Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Kemarahan Amilia


__ADS_3

Seorang gadis nampak mengerutkan kening setelah membuka kedua kelopak matanya seraya memandangi ruangan yang nampak begitu asing dalam penglihatannya


" Gue dimana?" gumamnya pelan sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit pusing


Mata Amilia mengedar ke seluruh penjuru ruangan yang didominasi dengan cat berwarna putih itu lalu saat tatapannya lurus ke depan mata gadis itu seketika terbelalak


Amilia melihat sosok pemuda yang tengah berdiri memunggunginya di dekat jendela


" A... Alex!" ucapnya lirih


Amilia begitu mengenali siapa pemilik punggung kekar itu, meskipun Alex baru lulusan SMA tapi bodynya jangan diragukan, pemuda itu memiliki postur tubuh yang atletis dan berotot


Alex menyukai berbagai macam olahraga dan juga ilmu bela diri sebab itulah ia miliki tubuh yang sangat bagus, yang dikagumi oleh kaum hawa


Samar-samar mendengar namanya disebut Alex pun langsung berbalik badan dan seketika senyum pun terukir indah di bibirnya


" Alhamdulillah, akhirnya kau sudah sadar!" ucap Alex yang langsung melangkah mendekati Amilia yang sedang bergerak untuk mendudukkan dirinya bersandar pada sandaran tempat tidur


" Bagaimana keadaan mu, apa ada yang terasa sakit?" tanya Alex dengan cemas


Untung saja saat Amilia jatuh pingsan dengan cepat Amar yang berdiri tidak jauh dari gadis itu langsung cepat bergerak ketika melihat wajah pucat adik kesayangannya itu yang hampir ambruk ke lantai


Amilia bergeming tatapan mata gadis itu nampak begitu sinis menatap Alex membuat laki-laki itu langsung menelan ludahnya kasar


" Lepas!" Amilia menepis tangan Alex yang sudah bertengger di lengannya


" Jangan sentuh gue!" marah Amilia memasang wajah tak bersahabat


Alex mengerutkan keningnya " Kenapa?" tanya Alex tanpa dosa


Amilia tertawa getir lalu berusaha untuk turun dari tempat tidur namun dengan cepat dicegah oleh Alex


" Lepasin gue Lex!" sentak Amilia sedikit memberontak namun Alex tetap menahannya


" Kamu masih pucat, sebaiknya istirahat aja dulu sebentar!" pinta Alex mencegah Amilia yang hendak turun dari tempat tidur dan berniat pergi


" Jangan halangi gue pergi Lex, gue benci sama loe Lex, gue benci!" ucap Amilia lagi dengan tatapan tajamnya


" Sayang!" ucap Alex yang langsung mendapat penolakan dari Amilia dengan mengangkat tangannya ke udara


" Jangan katakan itu lagi Lex, loe bukan Alex yang gue kenal, gue benci loe!" ucap Amilia lalu tak kuasa lagi gadis itu membendung air matanya agar tidak meluncur


" Kamu itu ngomong apa sih sayang!" Ucap Alex lalu memegang kedua bahu Amilia


Amilia yang masih merasa marah dan benci dengan Alex apalagi setelah tadi sebelum pingsan gadis itu sempat melihat Alex duduk di depan laki-laki paruh baya yang ia yakini adalah seorang penghulu ditambah lagi adanya gadis cantik yang tadi ia lihat di sekolah memakai baju kebaya yang warnanya senada dengan mamanya Alex lalu gadis itupun duduk di sebelah Alex yang sudah Amilia pastikan saat itu adalah acara pernikahan Alex dengan gadis yang tidak Amilia kenal bertambah murka lah gadis itu pada Alex hingga akhirnya kata-kata pedas pun meluncur dengan bebas dari bibir gadis itu bahkan dengan brutal Amilia memukul tubuh Alex yang sama sekali tidak dapat perlawanan apa-apa dari Alex


" Loe jahat Lex... Loe jahat!" teriak Amilia histeris


" Kenapa loe lakukan ini sama gue Lex? Loe jahat" rancau Amilia disela isakannya


" Kalau loe emang mau kita pisah, kenapa loe enggak ngomong aja langsung ke gue, hiks... hiks.... kenapa loe malah lakukan ini ke gue? kenapa harus dengan cara ini Lex? sakit Lex, sakit!" Amilia meremas bajunya sendiri bagian dada


" Jika loe emang sudah memiliki cewek lain yang bakal loe nikahin kenapa loe memberikan gue harapan kosong Lex? dan sekarang untuk apa loe ada di sini Lex, pergi.. pergi.. sebaiknya loe pergi dari hadapan gue Lex, gue benci loe, pergi!" Amilia terus merancau dan sesekali membentak dan berteriak pada Alex


