
Chessy merasa risih sendiri tatkala mendapat tatapan dari ketiga sahabatnya, tatapan yang sungguh sulit diartikan
Dan Chessy juga dibuat tercengang ketika tiba-tiba ketiganya malah mengabaikannya begitu saja dan berjalan meninggalkan Chessy tanpa sekata patah
" Hei... kalian ini kenapa sih, apa kalian lagi marah ya sama gue?" Chessy berjalan cepat lalu menarik lengan Amilia hingga berhasil menghentikan langkah gadis itu
" Buat apa gue marah?" ketus Amilia lalu kembali melanjutkan langkahnya
" Kalau tidak marah terus kenapa sikap kalian aneh gitu?" tanya Chessy yang mengekor di belakang ketiga sahabatnya berjalan menuju kelas mereka
"Aneh siapa yang aneh? Loe aja tuh yang aneh, sekarang udah mulai bohong kan sama kita-kita?" bukan Amilia yang bicara tapi kali ini Nila yang bertanya setelah menghentikan langkahnya dan menatap penuh selidik pada Chessy
" Bo... bohong apa maksudnya?" tanya Chessy dengan degup jantung yang berdetak sangat cepat, gadis itu takut ketiga sahabatnya tahu tentang pernikahannya dengan Amar dan juga tentang kehamilannya
" Alaaahhh... enggak usah pura-pura enggak tahu deh loe, udah jawab aja sih apa susahnya coba?" ucap Dea membuat Chessy semakin berkeringat dingin di buatnya
" Pura-pura apa sih, jujur gue enggak ngerti maksud kalian apa?" Chessy mengerutkan keningnya merasa bingung sendiri dengan arah pembicaraan sahabatnya itu
Amilia merangkul bahu Chessy lalu menggiringnya berjalan ke arah taman sekolah yang berada di dekat lapangan basket, Dea dan Nila ikut mengekor di belakangnya
" Jawab dengan jujur, laki-laki yang suka antar jemput loe itu yang loe bilang dia itu orang suruhan bokap loe sebenarnya dia itu_?" Amilia menjeda ucapnya membuat Chessy menegang dengan degup jantung yang semakin tidak karuan
Chessy sampai menghirup napas dalam-dalam guna menetralisir perasaan gugupnya
" Sebenarnya dia itu laki-laki yang mau di jodohin sama loe kan?" tanya Amilia yang seketika membuat Chessy tersedak dan terbatuk-batuk
" Uhuk.... uhuk..!" Chessy terbatuk-batuk
Amilia langsung mengeluarkan botol minum dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Chessy
Setelah meneguk minuman yang Amilia berikan gadis itu pun menyerahkan kembali botol minum yang isinya sudah berkurang setengahnya
" Loe kenapa si Chess, sampai batuk-batuk begitu?" Tanya Nila
" Ya lagian kalian bisa-bisanya punya pemikiran ke arah sana segala, mana mungkinlah ayah gue ngejodoh-jodohin anak semata wayangnya" pungkasnya sedikit berkilah
" Ya kali aja gitu " ucap Dea
" Iya betul siapa tahu emang jodoh Chess" ledek Nila
" Apaan sih kalian ini, ngawur... udah yuk ah masuk nanti telat" Chessy mendahului ketiganya berjalan ke arah kelas mereka
" Chess tunggu!" teriak ketiganya setengah berlari menyusul Chessy
" Tapi keliatannya orangnya ganteng ya Chess?" tanya Amilia
Deg
" Duh Mili tidak tahu aja kalau dia itu kakak Loe sendiri ya udah pasti ganteng lah" batin Chessy
" Dari badannya sih kayaknya oke, tinggi dan kekar gitu ya walaupun cuma seorang supir angkot tapi enggak masalah deh yang penting baik dan ganteng" ucap Amilia membayangkan supir angkot yang mengantar jemput Chessy yang tidak lain adalah kakaknya sendiri
__ADS_1
" Loe ngomong apa sih Mil, kayak pernah liat orangnya aja pakai bilang ganteng " ucap Chessy berusaha untuk mengendalikan kegugupannya
" Pernah"
Deg
Chessy membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Amilia yang mengatakan kalau dia pernah melihat orang yang mengantarkannya ke sekolah
" Be... beneran loe udah liat mukanya kayak apa?" tanya Chessy yang terlihat nampak gugup
Mereka berempat kini sudah sampai di kelas dan Chessy langsung duduk di kursinya di ikuti oleh Amilia
" Iya gue udah liat tapi belum jelas mukanya karena ngeliatnya dari jauh" Chessy bernapas lega mendengarnya
"Emangnya kenap kok loe kayak enggak senang gitu kalau gue udah tahu siapa sopir pribadi loe itu?"
Glek
Chessy tercekat, berusaha menelan Salivanya dengan kasar
" Bu... bukannya enggak senang tapi_?"
