
Setelah perdebatan yang cukup panjang antara Amilia dan Alex yang membuat Morgan mendengus dan mengumpat dalam hati karena tingkah mereka yang sama-sama tidak mau mengalah akhirnya mobil yang mereka tumpangi pun sudah terparkir di mansion keluarga Mahendra
" Terima kasih ya pak Mor!" ucap Amilia seraya tangannya terulur hendak membuka pintu mobil
" Iya sama-sama non!" jawab Morgan yang tidak masalah dipanggil seperti itu oleh Amilia
" Pak Mor?" Alex mengerutkan keningnya mencegah Amilia yang mau membuka pintu mobil
"Sembarangan aja loe main singkat nama orang" Protes Alex
"Cih, emangnya kenapa kalau gue panggil dengan nama pak Mor, kok loe yang protes toh orangnya pun enggak keberatan, betulkan pak?" Amilia bertanya pada Morgan
" Iya non enggak apa-apa" jawab Morgan sambil melirik lewat kaca spion
" Tuh dengar sendirikan loe, setidaknya gue masih ada sopan santunnya manggil orang yang lebih tua itu enggak cuma namanya doang" sindir Amilia membuat Alex melotot dan menatapnya tajam
" Terserah gue dong mau manggil dengan sebutan apa" Alex tidak terima dengan perkataan Amilia
" Yaudah gue juga sama, kenapa loe tadi yang protes" balas Amilia
" Sudah mending loe langsung pulang aja gih sana!" usir Amilia tidak karena kesal dengan Alex
" Dasar loe ya gadis bar-bar enggak ada akhlak, bukannya nyuruh gue mampir atau seenggaknya bilang terima kasih dulu ke gitu ini malah main usir aja" oceh Alex mendelik tajam
" Ya kan tadi gue udah bilang makasih, terus yang minta anterin pulang siapa? kan loe sendiri yang maksa" debat Amilia
Alex memutar bola matanya malas " Ya itu karena gue_!" Alex jadi bingung sendiri mau ngomong apa akhirnya kata-katanya pun tercekat di tenggorokan
" Gue apa? kenapa enggak dilanjutin?" cecar Amilia
Morgan yang duduk di bangku kemudi kembali geleng-geleng kepala mendengar perdebatan dua remaja yang sama-sama keras kepala dan gengsi tinggi
" Enggak ada" Elak Alex " Udah ayok cepat turun biar gue aja yang jelasin sama keluarga loe" Alex mengalihkan pembicaraan dan langsung membuka pintu mobil lalu turun
Amilia yang masih berada di dalam mobil mencibik kesal dengan sikap Alex yang suka banget memaksa
Disaat diluar mansion sedang ada perdebatan sementara di dalam mansion terdengar suara Isak tangis seorang calon ibu muda yang merasa sedih karena adik iparnya masih belum ada kabarnya
" Sayang jangan seperti ini, kasihan sama baby nya kalau kamu nangis terus kayak gini!" ucap Amar pada sang isteri
" Aku juga enggak mau nangis kayak gini terus kak tapi aku khawatir dengan keadaan Mili, aku jadi kepikiran dia tidurnya dimana? sudah makan apa belum? kondisinya baik-baik aja atau enggak? sama siapa dia sekarang? hiks...hiks... aku takut kak.. takut Mili kenapa-napa" tutur Chessy disela Isak tangisnya
" Tolong cepat cari Mili kak!" Chessy menarik-narik lengan Amar
" Heuhhh...!" Amar menghela napas, bukannya dia tidak ingin mencari tahu keberadaan adik kesayangannya itu tapi dia sudah berusaha mencarinya tapi hasilnya nihil sampai akhirnya mommy dan daddy-nya pun tahu kabar berita hilangnya sang putri membuat keduanya langsung bertolak pulang untuk memastikan keadaan putrinya
Amar memijat pelipisnya yang berdenyut selain kena amuk kedua orangtuanya yang menuduhnya tidak becus menjaga adik semata wayangnya Amar pun dibuat pusing karena isteri kecilnya yang sedang hamil masih saja menangis karena memikirkan keadaan Amilia
__ADS_1
" Iya kakak akan cari Mili lagi tapi kamu janji jangan nangis kayak gini lagi ya!"
Chessy pun mengangguk " Iya kak, tolong bawa Mili pulang ya kak!"
Amar mengangguk lalu meminta Chessy untuk beristirahat setelah membantu merebahkan tubuh Chessy dan menyelimutinya Amar pun pamit pergi untuk mencari kembali adiknya
Pada saat ia hendak keluar kamar tiba-tiba saja sudah ada mommy Naura yang berdiri di ambang pintu
" Mommy!"
