya ketika jawaban Amar semakin terkesan dingin dan cuek
" Kak Amar kenapa sih? dari tadi jawabinnya ketus banget kayak orang lagi pms tau enggak" kesal Amilia
Amar menghela napas panjang lalu menjatuhkan punggungnya ke sandaran sofa
" Sebenarnya kak Amar itu kenapa? apa masih kesal karena Alex ?" tebak Amilia
Amar bergeming tidak menjawab pertanyaan Amilia membuat gadis itu geram dan ingin sekali mengetok kepalanya
" Cemburu boleh kak tapi sewajarnya aja jangan berlebihan dan jangan merugikan" tutur Amilia
" Amilia tau kak Amar pasti cemburu kan karena tadi melihat Chessy yang ketawa-ketiwi sama Alex, ngaku aja!"
" Sudah jangan bahas itu!" sungut Amar
Sementara Chessy yang samar-samar mendengarkan pembicaraan keduanya pun tercengang, dia akhirnya tau alasan kenapa suaminya bersikap cuek dan dingin terhadapnya, rupanya suaminya tengah cemburu dan hal itu tentu saja membuat hati Chessy mengembang
Dicemburui suami itu rasanya sangat menyenangkan walaupun di cuekin tapi itukan artinya suaminya begitu mencintainya
Chessy ingin sekali bangun dari tempat tidurnya dan langsung memeluk sang suami agar cemburunya itu hilang tapi sepertinya akan lebih menarik jika suaminya di cuekin balik dan bikin dia sadar sedikit kalau di cuekin itu enggak enak rasanya
Chessy jelas kesal pada suaminya karena bukannya datang untuk menghibur ini malah bikin sedih dan sakit hati jadi ya enggak apa-apa lah sekali-kali bikin suaminya gantian kesal
" Kak!" tegur Amilia lagi
Belum sempat Amilia melanjutkan kata-katanya pintu ruangan tersebut tiba-tiba saja sudah dibuka kasar oleh beberapa orang yang masuk ke dalam ruangan tersebut
Amilia menghela napas begitu juga dengan Amar ketika melihat siapa orang-orang yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat inap Chessy
" Sayang!" suara yang terdengar tidak asing lagi di indra pendengaran Chessy membuat calon ibu muda itu langsung menggeser tubuhnya berbalik badan untuk melihat sang pemilik suara
" Mommy.... Bunda..! " Gumam Chessy setelah melihat dua wanita hebat yang sangat berarti dalam hidupnya
__ADS_1
" Menantu mommy, bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya mommy Naura yang terlihat begitu mengkhawatirkan keadaan Chessy
" Kamu tidak apa-apa kan sayang?" Belum sempat Chessy menjawab sudah mendapat pertanyaan lagi dari bundanya
Chessy sempat melirik Amar sebelum menjawab pertanyaan mommy dan bundanya
" Alhamdulillah baik mom... bun" jawab Chessy dengan mengulas senyumnya
" Lalu bagaimana keadaan cucu ayah nak?" kali ini ayah Chandra pun ikut bersuara karena begitu mengkhawatirkan keadaan putri dan calon cucunya
" Alhamdulillah, cucu ayah juga baik hanya saja kata dokter Cheesy harus bedrest dan enggak boleh banyak bergerak" terang Chessy dengan wajah sendu
Amar yang mendengar ucapan Chessy pun langsung menoleh ke arahnya, bagaimana ia bisa tidak mengetahui hal itu, oh ya ampun karena rasa cemburunya calon ayah itu ternyata sampai lupa menanyakan keadaan isteri dan juga bayinya
Sungguh ia tidak berani menatap wajah Chessy, bagaimana ia bisa sampai mengabaikan begitu saja keadaan isterinya yang tadi dia tahu dengan jelas kalau isterinya sempat mengalami pendarahan, Amar benar-benar merutuki kebodohannya ia kini hanya bisa mengumpat dalam hati
Melihat Amar yang diam saja membuat dad Mahendra yang sejak tadi memperhatikan gerak-geriknya menaruh rasa curiga, ia yakin kalau pasti telah terjadi sesuatu antara putra dan menantunya
" Amar, kau kenapa?" tanya dad Mahendra seraya menepuk bahu putranya
Amar sedikit tersentak lalu menoleh sekilas
" Ti..tidak kenapa-kenapa dad!" jawab Amar sedikit gugup
Mendengar jawaban Amar membuat dad Mahendra memicingkan matanya dan semakin menatap suami dari Chessy Fazila dengan lekat
" Kenapa daddy menatap ku seperti itu?" tanya Amar sedikit gerogi karena dad Mahendra menatapnya dengan tatapan mengintimidasi
Deg
