Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Berusaha Menenangkan


__ADS_3

" Jangan... gue mohon lepaskan gue... jangan mendekat... pergi... jangan mendekat, Hiks....Hiks....!" Amilia mengigau disela tidurnya


Laki-laki yang duduk di sampingnya pun langsung mendekat dan mengusap lembut pucuk kepala Amilia berusaha untuk menenangkan gadis itu


Perlahan Amilia pun merasa lebih tenang dan kembali tertidur


Setelah beberapa jam tertidur akhirnya Amilia pun terbangun


" Euhh...!" Amilia membuka kedua matanya dan netrannya langsung tertuju pada sosok laki-laki yang sepertinya ketiduran di kursi yang berada di samping tempat tidur


" Apa loe yang udah nolongin gue?" batin Amilia yang tiba-tiba teringat dengan sosok seseorang yang datang mendobrak pintu sebelum kesadarannya hilang


" Loe udah sadar?" tanya laki-laki yang baru saja terjaga dari tidurnya sambil mengucek-ngucek mata


Amilia bergeming hanya tatapan matanya saja yang tak lepas menatap sosok laki-laki yang ada dihadapannya


" Kenapa loe liatin gue kayak gitu?" tanyanya yang merasa risih dan salah tingkah ditatap oleh Amilia


" Apa loe mau minum?" tanyanya lagi


Amilia yang memang merasa haus pun mengangguk pelan dan dengan cepat laki-laki itu pun mengambilkan air minum yang sudah ada di atas nakas


" Minumlah!" Amilia pun dibantunya untuk duduk dan minum


" Terima kasih" lirih Amilia dan laki-laki itu hanya tersenyum


Lalu tiba-tiba tubuh Amilia bergetar karena bayangan kelam itupun muncul lagi, Amilia kembali ketakutan dan memeluk lututnya


Sontak saja reaksi Amilia tersebut membuat laki-laki itu terhenyak lalu berusaha untuk menenangkannya


" Dengarkan gue gadis bar-bar, cobalah untuk bersikap tenang... coba kuasai diri loe jangan seperti ini!"


Amilia yang mendengar ucapan laki-laki yang tidak lain adalah Alex semakin histeris apalagi ketika Alex berusaha untuk menyentuh kedua bahunya


Alex tidak peduli dengan penolakan yang dilakukan Amilia, ia dengan berani malah menarik tubuh Amilia kedalam pelukannya


Amilia semakin histeris dan memberontak tapi Alex semakin mengeratkan pelukannya


" Tenanglah gadis bar-bar, tenanglah... kuasai diri loe jangan seperti ini, dengarkan gue baik-baik !"


Amilia sedikit pun tidak mendengarkan kata-kata Alex


" Mommy... daddy... kakak aku sudah kotor... Hisk... Hiks... aku sudah kotor...Huwaaaa.... buat apa lagi aku hidup Hiks...!" teriak Amilia berusaha memberontak dan terus merancau tidak karuan


" Itu tidak benar gadis bar-bar... tidak benar, dengarkan gue baik-baik, loe enggak kotor tidak ada yang menyentuh loe, loe masih suci !" sentak Alex


Amilia menggelengkan kepalanya dia tidak percaya dengan ucapan Alex


" Loe masih suci Amilia, loe masih suci baji**an itu tidak berhasil menyentuh loe!" Bentak Alex dengan suara meninggi karena Amilia seolah menulikkan pendengarannya


Glek


Amilia langsung terdiam dan tidak lagi memberontak tubuhnya seketika lemas


Setelah merasa Amilia lebih tenang Alex pun perlahan melonggarkan pelukannya


"Loe tenanglah dulu, dengerin gue oke! semua baik-baik aja tidak terjadi apapun sama loe !" Alex menangkup kedua pipi Amilia


" Baji**an itu tidak berhasil menyentuh loe, loe dengar itu, percaya sama gue hem"


Amilia menatap manik mata Alex mencari kebohongan namun ia tidak menemukannya


"Gue bicara jujur, loe tenang aja ya loe udah aman sekarang karena laki-laki pengecut itu kini udah mendekam di penjara"


Amilia seketika membulatkan matanya menatap tak percaya pada Alex yang mengatakan kalau Denis sudah berada didalam penjara


" Ba.... bagaimana mungkin?" tanya Amilia terbata


Alex pun akhirnya menceritakan semuanya kepada Amilia dari dirinya yang tidak sengaja melihat Amilia dibawa paksa oleh orang yang tak dikenal lalu membututinya sampai berakhir di apartemen miliknya

__ADS_1


...Flashback on...


