
" Chessy... Amilia...!" teriak Nila dan Dea saat mereka melihat keduanya sahabatnya berada di salah satu mall
" Nila, Dea... kalian disini juga?" Amilia dan Chessy tidak menyangka bertemu dengan kedua sahabatnya itu
" Wahh... kalian jalan berdua tidak ngajak-ngajak kita!" Dea pura-pura merajuk
" Kalian juga sama" balas Amilia
Dea dan Nila pun cengar-cengir " Iya, abisnya kalian suka tiba-tiba batalin acara sih kalau udah janjian" sahut Nila
" Iya maaf waktu itu aku sedang tidak enak badan" jawab Chessy
Setelah cukup mengobrol mereka pun memutuskan untuk menonton selesai nonton dilanjutkan dengan makan
" Kita makan di sana aja yuk!" usul Amilia yang langsung di setujui oleh ketiganya
Tidak berapa lama makanan yang mereka pesan pun datang, di saat mereka sedang menikmati makanan yang mereka pesan masing-masing tiba-tiba mata Dea melihat sosok pria yang nampak tidak asing di penglihatannya
" Kok gue kayak kenal ya sama tuh orang" ucap Dea sambil mengingat-ingat
" Siapa?" tanya Nila lalu mengikuti arah pandang mata Dea
" Bukannya itu_!"
" Kakaknya Amilia" ucap Nila dan Dea bersamaan
Deg
Chessy seakan berhenti bernapas saat mendengar ucapan Dea dan Nila
Amilia lalu menoleh mengikuti arah pandangan kedua sahabatnya
" Kak Amar" Beo Amilia saat melihat kakaknya berada di tempat yang sama
Chessy menundukkan kepalanya dengan tangan meremas bajunya dengan sangat kuat, raut wajahnya seketika berubah pucat detak jantungnya pun berpacu sangat cepat
Tidak ada yang menyadari perubahan yang terjadi pada Chessy karena saat ini mereka semua tengah menatap ke arah Amar yang sedang duduk di salah satu meja yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka betada, Amar yang sedang sibuk berbicara dengan salah satu rekan bisnisnya tidak menyadari keberadaan sang adik dan juga para sahabatnya
" Kakak!" panggil Amilia saat melihat Amar sudah berpisah dengan rekan bisnisnya
Amar yang merasa dirinya dipanggil pun langsung menoleh ke arah sumber suara
" Amilia!" beo nya
Amar lalu berjalan menghampiri adik kesayangannya itu dan di ikuti oleh Roy yang berjalan mengekor di belakangnya
" Kamu disini, sedang apa?" tanya Amar pada Amilia
" Tadi bis nonton terus sekalian makan deh sebelum pulang" jawab Amilia
" Jangan pulang terlalu malam!" pesan Amar
" Iya kak" sahut Amilia
Amilia lalu memperkenalkan sahabatnya pada Amar
Nila dan Dea begitu antusias berkenalan dengan Amar tapi tidak dengan salah satu sahabat Amilia yang satu lagi, wajahnya tertunduk dan tubuhnya sedikit bergetar
__ADS_1
" Dia?" Amar menunjuk dengan ekor matanya ke arah Chessy yang masih menundukkan kepalanya
" Ini Chessy kak!" bukan Amilia yang menjawab tetapi Nila
Jlep
Amar terkejut saat mendengar nama Chessy begitu juga dengan Chessy yang semakin kuat meremas ujung bajunya
" Chessy ini kakak gue kak Amar!" ucap Amilia dengan suara pelan karena dia dapat melihat saat ini sahabatnya pasti tengah mengalami trauma saat ada laki-laki yang mendekatinya
" Chess loe kenapa?" tanya Nila yang melihat Chessy sedikit aneh
" Iya Chess loe kok gemetar kayak gitu?" tanya Dea dengan raut wajah bingung
" Apa dia sedang sakit?" tanya Amar yang sedikit khawatir dengan keadaan gadis yang ada di hadapannya saat ini
" Iya kak, Chessy memang sedang kurang enak badan" Jawab Amilia sedikit berbohong
" Kalau sedang tidak enak badan kenapa malah keluyuran?" Amar tidak habis pikir dengan Chessy sudah tau sakit tapi malah pergi bersama teman-temannya
" Aku yang memaksanya kak" sahut Amilia yang menjadi merasa bersalah pada Chessy
Brukk
