Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Gara-gara Kora-kora


__ADS_3

" Huekk....Huekk....!" Amilia memijat lembut tengkuk Alex yang saat ini tengah muntah-muntah di tempat yang sedikit sepi menjauh dari area pasar malam tersebut


" Bagaimana, apa sudah lebih baikkan?" tanya Amilia perhatian


Alex merasa sangat malu dihadapan Amilia, selain mukanya pucat karena habis muntah-muntah ternyata wajah Alex pucat juga karena menahan rasa malunya terhadap Amilia


" Oh ya ampun muka gue mau ditaruh di mana ini, sumpah malu banget gue muntah-muntah dihadapan Amilia cuma gara-gara gue sok nantang dia naik kora-kora" batin Alex


" Udah loe sebaiknya duduk dulu aja tuh di sana ya jangan kemana-mana!"ujar Amilia lalu memapah Alex yang sedikit lemas menuju salah satu bangku yang ada di taman yang tidak jauh dari pasar malam tempat mereka berada


" Duduk!" titah Amilia setelah sampai di bangku taman


Alex menundukkan kepalanya karena merasa begitu malu pada Amilia tapi tetap menurut dan duduk


" Loe mau kemana?" tanya Alex mendongak seraya mencekal pergelangan tangan Amilia yang baru saja hendak melangkah pergi


" Apa loe mau ninggalin gue disini sendirian?" tanyanya lagi dengan sendu


Amilia menghela nafasnya panjang " Gue cuma mau beli air minum buat loe!" sahut Amilia sedikit ketus sambil melepaskan tangannya yang di genggam Alex


Alex mengerucutkan bibirnya terlihat sedikit konyol dan membuat Amilia spontan menepuk jidatnya sendiri merasa aneh dengan tingkah Alex malam ini


" Loe benar-benar aneh tau engga sih malam ini, bikin gue merinding!" Ucap Amilia lalu melenggang pergi begitu saja tanpa mempedulikan Alex yang terus saja memanggil namanya


Amilia berjalan ke arah kedai minuman lalu memesan teh hangat buat Alex dan dirinya


" Ini neng!" Ibu penjual minuman pun memberikan dua cup teh hangat kepada Amilia


" Terima kasih bu, kembaliannya ambil saja bu" sahut Amilia sambil memberikan uangnya


" Terima kasih ya neng!" ucap si ibu setelah menerima selembar uang berwarna biru


" Sama-sama bu!" timpal Amilia sebelum pergi


" Ini!" Amilia menyodorkan satu cup teh hangat yang tadi dibelinya kepada Alex


Alex mendongak lalu menerima minuman tersebut


" Minumnya pelan-pelan aja masih panas!" seru Amilia ketika Alex hendak menyeruput minumannya


Alex menoleh sekilas lalu melanjutkan minumnya dengan sangat hati-hati karena air teh yang Amilia masih mengepul


" Bagaimana, apa masih terasa mual?" tanya Amilia setelah Alex minum, gadis itu nampak prihatin dengan Alex yang wajahnya masih terlihat pucat


" Sudah agak mendingan" jawab Alex


" Terima kasih!" ucapnya lagi sambil mengangkat minuman yang ada di tangannya


" Enggak usah berterima kasih, loe kayak gini juga kan gara-gara gue"


" Siapa bilang?"


" Ya gue barusan"


" Ya enggak lah orang gue yang mau sendiri kok"


" Makanya kalau emang enggak kuat enggak usah dipaksain kayak tadi, kalau loe kenapa-kenapa gimana coba!"


Alex tersenyum tipis " Kenapa Loe kok malah senyum-senyum gak jelas gitu sih?" tanya Amilia


" Aneh!" umpatnya lagi


Bukannya menjawab Alex malah kembali menyunggingkan senyumnya


" Dih ini orang kenapa sih, ditanya malah senyam senyum enggak jelas gitu? apa jangan-jangan_" batin Amilia sambil melirik ke kanan dan ke kiri lalu menggidikkan bahunya yang tiba-tiba merinding


Pletak


" Awww!" Amilia meringis sambil mengusap keningnya


" Loe apa-apaan si Lex pake acara jitak segala, sakit tau!" kesal Amilia masih mengusap keningnya yang mendapat jitakan dari Alex


" Ya elo kenapa malah bengong begitu, kesambet baru tau rasa loe" sahut Alex


" Loe kali yang kesambet, dari tadi senyum-senyum gak jelas" protes Amilia dengan wajah menyolot tajam


" Huss... sembarangan banget ya nih bibir kalau ngomong" Alex dengan santainya mencomot bibir Amilia membuat gadis itu langsung melotot tajam