" Bukankah itu Amilia?" Gumam Alex ketika melihat selintas bayangan Amilia yang sudah dibekap dan dimasukkan ke dalam mobil


Alex langsung berlari menuju motornya yang terparkir lalu melaju dengan kecepatan tinggi mengejar mobil yang membawa Amilia


Dengan hati-hati Alex membuntuti mobil tersebut, memberi jarak agar tidak ketahuan


Terkadang Alex bersembunyi dibalik mobil yang lain agar tidak terlihat


Alex terus membuntuti sampai akhirnya mobil tersebut masuk ke dalam sebuah rumah yang cukup besar


Di rumah besar tersebut terdapat beberapa orang penjaga, Alex yang tidak mau bertindak gegabah memilih menghubungi Morgan orang yang diberi kepercayaan oleh papanya untuk menjaga dirinya


Dengan mengendap-endap Alex menyelinap ke samping rumah besar tersebut karena temboknya terlalu tinggi Alex pun nekat naik ke atas pohon yang berada di dekat tembok tersebut lalu menyelinap masuk dengan perlahan ke rumah besar tersebut


Karena adanya penjagaan yang cukup ketat membuat pergerakan Alex sangat lambat, dia tidak mau mengambil resiko dan mati konyol, dia hanya bisa mengawasi rumah tersebut sambil menunggu Morgan datang bersama anak buahnya


Tiba-tiba Alex mengepalkan tangannya kuat ketika dari jendela ia melihat Amilia yang dimasukkan ke dalam sebuah kamar apalagi dengan penampilan Amilia yang sudah berbeda tapi dengan tangan yang masih terikat


Entah kenapa perasaan Alex pun jadi tidak enak, dengan hati-hati Alex menyusup masuk ke dalam rumah tersebut


Namun sayangnya pergerakan Alex tercium oleh salah satu penjaga


Beruntung penjaga tersebut bisa dengan mudah di lumpuhkan oleh Alex


Alex melucuti pakaian penjaga yang sudah tidak sadarkan diri itu lalu ia gunakan untuk menyamar


Betapa terkejutnya Alex ketika ia mendengar suara Amilia dibalik kamar yang terdapat salah satu penjaga


" Apa bos ada didalam?" tanya Alex dengan wajah yang menunduk agar penjaga tersebut tidak mengenalinya


"Iya, bos sepertinya sudah tidak sabar ingin bersenang-senang dengan gadis itu, memang pintar bos mencari mangsa cantik dan seksi" jawab penjaga tersebut sambil terkekeh


Alex mengeraskan rahangnya mendengar kata-kata penjaga itu, ada perasaan tidak rela jika sampai Alex menyentuh Amilia


" Jadi gadis itu ada di ruangan ini juga?" tanya Alex menahan emosinya dan bersikap biasa saja


Alex yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi langsung melayangkan pukulan telak ke arah penjaga tersebut


"Kau!"


Belum sempat melanjutkan kata-katanya Alex kembali memukul penjaga tersebut hingga terhempas ke lantai


Mendengar ada suara keributan, beberapa penjaga yang lainnya datang menghampiri dan terjadilah baku hantam 3 lawan satu


Alex hampir saja kewalahan melawan tiga orang tersebut beruntungnya Morgan datang tepat waktu bersama para anak buahnya


Ketika Morgan dan anak buahnya melawan ketiga pria tersebut, Alex langsung berusaha mendobrak pintu ruangan dimana ada Amilia dan Denis didalamnya


Brakkk


Pintu berhasil di dobrak dan seketika mata Alex terbelalak melihat apa yang sedang Denis lakukan terhadap Amilia


Rahang Alex mengeras dengan mata merah menatap nyalang ke arah Denis yang berusaha menodai gadis yang sudah beberapa hari ini selalu membuat hatinya resah


Bugh


Alex langsung menarik kerah baju Denis dengan kasar dan menghadiahkan bogeman mentah berkali-kali


Alex sudah seperti orang kesetanan dengan membabi buta menghajar Denis tanpa ampun


Denis yang dalam keadaan belum siap tidak mampu melawan ketika Alex menghajarnya berkali-kali hingga akhirnya Denis pun tersungkur tidak berdaya terkapar dilantai


Alex tidak mempedulikan keadaan Denis yang sudah babak belur ia hendak melayangkan tendangan ke tubuh Denis tapi dengan gerakan cepat Morgan langsung menghentikannya


Morgan menarik tubuh Alex untuk menjauh dari Denis yang sudah terkapar tak berdaya


