
Sesampainya di rumah Oma, Chessy dan Amilia langsung mengemasi barang-barang mereka
Amilia sibuk di dalam kamarnya mengemasi barang miliknya yang cukup banyak ke dalam koper sedangkan Chessy ia hanya mengemasi sedikit barang saja karena sebagian barang miliknya berada di dalam koper milik Amar
Barang-barang Amar sendiri sudah di kemas lebih dulu olehnya, karena dia memang sengaja tidak mengeluarkan seluruh batangnya sebagian ia tinggalkan di dalam mobil buat jaga-jaga jika Opanya berbuat ulah dan benar saja belum ada seminggu tinggal disana Opanya membuat pria itu sudah tidak betah berlama-lama
Merasa jenuh berada di dalam kamar sendirian, diam-diam Amar menyelinap masuk ke dalam kamar Chessy yang kebetulan tidak dikunci
" Dasar ceroboh!" gumam Amar setelah masuk ke dalam kamar Chessy lalu menguncinya dari dalam
Amar melihat kasur Chessy kosong namun detik berikutnya ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi
Ceklek
Chessy yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dibuat terkejut dengan keberadaan Amar di dalam kamarnya dan dengan refleks gadis itu hendak berteriak jika tidak dengan cepat Amar membekap mulutnya
" Emmbbb....."
" Janji ya jangan berteriak kalau aku lepas" bisik Amar di telinga Chessy
Dengan cepat gadis itu mengangguk karena dia sadar yang ada di hadapannya saat ini adalah suaminya
" Huuhhh....Hampir saja!" Amar menghela napas panjang
" Kenapa kakak berada di sini, bikin jantungan aja!" ucap Chessy sambil ngelus dada
" Maaf mengangetkan mu" ucap Amar seraya mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur
" Kak keluarlah!" Chessy mengerucutkan bibirnya karena Amar malah dengan santainya merebahkan diri
" Apa kamu sudah mengemas barang-barang mu?" tanya Amar yang tidak menghiraukan ucapan Chessy merebahkan diri dengan menumpukkan kepalanya pada tangan kanannya menatap Chessy
" Sudah kak, barang-barang ku kan tidak banyak" sahut Chessy sedikit ketus karena kesal dengan Amar yang tidak juga mau keluar
" Kak, keluar lah dulu aku mau berganti baju" melas Chessy yang merasa risih Amar berada di dalam kamarnya saat dirinya ingin berganti baju
" Kenapa harus keluar, bahkan menyentuh pun aku sudah halal apalagi hanya sekedar melihat" ucap Amar dengan santainya
" Kak,ihh...!" rengek Chessy dengan wajah cemberut
" Maaf sayang untuk kali ini kakak tidak bisa mengabulkan keinginan mu, jika kakak keluar sekarang takutnya ada Oma atau Amilia di luar sana" tutur Amar beralasan
Chessy menghela napas kasar lalu mengerucutkan bibirnya " Yaudah aku akan berganti baju di kamar mandi saja" ucap Chessy lalu berjalan ke arah kopernya yang berada di samping lemari untuk mengambil baju gantinya
"Di sini aja dek" goda Amar
" Enggak mau, ada kakak si mesum" sahut Chessy mencibikkan bibirnya
" Mesum sama isteri sendiri mah enggak apa-apa dek, dapat pahala malah kecuali mesum sama isteri orang baru dosa" ucap Amar
Chessy bergeming sejenak menatap Amar dengan tatapan yang sulit diartikan namun sedetik kemudian ia berjalan menuju kopernya yang teronggok di sudut ranjang mengabaikan perkataan sang suami
__ADS_1
Amar hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Chessy yang semakin hari semakin menggemaskan menurutnya
Setelah mengambil baju gantinya, Chessy berjalan menuju kamar mandi namun belum sampai pintu kamar mandi langkah Chessy langsung terhenti saat gadis itu merasakan ada tangan yang melingkar di pinggangnya
" Kak!" lirih Chessy yang meras deg deg serrrr merasakan tangan kekar sang suami sudah bertengger di pinggangnya
" Biarkan seperti ini dulu ya dek sebentar aja, kakak hanya ingin menyapa anak kita" ucap Amar lalu perlahan melepaskan pelukannya dan memutar bahu Chessy hingga gadis itu berbalik menghadapnya
" Kak!" ucap Chessy lagi dengan gugup dan wajah yang sudah bersemu merah
Amar menekuk lututnya berjongkok dihadapan Chessy, lalu dengan lembut tangan kekarnya terulur mengusap perut Chessy yang sudah sedikit membuncit jika di raba, karena kini usia kandungannya sudah hampir jalan 3 bulan
Chessy yang hanya menggunakan handuk yang melilit di dadanya merasakan ada sensasi yang aneh saat mendapati sentuhan dari Amar
Tubuhnya seketika menegang ada desiran aneh yang menjalar ke seluruh tubuhnya
" Jangan tegang gitu sayang, kamu harus terbiasa dengan sentuhan-sentuhan kakak seperti ini, sentuhan untuk kebaikan anak kita yang harus banyak berinteraksi dengan papanya" ucap Amar yang merasakan tubuh Chessy sedikit kaku dan tegang
Amar tahu istrinya saat ini tengah dilanda kegugupan
" Rileks aja sayang" ucap Amar lagi
" Kak!"lirih Chessy yang merasa sangat malu dengan kondisinya saat ini yang hanya berbalut handuk
" Sayang, apa kabar? sehat terus ya didalam perut mama. kamu yang sabar ya sayang tunggu mama mengizinkan baru papa bisa mengunjungi mu!" ucap Amar lalu mengecup perut Chessy
Deg
Dia bukan gadis yang polos-polos banget, sedikitnya dia pun mengerti apa yang dimaksud dengan ucapan Amar
Gadis itu tidak tahu harus menanggapi seperti apa, rasanya sangat malu dan belum siap jika Amar meminta haknya
Selain rasa trauma yang kadang menghantuinya gadis itu juga masih takut berinteraksi terlalu dekat dengan seorang pria, karena seumur hidupnya selain dengan ayahnya Chessy baru kali ini dekat dengan seorang pria
Chessy pun takut mengecewakan Amar dan tidak bisa memberikan rasa nyaman untuknya
Amar beranjak berdiri "Sudah cepat sana ganti baju kakak tunggu disana!" Ucap Amar menunjuk ke arah tempat tidur dengan dagunya membuyarkan lamunan wanita yang sebentar lagi akan menjadi ibu dari anaknya
" I..iya kak" Chessy pun dengan gerakan cepat langsung melesat masuk ke dalam kamar mandi
Di dalam kamar mandi Chessy memegang dadanya yang berdegup sangat kencang, sementara Amar yang sudah berada di tempat tidur senyum-senyum sendiri sambil menatap ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup
Setelah hampir 15 menit berada di dalam kamar mandi, Chesey pun keluar sudah berganti baju
" Kakak masih disini?" tanya Chessy dengan kening yang mengkerut
" Kenapa memangnya tidak boleh suami berada di kamar dengan isterinya sendiri?" tanya Amar
" Apa harus dengan wanita la_!"
