
Hari yang dinanti pun tiba
Hari ini merupakan hari pertama ujian sekolah dimulai
Chessy hampir setiap hari belajar mempersiapkan diri untuk ujian kelulusannya begitu juga dengan Amilia bahkan saking ingin konsentrasi dengan belajarnya Amilia pun sampai melarang Alex menghubunginya sama halnya dengan Chessy yang tidak ingin diganggu kegiatan belajarnya sampai-sampai melarang Amar meminta jatahnya
" Jangan terlalu tegang!" pesan Amar ketika Chessy hendak turun dari dalam mobil sang suami
" Iya kak, do'akan ya biar aku bisa mengerjakan semua soal-soalnya dengan baik!" pinta Chessy
Amar mengusap lembut pipi Chessy " Tentu saja sayang tanpa harus dipinta pun kakak pasti akan selalu mendoakan kamu dan juga Amilia agar ujian kalian berjalan dengan lancar" tutur Amar
" Amin, terima kasih kak" ucap Chessy mengaminkan
Tok... tok...
Amilia yang sudah turun lebih dulu dan berada di luar mengetuk kaca mobil depan dimana Chessy yang sejak tadi ditunggunya belum juga keluar
" Kak aku turun ya, Assalamualaikum!" pamit Chessy seraya mencium punggung tangan Amar dengan takzim dan dibalas Amar dengan kecupan di keningnya
" Lama banget sih pamitannya!" keluh Amilia setelah Chessy sudah turun dari dalam mobil dan Amar sudah melajukan mobilnya pergi meninggalkan area sekolah
" He...He... maaf!" sahut Chessy seraya cengar-cengir lalu mengikuti langkah Amilia yang sudah lebih dulu melangkah masuk ke area gedung sekolah
" Masih kurang emangnya bu jatah di rumah?" ledek Amilia
" Libur lah kan lagi ujian!" timpal Chessy
" Jiahhh.... bisa gitu kak Amar nahannya?"
" Harus bisalah"
" Husss.... anak kecil ngomongnya ya!" ucap seseorang yang ternyata mendengar pembicaraan dua gadis yang ada di depannya
" Apaan si loe main nimbrung aja!" ketus Amilia setelah melihat siapa orang yang menyela ucapannya
" Biasa aja dong cantik, pagi-pagi udah naik urat aja nanti cantiknya hilang loh!" selorohnya yang malah ditanggapi acuh oleh Amilia
" Amilia.... Chessy!" teriak Dea setengah berlari menghampiri kedua sahabatnya
" Eh De!" sapa Chessy
" Kita satu ruangan kan?" tanya Dea dengan napas ngos-ngosan
" Iya kayaknya" sahut Chessy
" Nila mana?" tanya Amilia yang celingak-celinguk tapi tidak melihat keberadaan Nila datang bersama Dea
" Nila udah datang duluan, dia beda kelas sama kita jadi datang pagi mau sekalian belajar dulu katanya sih" tutur Dea menjelaskan
" Oh gitu bagus dong" seru Amilia
" Ekhem!" deheman seseorang yang tidak lain adalah Herry mengalihkan atensi mereka menoleh ke arah sumber suara
" Loe kenapa keselek nyamuk?" sindir Amilia ketus
Herry tersenyum tipis namun membuat Amilia semakin jengah
" Gue_!"