" Alex, nyebelin banget sih !" kesal Amilia lalu memukul bahu Alex


" Ha...ha...!" bukannya menghindar Alex justru malah tertawa ketika Amilia terus memukulinya


" Udah ..udah... perut gue sakit ketawa terus" Alex dengan cepat menangkap tangan Amilia yang hendak kembali memukul bahunya


Deg


Netra keduanya bertemu dan saling bersirobok, menatap dalam-dalam menyelami perasaan masing-masing


" Gue itu tersenyum karena gue merasa senang Loe udah perhatian banget sama gue" tutur Alex berbicara pelan


Degup jantung Amilia berdetak sangat cepat apalagi ketika jarak keduanya begitu sangat dekat

__ADS_1


" Gue cinta sama loe Amilia si cewek bar-bar" ucapnya membuat Amilia seketika menegang


" Mau enggak loe jadi calon isteri gue!" ucap Alex berusaha memberanikan diri untuk mengungkap perasaannya kepada Amilia


Jlep


Amilia membulatkan matanya sempurna, gadis yang sedikit barbar dan galak pada situasi dan kondisi tertentu itu pun nampak sedikit syok mendengar ungkapan perasaan Alex yang menurutnya sedikit aneh, kalau biasanya diusia mereka ini menyatakan cinta untuk dijadikan pacar tapi Alex justru memintanya untuk menjadi calon isterinya padahal lulus sekolah saja belum


" Udah Lex jangan bercanda terus, kalau loe udah merasa baikkan kita pulang aja yuk udah malam juga!" ucap Amilia seraya beranjak dari tempat duduknya


" Loe belum jawab pertanyaan gue!" cegah Alex menarik tangan Amilia membuat gadis itu kembali terduduk


" Pertanyaan yang mana?"tanya Amilia pura-pura tidak mengerti


" Enggak usah pura-pura enggak ngerti deh, loe itu gadis pintar dan cukup berprestasi masa dalam hal kayak gini aja enggak paham" ledek Alex


Amilia membuang pandangannya ke sembarang arah karena tidak tahan melihat tatapan Alex dan juga senyumannya yang membuat pemuda itu terlihat sangat tampan walaupun masih terlihat sedikit pucat


" Oke kalau gitu gue ulang lagi deg, Emmm.... Amilia bidadari surgaku loe mau enggak jadi calon isteri gue?" Alex pun akhirnya kembali mengulang pertanyaannya yang masih belum mendapat respon apa-apa dari Amilia


Amilia bergeming, tubuhnya menegang dan hatinya meleyot di tembak langsung oleh Alex apalagi untuk dijadikan calon isterinya


" Duh kenapa jadi panas gini ya, jantung gue oh ya ampun berdetak kencang banget" Tanpa sadar tangan Amilia bergerak menyentuh dadanya sendiri dan merasakan betapa kencangnya degup jantungnya berdetak


Amilia mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya, rona merah pun seketika mewarnai pipi putih nan mulusnya


" Lex, udah deh jangan bercanda Mulu ih, enggak lucu tau, udah yuk ah pulang" ucap Amilia lalu berdiri berusaha untuk menghindari tatapan Alex kepadanya


Alex menghela nafas panjang lalu meraih tangan Amilia kembali setelah itu iapun berdiri tepat dihadapan Amilia


" Gue bicara serius, enggak pakai acara bercanda seperti kata-kata yang lagi viral di toktok" ungkap Alex yang seketika membuat Amilia merasa melambung tapi tidak mau terlalu percaya diri dan ke geEr-an


Amilia menarik napas dalam-dalam lalu dibuang perlahan


" Kalau loe emang serius dengan ucapan loe itu Lex, datangi orang tua gue dan nyatakan keinginan loe itu sama mereka!" jawab Amilia


Alex membulatkan matanya seakan tak percaya dengan jawaban Amilia, dengan mengatakan agar Alex bertemu dengan kedua orangtuanya itu menandakan kalau gadis itu tidaklah menolak namun menyerahkan keputusannya pada kedua orangtuanya


" Gue di besarkan oleh mereka dengan cinta dan kasih sayang yang begitu besar jadi buat masalah jodoh biar mereka juga yang memberikan jawabannya, gue yakin kalau keputusan mereka adalah keputusan yang terbaik untuk gue nantinya jadi kalau memang loe udah siap lahir dan batin dan serius dengan ucapan Loe itu silahkan loe datangi kedua orang tua gue" tuturnya lagi


Alex tersenyum bahagia meskipun pastinya tidak mudah dan cukup menguras keberanian pemuda itu akan berusaha untuk meyakinkan Amilia dan juga kedua orangtuanya tentang kesungguhan hatinya itu


" Tentu saja gue akan sesegera mungkin datang ke rumah loe untuk menemui kedua orang tua loe" sahut Alex dengan rona bahagia yang nampak jelas sekali terpancar di wajahnya


Amilia terkekeh " Apa loe juga berani untuk meminta restu kepada kak Amar?"