" Hentikan Alex, kau bisa membunuhnya!" cegah Morgan

__ADS_1


" Biar aja, orang sepertinya memang pantas mati" Alex masih berusaha untuk meraih Denis


" Kau mau masuk penjara dan membuat papa mu malu hah?" teriak Morgan menyadarkan Alex


"Apa kau tidak mempedulikan gadis itu?" Morgan langsung menunjuk ke arah Amilia yang kondisinya sudah sangat memperihatinkan


Alex yang tersadar dan mengingat kondisi Amilia pun langsung mengikuti arah pandangan mata Morgan dan seketika matanya terbelalak melihat Amilia yang dalam keadaan acak-acakan sangat mengenaskan


" Morgan jaga pandangan mu, awas saja kalau kau berani melihatnya lagi akan aku congkel bola mata mu itu!" sentak Alex lalu segera mendekat ke arah Amilia yang sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri


Alex membuka jaketnya dan memakaikannya pada Amilia lalu dengan perlahan ia membawa Amilia ke dalam gendongannya


Morgan langsung menundukkan kepalanya tidak berani melihat ke arah Amilia


" Maafkan aku tuan muda!" ucapnya dengan sedikit membungkuk


Alex langsung membawa Amilia pergi sementara Morgan membereskan orang-orang yang sudah menculik Amilia termasuk Denis


...Flashback off...


" Terima kasih karena loe udah nolongin gue, Hiks...Hiks...!" ucap Amilia lirih


"Kalau loe enggak ada gue enggak tahu bagaimana nasib gue sekarang, hiks...hiks...!"


Tangan Alex terulur menyeka air mata Amilia yang kembali berderai


" Hust... udah jangan nangis lagi oke, maaf kalau gue lancang dan malah membawa loe ke apartemen gue!" ucap Alex seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Amilia menggelengkan kepalanya pelan " Justru gue berterima kasih banget sama loe karena udah nolongin gue dan enggak memberitahu keluarga gue jika mereka tahu pasti mereka udah khawatir banget" tutur Amilia


" Tapi loe butuh penanganan yang serius gadis bar-bar" ucap Alex


" Ishh...!" Amilia mendesis karena Alex selalu memanggilnya gadis bar-bar


" Penanganan apa maksud loe?" tanya Amilia seraya mengerutkan keningnya


" Loe butuh psikiater untuk menghilangkan trauma loe itu" sahut Alex


Amilia terdiam sejenak " Gue rasa itu enggak perlu, gue baik-baik aja kok !" sahut Amilia


" Gue masih waras" lanjutnya


Alex tersenyum tipis membuat Amilia terperangah karena baru pertama kali ia melihat Alex tersenyum


" Loe emang masih waras siapa yang bilang loe gila"


" Alex...!" kesal Amilia


" Konsultasi dengan psikiater bukan berarti loe itu enggak waras alias gila tapi sebagai jaga-jaga takutnya di waktu tertentu tiba-tiba trauma loe itu muncul lagi dan loe udah bisa mengatasinya dengan baik tidak seperti tadi yang berutal bahkan ingin bunuh diri" tutur Alex membuat Amilia terdiam


" Loe enggak usah khawatir dokter Ronal sudah merekomendasikan psikiater yang paling bagus, nanti kita coba untuk konsultasi dengannya bagaimana?"


Amilia bergeming dan sedikit berpikir, apakah benar ia harus berkonsultasi dengan seorang psikiater? apakah sebegitu parahnya kah traumanya itu?


" Kenapa loe lakukan ini?" tanya Amilia tiba-tiba


Alex terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Amilia


" Apa maksud pertanyaan loe itu?" Bukan menjawab Alex malah kembali bertanya


" Kita tidak seakrab itu tapi kenapa loe mau menolong gue?" tanya Amilia


" Bahkan kalau bertemu pun kita selalu bertengkar" tambahnya lagi


" Ah... itu, emmmm... ya karena gue... ya gue enggak suka aja melihat orang tertindas apalagi perempuan" jawab Alex sedikit gugup mencari-cari alasan


" Setahu gue loe enggak sebaik itu, bahkan selama ini loe yang sering menindas orang" ucap Amilia membuat Alex tercekat


" Wahhh.... tidak tahu berterima kasih nih cewek udah bagus gue tolong tapi malah berani menghina gue!" Alex pura-pura marah

__ADS_1


" Gue cuma bicara sesuai fakta!" ketus Amilia


Alex menahan senyumnya, di dalam hati pemuda itu merasa senang karena Amilia sudah bisa di ajak bertengkar lagi dan itu tandanya Amilia dalam keadaan baik-baik saja


__ADS_2