Belum sempat menimpali ucapan Amilia tiba-tiba seorang siswa menepuknya dari belakang
Plakk
" Dasar teman enggak ada akhlak loe ya, gue teriakin dari tadi malah pura-pura enggak denger ehhh taunya lagi tebar pesona disini!" oceh Dodo teman sekelas Herry
" Ah kamvret loe, tuh pergi kan!" kesal Herry karena setelah ia menoleh ke arah Dodo ternyata Amilia bersama kedua sahabatnya sudah menghilang
" Lagian loe ngapain sih tebar pesona sama bini orang, diciduk ke kantor polisi baru tahu rasa loe!" oceh Dodo mengingatkan sahabatnya
" Dasar ogeb, siapa juga yang deketin bini orang, itu sih udah cerita lama, udah tutup buku!" tutur Herry
" Ya kirain, terus loe lagi tebar pesona sama siapa? si Dea?" tanya Dodo lagi
" Dea? ha...ha..!" Herry malah terbahak
" Ya bukanlah, Dea mah bukan tipe gue" lanjutnya
Dodo mengerutkan keningnya seraya berpikir sejenak " Jangan bilang loe naksir sama Amilia, gadis bar-bar dan super emak-emak itu?" tebak Dodo
__ADS_1
Mendengar nama Amilia disebut-sebut membuat Herry langsung senyam-senyum enggak jelas
" Wah parah nih anak, kesambet setan bucin kayaknya!" Dodo geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd Herry yang malah senyam-senyum sendiri
" Loe jangan cari masalah deh Her, loe kan tahu kalau tuh anak lagi deket sama si Alex!" ucap Dodo kembali mengingatkan Herry
" Alex?" Herry terkekeh sedikit meremehkan
" Mereka enggak ada hubungan apa-apa, dan gue pastiin Amilia akan jadi milik gue" lanjutnya dengan begitu percaya diri
" Jangan gila deh loe Her, jangan cari masalah sama dia!" Timpal Dodo
Herry kembali terkekeh " Gue enggak takut sama sekali, meskipun dia udah jadian juga gue enggak peduli, ya selama Amilia masih belum sah menjadi milik orang apa salahnya gue berusaha untuk mendapatkan hatinya, liat aja siapa yang akan mendapatkan Amilia" ungkap Herry dengan yakin
" Terserah loe aja deh, gue udah mengingatkan!" oceh Dodo
" Yuk ah ke kelas!" Dodo pun merangkul bahu Herry
Tanpa keduanya sadari ternyata pembicaraan mereka dapat di dengar oleh seseorang yang berada di balik tembok
" Ini enggak bisa di biarkan, gue harus gerak cepat!" batinnya sambil menatap punggung Herry dan Dodo yang semakin menjauh dari pandangannya
Alex yang berdiri di balik tembok dengan gerakan cepat mengambil ponselnya lalu langsung menghubungi seseorang
" Aku percayakan semuanya pada pakMor" ucap Alex berbicara dengan pak Morgan diseberang telponnya
" Urus dengan sebaik mungkin, aku mau selesai ujian semua sudah beres!" ucapnya lagi
Setelah dirasa cukup Alex pun menutup panggilan telponnya dan melanjutkan langkahnya menuju kelas
Sementara Amilia dan Chessy yang sudah berada di dalam kelas pun kini tengah membuka buku pelajarannya kembali dan mengulang pelajaran yang sudah dipelajarinya selama di rumah
" Gue pusing!" keluh Dea yang kini duduk di bangku belakang Chessy
" Jangan dijadikan beban, dibawa santai aja tapi tetap serius!" ucap Chessy
Dea menggeleng-gelengkan kepalanya
" Enggak jelas loe mah Chess, bilang dibawa santai tapi tetap serius itu apa maksudnya coba?" protes Dea
Amilia yang gantian geleng-geleng kepala melihat tingkah Dea " Maksudnya loe jangan terlalu jadiin beban ujiannya kita bawa santai tapi tetap serius belajarnya" tutur Amilia menjelaskan
Akhirnya ujian pun dimulai, guru yang bertugas mengawasi pun telah mengedarkan satu persatu lembaran soal dan juga lembaran jawaban.