Glek


Alex seketika menelan salivanya dengan susah payah setelah mendengar nama Amar disebut-sebut


" Nah itu loe tau, yaudah yuk sekarang kita pulang!" Ucap Amilia kembali mengajak Alex pulang karena selain hari sudah malam Amilia juga tidak tega melihat wajah Alex yang masih sedikit pucat


Alex mengangguk lalu menggandeng tangan Amilia berjalan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari mereka berada


Keduanya berjalan beriringan sambil melempar senyum dan sesekali di selingi dengan candaan antar keduanya dan tanpa mereka sadari ternyata ada seseorang yang diam-diam tengah menatap keduanya dengan tatapan benci


Setibanya di mansion keluarga Mahendra tiba-tiba saja Alex merasa gugup


" Loe kenapa? apa masih terasa mual?" tanya Amilia setelah melihat wajah Alex yang kembali terlihat pucat


" I..iya" jawab Alex terbata dan sedikit berbohong padahal saat ini entah kenapa ia merasa sangat gugup


" Ayok turun atau loe mau langsung pulang aja buat istirahat?"


" Gue... udah ayok turun " Ucap Alex ambigu lalu segera turun dari dalam mobilnya membuat Amilia mengernyit bingung


" Tuh anak kenapa?aneh!" Amilia geleng-geleng kepala lalu segera turun dan menyusul Alex yang sudah berjalan lebih dulu meninggalkan dirinya begitu saja


Keduanya mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam rumah dan sambutan salam mereka pun seketika membuat jantung Alex tiba-tiba berdetak sangat cepat


Alex membulatkan matanya ketika melihat keberadaan kedua orang tua Amilia yang sepertinya memang sengaja duduk di ruang tamu untuk menunggu kepulangan putri mereka


Bahkan hanya kedua orang tuanya ternyata disana juga sudah ada Amar yang duduk berdampingan dengan Chessy


" Kalian baru pulang?" tanya dad Mahendra bada basi setelah keduanya menyalami punggung tangannya dan juga yang lainnya


" Iya dad!" jawab Amilia sambil menghempaskan bobot tubuhnya di salah satu sofa yang ada di ruangan tersebut


Alex nampak tegang dan salah tingkah apalagi setelah mendapat tatapan intimidasi dari calon kakak iparnya


" Duduk nak Alex!" ucap lembut mommy Naura sedikit mampu meredam ketegangan yang sedang melanda tubuh Alex


" Iya, tante terima kasih" balas Alex sambil melempar senyum lalu duduk di sofa yang tidak jauh dari tempat Amilia duduk


Mommy Naura diam-diam memperhatikan Alex seperti ada yang aneh dengan anak itu setelah pulang dari jalan-jalan terlihat tidak sesantai awal dia pas datang menjemput Amilia


" Kamu kenapa nak Alex, sakit?" tanya mommy Naura yang melihat raut wajah Alex yang nampak sedikit pucat dan tentu saja pertanyaan mommy Naura seketika membuat atensi mereka semua yang berada dalam satu ruangan menoleh ke arah Alex


Alex semakin gugup dan salah tingkah ketika semua tatapan mata mengarah kepadanya


" Emmm... tidak tante" jawab Alex

__ADS_1


" Iya mom!" jawab Amilia berbarengan membuat mommy Naura mengerutkan keningnya lalu menatap keduanya bergantian


Beruntung malam itu tidak ada Oma seandainya ada pasti Alex semakin tegang dan gugup dibuatnya, pagi tadi Oma sudah pamit pulang ke kota B karena mendengar kabar dari asisten rumah tangganya Opa sedang sakit dan selalu mengurung diri di kamar


Walaupun sedang marah tetap saja Oma tidak bisa abai begitu saja apalagi mereka masih sah berstatus suami isteri, jadi mau tidak mau Oma pun harus pulang


" Alex sedikit kurang enak badan mom" terang Amilia


"Kalau kurang enak badan kenapa mengajak Amilia keluar, merepotkan saja!" celetuk Amar


Alex menelan salivanya susah payah sementara Amilia mendengus kesal mendengar ucapan sang kakak yang kurang bersahabat


Chessy yang melihat raut wajah Amilia nampak mengkerut langsung menyenggol lengan suaminya yang duduk di sampingnya


"Kak jangan ketus gitu ngomongnya" bisik Chessy mengingatkan tapi justru ditanggapi lain oleh Amar


" Kamu membelanya" Sahut Amar ikut berbisik tapi rahangnya nampak sedikit mengeras


