
Setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit akhirnya keadaan Chessy dinyatakan sudah membaik, kini calon ibu muda itupun sudah diperbolehkan pulang
Karena sikap Amar yang terkesan cuek dan dingin setiap kali di tinggal berdua dengannya membuat Chessy lebih memilih pulang ke rumah bunda dan ayahnya, awalnya mommy Naura merasa keberatan dengan keputusan menantunya tapi setelah dad Mahendra memberi pengertian pada sang isteri akhirnya mommy pun mengalah walaupun dalam hati masih tidak rela bila berjauhan dengan sang menantu apalagi kondisinya masih dalam tahap pemulihan
Sementara Amar sendiri merasa dilema, sikap dinginnya membuat dia serba salah terlebih ketika Chessy memilih pulang ke rumah bundanya, apalagi setelah sampai di rumah bunda kini berbalik Chessy yang bersikap dingin padanya
Chessy jelas masih kesal dengan sikap sang suami yang sudah dewasa tapi tingkahnya masih seperti anak kecil gengsi digedein dan tanpa bertanya main marah dan mendiamkannya
Sebenarnya bukan Amar tidak peduli apalagi benar-benar cuek pada sang isteri karena pada kenyataannya setiap malam ketika Chessy tengah tidur diam-diam pria dewasa itu selalu menatapnya penuh rasa bersalah, ia merutuki kebodohannya yang merasa tidak becus sebagai suami karena untuk melindungi isterinya sendiri saja ia tidak mampu apalagi yang menolong sang isteri adalah laki-laki yang setahunya menyukai Chessy sejak dulu sebelum mereka menikah
Dalam diam pria itu menitikkan air matanya dengan lembut mengusap pucuk kepala sang isteri dan sesekali mendaratkan kecupan di keningnya
Seperti malam ini ketika Chessy memilih untuk tidur lebih dulu dan membiarkan Amar sibuk sendiri dengan laptopnya, dengan wajah sendu Amar menatap wajah Chessy yang sudah nyenyak dalam tidurnya
Amar meletakkan laptopnya di atas meja lalu dengan langkah perlahan ia menghampiri Chessy
Amar menatap sejenak wajah sang isteri yang terlihat damai dalam tidurnya dan sebelum menyusul ia memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, Amar menyembul dari balik pintu ia baru saja selesai mandi.
Pandangan Amar langsung mengarah ke pada Chessy yang masih diposisi yang sama
Amar tersenyum tipis menatap wajah Chessy yang nampak lebih menggemaskan dengan pipinya yang terlihat semakin chubby
Tanpa mengalihkan pandangannya Amar mendekati sang isteri yang masih terlelap
Amar merangkak naik ke atas tempat tidur lalu berbaring miring menatap ke arah wajah Chessy yang semakin hari terlihat semakin cantik dan menggemaskan dimatanya
Dengan gerakan perlahan Amar merapikan anak rambut yang sedikit menutupi wajah Chessy
" Sayang!" ucapnya lirih dengan suara yang seperti tengah berbisik
" Maafkan suamimu ini sayang, maaf.. maafkan papi nak!" lanjutnya dengan suara yang sedikit bergetar lalu beralih mengusap lembut perut Chessy
" Aku juga tidak tahu ada apa dengan ku belakangan ini sayang, tapi jujur saja setiap kali aku teringat saat kamu dan bocah itu tengah tertawa bersama membuat hatiku terasa sakit dan juga kecewa, aku tidak menyalahkan mu sayang, aku justru menyalahkan diriku sendiri karena untuk menolongmu dan anak kita saja aku tidak mampu dan aku kalah cepat dengan bocah tengik itu, dia yang sudah berhasil menyelamatkan mu dan aku tahu dia itu menyukai mu karena itu dia berusaha keras untuk menyelamatkan mu dan aku yang suami mu bahkan sudah kalah telak dengannya, aku seperti suami yang tidak berguna, hiks...!" Entah kenapa Amar merasa begitu sedih dan pria dewasa itupun tidak bisa menahan deru air matanya
" A...aku takut sayang, aku takut kalau setelah kejadian ini kau akan berpaling dari ku dan lebih memilihnya apalagi jelas terlihat dia masih begitu menyukai mu... hiks... hiks... usianya juga jauh lebih muda berbeda dengan ku yang sudah berumur" Amar menjeda ucapannya seraya menarik napas dalam-dalam
" Sayang apa kau akan pergi meninggalkan ku ? hiks... hiks... aku sungguh takut sayang, aku takut kau pergi dengannya dan meninggalkan ku!"
