
Sebelum berangkat ke sekolah Amilia menyempatkan waktu untuk datang ke kediaman kedua orang tua Chessy terlebih dahulu, gadis itu ingin memastikan keadaan sang sahabat yang sekaligus berstatus sebagai kakak ipar dan ibu dari calon keponakannya itu dalam keadaan baik-baik saja
" Kok tumben kamu berangkat ke sekolah sepagi ini?" tanya dad Mahendra ketika Amilia buru-buru menyelesaikan sarapannya selepas itu berpamitan kepada kedua orangtuanya
" Amilia mau ke rumah Chessy dulu dad" jawab Amilia setelah meneguk susu yang dibuatkan oleh mommy Naura
" Kamu mau kesana sekarang?" tanya mommy ketika mendengar jawaban sang putri yang ingin pergi ke rumah besannya
" Iya mom"
" Kalau begitu mommy ikut ya, mommy sudah kangen ingin melihat keadaan menantu mommy" tuturnya
" Cih, mommy baru juga kemarin tidak bertemu sudah segitunya kangen sama Chessy bikin iri aja" seloroh Amilia
" Duh, anak mommy jangan iri gitu dong kalau kamu sudah menikah mommy juga pasti akan kangen terus sama kamu" ucap mommy seraya membingkai wajah Amilia
" Semoga saja kelak Amilia memiliki mertua seperti mommy, yang perhatian dan sangat sayang menantu" celetuk Amilia
" Amin, semoga ya sayang putri mommy kan anak baik pasti akan mendapatkan suami yang baik begitu juga keluarganya"
" Amin" Amilia mengaminkan doa mommy nya begitu juga dengan dad Mahendra
" Sudah cepat mom, nanti Amilia bisa telat nih kalau kita terus bicara disini!" ucap Amilia seraya melihat jam tangannya
"Iya..iya, sebentar ya mommy ambil tas dulu!"
Mommy langsung pergi ke kamarnya untuk mengambil tas sedangkan dad Mahendra hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah isterinya
" Terpaksa dad sarapan sendiri!" keluhnya pelan tapi masih dapat di dengar oleh Amilia
" Mommy aja yang udah enggak sabaran dad ingin melihat keadaan menantu kesayangannya itu, padahal masih pagi!" ucap Amilia
" Kamu kayak enggak tahu mommy mu aja, bahkan saat di rumah sakit aja yang paling mencemaskan keadaan Chessy justru mommy kamu melebihi bundanya"
Amilia mengangguk membenarkan ucapan Daddy nya
" Ayo!" Seru mommy Naura yang sudah muncul kembali dengan tas yang sudah bertengger di bahunya
" Dad mommy pergi dulu ya, tidak apa-apa kan dad mommy tinggal?" pamit mommy Naura seraya menyalami punggung tangan suaminya
" Ya...ya... sepertinya daddy sudah kalah saing dengan menantu daddy" ucap dad Mahendra dengan sendu
" Dad....!" Mommy mengerucutkan bibirnya
" Ha.... ha ... cuma bercanda mom, pergilah salam untuk menantu kita ya !" ucap Dad Mahendra
" Gitu dong!" mommy pun balas tersenyum
Kedua wanita cantik yang beda generasi itupun masuk ke dalam mobil yang biasa digunakan untuk mengantarkan Amilia pergi ke sekolah
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya mereka pun sampai di kediaman bunda dan ayah Chandra
" Assalamualaikum!" ucap keduanya setelah mengetuk pintu
Ceklek
" Wa'alaikum salam!" jawab bunda seraya membukakan pintu
" Amilia, jeng Naura..." Bunda sedikit terkejut melihat besannya yang sudah ada di depan pintu rumahnya pagi-pagi
" Mari silahkan masuk!" ucapnya mempersilahkan keduanya masuk