Chessy mendengus kesal bicara seperti itu saja suaminya sudah mulai tidak suka, padahal dia hanya kasihan melihat Amilia yang jelas terlihat sangat mencemaskan keadaan Alex


" Maaf !" ucap Alex yang jadi merasa tidak enak hati kepada orang tua Amilia


" Sudahlah tidak usah di pikirkan ucapannya" seru dad Mahendra sambil melirik sekilas ke arah Amar


" Bagaimana keadaan kamu sekarang, apa sudah baikkan?" tanya dad Mahendra perhatian yang seketika membuat Alex nampak terharu dan juga tersanjung


"Alhamdulillah, sudah baikkan om mungkin tadi hanya karena _"


Ucapan Alex tiba-tiba terpotong "Mungkin karena masuk angin apalagi tadi diluar anginnya kencang dan udaranya cukup dingin " terang Amilia menyela ucapan Alex


Mommy Naura dan dad Mahendra pun mengangguk paham


" Ya udah kalau begitu pulang sana, udah malam juga enggak baik anak sekolahan pulang larut malam" usir Amar yang lagi-lagi membuat Amilia mendengus kesal mendengar ucapan pedas sang kakak


" Kak Amar ih?" Chessy pun ikut kesal mendengar ucapan suaminya yang tidak bersahabat itu


" Kamu mau dia berlama-lama di sini begitu, apa jangan-jangan kamu mau mengobrol dengannya?" Sindir Amar yang lagi-lagi menampakkan rasa cemburunya


" Haisss....!" Chessy mengerucutkan bibirnya lalu memilih beranjak dari duduknya dan pamit kembali ke kamar


Mommy Naura hanya geleng-geleng kepala setelah melihat raut wajah kusut sang putra setelah Chessy menaiki anak tangga


" Udah sana susul, dasar kamu tuh ya senang banget bikin isteri merajuk!" keluh sang mommy menatap tajam pada putranya


Amilia terkekeh melihat wajah Amar yang seketika kusut setelah ditinggal pergi sang isteri


" Masih aja cemburuan, dasar enggak peka!" ledek Amilia sedikit berbisik ketika Amar berjalan melewatinya


Amar melotot tajam kepada Amilia, lalu melanjutkan langkahnya


" Emmm.... kalau begitu saya pamit pulang dulu ya om... tante, maaf jadi mengganggu waktu istirahatnya!" ucap Alex seraya beranjak dari duduknya


" Loh kenapa buru-buru" ucap dad Mahendra


Alex tersenyum berusaha mengontrol ketegangan hatinya


" Iya om sudah malam, waktunya Amilia beristirahat" sahut Alex


Setelah berpamitan kepada kedua orang tua Amilia kini Alex sedang berada di depan rumah bersama Amilia yang sedang mengantarnya sampai gerbang


" Loe yakin enggak apa-apa? muka loe pucat " ucap Amilia yang lagi-lagi menunjukkan rasa perhatiannya


" Iya gue enggak apa-apa" jawab Alex dengan senyum tampannya


" Udah sana pulang, jangan lupa langsung Istirahat!" pesan sang gadis


" Cie yang perhatian!" goda Alex yang langsung mendapat cubitan kecil di pinggangnya


" Awww...ishh!" desis Alex meringis kesakitan


" Udah sana cepat pulang, rese!" kesal Amilia yang berusaha menutupi rona merah di wajahnya


" Cie ngusir, nanti kalau udah pergi aja kangen" Alex kembali menggoda Amilia yang menurutnya sangat menggemaskan


"Alex....!" pekik Amilia


Alex tertawa lalu buru-buru masuk ke dalam mobilnya


" Iya gue pulang, jangan kangen ya nanti berat!" gombalnya


Amilia mengerucutkan bibirnya lalu berbslik badan meninggalkan Alex begitu saja


" Secepatnya gue akan datang bersama orang tua gue!" ucap Alex yang seketika mampu membuat gadis itu menghentikan langkahnya tapi tidak menoleh kebelakang


" Gue serius, loe tunggu ya!" sambungnya lagi meyakinkan Amilia akan keseriusan ucapannya


" Udah sana pulang" sahut Amilia tanpa menggubris ucapan Alex


" Iya gue pulang, Assalamualaikum bidadari surga ku!" ucap Alex lalu menghidupkan mesin mobilnya


" Wa'alaikum salam!" sahut Amilia berbalik badan setelah mobil Alex melaju keluar dari gerbang rumahnya

__ADS_1


Alex tersenyum melihat Amilia yang berdiri menatap kepergiannya melalui kaca spion mobilnya apalagi terlihat Amilia menyunggingkan senyum di wajahnya


" Dasar gadis bar-bar yang ngegemesin" gumam Alex senyum-senyum sendiri


__ADS_2