"Bagaimana keadaan isterimu?" tanya Mommy Naura
" Ya begitu deh mom, nangis terus mikirin Mili" jawab Amar
" Daddy mu sudah mengerahkan orang-orangnya untuk mencari adikmu semoga saja Amilia cepat diketemukan" tutur mommy Naura
" Amin!" Amar mengaminkan
" Mom titip istriku ya mom!" ucap Amar lagi
" Titip? memangnya kamu mau kemana?" mommy Naura bertanya
" Mau mencari Mili mom, kalau aku dirumah terus yang ada Chessy enggak mau berhenti menangis"sahut Amar
Mommy Naura masuk ke dalam kamar sementara Amar sudah berlalu pergi menuruni anak tangga
Chessy menoleh saat mendengar suara mommy mertuanya
" Mom!" lirihnya
Mommy Naura berjalan mendekati tempat tidur Chessy lalu duduk di tepi kasur
" Bagaimana keadaan mu?" tanya mommy Naura penuh perhatian
" Baik mom tapi_" Chessy menggantungkan kata-katanya
"Amilia?"
Chessy pun mengangguk dengan mata yang sudah berkaca-kaca
Mommy Naura mengerti bagaimana perasaan Chessy, menantunya itu memang sangat dekat dengan putrinya wajar jika dia merasa begitu sedih karena tidak ada kabar tentang hilangnya Amilia
" Mommy tau bagaimana perasaan mu, tapi pikirkan juga cucu mommy didalam sini!" mommy Naura menyentuh dengan lembut perut Chessy
" Maafin Chessy mom!"
Mommy Naura menggeleng " Kenapa minta maaf? kamu enggak salah apa-apa"
__ADS_1
Chessy mengusap air matanya yang sudah menetes " Kalau aja waktu itu Chessy tidak pergi ke toilet dan tidak membiarkan Mili pergi sendirian mungkin kejadian ini tidak akan terjadi Mom"
" Hushh... jangan menyalakan diri kamu sendiri, ini memang sudah jalannya, kita tidak ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita, jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, hem!"
" Fokuslah dengan kehamilan mu sayang, kita cukup berdoa semoga Daddy dan Amar bisa segera membawa Mili pulang"
" Amin, iya mom!"
" Sekarang kamu istirahat aja, kalau butuh apa-apa mommy ada di kamar"
" Iya mom"
" Udah jangan nangis lagi, mom yakin Mili pasti dalam keadaan baik-baik saja" seru mommy Naura dan Amilia pun mengangguk pelan
Di luar mansion Amar dibuat terkejut dengan kepulangan Amilia bersama dengan seorang laki-laki
" Mili!" Amar membulatkan matanya ketika membuka pintu ada Amilia yang berjalan bersama Alex
Bugh
Amar tanpa bertanya terlebih dahulu malah langsung melayangkan satu pukulan di wajah Alex
" Kak!" Teriak Amilia yang begitu terkejutnya dengan apa yang sudah kakaknya lakukan terhadap Alex
Ketika Amar menarik kerah baju Alex dan hendak menyerang kembali, dengan cepat Amilia langsung menghadangnya
" Kak Amar apa-apaan sih?" marah Amilia dan langsung menolong Alex yang sudah tersungkur di tanah
" Dasar kurang ajar, kau bawa kemana adikku?" Marah Amar menunjuk-nunjuk Alex
" Kak jangan marah dulu, ini semua salah paham" bentak Amilia karena kakaknya tidak mau mendengarkan penjelasannya
" Salah paham apa?kamu enggak pulang dari kemarin dan pulang malah bersama laki-laki"
" Alex hanya mengantarku pulang kak" terang Amilia
" Ada apa ini?" tanya dad Mahendra yang tiba-tiba muncul
" Daddy!" Amilia langsung berlari menghampiri dad Mahendra lalu memeluknya
"Kau dari mana saja sayang, kenapa baru pulang? kami semua mencemaskan mu" Tanya dad Mahendra mengurai pelukan putrinya
" Ceritanya panjang dad, tapi kak Amar sudah main pukul aja" adu Amilia pada dad Mahendra
Dad Mahendra pun langsung menoleh ke arah Amar yang seketika langsung jadi salah tingkah karena mendapatkan tatapan tajam dari daddy nya
Amar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu membuang pandangannya ke sembarang arah
__ADS_1