" Terima kasih jeng, maaf ya pagi-pagi sudah datang bertamu!" ucap mommy Naura membuat bunda tersenyum lembut
__ADS_1
" Tidak apa-apa jeng, pintu rumah ini terbuka 24 jam jika jeng Naura dan keluarga hendak berkunjung" Timpal bunda
Mommy dan Amilia sedikit tergelak mendengar jawaban Bunda
" 24 jam, bunda bisa saja " ucap Amilia seraya terkekeh
" Oiya jeng bagaimana keadaan Chessy ?" tanya mommy Naura sambil berjalan mengekor bunda Tia
" Alhamdulillah baik, Chessy dan yang lainnya saat ini sedang ada di meja makan, mari gabung dengan mereka kita sarapan bersama" ajak bunda dengan ramah
" Amilia tunggu disini aja ya bun, soalnya tadi udah sarapan di rumah" tolak Amilia secara halus
" Iya jeng kami tunggu disini saja, kami tadi udah sarapan di rumah" ucap mommy menambahi
" Oh begitu, ya sudah silahkan duduk dulu biar saya panggilkan Chessy nya"
" Kalau Chessy sedang sarapan biarkan saja jeng nanti selesai dia sarapan aja" ucap mommy Naura yang tidak ingin mengganggu sarapan sang menantu
" Baiklah kalau begitu" Bunda pun pergi ke ruang tamu untuk memberitahu perihal kedatangan besannya itu pada Chessy dan juga Amar
Chessy dan Amar saling pandang keduanya tidak menyangka kalau mommy Naura akan datang berkunjung apalagi masih sepagi ini
" Begitulah mommy, pasti sudah kangen sama kamu dan juga pastinya mengkhawatirkan keadaan cucunya!" ucap Amar seraya mengelus perut Chessy yang sudah terlihat membuncit
" Yaudah kita temui mommy sekarang kak!" ucap Chessy hendak berdiri namun dengan cepat di larang Amar
" Selesaikan dulu sarapannya sayang, kasihan dedeknya pasti masih lapar"
" Tapi enggak enak kak dengan mommy masa nungguin kita selesai sarapan dulu"
" Kamu memang harus menghabiskan sarapan kamu dulu Chessy, mommy kamu tadi bilangnya juga begitu kamu temui dia setelah selesai menghabiskan sarapan" ucap bunda sembari berjalan dengan membawa nampan berisi air teh dan sedikit cemilan untuk mommy Naura dan Chessy
" Tuh dengar apa kata bunda" ucap Amar
Bunda meletakkan dua cangkir teh dan sepiring cemilan di atas meja
" Silahkan jeng Naura dan nak Mili diminum tehnya dan di cobain kuenya!" seru bunda
Mommy Naura menjadi tidak enak hati karena pagi-pagi sudah merepotkan besannya
" Maaf ya jeng Tia malah jadi ngerepotin" ucap mommy sedikit sungkan
Bunda tersenyum " Tidak merepotkan kok jeng, saya malah senang kalian datang kemari"
Saat mereka sedang berbincang Amar dan Chessy datang menghampiri
" Mommy... Amilia...!" panggil Chessy berjalan menghampiri keduanya
" Hai..bumil!" Sapa Amilia
Chessy langsung memeluk sahabat sekaligus adik iparnya itu
" Bagaimana kabar loe hari ini?" tanya Amilia
" Alhamdulillah baik, tapi kok loe enggak berangkat ke sekolah?" tanya Chessy sedikit heran karena Amilia pagi-pagi malah datang ke rumah bundanya dan bukannya berangkat ke sekolah
" Ya sebelum berangkat ke sekolah gue mau liat keadaan loe dulu" sahut Amilia
Amar menghampiri mommy nya menyalaminya dengan takzim
" Mommy pagi-pagi udah datang kesini memangnya enggak di protes daddy?" tanya Amar membuat mommy spontan menepuk bahunya karena merasa tidak enak dengan besannya mendengar pertanyaan sang putra