" Pergi dan temuilah calon isteri loe itu, emm... bukan.. bukan... bukan calon tapi kemungkinan sudah menjadi isteri loe sekarang" ucap Amilia lagi dan kali ini dihiasi sebuah kekehen hambar

__ADS_1


" Selamat ya Lex atas pernikahan loe, dia cantik sangat cantik pantas loe bisa langsung melupakan gue bahkan mencampakkan gue begitu aja, ini kejutan yang sangat luar biasa, Loe berhasil Lex memberi gue kejutan" Amilia tertawa tapi tawanya terdengar sangat memilukan


" Loe pergi tanpa pesan dan setelah kembali memberi gue kejutan. Loe emang luar biasa hebat Lex, salut gue sama loe. Terima kasih atas kejutan loe ini Lex dan setelah ini gue harap gue enggak akan pernah melihat loe lagi!" Ucap Amilia lalu beranjak dari tempat tidur dan berharap kali ini Alex tidak menghalanginya


Alex membiarkan Amilia terus meluapkan isi hatinya dan setelah selesai Alex nampak masih diam mematung memperhatikan pergerakan Amilia yang sudah turun dari tempat tidur


Amilia terus melangkah dengan gontai meninggalkan Alex yang masih diam mematung namun belum sampai gadis itu membuka pintu kamar, Amilia tersentak kaget karena tiba-tiba saja tubuhnya sudah melayang di udara


Amilia memberontak dan terus memukul dan merancau memaki Alex dengan sumpah serapahnya tapi Alex sama sekali tidak peduli, pemuda itu lalu menurunkan Amilia kembali ke atas tempat tidur


Alex mengukung tubuh Amilia dan hal tentu saja semakin membuat gadis itu semakin marah dan geram dengan sikap Alex yang menurut Amilia sudah diluar batas


Amilia berusaha memberontak namun cekalan tangan Alex semakin kuat membuat wanita itu menatap nyalang ke arahnya


Bukannya melepaskan Alex justru malah mengulas senyumnya membuat Amilia lagi-lagi dibuat geram oleh laki-laki yang masih bertahta di hatinya itu, meskipun bibirnya berkata benci tapi didalam hati gadis itu masih memiliki cinta yang besar pada laki-laki yang saat ini berada di atasnya


Setelah beberapa menit Amilia merasa lelah dan sudah tak lagi memberontak, meskipun Amilia masih menangis tapi tidak sehisteris seperti sebelumnya


Alex yang melihat Amilia sudah tidak lagi memberontak akhirnya menghempaskan tubuhnya ke samping tapi detik berikutnya ia langsung menarik kembali tubuh gadis itu kedalam pelukannya


Amilia tersentak dan hendak kembali memberontak tetapi karena tubuhnya yang sudah merasa begitu lelah akhirnya iapun pasrah dan membiarkan saja Alex memeluknya


" Loe jahat Lex!" masih terdengar rancauan gadis itu


Setelah dirasa Amilia sudah terlihat tenang Alex pun mengurai pelukannya lalu pemuda itu membingkai wajah Amilia dengan kedua telapak tangannya


" Dengarkan aku hem!" pinta Alex dengan suara yang sangat lembut


Kedua pasang netra itupun bertemu dan saling bersirobok


" Maafkan aku!" ucap Alex


Dengan cepat Amilia beranjak dari tempat tidur lalu berdiri menatap Alex dengan tajam


Alex mengusap bok*ngnya yang mencium lantai lalu dengan gerakan perlahan ia pun kini sudah berdiri berhadapan dengan Amilia


" Mudah banget ya loe minta maaf!" ketus Amilia namun bukannya merasa bersalah dan kembali meminta maaf justru kali ini Alex malah kembali tersenyum


" Dasar enggak punya hati banget ya loe jadi cowok!" marah Amilia


Alex tidak merespon ucapan Amilia tapi pemuda itu malah kembali melemparkan senyumnya


" Dasar Gil_emmmbb!" Amilia dibuat melotot dengan cara Alex membungkam mulut gadis itu


Amilia yang masih dirasuki dengan rasa amarah semakin terbakar dan mendorong Alex dengan sekuat tenaga sampai tubuh Alex terhempas kasar dan hampir terjungkal


" Loe benar-benar keterlaluan Lex, dasar baji**N!" umpat Amilia dengan kasar


" Gue bukan cewek murahan yang gampang loe sentuh sesuka hati loe Lex, loe benar-benar udah keterlaluan gue benci loe Lex!" teriak Amilia yang sudah kembali tersulut emosi karena sikap lancang Alex yang sudah berani menciumnya


Tangis Amilia kembali pecah ia pun lagi-lagi ingin segera pergi dari hadapan Alex


" Loe jahat Lex, loe udah merendahkan harga diri gue, loe_!" Amilia tak meneruskan ucapannya lagi, ia kembali terisak dadanya semakin sesak dan Amilia terus menerus memukuli dadanya berulang-ulang


" Hentikan!" Alex meraih kedua tangan Amilia dan menggenggamnya dengan kuat

__ADS_1


" Siapa yang merendahkan harga diri loe hah? mau gue apa-apain juga, harga diri loe tetap utuh sayang!"