Chessy tiba-tiba tumbang untung saja dengan gerakan cepat Amar langsung menangkap tubuhnya yang lemas itu yang hampir saja menyentuh lantai
Entah kenapa hati Amar menjadi cemas melihat gadis yang berada di dalam rengkuhannya dalam keadaan tidak sadarkan diri
" Roy cepat siapkan mobil kita ke rumah sakit sekarang!" teriak Amar
" Siap bos!" Roy pun bergegas keluar untuk menyiapkan mobil
beberapa pasang mata pun menatap ke arahnya
Roy membukakan pintu mobil dan Amar langsung memasukkan Chessy ke kursi belakang setelah itu ia pun masuk
" Aku akan membawa teman mu ini ke rumah sakit terdekat kau menyusul saja!" ucap Amar pada Amilia
" Iya kak" sahut Amilia
Amilia bersama Nila dan Dea menyusul Amar yang sudah membawa Chessy lebih dulu ke rumah sakit bersama Roy
Setibanya di rumah sakit Chessy langsung dibawa ke ruang IGD
Selang beberapa menit Amilia dan kedua temannya pun sampai di rumah sakit tersebut
mereka langsung menuju ruang IGD
Dari kejauhan mereka dapat melihat Amar dan Roy yang sedang duduk di depan pintu ruangan yang bertuliskan ruang IGD
" Bagaimana kak?" tanya Amilia dengan cemas setelah berada di hadapan sang kakak
" Masih di tangani oleh dokter" jawab Amar
...Hening...
" Amilia" panggil Amar datar
__ADS_1
" Iya kak" Ada seburat kecemasan diwajahnya takut-takut menatap wajah kakaknya yang entah kenapa nampak begitu dingin tidak seperti biasanya
" Apa dia pernah seperti ini sebelumnya?" Tanya Amar yang terlihat sedikit mencemaskan keadaan Chessy
Amilia tidak menjawab tapi sorot mata nya melirik ke arah Nila dan Dea
" Aku tidak tahu kak" jawab Amilia dan Amar mengerti arti dari tatapan mata adiknya itu yang tidak nyaman berbicara karena ada Nila dan Dea
" Sebaiknya kalian berdua pulang saja, hari sudah semakin larut, tidak baik untuk kalian berada di luar malam-malam seperti ini!" seru Amar
" Tapi kak_!"
"Biar aku dan Amilia saja yang menunggu teman kalian yang bernama Chessy itu, kalian pulanglah!" ucap Amar lagi
" Roy antarkan mereka pulang!" ucap Amar pada Roy
" Baik bos" Sahut Roy
" Kalian pulanglah bersama Roy, dia asisten ku!" ucap Amar
" Baiklah kalau begitu kak" ucap Dea
Nila menoleh ke arah Amalia " Li kabari kami ya nanti keadaan Chessy" ucapnya pada Amilia
" Iya, nanti gue kabarin"
Nila dan Dea pun akhirnya pulang diantar oleh Roy
" Kak, bagaimana ini? apa yang harus aku katakan pada kedua orangtuanya?" Amilia nampak gelisah memikirkan bagaimana caranya memberitahu keadaan Chessy pada ayah dan bundanya
Belum sempat Amar menjawab, dari dalam tas Chessy yang sempat di bawa Amilia terdengar suara ponsel yang berdering
" Ponsel Chessy berdering kak" ucap Amilia
" Lihatlah siapa yang menelponnya"
Amilia pun mengambil ponsel Chessy dari dalam tasnya dan tertera nama bunda dilayar ponsel tersebut
" Kak bundanya Chessy menelpon!" ucap Amilia
Amar berpikir sejenak lalu detik berikutnya dia pun berkata " Angkat saja dan beritahu bundanya kalau saat ini Chessy sedang berada di rumah sakit"
" Tapi kak_"
" Mau bagaimana lagi? kita tidak bisa diam saja dan tidak memberitahu mereka" ucap Amar
" Mereka orangtuanya dan berhak tahu kondisi putrinya saat ini" terang Amar
" Tapi aku takut kak"
Amar memincingkan matanya menatap lekat Amilia " Takut apa?"
" Takut kalau trauma yang dialami Chessy kembali kambuh dialami kak!"
" Trauma?"
Amilia pun akhirnya menceritakan semuanya kepada Amar tanpa ada yang tertinggal sedikit pun
__ADS_1
Amar mengepalkan tangannya kuat, rahangnya mengeras ia merutuki kebodohannya sendiri dan juga marah pada dirinya yang ternyata hanyalah laki-laki pengecut sampai membuat seorang gadis tak berdosa begitu menderita menanggung semuanya sendirian