
" Ada apa ini?" Suasana seketika hening ketika mendengar suara bariton yang tiba-tiba terdengar diiringi derap langkah kaki yang memasuki ruangan
"Siapa mereka mom?" tanya pria tersebut
Deg
Jantung Malika berdegup sangat kencang tiba-tiba buliran bening pun membasahi kening dan juga telapak tangannya
Wanita itu semakin meremas jari tangannya dengan wajah yang semakin tertunduk
" Dad" ucap Mommy Naura ketika menoleh ke arah sang suami
" Siapa mereka mom, kenapa terdengar ribut-ribut dari luar?" tanya dad Mahendra dengan pandangan mata yang mengarah kepada satu keluarga yang tengah duduk di hadapannya
" Mer_!"
" Kami ini orang tua Malika, wanita yang sudah di hamili oleh putra anda!" ucap mamanya Malika memotong ucapan Mommy Naura
Wanita paruh baya itu berbicara dengan sangat lugas dan tanpa basa basi
Jlep
Rahang dad Mahendra seketika mengeras dan sorot matanya berubah merah menyorot tajam ke arah wanita paruh baya yang baru saja memotong ucapan isterinya
" Kalian tahu saat ini sedang berhadapan dengan siapa?" Terdengar suara dad Mahendra begitu tegas dan mengintimidasi
Dengan penuh percaya diri dan tanpa ada rasa takut sedikitpun mamanya Malika tersenyum miring pada dad Mahendra sedangkan suaminya sendiri menundukkan kepalanya bergetar ketakutan
" Mah" Malika yang juga merasa ketakutan pun berkali-kali menggelengkan kepalanya kepada mamanya agar berhenti berbicara namun sayangnya mamanya yang memiliki tingkat kepercayaan yang begitu tinggi mengabaikan permintaan sang putri
" Kak sudahlah, kamu diam aja serahin semuanya pada mama" bisik Claudia
" Tapi Clau_"
" Tidak ada tapi tapian udah kakak diam aja sih" kesal Claudia karena menurutnya kakaknya begitu menyebalkan
" Anda tau jika apa yang anda katakan barusan adalah sebuah kebohongan belaka maka bersiap-siaplah jeruji besi akan menanti kedatangan anda sekeluarga!"
Deg
Malika mendongakkan kepalanya dengan mata terbelalak setelah mendengar ucapan dad Mahendra bahkan degup jantungnya pun berpacu dengan sangat cepatnya bak pacuan kuda
__ADS_1
" Bagaimana jika itu sebaliknya, putra anda yang memiliki pendidikan tinggi tapi justru tidak memiliki moral dan tanggung jawab apakah anda sebagai orang tua akan membiarkannya begitu saja?" Mama Malika tersenyum meremehkan
Dan Mahendra tergelak mendengar pertanyaan wanita tidak tahu malu yang ada di hadapannya saat ini
" Anda terlalu percaya diri sekali rupanya nyonya" ucap dad Mahendra
" Aku hanya berbicara sesuai dengan fakta" sahut Mama Malika
" Fakta yang mana? apa anda memiliki bukti?"
Mama Malika langsung tercekat, sorot matanya langsung mengarah kepada putri sulungnya
" Malika tunjukkan buktinya kepada mereka!" seru mamanya dengan tatapan tajam
Malika semakin kuat meremas ujung bajunya, dan hal itupun tidak lepas dari penglihatan dad Mahendra yang memperhatikan gerak-gerik wanita itu.
Dad Mahendra tersenyum kecut begitu juga dengan mommy dan Amilia keduanya pun menyunggingkan senyum melihat wajah pucat Malika
" Malika, ayo bicara kenapa kamu diam aja!" sentak mamanya karena Malika tidak juga angkat bicara
"Kamu kenapa diam aja sih mas, suruh putrimu bicara jangan diam saja?" tegur mamanya Malika kepada sang suami yang lebih mencari aman setelah mengetahui mereka sedang berhadapan dengan orang yang sebenarnya sangat disegani di kalangan bisnis
" Mah, se.. sebaiknya kita bicarakan ini baik-baik!" ucap suaminya dengan suara yang tersendat-sendat
" A..aku hanya tidak ingin berada dalam masalah !" jawabnya sambil berbisik
" Jadi kamu takut mas?" Mama Malika memandang remeh suaminya sendiri
" Bu... bukan takut Clara, aku hanya_!"