" Berhenti memanggil gue sayang, bere**sek!" maki Amilia


" Kenapa? tidak ada yang salah dengan panggilan itu?" tanya Alex dengan santainya


" Dulu iya, tapi sekarang tidak dan sekarang lepasin tangan gue!" pinta Amilia


" Enggak akan!" jawab Alex santai


" Loe_?"


" Apa sayang?"


" Baji_emmbbbb!"


" Dengar sayang, mau aku cium, aku sentuh lebih dari ini pun itu tidak akan merubah apapun, harga diri kamu sebagai seorang wanita tetap terjaga dengan baik kehormatannya asalkan hanya aku tentunya yang boleh menyentuh kamu!" tutur Alex


" Dasar enggak waras!" Amilia kembali memakinya


" Ya aku memang udah enggak waras tapi meskipun begitu aku tetap bersyukur karena aku yang udah enggak waras ini dan memiliki keinginan besar untuk menyentuh kamu akhirnya hari ini aku sudah bisa dengan bebas kapan pun dan dimana pun untuk bisa menyentuh mu!" tutur Alex kembali dan tentu saja ucapan Alex itu membuat Amilia melotot


" Loe emang dasar baji**an ya Lex!"


" Sudahlah sayang, sebaiknya kau istirahat saja sekarang, ini sudah malam yang lain juga pasti sudah pada tidur, kamu jangan marah-marah terus, aku juga capek mau istirahat!"


" Kita istirahat aja yuk!" Amilia melotot ketika Alex menariknya ke tempat tidur


" Sudah jangan marah-marah lagi, lebih baik kita istirahat karena besok kita masih ada rangkaian acara lagi!" ucap Alex membuat Amilia semakin mengerutkan keningnya apalagi ketika mereka sama-sama duduk di tepi kasur dengan posisi saling berhadap-hadapan


" Dengarkan aku baik-baik!" Alex memegang kedua bahu Amilia lalu menatapnya lekat


" Tidak ada pernikahan antara aku dengan wanita manapun karena sekarang aku sudah menikah dan sudah sah menjadi suami_ !" belum selesai Alex menyelesaikan kata-katanya Amilia sudah dibuat syok bukan main oleh ucapannya itu


" Ja... jadi loe benar-benar sudah menikah?" tanya Amilia dengan terbata


" Iya!" jawab Alex dengan santainya


" Kalau loe memang Uda menikah lalu kenapa loe sekarang ada di sini?" tanya Amilia dengan mata yang sudah kembali basah


Alex tersenyum tipis lalu menghapus air mata Amilia yang terlihat dengan bebasnya meluncur begitu saja di pipi mulusnya


" Memangnya ada yang salah kalau aku berada di dalam kamar isteriku sendiri?" pertanyaan Alex seketika membuat Amilia melotot


Deg


" Is....isteri?" beo Amilia pelan namun masih dapat didengar oleh Alex


" Sudah ya ini sudah malam, kita istirahat hem!" bujuk Alex karena Amilia nampak masih syok dengan apa yang baru saja didengarnya


" Aku capek banget sayang mengurus pernikahan kita ini jadi tanya-tanya nya besok aja ya dan sekarang kita sudah sah menikah kalau belum tidak mungkin Daddy dan mommy kamu mengizinkan aku berduaan dengan kamu dalam satu kamar!" ucap Alex yang kini sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur sementara Amilia masih membelalakkan matanya ketika baru teringat dengan orangtuanya


Benar kata Alex tidak mungkin kedua orangtuanya membiarkan dirinya berduaan saja dengan Alex


" Sudah jangan banyak mikir, kita tidur aja ya!"

__ADS_1


Amilia yang masih syok pun tidak lagi memberontak apalagi menolak, entah kenapa tubuhnya dengan santai menurut saja padahal di dalam hati gadis itu merutuki dirinya yang begitu mudah percaya begitu saja dan mau menuruti permintaan Alex untuk merebahkan tubuh tubuhnya diatas tempat tidur disebelah Alex


Bahkan ketika Alex memeluknya pun Amilia masih diam mematung tubuhnya terasa begitu jelas menegang selain ini baru pertama kali Amilia berdekatan dengan lawan jenisnya otaknya pun masih belum bekerja dengan baik dan sungguh sulit di percaya jika sekarang ia benar-benar sudah sah menjadi isteri dari Alex


__ADS_2