Untuk pertama kalinya Amar terlihat seperti orang bodoh, kalah cepat dengan Alex ketika menolong Chessy saja seketika membuat dirinya merasa begitu lemah dan tak berguna
__ADS_1
Chessy yang terbangun sejak mendengar pintu kamar mandi dibuka dan memilih pura-pura tidur tidak kuasa menahan rasa sesak di dadanya, ia merasa terenyuh ketika merasakan punggung tangannya basah karena tanpa Amar sadari air matanya menetes begitu saja tanpa bisa ia kendalikan dan mengenai punggung tangan Chessy
Mata Amar membola ketika ia melihat mata Chessy yang terbuka sempurna apalagi saat ia sadari mata itupun sudah basah sama sepertinya dan sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan
" Hiks... Hiks...!" Amar semakin tergugu ketika mendengar isakan Chessy dengan tubuh yang sedikit berguncang
" Sa...Sayang!" ucap Amar sedikit tersendat saking terkejutnya karena tertangkap basah tengah menangis, langsung buru-buru ia mengusap air matanya dengan kasar
" Bodoh... hiks... hiks.... dasar pria tua yang bodoh dan kekanak-kanakan..!" umpat Chessy disela isak tangisnya lalu mengganti posisinya dengan duduk di atas kasur
Chessy jelas mendengar semua apa yang dikatakan Amar, ia tidak menyangka kalau suaminya bisa memiliki pikiran sampai sejauh itu padahal waktu itu mereka justru membicarakan tentang Alex yang ternyata kini diam-diam menyimpan rasa pada Amilia
Amar tersentak mendengar umpatan sang isteri yang jelas dilayangkan untuknya dan ikut duduk menghadap sang isteri
" Kamu mengatai ku pria tua bodoh dan kekanak-kanakan?" tanya Amar yang masih sedikit tak percaya dengan umpatan yang keluar dari bibir isteri kecilnya
Chessy mengangguk " Iya, apalagi namanya kalau bukan dibilang pria yang sudah berumur tapi memiliki pikiran yang sangat dangkal?" sahut Chessy dengan ketus
" Kenapa kakak bisa memiliki pikiran sebodoh itu? kakak kira aku ini wanita macam apa hah? sudah kakak hamili terus dengan mudahnya gitu menerima laki-laki lain? sungguh cara pikir kak Amar itu sangat sempit dan jahat!" marah Chessy
Amar terhenyak mendengar ucapan Chessy yang mengatakan dirinya jahat
"Jahat?" cicit Amar
Chessy yang masih merasa kesal dengan suami dewasanya itu dengan keras mendorong dada Amar
" Maaf!" cicit Amar dengan memasang wajah memelas
Pria dewasa itu sadar atas kesalahannya, ia tidak mau membuat isteri kecilnya itu semakin marah padanya jadi lebih baik ia mengakui kesalahannya dan rasa cemburunya terhadap Alex
Chessy yang hendak bicara pun langsung urung ketika melihat wajah sendu sang suami
" Maafkan pria tua yang bodoh ini!" ucap Amar yang langsung membuat Chessy melotot mendengar kata-kata suaminya yang sungguh diluar dugaan akan berbicara seperti itu
" Aku memang pria tua yang bodoh karena rasa cemburuku yang begitu besar telah membuat isteriku kembali menitikkan air mata, aku memang pria tua bodoh yang tidak bergun_!"
" Cukup kak!" Sentak Chessy memotong ucapan Amar
" Berhenti berbicara seperti itu!" Amar terdiam, baru kali ini ia melihat isterinya marah
" Jangan biarkan kakak semakin terlihat bodoh dan menyebalkan, memangnya kakak tidak senang melihat aku dan anak kita selamat?"