" Tenang kak, daddy mah enggak akan bisa berkutik kalau tuan ratu sudah berkehendak" goda Amilia membuat mommy melirik Amilia dengan tajam
__ADS_1
" Mili!" seru mommy Naura
Setelah cukup lama berbincang Amilia pamit berangkat ke sekolah begitu juga dengan ayah Chandra
" Duh gue jadi kangen sekolah" ucap Chessy sendu
" Iya, gue juga kangen kita kumpul bareng Nila sama Dea di kantin" timpal Amilia
" Bener banget, salam aja ya sama mereka" ucap Chessy
" Iya nanti gue salamin"
" Oiya Chess, tas loe ada di kamar kak Amar ya, kemarin lusa Nila sama Dea ke rumah nganterin tas kita!" terangnya
" Oh iya, nanti kalau gue udah diizinin berangkat ke sekolah gue ambil"
Mereka pun berpamitan dan Amilia berangkat ke sekolah diantar pak sopir
Sementara ayah Chandra sudah berangkat lebih dulu
" Kamu tidak ke kantor Mar?" tanya mommy Naura ketika mereka sedang duduk di sofa ruang tamu
" Nanti agak siangan mom, itu juga karena ada temu klien aja di luar kantor " jawab Amar dan mommy mengangguk mengerti
Bunda pamit ke belakang karena masih ada pekerjaan rumah yang harus ia kerjakan dan membiarkan mereka mengobrol
Mommy nampak begitu lega setelah melihat keadaan menantu dan calon cucunya dalam keadaan baik-baik saja
Setelah lama berbincang mommy Naura pun pamit pulang begitu juga Amar yang ternyata sudah siap berangkat ke kantor sebentar sebelum bertemu dengan kliennya di luar kantor
Sementara di sekolah ternyata sedang terjadi ketegangan dan berita yang cukup menggemparkan
Walaupun Amilia sudah tahu akar permasalahannya yang terjadi tetap saja gadis itu cukup terkejut dengan kejadian yang cukup mengusik ketenangan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolahnya
" Alex!" Beo Amilia ketika melihat siluet pemuda tersebut melintas begitu saja
" Lia... Lia...!" teriak Nila dan Dea seraya berlari ke arahnya dengan napas yang ngos-ngosan
" Ngapain sih kalian pakai lari-lari begitu?" tanya Amilia pura-pura tidak tahu dengan apa yang terjadi
" Ini benar-benar berita menghebohkan Li!" ucap Dea dengan antusias
" Iya betul Li" Nila menimpali
Amilia mengerutkan keningnya menatap kedua sahabatnya bergantian
" Dengar-dengar ya Claudia semalam di ciduk pihak kepolisian di rumahnya!" ungkap Nila
" Dan yang bikin hebohnya lagi tersebarnya video ketika Claudia membawa Chessy pergi sampai terjadilah penculikan yang dialami sahabat kita Chessy!" tutur Dea
" Kalau itu gue udah tahu tapi gue yakin kalau Claudia melakukan itu tidak sendiri pasti ada dalang yang membantunya" tutur Amilia
" Serius loe? siapa?" tanya Nila penasaran
" Ada, tapi gue masih belum punya bukti!" sahut Amilia
Ketiganya lalu berjalan ke arah lapangan karena terdengar suara pengumuman yang memberitahukan agar para siswa-siswi berkumpul di lapangan
Sebelum sampai di sekolah Amilia memang sudah mendapat pesan dari Alex yang memberitahukan keadaan di sekolah serta berita yang tengah heboh di medsos dan grup sekolah mereka
Amilia dengan cepat menghubungi kakaknya untuk memberitahunya tentang apa yang terjadi di sekolahnya dan memintanya agar menjauhkan Chessy dari ponselnya
Amilia tidak ingin berita yang beredar cukup santer disekolah mereka membuat Chessy tertekan dan syok
__ADS_1