Amar yang tadinya menunduk langsung mendongak dan menoleh ke arah dad Mahendra
" Kenapa? apa tebakan daddy benar?" tanya dad Mahendra ketika melihat putranya yang sepertinya terkejut dengan ucapannya
" Ada apa?" melihat ketegangan antara putra dan suaminya membuat mommy Naura yang tidak sengaja menoleh ke arah keduanya pun menjadi penasaran
" Tidak ada apa-apa mom" jawab ayah dan anak bersamaan
" Kompak banget" seru Amilia seraya memutar bola matanya malas
Bunda yang sedang duduk di sisi samping Chessy memindai putri kesayangannya itu dengan lekat
" Benar kamu baik-baik saja sayang?" tanya bunda yang masih belum tenang dengan keadaan Chessy
" Iya bun, Chessy enggak apa-apa kok dedek bayinya juga Alhamdulillah sehat dan kuat cuma untuk beberapa hari kedepan Chessy enggak boleh ngapa-ngapain jadi kalau bunda enggak keberatan, Chessy mau bunda temani Chessy ya disini!" pinta Chessy dengan wajah memohon
Bunda tersenyum lalu mengusap pucuk kepala sang putri tercinta " Iya sayang, bunda akan temani kamu sampai sembuh!" jawab bunda membuat Chessy langsung berbinar
__ADS_1
" Terima kasih ya bunda!" Chessy merentangkan kedua tangannya ingin dipeluk bundanya
" Uhh... dasar gadis manja, sudah mau punya anak masih aja manja!" ledek bunda yang langsung memeluk Chessy dengan penuh kasih sayang
" Kok cuma bunda aja yang dipeluk, mommy juga mau dong dipeluk. mommy juga kan mau menemani menantu kesayangan mommy disini sampai sembuh" ucap mommy Naura membuat bunda dan Chessy mengurai pelukannya dan menoleh ke arah mommy Naura
Chessy tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya kembali " Chessy juga mau dipeluk mommy" ucap Chessy yang tentu saja langsung dibalas pelukan oleh mommy Naura
Amilia yang melihat kedekatan mommy dan Chessy hanya bisa tersenyum
Ia berharap nanti jika ia pun bertemu dengan jodohnya sungguh ia berharap bisa memiliki mertua sebaik bunda atau mommy Naura
Bagi Amilia kedua wanita paruh baya itu sungguh sangat luar biasa, mereka adalah para orang tua yang sangat baik dan juga bijaksana, tidak pernah bersikap egois dan sangat mengutamakan kebahagiaan keluarga
" Amilia!" panggil Chessy setelah mengurai pelukannya dengan mommy Naura
Amilia yang mendengar namanya dipanggil pun langsung menoleh
" Apa?" tanyanya
" Loe enggak mau peluk gue gitu?" tanya Chessy sedikit meledek
" Gue belum mandi, bau acem nanti loe pingsan lagi!" elak Amilia
Chessy geleng-geleng kepala lalu melambaikan tangannya pada Amilia
" Biasanya juga loe main peluk aja tapi tumben sekarang pake mikir udah mandi apa belum, enggak nyadar apa biasanya juga tuh badan kecut banget loe main peluk-peluk aja!" cerocos Chessy
Amilia mengerucutkan bibirnya " Biasanya itu enggak selama ini gue belum mandinya, lagi pula loe kan sedang hamil sementara badan gue kan kotor, nanti loe ketularan kuman gimana?" sahut Amilia
" Apa benar begitu?" Chessy memincinngkan matanya
" Ya iyalah" sahut Amilia
" Oiya Mil , Alex mana?" tanya Chessy yang sengaja menanyakan keberadaan Alex padahal dia sudah tau kalau Alex pamit pulang lebih dulu karena masih ada hal yang harus ia selesaikan
Jlep
Mendengar Chessy menanyakan tentang Alex membuat Amar mengepalkan tangannya
Dan apa yang dilakukan Amar pun tidak luput dari mata elang sang daddy
" Dasar anak nakal, udah berumur juga tapi masih saja gede gengsi, kalau cemburu bilang aja terus terang dari pada adu urat" gumam daddy dalam hati setelah menyimpulkan sikap cuek dan dingin Amar terhadap sang isteri
" Alex tadi pamit pulang ke ibu kota, katanya masih ada urusan" jawab Amilia yang sebenarnya hatinya pun merasa gundah karena tidak bisa melihat Alex lagi
" Alex itu siapa sayang?" tanya bunda yang memang tidak mengenal sosok yang sedang mereka bicarakan
__ADS_1
Deg
Entah kenapa Chessy merasa tidak nyaman ketika bunda menanyakan tentang Alex apalagi ketika melihat Amar yang masih memasang wajah cemberut