" Siapa pun yang menolongku seharusnya kakak tuh bersyukur dan berterima kasih kepadanya, bukan malah bersikap seperti anak kecil kayak gini. Aku tuh kecewa sama kak Amar bukannya menghibur ku tapi kakak malah mendiamkan ku kalau saja waktu itu Alex _"
__ADS_1
Chessy menghentikan kata-katanya ada rasa sesak yang menghantam dadanya ketika teringat dengan kejadian yang hampir saja membuat dirinya dan bayi yang ada di dalam kandungannya dalam bahaya
" Sudahlah, kakak tidak tahu dan pasti tidak mau tau iyakan, karena di otak kakak sudah dipenuhi dengan rasa cemburu buta yang membuatku merasa sangat kecewa" ucap Chessy dengan jujur lalu kembali merebahkan tubuhnya dan berbaring memunggunginya
Deg
Amar terhenyak mendengar ungkapan hati Chessy, ia pun merasa semakin bersalah
" Sa...sayang!" Panggil Amar seraya menatap punggung sang isteri
" Kakak minta maaf, kamu boleh marah tapi kakak mohon jangan diamkan kakak seperti ini!" pinta Amar
Chessy langsung membalikkan tubuhnya dan menatap Amar tajam seraya tersenyum miring
" Tidak enak bukan di diamkan? sama kak, aku juga merasakan hal yang sama, tidak enak kak di diamkan apalagi saat aku sangat membutuhkan kehadiran kakak, membutuhkan dukungan kakak, hiburan dan semangat dari kakak. Asal kak Amar tau tidak mudah untuk aku melewatkan masa-masa itu kak dimana aku harus berjuang dan berperang melawan rasa takutku ketika bayangan kejadian itu berseliweran di pikiran ku" ungkap Chessy
" Demi bayi yang ada di dalam perutku" Chessy menundukkan pandangannya seraya mengelus perutnya yang kini sudah nampak membuncit
"Aku berusaha untuk kuat kak, dan apa kakak tahu disaat aku membutuhkan kakak justru kakak malah mengabaikan ku beruntung Alex selain sudah menolongku dia juga mengingatkan aku satu hal, aku tidak boleh larut dalam kesedihan dan ketakutan ku, demi keselamatan anakku aku harus kuat dan berani menghadapi rasa takutku itu, dan dia juga berpesan padaku untuk berpikir positif serta mengingat hal yang menyenangkan saja agar aku tidak stres yang pastinya akan berdampak buruk dengan bayiku, karena itulah ketika kakak mendiamkan ku , mengacuhkan ku, aku memilih untuk biasa saja walaupun sempat merasa kecewa dan sakit hati tapi aku tidak mau ambil pusing karena aku tidak mau terjadi apa-apa dengan bayiku" lanjutnya lagi
Deg
Amar terasa ditampar oleh ucapan Chessy, hatinya semakin sakit apalagi ketika Chessy menyebut nama pria lain
Rasa bersalah dan cemburunya belum surut kini sudah bertambah panas
" Kak Amar itu jauh lebih dewasa seharusnya berpikirlah secara bijak, harus bisa membedakan situasi dan kondisi, cemburu boleh kak tapi lihat dulu keadaannya, apa kakak tidak berpikir bagaimana dampak dari sikap egois kakak itu, seandainya aku tidak memikirkan keselamatan bayiku bisa saja aku masih larut dalam ketakutan ku dan kakak bukan hanya akan kehilangan bayi kita tapi juga akan kehilangan ku!"
Jlep
Hati Amar bagai tertusuk belati, kata-kata Chessy sungguh menghujam jantungnya
"Jangan katakan itu sayang, kakak mohon!"ucap Amar seraya menarik Chessy kedalam pelukannya
" Maafin kakak, suamimu ini memang bodoh sangat bodoh, rasa cemburu kakak sudah membutakan segalanya, kakak minta maaf kakak tidak berpikir sampai sejauh itu, Kakak bodoh sangat bodoh... hiks..!"
Amar sesenggukan membuat Chessy yang tadinya ingin marah menjadi iba, Chessy pasrah didekap sang suami yang masih sesenggukan di dalam pelukannya
Berkali-kali pria itu mengucapkan kata maaf dan menyesali semua perbuatannya bahkan calon ayah itu berjanji untuk memperbaiki kesalahannya dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan Amar juga berjanji akan meminta maaf kepada Alex serta mengucapkan terima kasih kepadanya
Malam ini Amar benar-benar jatuh sejatuh jatuhnya di dekapan cinta sang isteri, ia tidak mau kehilangan Chessy dan juga bayinya, apapun akan ia lakukan untuk wanita yang berhasil membuat dunianya jungkir balik
Chessy merasa terharu dengan ungkapan hati sang suami, keduanya pun akhirnya mengakui betapa besar rasa cinta yang mereka miliki masing-masing dan berjanji untuk saing percaya serta berjuang sama-sama dalam membina rumah tangga mereka yang tentunya masih belum mendapatkan restu dari sang Opa
__ADS_1
Karena merasa lelah akhirnya pasangan suami isteri itupun tertidur dengan berpelukan dan saling melepas rindu