Setelah semua murid mendapatkan semua soal-soal tersebut waktu pengerjaan pun dimulai, Chessy beserta para siswa-siswi lainnya pun mengerjakan dengan sungguh-sungguh
Di dalam gedung sekolah yang sama dan di ruangan yang berbeda Alex pun tengah menghadapi ujian, kali ini pemuda itu lebih serius dalam mengerjakan soal-soalnya tidak seperti biasanya yang selalu mengandalkan temannya dan jika dalam keadaan mendesak tidak jarang ia mengerjakan soal dengan menghitung kancing, hal yang sangat konyol memang tapi itulah yang dilakukan sebagian murid yang tidak mau belajar dan hanya mengandalkan keberuntungan
Alex yang memang ingin belajar mengimbangi kepandaian seorang Amilia memutuskan untuk lebih giat lagi belajar dan berusaha untuk mendapatkan nilai yang baik dan memuaskan, setidaknya ia sudah mau berusaha untuk menjadi lebih baik
" Tumben loe duluan, biasanya paling akhir? ngitung kancing lagi loe ya?" ledek Martin saat keduanya tengah berjalan menuju parkiran
" Enak aja loe bilang gue ngitung kancing, gue belajar lah" sewot Alex yang tidak terima dibilang ngitung kancing
" Dih belajar, sejak kapan seorang Alex mau belajar?" Martin kembali meledek Alex
" Ya sejak saat ini, puas loe!" jawab Alex
" Seriusan loe?"
" Yaiyalah gue serius ngapain juga gue bercanda, gue tuh ingin memantaskan diri gue agar bisa bersanding dengan wanita pujaan hati gue" terang Alex tersenyum tipis membayangkan wajah sang pujaan hatinya
" Maksud loe?" Martin mengerutkan keningnya
" Ya loe kan tau sendiri kalau bidadari gue itu ya walaupun sedikit barbar dan galak tapi dia tuh punya otak encer dan berprestasi"
" Ya terus?"
" Ya malu lah gue kalau sampai gue kalah dari dia, ya setidaknya gue udah ada usaha untuk mengimbanginya dan untuk hasilnya gue serahkan semuanya kepada Allah SWT" Jawabnya bijak
" Dihh, sok bijak banget loe. Sejak kapan loe insyaf dan bener kayak gini?" ledek Martin terkekeh
" Sialan loe, emang loe kira gue orang enggak bener apa?" Alex melingkarkan tangannya di leher Martin membuat Martin mengaduh lalu detik berikutnya tertawa
" Ha...Ha... Alex si cowok biang onar dan play boy cap kelinci udah insyaf ternyata dan sekarang jadi budak cinta" ucap Martin yang kembali meledek Alex lalu tertawa
" Dasar teman enggak ada akhlak loe!" Alex pun semakin kuat melingkarkan tangannya di leher Martin membuat Martin mengaduh teriak kesakitan
" Iya ampun...ampun... ampun, gue nyerah!" ucap Martin sambil tertawa
__ADS_1
Alex langsung melepaskan tangannya dari Martin dan berubah merangkulnya
" Apa salahnya kita berubah menjadi lebih baik, karena untuk mendapatkan yang terbaik kita juga harus belajar menjadi orang yang baik pula" tutur Alex
" Gue enggak nyangka loe bisa seperti ini sekarang, tapi jujur gue suka dengan perubahan loe. Tuh cewek memang bukan cewek sembarangan, dia memang cewek yang hebat dan luar biasa, buktinya bisa bikin teman gue sadar dan enggak error lagi otaknya kayak biasanya" tutur Martin lalu diujung kalimatnya pemuda itupun terkekeh sendiri
" Jangan muji cewek gue" kesal Alex karena Martin udah berani memuji ceweknya
"Dihhh.... jadian aja belum udah ngaku-ngaku aja loe, belum tentu juga diterima" ledek Martin
" Wah nih anak ya belum pernah ngerasain bogeman gue kali ya!"