" Tapi apa? tapi loe takut ya kalau Amilia sama kita-kita tuh naksir sama sopir loe itu, takut kalah saing gitu" Ledek Dea yang sudah memotong ucapan Chessy
" Ish... apaan sih De ya enggak gitu juga kali, jodoh itu udah ada yang ngatur De, percuma dipaksa-paksa juga kalau bukan jodoh mah enggak akan bersatu, kita itu enggak bisa memaksakan apa yang bukan milik kita" tutur Chessy
" Kita tuh cuma bisa ikhlas ketika harus menerima kehadiran seseorang yang kelak akan menjadi jodoh kita dan begitu pun sebaliknya kita juga harus rela melepaskan jika memang bukan jodoh kita" lanjutnya
" Baik dan buruk... suka dan duka.... semua itu harus kita terima dengan ikhlas baik segala kekurangan dan juga kelebihan orang yang kelak menjadi pendamping hidup kita" tutur Chessy panjang lebar
" Terus kenapa loe kayak enggak suka gitu kalau kita-kita tuh kenalan sama sopir loe itu?" tanya Nila
Deg
Lagi-lagi Chessy dibuat tegang oleh pertanyaan Nila
" Bukannya enggak suka tapi dia itu orangnya dingin kalau sama cewek apalagi dia itu_" sahut Chessy namun ucapannya tiba-tiba dipotong
" Wah cukup menarik tuh kayaknya" ucap Amilia yang sontak saja ucapannya itu membuat Chessy membelalakkan matanya
" Mak .. maksud loe?" Chessy gelisah sendiri mendengar ucapan Amilia
" Emm.... kira-kira loe tertarik enggak Chess sama tuh cowok?" tanya Amilia
" Hah?" Chessy tercengang
" Kalau loe enggak tertarik sama tuh cowok biarin kita-kita yang ngedeketin ya Chess!" ucap Dea sambil cengengesan
" Ngedeketin bagaimana maksud kalian?" tanya Chessy
" Ya dari postur tubuhnya sih kayaknya orangnya oke, jadi bolehlah dijadiin pacar syukur-syukur mau dijadiin suami" terang Nila lalu tergelak sendiri
__ADS_1
" Ja... jangan-jangan!" seru Chessy dengan cepat
Ketiga sahabatnya langsung mengerutkan keningnya menatap Chessy dengan tatapan curiga
" Kenapa?" tanya Dea
" Emmm... itu, anu... sebenarnya dia itu udah menikah ,udah punya isteri!" jawab Chessy
" Sudah menikah? serius Loe?" Tanya Dea penuh selidik
" Serius, dia itu udah nikah dan isterinya sangat cantik sedang hamil juga" jawab Chessy menjawab hal yang sejujurnya
" Yaaaa..... gagal dong" Nila dan Dea seketika lemas
Tidak berapa lama guru mereka pun datang dan mereka pun belajar seperti biasanya
Saat pulang sekolah Chessy yang sedang berjalan bersama ketiga sahabatnya menuju pintu gerbang sekolah tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah motor besar yang main berhenti tepat didepan mereka sontak saja hal itu membuat keempat gadis itu pun tersulut emosi
" Ih apa-apaan sih loe, mau cari mati apa loe ?" maki Amilia yang geram dengan sikap arogan cowok yang ada di hadapannya saat ini
" Diam loe, gue enggak ada urusan sama loe" sentak cowok yang masih duduk di atas motor besarnya
" Loe_!" Amilia hampir saja ingin menghajar cowok yang sangat kurang ajar itu namun gerakannya langsung di cegah oleh Chessy
" Udahlah Mil enggak guna juga loe marah-marah sama orang kayak dia, percuma hanya buang-buang tenaga" ucap Chessy yang tentu saja memancing kemarahan cowok yang ada di hadapannya namun sebisa mungkin cowok itu menahan kemarahannya
" Chess ikut gue !" ucap cowok tersebut tanpa basa-basi pada Chessy
" Ogah, siapa loe?" Tolak Chessy mentah-mentah
" Loe_" Cowok yang tidak lain adalah Alex mengeratkan pegangan tangannya pada stang motornya menahan kemarahannya karena ditolak begitu saja oleh Chessy
" Ikut gue sekarang atau_!" ucap Alex terpotong
" Atau apa?" Amilia sudah berdiri di depan Chessy
"Apa loe pikir gue akan ngebiarin loe bawa Chessy pergi gitu aja hah?" sentak Amilia
" Loe siapa sih, dari tadi ikut campur urusan orang terus? mau loe gue depak dari sekolah ini?"
Amilia terdiam mengernyitkan keningnya setelah mendengar kata-kata orang yang banyak gaya dihadapannya itu
" Depak gue? maksud Loe apa?" tanya Amilia pura-pura polos dan tidak mengerti kata-kata yang Alex ucapkan
Alex tersenyum meremehkan, ia mengira Amilia takut dengan ancamannya
" Kalau loe banyak tingkah gue bisa langsung mengeluarkan Loe dari sekolah SMA Tunas Bangsa, paham loe sekarang?" Sentaknya
Amilia pura-pura terkejut dan memasang wajah takut membuat Alex tersenyum penuh kemenangan
Alex kini beralih kepada Chessy " Kalau loe enggak mau di keluarkan dari sekolah ini sebaiknya loe juga harus nurut sama gue, ayok loe ikut gue sekarang dan gue enggak butuh penolakan!" Alex menyeringai membuat Chessy merinding ngeri tapi sebisa mungkin ia bersikap seperti gadis polos lainnya
__ADS_1