" Tidak boleh, awas aja kalau kakak berani macam-macam dengan wanita lain, aku akan pergi sejauh-jauhnya agar kakak tidak bisa melihat ku dan juga anak kita" ucap Chessy sedikit mengancam lalu hendak berjalan menuju pintu keluar
__ADS_1
" Sayang!" Amar mencekal pergelangan tangan Chessy
Langkah Chessy terhenti, Amar merangkum bahu Chessy lalu membalikkan badannya
" Maaf sayang bukan maksud kakak seperti itu, kakak hanya bercanda mana mungkin kakak sanggup hidup tanpa kamu dan anak kita, jangan katakan itu lagi ya, kakak janji tidak akan pernah ada wanita lain di hati kakak selain mommy, Amilia, bunda dan juga anak kita kelak dan tentu saja kamu satu-satunya ratu di hati suamimu ini" tutur Amar panjang lebar
Pria itu sungguh takut sang isteri benar-benar merajuk apalagi dengan situasi yang dibilang tidak dalam kondisi baik karena Opa pasti akan terus memaksanya untuk menerima Selena
Chessy bergeming kata-kata Amar sungguh membuat hatinya tersentuh
" Sudah ya sayang jangan marah lagi, sebaiknya kamu istirahat aja dulu!" ucap Amar hendak membimbing wanita itu ke tempat tidur namun Chessy menolak
" Tidak kak, aku mau bantu mommy di dapur!" ucap Chessy
" Tidak enak jika aku hanya berdiam diri saja di kamar tanpa bantu apa-apa kak!" tambahnya lagi
" Tapi sayang, kamu itu enggak boleh capek-capek ingat kondisi kamu hem!" ucap Amar dengan lembut
Chessy tersenyum " Iya kak aku tahu tapi bukan berarti aku harus bermalas-malasan lagi pula aku kan hanya membantu saja, boleh ya kak!" ucap Chessy sedikit merajuk
" Baiklah, tapi ingat jangan capek-capek ya kalau merasa lelah langsung istirahat dan jangan terlalu banyak berdiri!" Amar akhirnya mengalah tapi tetap berpesan panjang lebar pada sang isteri
" Iya suamiku"
Deg.
Hati Amar berdesir mendengar Chessy mengatakan suamiku padanya
" Kak!" Chessy membuyarkan lamunan Amar
" Eh, iya sayang!"
" Kakak melamun?" Amar dengan cepat menggeleng..
" Kakak hanya senang kamu memanggil kakak dengan sebutan suamiku" jujur Amar membuat Chessy bersemu merah.
" Iya,nanti aku akan sering-sering deh memanggil kakak dengan sebutan suamiku!" ucap Chessy dengan senyuman manisnya
Amar balas tersenyum pria itu merasa sangat bahagia mendengar ucapan Chessy
" Kak aku keluar sekarang ya!" ucap Chessy dan Amar pun mengangguk pelan
Setelah Chessy keluar dari kamar, wanita itu langsung pergi menuju dapur dimana mommy sedang berkutat dengan wajan bersama salah satu art yang bekerja dengan Oma
Sementara Amar sendiri sedang celingak-celinguk di pintu kamar Chessy mengintip keadaan diluar kamar dengan sangat hati-hati takut ada yang memergokinya
Setelah merasa sudah aman pria itupun dengan langkah perlahan keluar dari kamar yang Chessy tempati
Amar langsung melangkah menuju meja makan untuk sekedar memastikan kalau isterinya dalam keadaan baik-baik saja jika berkutat dengan dapur
Tanpa Amar sadari jika pergerakannya itu ternyata tidak lepas dari tatapan seseorang yang sudah melihatnya dari awal ia yang mengendap-endap masuk ke kamar yang ditempati Chessy sampai ia keluar kembali dari dalam kamar tersebut dan sudah berada di dapur memperhatikan sang isteri yang mulai sibuk bersama mommy dan Art nya Oma
__ADS_1