" Alahhhh.... takut ya bilang aja takut mas tidak usah banyak alasan kamu!" potong Clara yang tidak lain mamanya Malika meremehkan suaminya sendiri
" Jangan karena kalian ini dari keluarga terpandang kalian bisa bersikap seenaknya dengan keluarga kami!" Clara beralih berbicara dengan dad Mahendra
Dad Mahendra hanya menatapnya datar, lalu tatapannya beralih pada gadis yang sejak kedatangannya nampak diam saja seraya menundukkan kepalanya
" Bicaralah!" Seru dad Mahendra pada Malika
" A..aku... !"
" Ayo cepat bicara!" sentak Clara mamanya Malika
__ADS_1
" Iya kak cepatlah bicara, katakan kepada mereka kalau kakak itu telah dihamili oleh kak Amar!" ucap Claudia ikut menimpali
"Jaga ucapan loe ya Clau, gue yakin kakak loe itu hamil bukan dengan kakak gue!" sahut Amilia yang tidak terima dengan ucapan Claudia tentang kakaknya
Amilia semakin yakin jika penjebakan yang dialami sahabat baiknya Chessy tidak lain adalah ulah Claudia yang tanpa kedua kakak beradik ini ketahui rencana masing-masing
Claudia yang sangat membenci Chessy sengaja ingin memberi pelajaran kepada gadis itu yang sudah dia anggap sebagai ancaman untuk mendekati Alex seorang siswa yang cukup tampan dan juga terkenal yang diam-diam sudah sangat lama ia sukai
Karena sikap Alex yang acuh terhadapnya dan malah memberi perhatian lebih kepada Chessy membuat gadis itu semakin geram dan kebencian terhadap Chessy pun semakin besar
" Gue enggak asal bicara ya, emang kakak loe aja yang mau enaknya doang tapi enggak mau bertanggungjawab" cerocos Claudia
Amilia tersenyum kecut " Apa loe yakin dengan omongan loe itu? dan seperti yang daddy gue bilang tadi apa loe ada buktinya kalau bayi yang masih berada di dalam perut kakak Loe itu anaknya kak Amar?" tanya Amilia dengan menarik satu sudut alisnya
Jlep
Malika kembali tercekat dengan ucapan Amilia, tangan wanita itupun semakin bergetar
" Kau kenapa?" tanya Mommy Naura yang melihat tubuh Malika sedikit bergetar
Dengan gerakan cepat Malika pun menggelengkan kepalanya
" Apa kau baik-baik saja?" mommy Naura kembali bertanya kepada Malika dengan kelembutannya
Malika semakin cepat memilin ujung bajunya, mommy yang sejak tadi memperhatikan gerak-geriknya nampak sedikit kasihan melihatnya
" Kau yakin baik-baik saja?" Mommy Naura kembali bertanya kepadanya sedangkan Malika hanya bisa menjawab dengan menganggukkan kepalanya
" Malika, ayo cepat bicaralah!" Clara menyentak Malika membuat wanita itu terperanjat saking terkejutnya
Mommy Naura yang sejak tadi memperhatikannya pun merasa sangat kasihan, karena nasib wanita yang ada di hadapannya saat ini tidak berbeda jauh dengan keadaan sang menantu yang sedang mengandung cucunya dan tentu saja di trisemester kedua ini sudah pasti membuat mereka merasa sangat sulit dan butuh perhatian yang ektra agar merasa nyaman dalam menjalani kehamilannya
" Kak kau ini kenapa sih? dari tadi diam terus apa kak Amar sudah mengancam mu ?" Tanya Claudia membuat Malika dengan cepat menggelengkan kepalanya
" Iya katakan saja Malika, kenapa kamu diam terus dari tadi?" kali ini Clara yang bertanya kembali kepada putrinya
Amilia tersenyum miring, sedangkan Malika masih tetap diam dengan ketakutannya
" Kenapa diam? sebaiknya kak Malika berkata jujur saja pada mereka dari pada diam terus malah membuat semua orang bertanya-tanya !" seru Amilia
Deg
__ADS_1
" Ka... kakak!". Claudia menyikut lengan Malika yang masih menundukkan kepalanya
Malika masih diam saja, rasanya sudah sangat lelah, mamanya terus saja memaksanya untuk berbicara dengan keluarga Mahendra tentang kehamilannya