" Ha..Ha...!" bukannya takut Martin malah terbahak lalu berlari menghindari Alex dan terjadilah aksi kejar-kejaran
Sementara di tempat lain setelah selesai mengerjakan soal-soal ujiannya, Chessy dan Amilia memutuskan untuk langsung segera pulang, karena mereka pulang lebih awal dan kebetulan Amar juga ada meeting penting yang tidak bisa di tinggalkan maka terpaksa Amar meminta Roy untuk menjemput isteri dan adik kesayangannya
" Loh kok kak Roy yang jemput?" tanya Amilia ketika melihat Roy yang sudah ada di depan gerbang sekolah seraya berdiri bersandar di pintu mobil
" Iya non, tuan muda sedang meeting dan tidak bisa di tinggalkan!" jawab Roy memberitahu
" Yaudah enggak apa-apa kita langsung pulang aja yuk !" ucap Chessy yang merasa sedikit lelah dan memilih langsung naik ke dalam mobil
Amilia hendak menyusul masuk ke dalam mobil namun tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik tangannya
" Amilia tunggu, gue mau bicara!" seru seseorang seraya menarik dan mencekal pergelangan tangan Amilia namun dengan kasar langsung di sentak oleh Amilia hingga pegangan itupun terlepas
" Loe apa-apaan sih?" marah Amilia setelah tau siapa yang telah lancang mencekal tangannya
Siswa yang berada di hadapan Amilia pun langsung mengangkat kedua tangannya ke atas " Sorry... sorry... gue cuma mau bicara aja sama loe tapi karena loe selalu aja menghindar dari gue jadi terpaksa gue ngelakuin ini" terang Herry siswa yang berani menghalangi Amilia masuk ke dalam mobil
" Gue rasa enggak ada yang perlu kita bicarakan deh, mending elo fokus aja sama ujian !" seru Amilia lalu langsung masuk ke dalam mobil
" Jalan kak!" titah Amilia kepada Roy yang sudah berada di dalam mobil bersama Chessy
Herry mengumpat kesal karena Amilia pergi begitu saja yang lagi-lagi menolak dirinya
" Udah bro lepasin aja, buat apa sih loe maksain diri banget ngejar-ngejar tuh cewek!" ucap Dodo yang sudah berdiri di belakang Herry
" Apaan sih loe, justru ini tantangan buat gue untuk mendapatkan tuh cewek!" tutur Herry tak terima
" Amilia tuh cewek unik, lain dari pada yang lain" tambahnya lagi
" Tapi tuh cewek selalu menghindar terus dari loe, itu tandanya dia enggak suka sama loe" ungkap Dodo
Herry terkekeh " Awalnya memang enggak suka, tapi lama-lama gue yakin dia bakalan jatuh cinta sama gue sejatuh-jatuhnya" ucap Herry dengan percaya dirinya.
" Ya semoga aja deh, tapi kalau tuh cewek tetap enggak mau sama loe, ya loe harus ikhlas dan jangan memaksakan kehendak loe" tutur Dodo mengingatkan
" Ingat apapun yang dipaksakan, hasilnya pasti tidak akan memuaskan" jelasnya lagi berharap Herry akan mengerti dan tidak menjadikan dirinya budak cinta yang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya
" Gue enggak janji!" sahut Herry santai dan langsung berlalu begitu saja tanpa menghiraukan Dodo yang masih berdiri di depan pintu gerbang sekolah
" Dasar udah enggak waras loe!" dengus Dodo menatap punggung Herry yang berjalan meninggalkannya
Sementara di dalam mobil Chessy terus memperhatikan Amilia yang nampak memalingkan wajahnya ke arah jendela
" Loe kenapa?" tanya Chessy memecahkan keheningan
" Enggak apa-apa" sahut Amilia tanpa menoleh
" Tadi itu si Herry kan, mau ngapain dia?" tanya Chessy dan Amilia hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya
" Kayaknya dia lagi gencar banget ya berusaha buat ngedeketin loe ?"
Amilia menoleh lalu menghela napas panjang
" Dari awal gue tuh udah malas banget waktu mommy ngajak gue ikut ke rumahnya, ya begini deh jadinya" ungkap Amilia membuat Chessy nampak bertanya-tanya
Loh kenapa memangnya?" tanya Chessy menautkan kedua alisnya
" Ya males aja!" sahutnya
" Males kenapa? pasti ada alasannya dong!"
Amilia menarik napas panjang lalu menceritakan sikap Herry yang tidak sopan padanya beberapa waktu lalu dan selalu menjelek-jelekkan Alex di depannya
" Oh begitu ceritanya" Chessy pun akhirnya mengangguk paham
Keduanya pun akhirnya melanjutkan obrolan mereka secara rendom untuk mengisi kejenuhan selama perjalanan pulang
__ADS_1